***AHLAN WA SAHLAN WA MARHABAN BIKUM DI BLOG ADI MANSAH LUBIZ*** assalamualaikum Pictures, Images and Photos
zwani.com myspace graphic comments
Graphics for Welcome Comments
Showing posts with label INTELEKTUAL. Show all posts
Showing posts with label INTELEKTUAL. Show all posts

Thursday, June 2, 2016

Tidak Ada Hadiah Pahala Dalam Islam, Apalagi Hadiah Dosa!

Muhammadiyah bukan sekedar ormas yang membentangkan visi dan misi , melainkan sebagai orentasi berpikir umat Islam yang benar , melaju dalam semua jaman, dan tidak akan bertentangan dg zaman zaman yang melampaui rute kehidupan manusia Masalah hadiah pahala kian marak di ditengah umat Islam, mereka tanpa beban melaksanakan amalan yang tidak ada contohnya dari generasi pertama, seolah tanpanya kurang lengkap Islam, padahal hanya semata rekayasa manusia yang menciptakan agama baru / atau keyakinan baru yang bersumber dari agama dan keyakinan lain. Hadiah pahala menjadi pilihan, sehingga banyak tokoh umat menggunakan media transfer pahala ini menjadi pilihan utama dalam proyek pengentasan kebangkrutan pahala. Menarik memang, apalagi bila disertai manakan yang mengundang perut menyerbu datangnya kematian tersebut. Namun apakah “hadiah pahala” ini legal dalam agama, apakah benar perselisihan furuk semata, atau sekedar perkumpulan biasa atau justru proyek dosa ? DALIL DALIL QURAN TIDAK ADANYA HADIAH PAHALA لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. ﴾ Al Baqarah:286 ﴿ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, [Fushilat 46 ] وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.[Al’ankabut 6] مَنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, [A Isro’ 15] وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَإِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى إِنَّمَا تُنْذِرُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَمَنْ تَزَكَّى فَإِنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang dibebani berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul bebannya itu tidak akan dipikulkan sedikit pun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nyadan mereka yang mendirikan shalat. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya sesungguhnya dia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. dan kepada Allah-lah tempat kembali [ Al fathir 18 ] وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa'at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. [ Al Baqarah 123] يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. [Luqman 33] كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan [Al Jatsiyah 28] فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan. [Yaasiin 54] أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya [An-Najm 38-39] PENDAPAT ULAMA TAFSIR DALAM MENAFSIRKAN AYAT MENOLAK HADIAH PAHALA أنه لا يُجَازي عامل إلا بعمله، خيرا كان ذلك أو شرّا Sesungguhnya siapa yang beramal tidak akan dibalas melainkan dengan amalnya sendiri, baik atau jelek [Ath- Thobary 27 : 39 ] لا يؤاخذ بعقوبة ذنب غير عامله، ولا يثاب على صالح عمله عامل غيره Tidak akan disiksa dengan siksaan orang berdosa melainkan mereka yang berbuat dosa, tidak akan mendapat balasan pahala , bagi mereka yang tidak beramal baik [Ath. Thobary 27:40] أن حسنة الغير لا تجدي نفعاً ومن لم يعمل صالحاً لا ينال خيراً فيكمل بها ويظهر أن المسيء لا يجد بسبب حسنة الغير ثواباً ولا يتحمل عنه أحد عقاباً Bahwasanya kebaikan orang lain tidak bisa memberi mamfaat guna, siapa yang tidak mengerjakan amalan sholeh , dia tidak akan mendapatkan kebaikan , benar dan nyatalah ayat ini yang menjelaskan , bahwa orang yang berdosa tidak akan mendapatkan pahala oleh sebab amalan orang lain , dan tidak bisa seorangpun menanggung dosa orang lain [Fathur Razi 7:738] كما لا يحمل عليه وزر غيره، كذلك لا يحصل من الأجر إلا ما كسب هو لنفسه ومن وهذه الآية الكريمة استنبط الشافعي، رحمه الله، ومن اتبعه أن القراءة لا يصل إهداء ثوابها إلى الموتى Sebagaimana dosa yang tidak bisa dibebankan kepada yang lainnya, yang demikian pahala tidak akan didapat mereka, melainkan hasil panen usahanya sendiri. Pada ayat yang mulya ini juga terdapat Istimbat Imam Syafii rahimahullah dan pengikutnya, bahwa bacaan Quran tidaklah sampai , bila pahalanya diahadiahkan kepada yang mati. [Ibnu Katsir 198] "وَأَنْ" أَيْ أَنَّهُ "لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إلَّا مَا سَعَى" مِنْ خَيْر فَلَيْسَ لَهُ مِنْ سَعْي غَيْره الْخَيْر شَيْء Bahwasanya, tidaklah bagi manusia mendapatkan pahala melainkan apa yang ia kerjakan dari kebaikan . Tidaklah padanya dapat kebaikan dari sebab usaha orang lain “ [ Jalalain 3 :198] ليس له إلاّ أجر سعيه ، وجزاء عمله ، ولا ينفع أحداً عمل أحد Dia tidak akan mendapatkan pahala melainkan pahala dari usahanya sendiri, balasan amalnya , tidak bermanfaat amalan seseorang kepada orang lain [fathul Qadir 5 : 11] أن النفوس إنما تجازى بأعمالها إن خيرًا فخير، وإن شرًا فشر، وأنه لا يحمل من خطيئة أحد على أحد Sesungguhnya tiap tiap jiwa dibalas menurut amalnya masing masing, jika baik dibalas dengan kebaikan, jika jelek dibalas dg kadar kejelekannya, dan seseorang tidak bisa membebankan dosanya atas orang lain [Ibnu Katsir 3 : 444] PERKATAAN SAHABAT TENTANG TAK ADA HAADIAH PAHALA ابن عباس بأنه قال (لا يصل أحد عن أحد ولا يصوم أحد عن أحد) Dari Ibnu Abbas : Tidak boleh orang lain mengganti sholatnya orang lain , dan tidak boleh seseorang menggantikan puasanya orang lain [ Ibnu Abbas, Ibnu Umar oleh Imam Malik dan Nasai] عن ابن عمر بإسناد صحيح: أنه لا يحج أحد عن أحد Dari Ibnu Umar menurut riwayat shahi : Bahwasanya tidaklah boleh seseorang mengerjakan hajinya orang lain [ Shahi dalam Fathul Bari , shahi Ibnu Hibban, shahi Ibnu Aisyah] HADITS HADITS HADIAH PAHALA YANG BERTENTANGAKAN DENGAN QURAN ; Ibnu Abbas : أنّ اِمْرَأَةٌ مَنْ خَثْعَمَ قَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, إِنَّ فَرِيضَةَ اَللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي اَلْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا, لَا يَثْبُتُ عَلَى اَلرَّاحِلَةِ, أَفَأَحُجُّ عَنْهُ? قَالَ: نَعَمْ “Sesungguhnya seorang perempuan dari Kats’am berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya haji yang diwajibkan Allah atas hamba-Nya itu turun ketika ayahku sudah tua bangka, tidak mampu duduk di atas kendaraan. Bolehkah aku berhaji untuknya? Beliau menjawab: “Ya Boleh.” ( HR Bukhari dan Muslim ) عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ قَالَ مَنْ شُبْرُمَةُ قَالَ أَخٌ لِي أَوْ قَرِيبٌ لِي قَالَ حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ قَالَ لَا قَالَ حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ “Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shalla Allahu 'alaihi wa sallam mendengar seseorang mengucapkan; Labbaika 'An Syubrumah (ya Allah, aku memenuhi seruan-Mu untuk Syubrumah), beliau bertanya: "Siapakah Syubrumah tersebut?" Dia menjawab; saudaraku! Atau kerabatku! Beliau bertanya: "Apakah engkau telah melaksanakan haji untuk dirimu sendiri?" Dia menjawab; belum! Beliau berkata: "Laksanakan haji untuk dirimu, kemudian berhajilah untuk Syubrumah." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan hadist ini dishahihkan Ibnu Hibban) Dalam hal ini sikap segolongan Fuqaha’ menyebutkan : وقال القرطبي مالك وأصحابه رأوا أن ظاهر حديث الخثعمية مخالف لقوله تعالى ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا ] آل عمران 79 [ Imam Qurtuby berkata : Imam Malik dan pendukungnya menyebutkan , mereka memandang hadits hadits al Khos’amiyah[ Menghajikan orang tua ] bertentangan dengan Firman Allah Ta’ala : “ Allah mewajibkan haji baitullah kepada manusia, bagi siapa yang mampu dijalannya “ [ al Imron 79 ]. Ini terkandung makna orang yang tidak mampu berhaji karena sebab hal hal yang menjadi penyebabnya tidak memikul tanggung jawab kewajiban, termasuk dalam hal ini bukan saja tidak mampu dananya, juga kesehatannya. Membuktikan bahwa ayat tersebut juga tidak membenarkan hadiah pahala kepada orang yang bersangkutan. وقال القرطبي رأى مالك أن ظاهر حديث الخثعمية مخالف لظاهر القرآن فرجح ظاهر القرآن Imam Qurtubi berkata : Imam Malik memandang bahwa dzahirnya hadits wanita Khos’amiyati bertentangan dengan Quran, maka Imam Malik memilih dhahirnya Quran [ Fathul Bari 4 : 49 ] فأعلم رسول الله مثل ما أعلم الله من أن جناية كل امرئ عليه كما عمله له لا لغيره ولا عليه Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam memberi tahu sebagaimana Allah memberi tahu, bahwa tiap orang yang berbuat dosa hanya kebinasaan dirinya sendiri, sebagaimana amal baiknya tidaklah untuk lainnya , juga tidak kebinasan orang lain akan menimpa atasnya [ Catatan Pinggir al Um 7 : 269 ] Berdasarkan perkataan dua Imam tersebut, hadits menghajikan orang tua, meskipun sanadnya shahi, namun matannya mengandung berita batil. Dalam hal ini ulama hadits menyebutkan : الحديث الصحيح ما سلم لفظه من ركاكة ومعناه من مخالفة آية أو خبر متواتر أو إجماع وكان رواية عدل Hadits shahi itu adalah hadits yang selamat lafatnya dari kejanggalan dan selamat maknanya dari menyalahi ayat atau khabar mutawatir atau ijma, dan riwayatnya adil [terpercaya ]. [ATTHORIQATUL MUHAMMADIYAH] Kesimpulan : Hadiah Pahala dalam Islam bukanlah ajaran agama, apalagi bila memahami amaliyah atau kaifiyat hadiah pahala yang dilakukan umat Islam, nyata sekali, amal perbuatan mereka bukanlah ajaran Islam. Islam itu adalah agama, bila itu bagian agama sudah pasti generasi pertama hingga tabiin berlomba melakukannya dg cara caranya, kenyataannya, hadiah pahala itu bukanlah datang dari Islam, tetapi produk gagal orang orang yang ingin melakukan aborsi terhadap Islam. Sumber : Zulkarnain El-Madury di 04.23 1 juni 2016

Friday, May 6, 2016

Hikmah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad Saw

Isra’: berasal dari kata اسرى – يسرى – اسراءyang artinya berjalan di waktu malam. Mi’raj: berasal dari kataاعرج – يعرج – اعراج yang berarti naik ke atas, معراج adalah alat untuk naik (tangga). Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Nabi saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian naik ke langit ke tujuh lalu bertemu dengan Allah di Sidratul Muntaha yang kemudian Nabi saw menerima perintah shalat kemudian kembali ke bumi pada malam yang sama sebelum subuh. Peristiwa ini terjadi pada malam ke 27 Rajab/tahun ke sebelas dari kenabian (622M). Ulama’ berbeda pendapat tentang apakah isra’ mi’raj itu dilaksanakan dalam satu malam atau lebih, dalam keadaan tidur atau bangun dan dilakukan hanya sekali atau berkali-kali? Ada beberapa pendapat mengenai hal tersebut, antara lain: 1. Menurut sebagian ahli tafsir dan ahli hadits, bahwa isra’ mi’raj itu dilaksanakan dalam satu malam dan dalam keadaan bangun. Sebagaimana firman Allah yang artinya: Maha Suci Allah yang memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. (Q.S. Al-Isra’: 1). Kata ‘abd (hamba) dalam ayat tersebut mewakili ruh dan jasad, seandainya isra’ mi’raj itu dilakukan dalam keadaan tidur maka Allah tidak menggunakan lafadz ‘abd dalam ayat tersebut melainkan bi ruuhi abdihi. Pendapat tersebut dikuatkan oleh Abu Na’im dalam kitabnya “ad-Dalail”. 2. Isra’ dan mi’raj itu dilampaui oleh Nabi dalam mimpi dan jasadnya masih di bumi (Mekah). Sebagaimana firman Allah yang artinya: Dan tidaklah kami menjadikan mimpi yang telah kami perlihatkan kepadamu kecuali sebagai ujian bagi manusia. (Q.S. Al-Isra’: 60). Kata ru’yah dalam ayat tersebut diartikan sebagai mimpi. Adapun hadits yang menjadi dasar pendapat mereka adalah: حدثني سليمان عن شريك بن عبد الله أنه قال سمعت أنس بن مالك يقول ليلة أسري برسول الله صلى الله عليه و سلم من مسجد الكعبة إنه جاءه ثلاثة نفر قبل أن يوحى إليه وهو نائم في المسجد الحرام فقال أولهم أيهم هو ؟ فقال أوسطهم هو خيرهم Mereka juga mengatakan bahwa manusia bisa mengeluarkan ruhnya dari jasadnya, hal ini didasarkan pada kisah seseorang yang dibius ketika dioperasi. Dia dibius sehingga terasa ringan dan ruhnya terbang, dia melihat badannya dioperasi. Ruhnya melayang ke luar rumah sakit dan menjumpai seseoang yang dia kenal sedang berdiri di sebuah toko sepatu dan melihat-lihat etalase. Kemudian ruhnya kembali ke jasadnya lagi, dan ketika dicek ternyata benar, kawan yang ia lihat di toko sepatu itu sesuai dengan pengamatannya. Namun, kebenaran dari peristiwa tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya dalam sains. 3. Isra’ dilakukan dalam keadaan bangun sedangkan mi’raj dilakukan dalam keadaan tidur. Ketika Nabi saw memberitakan so’al isra’ mi’rajnya, mereka medustakan isra’nya. Selain itu, dalam al-Qur’an hanya terdapat kata isra’, andaikata mi’raj dilakukan dalam keadaan bangun pasti ayat tersebut tidak berhenti pada kata “al-Masjid al-Aqsha”. 4. Isra’ dilakukan satu malam sedangkan mi’raj pada malam yang lain. Orang yang berpendapat tersebut berdalil dengan hadits dla’if yang berbunyi sebagai berikut: انه كان عليه السلام يسال ربه ان يريه الجنة والنار, فلما كانت ليلة السبت لسبع عشر من رمضان قبل الهجرة بثمانية عشر شهرا ورسول الله نائم في بيته اتاه ميكائيل وجبريل فقالا: انطلق الى ما سالت الله فانطلقا به الى ما بين المقام وزمزم فاتى المعراج فاذا هو احسن شيئ مىظرا فعرجا به الى السماوات Artinya: sesungguhnya Nabi meminta kepada Tuhannya supaya diperlihatkan surga dan neraka, maka ketika malam sabtu tanggal 17 Ramadhan sebelum hijrahnya yaitu tanggal 18 Ramadhan, rasulullah tidur di rumahnya maka datanglah Mikail dan Jibril kepadanya dan berkata: “pergilah kepada sesuatu yang engkau memintanya kepada Allah” lalu keduanya pergi bersama rasulullah ke suatu tempat antara Maqam dan Zamzam lalu mendatangi mi’raj, jika dia melihat paling bagusnya pemandangan maka keduanya naik bersmanya ke langit yang lain. 5. Isra’ dan mi’raj itu terjadi dua kali (pertama dalam keadaan tidur dan yang ke-dua terjadi ketika bangun). Fungsi isra’ mi’raj yang pertama adalah sebagai persiapan isra’ mi’raj yang ke dua yang dilakukan dalam keadaan bangun. Hikmah adanya peristiwa isra’ mi’raj: 1. Pengakuan kebesaran Tuhan. Peristiwa ini membuktikan bahwa manusia dengan kekuasaan-Nya dapat melakukan sesuatu yang tidak mungkin yaitu perjalanan dari Mekkah ke Palestina dan naik langit ke-7 dan kembali lagi dengan waktu yang sangat singkat. 2. Tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi. Tujuan Allah mengisra’ mi’rajkan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha adalah supaya manusia memahami bahwa seorang khalifah itu harus menguasai dunia dan mengetahui keadaan di sekitarnya serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi ini. 3. Penguasaan sumber daya alam. Dengan mengetahui terjadinya peristiwa isra’ mi’raj maka seorang muslim harus dapat menguasai dunia dan seluruh permukaan bumi sehingga mempunyai kekuasaan dan kekayaan, namun semuanya itu dilakukan dengan penuh kesucian dan untuk menghambakan diri kepada Allah. 4. Kesucian diri dan kekuatan iman dan ilmu. Sebelum Nabi berangkat, Allah membasuh hatinya dan mengisi dengan iman. Hal ini memberikan pelajaran kepada manusia agar sebelum melakukan perjalanan untuk menguasai dunia maka perlu adanya penyucian hati dan pengisian iman. 5. Penguasaan teknologi. Teknologi itu dilambangkan dengan adanya buraq yang artinya kilat dan untuk bisa naik ke langit membutuhkan alat yang disebut tangga. Kejayaan yang di dapat di bumi itu dengan alat dan teknologi begitu juga dengan kejayaan akhirat didapatkan dengan amal ibadah, seperrti shalat merupakan alat untuk menuju kebahagiaan di akhirat bagi seorang mukmin. 6. Memimpin dalam segala bidang. Nabi diangkat menjadi seorang imam shalat ketika isra’ mi’raj dan makmumnya adalah semua nabi. Ini menggambarkan seorang muslim harus menjadi pemimpin dalam segala bidang, pemimpin segala zaman dan pemimpin dunia akhirat. 7. Konsultasi dengan yang berpengalaman. Ketika Nabi mendapat perintah shalat dari Allah maka beliau mengkonsultasikannya dengan Nabi Musa yang lebih berpengalaman. 8. Menjadikan shalat sebagai inti dari kehidupan. Nabi diwajibkan shalat dalam sehari semalam, sehingga segala kesibukan harus ditujukan untuk penyembahan dan ibadah kepada Allah. Kesibukan kerja dan kehidupan dunia tidak boleh melalaikan kewajiban kepada Allah. Kesimpulan: Isra’ mi’raj merupakan mukjizat yang agung dan sakral namun dalam memahaminya terdapat perbedaan pemahaman dan pemahaman. Isra’ mi’raj adalah pintu utama diwajibkannya shalat fardlu dan dalam peristiwa tersebut terdapat hikmah yang sangat banyak wallahu a'lam Sumber : blog umy

Friday, May 10, 2013

Peranan Pemuda Dalam Dakwah Islamiyah

Sudah menjadi sunnatullah jika di setiap masa akan tumbuh pemuda-pemuda yang kelak dibimbing seorang ulama pembaharu (mujaddid). Senantiasa melakukan berbagai bentuk pembaharuan dalam mencairkan kebekuan yang ada pada masa tersebut. Berbagai bentuk kebekuan itu antara lain: kebekuan pemikiran, kebekuan pergerakan, kebekuan kepemimpinan dan lain-lain. Karena pemuda yang sejati itu bukan hanya berumur dua puluh tahun tetapi pemuda sejati ialah pemuda yang rela berjuang demi agamanya. Sepanjang gerakan pembaharuan yang dilakukan berada pada koridor atau rambu-rambu syariat dan untuk kemuliaan islam (izzatul islam), hal tersebut perlu mendapat dukungan kaum muslimin. Tetapi sebaliknya, jika gerakan tersebut telah keluar dari koridor syariat serta bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah, seluruh kaum muslimin hendaknya berdiri dalam satu barisan menentang arus gerakan tersebut, jadi satu elemen pendukung pembaharuan yang sangat potensial adalah para pemuda. Selain usia muda merupakan fase berkumpulnya kekuatan (potensi) yang maksimal, mereka juga merupakan orang-orang yang dikenal memiliki idealisme tinggi, tidak memiliki beban dan sangat objektif dalam menyuarakan setiap aspirasi, meski harus diakui adanya kelemahan terutama kematangan berpikir dan minimnya pengalaman. Islam menempatkan pemuda pada tatanan yang sangat strategis dalam melakukan berbagai perubahan menuju kejayaan umat. “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”(QS.Al-Kahfi/18:13) Ayat ini mengisahkan para pemuda ashabul kahfi (penghuni gua) yang lari menjauhi kaumnya untuk menyelamatkan aqidahnya dan tidak mau mengikuti arus kesesatan karena mereka tegar memegang prinsip kebenaran. “Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya)kepadanya.Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang lalim." Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim." (QS.Al-Anbiyaa/21:57-60) Kisah Nabiyullah Ibrahim as adalah kisah yang sangat agung karena dapat dipetik begitu banyak pelajaran (ibrah). Seorang pemuda dengan kecerdasan dan keberaniannya menghancurkan seluruh berhala yang ada pada saat itu. Yang menjadi pertanyaan, apakah berhala-berhala tersebut masih ada di zaman modern sekarang ini? Bagaimana jika seseorang yang terlalu membanggakan kemampuan logika akalnya sampai mengkultuskan hingga mempertuhankan hasil buatan pemikiran logika akalnya? Apakah itu berhala juga? Apakah jahiliyah hanya terjadi pada masa Rasulullah SAW? Jahiliyah kaum Quraisy bukan mereka tidak percaya kepada Allah SWT tapi karena mereka telalu mengkultuskan Latta dan Huzza yang merupakan orang saleh pada masa itu, yang setelah meninggal dunia dibuat patungnya. Pada masa Nabi Nuh juga diketahui bahwa Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq, dan Nasr adalah nama-nama orang saleh. Ketika mereka meniggal, syaitan memberikan ilham kepada masyarakat setempat agar mereka membuat patung-patung dengan nama-nama itu. Pada mulanya tidak disembah tapi lama-kelamaan akhirnya menjadi sembahan. Lalu, bagaimana hukum hasil buatan manusia melalui akal pikirannya yang terbatas, apakah ada persamaannya dengan berhala? “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (QS. Al-Ma’idah/5: 50) Islam memang memberikan perhatian yang begitu besar kepada pemuda. Para sahabat usianya lebih muda, bahkan ada yang jauh lebih muda dari Nabi Muhammad SAW, tetapi Beliau tidak segan-segan memberi tugas atau kepercayaan kepada sahabatnya. Usamah bin Zaid diberikan kepercayaan menjadi Panglima Perang di usianya yang baru sekitar 16 tahun. Ia merupakan satu-satunya Panglima Perang termuda sampai saat ini. Realita yang terjadi saat ini, di Palestina, peranan pemuda menjadi sangat penting sebagai penggerak perjuangan melawan penjajah zionis Israel demi mempertahankan Al-Aqsha yang merupakan simbol eksintensi ummat Islam di seluruh dunia. Pemuda jualah yang menjadi salah satu pilar penopang aktivitas dan kemakmuran sebuah masjid. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi dan nasib sebuah masjid tanpa aktivitas pemudanya. Masa depan masjid itu menjadi suram, karena salah satu tolok ukur bagaimana keadaan masjid pada lima, sepuluh, dua puluh atau tiga puluh tahun mendatang tergantung pada kondisi pemuda masjidnya di masa sekarang.Tentunya sebagian kecil dari banyak kisah peranan pemuda yang tangguh dalam islam memberikan hikmah dan ibrah bagi kita semua, serta menggugah semangat para pemuda untuk bekerja keras lagi menuju perbaikan ummat demi tercapainya kejayaan dan kemuliaan islam (izzatul islam). Pimpinan Ikhwanul Muslimin Syekh Hasan Al-Bana pernah berkata “ Bahwa ummat islam akan bangkit dan aset yang terbesar dalam ummat ini adalah pernan pemuda”. Semoga segala kesempatan dan waktu kita mampu berdakwah mengajak ummat ini kejalan yang benar dan harus kita mulai dari diri sendiri (Ibda’ Binnafsik) sepertid dakwah yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam Bish-showwab... By : H. Adi Mansah, Lc.

Wednesday, December 23, 2009

Puisi Untuk Ibu



Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
“Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain”
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!

Sunday, December 13, 2009

Bidadari Pun Cemburu



Saudariku …

Pernahkah engkau mendengar sabda Rasulullah SAW dan beliau tidak pernah berdusta : “Aku melihat penduduk neraka saling memakan satu sama lain dan kebanyakan dari mereka adalah wanita”

Allah SWT sesungguhnya telah menyiapkan syurga dan menyediakan istana-istana sebagai tempat tinggalmu, bahkan ada para pelayan dan malaikat untuk menyambut dan melayanimu. Malaikat yang diciptakan dari cahaya dan beribadah sepanjang waktu di tugaskan untuk melayani para penghuni surga. Adapun gambaran syurga itu sendiri tak dapat tergambarkan oleh khayalan kita dengan segala kesempurnaan kebahagiaan dan keceriaan yang terdapat di dalamnya.

Allah SWT kemudian mengutus para RasulNya dan menurunkan Kitab-kitabNya supaya manusia berjalan menuju ke SyurgaNya. Agar manusia beristirahat dari segala kelelahan dan kepenatan yang di rasakannya di dunia. Allah SWt tidak pernah menyuruh kita untuk melaksanakan sesuatu kecuali hal itu bermanfaat bagi kita, dan begitu juga sebaliknya tidak pernah Allah melarang sesuatu kecuali berbahaya bagi kita.

Lalu mengapakah banyak diantara kita yang enggan untuk menempati kediamannya di syurga, Rasulullah SAW bersabda : « Tidaklah salah seorang diantara kalian kecuali dia memiliki dua kedudukan, salah satunya di syurga dan yang lain di neraka. Apabila dia menjadi penghuni neraka maka akan tempatnya disyurga akan di gantikan orang lain ». Lalu mengapa banyak diantara kita yang memilih neraka sebagai akhir hidupnya,dan mayoritas penduduk neraka adalah kaum wanita.

Saudariku…
Lihatlah betapa Allah SWT telah mencurahkan betapa banyak nikmat yang tak pernah terputus. Pandanglah kesempurnaan ciptaan Allah dalam dirimu dan Allah SWt memberimu banyak keistimewaan dari saudaramu.
Namun kemudian dengan nikmat-nikmat Allah itu kau bermaksiat, kau tidak menutup auratmu bahkan memamerkan sebagian lekuk tubuhmu. Kau tak menjaga pandanganmu bahkan terus memandang apa-apa yang di haramkan Allah SWT. Kau tak menjaga mulutmu dari aib orang lain. Kau mendengarkan lagu-lagu picisan yang penuh dengan hawa nafsu.
Tidak takutkah kita akan suatu hari dimana semua itu di pertanyakan…!

Saudariku…
Maka tempat para wanita yang menjadi penghuni neraka tadi digantikan oleh para bidadari yang kecantikannya melebihi kecantikan seluruh wanita yang ada didunia walaupun mereka berkumpul. Wajahnya begitu sempurna tiada cacat, matanya seakan sorot lampu yang tidak redup tetapi tidak juga menyilaukan, seandainya ia turun kebumi maka cahaya matahari dan bulan pun akan terkalahkan. Seandainya ia meludah maka lautan pun akn menjadi tawar rasanya. Seandainya ia tetawa maka hati akan bergetar mendengar renyah tawanya. Allah SWt menciptakannya tanpa kekurangan sedikit pun.

Saudariku…
Tidakkah kau cemburu dengan keadaannya, Said bin Amir RA pernah berkata kepada istrinya saat isrtinya menangis tatkala ia membagikan seluruh harta pemberian Khalifah Umar bin Khattab RA kepada rakyatnya; “kamu tahu di syurga terdapat para bidadari yang apabila salah seorang dari mereka turun ke bumi maka langit dan bumi akan terisi dengan cahayanya, bahkan matahari dan rembulan seakan meredup… maka mengorbankanmu demi mereka lebih baik dari pada mengorbankan mereka demi kamu”

Bagaimana kau tidak cemburu, sedangkan Ummu Salamah istri Rasulullah SAW sendiri begitu cemburu. Ketika suatu saat Rasulullah SAW shalat dengan khusuknya membaca ayat-ayat yang bercerita tentang bidadari, Ummu Salamah tahu bahwa Rasulullah SAW sedang meminta kepada Allah agar dikaruniai bidadari. Maka seusai dari shalatnya Ummu Salamah segera mendekati Rasulullah menayakan tentang makna-makna dalam Al-Quran, sampai Ummu Salamah bertanya apakah makna dari “Kawa’iba atroba” barulah Rasulullah SAW menyadarai kecemburuannya Di akhir percakapannya ia bertanya : Apabila seorang Beriman dan taat kepada Allah SWT, apakah ia mendapatkan hal yang sama seperti para bidadari itu, dengan tanggap Rasulullah SAW menjawab : “Tentu, Bahkan ia mendapatkan lebih dari itu dan dijadikan para bidadari itu pelayan baginya” (au kama Qola bihi Rasululllah SAW ) afwan nih lupa haditsnya , soalnya pernah denger cermah di kaset sekilas aja. .

Saudariku…
Mengapakah kita masih menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Allah SWT. Kedudukan seorang wanita yang shalehah dan taat kepada Allah dan RasulNya juga kepada suaminya selama tidak menyuruh kepada kemungkaran adalah lebih baik daripada para Bidadari yang Allah ciptakan dari pemata. Sungguh jika engkau mau bersabar sedikit saja maka para bidadari itu akan memandangmu cemburu. Bagaimana tidak cemburu sedangkan engkau adalah wanita pilihan Allah SWt yang telah lulus menempuh ujian di dunia?, Bagaimana tidak cemburu jika Allah memberikan padamu surgaNYa yang luasnya seluas langit dan bumi?, Bagaimana tidak cemburu sedang engkau mendapat Ridha Nya?, lalu apalagi yang lebih berharga selain ridha Allah SWt?.

Saudariku…
Mungkin ini adalah nasehat terakhir yang kau terima. Sekarang saatnya kau harus memutuskan sebuah keputusan. Apakah kau mau terus berleha –leha dengan kewajibanmu atau kau akan kembali kepada Nya?, jika kau memutuskan untuk kembali kepangkuan Allah maka ketahuilah Allah akan sangat bahagia menerimamu. Dalam suatu hadisnya Rasulullah SAW menjelaskan : Bisakah engkau menjelaskan kebahagian seorang musafir yang kehilangan untanya di sebuah padang pasir yang gersang, sedang ia tidak membawa perbekalan kecuali apa yang dibawa oleh untanya, kemudian ia tertidur pulas dan disaat terbangun ia menemukan unta dan segala perbekalannya ada di hadapannya. Ia begitu bahagia sehingga berkata ; Ya Allah, Engkau hambaku dan aku tuhan Mu, musafir itu salah ucap karena kegembiraannya. Rasulullah SAW kemudian menjelaskan Allah lebih bahagia daripada musafir itu saat menerima orang – orang yang bertaubat.

Saudariku…
Tempuhlah jalan kembali kepada Nya…
Sungguh seakan aku melihat Allah SWt tersenyum kepadamu, dan pintu – pintu surga Nya terbuka menyambut kehadiranmu yang kelelahan oleh rutinitas duniawi. Sungguh seakan aku melihat para bidadari cemburu namun juga kagum dengan kehadiranmu. Engkaulah wanita yang telah berhasil menempuh ujian Allah di dunia, engkaulah wanita yang mendapat keridhaan dari Nya.

Saudariku…
Dan apabila engkau telah mendapat Hidayah dari Nya maka doakanlah hamba Nya yang faqir ini agar mendapat kekuatan untuk terus istiqamah di Jalan Nya.
Wallahu a’lam bishowab.

Monday, December 7, 2009

HUKUM MERAYAKAN ULANG TAHUN


Perayaan ulang tahun atas kelahiran seseorang atau suatu organisasi tertentu tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Karena itu bila dilakukan, tidak bernilai ibadah.

Cukup banyak ulama tidak menyetujui perayaan ulang tahun yang diadakan tiap tahun. Tentu mereka datang dengan dalil dan hujjah yang kuat. Di antara alasan penolakan mereka terhadap perayaan ulang tahun antara lain:

1. Ulang tahun bila sampai menjadi keharusan untuk dirayakan dianggap sebuah bid'ah. Sebab Rasulullah SAW belum pernah memerintahkannya, bahkan meski sekedar mengisyaratkannya pun tidak pernah. Sehingga bila seorang muslim sampai merasa bahwa perayaan hari ulang tahun itu sebagai sebuah kewajiban, masuklah dia dalam kategori pembuat bid'ah.

2. Ulang tahun adalah produk Barat/ non muslim

Selain itu, kita tahu persis bahwa perayaan uang tahun itu diimpor begitu saja dari barat yang nota bene bukan beragama Islam. Sedangkan sebagai muslim, sebenarnya kita punya kedudukan yang jauh lebih tinggi. Bukan pada tempatnya sebagai bangsa muslim, malah mengekor Barat dalam masalah tata kehidupan.

Seolah pola hidup dan kebiasaan orang Barat itu mau tidak mau harus dikerjakan oleh kita yang muslim ini. Kalau sampai demikian, sebenarnya jiwa kita ini sudah terjajah tanpa kita sadari. Buktinya, life style mereka sampai mendarah daging di otak kita, sampai-sampai banyak di antara kita mereka kurang sreg kalau pada hari ulang tahun anaknya tidak merayakannya. Meski hanya sekedar dengan ucapan selamat ulang tahun.

3. Apakah Manfaat Merayakan Ulang Tahun?

Selain itu perlu juga kita renungkan sebagai muslim, apakah tujuan dan manfaat sebenarnya bisa kitadapat dari perayaan ini? Adakah nilai-nilai positif di dalamnya? Ataukah sekedar meneruskan sebuah tradisi yang tidak ada landasannya? Apakah ada di antara tujuan yang ingin dicapai itu sesuatu yang penting dalam hidup ini? Atau sekedar penghamburan uang?

Pertanyaan berikutnya,adakah sesuatu yang menambah iman, ilmu atau amal? Atau menambah manfaat baik pribadi, sosial atau lainnya? Pertanyaan berikutnya dan ini akan menjadi sangat penting, adakah dalam pelaksanaan acara seperti itu maksiat dan dosa yang dilanggar?

Yang terkahir namun tetap penting, bila ternyata semua jawaban di atas positif, dan acara seperti itu menjadi tradisi, apakah tidak akan menimbulkan salah paham pada generasi berikut seolah-olah acara seperti ini ‘harus’ dilakukan? Hal ini seperti yang terjadi pada upacara peringat hari besar Islam baik itu kelahiran, isra` mi`raj dan sebagainya.

Jangan sampai dikemudian hari, lahir generasi yang menganggap perayaan ulang tahun adalah ‘sesuatu’ yang harus terlaksana. Bila memang demikian, bukankah kita telah kehilangan makna?

Kalau menimbang-nimbang pernyataan di atas, ada baiknya kita yang sudah terlanjur merayakan ulang tahun buat anak atau bahkan untuk diri kita sendiri melakukan evaluasi besar.

Sebaliknya, mungkin ada baiknya pemikiran yang disampaikan oleh Dr. Yusuf Al-Qradawi tentang ulang tahun untuk anak. Misalnya, pada saat anak itu berusia 7 tahun, tidak ada salahnya kita ajak dia untuk menyampaikan pesan-pesan dalam acara khusus tentang keadaannya yang kini menginjak usia 7 tahun. Di mana Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada para orang tua untuk menyuruh anaknya shalat di usia itu.

Bolehlah dibuat acara khusus untuk penyampaian pesan ini, agar terasa ada kesan tertentu di dalam diri si anak. Bahwa sejak hari itu, dirinya telah mendapatkan sebuah tugas resmi, yaitu diperintahkan untuk shalat.

Nanti di usia 10 tahun, hal yang sama boleh dilakukan lagi, yaitu sebagaimana perintah Rasulullah SAW untuk menambah atau menguatkan lagi perintah shalat. Kali ini dengan ancaman pukulan bila masih saja malas melakukan shalat. Bolehlah diadakan suatu acara khusus di mana inti acaranya menetapkan bahwa si anak hari ini sudah berusia 10 tahun, di mana Rasulullah SAW membolehkan orang tua memukul anaknya bila tidak mau shalat.

Kira-kira usia 15 tahun lebih kurangnya, ketika anak pertama kali baligh, boleh juga diadakan acara lagi. Kali ini orang tua menegaskan bahwa anak sudah termasuk mukallaf, sehingga semua hitungan amalnya baik dan buruk sejak hari itu akan mulai dicatat. Bolehlah pada hari itu orang tua membuat acara khusus yang intinya menyampaikan pesan-pesan ini.

Jadi bukan tiap tahun bikin pesta undang teman-teman, lalu tiup lilin, potong kue, bernyanyi-nyanyi, memberi kado. Pola seperti ini sama sekali tidak diajarkan di dalam agama kita dan cenderung tidak ada manfaatnya, bahkan kalau mau jujur, justru merupakan cerminan dari sebuah mentalitas bangsa terjajah yang rela mengekor pada tradisi bangsa lain.

Bukankah Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari padanya? Lalu mengapa kita bangsa Islam ini harus mengekor pada tradisi bangsa lain yang jauh lebih rendah?

Mungkin jawabannya yang paling jujur adalah...istafti qalbak.... Mintalah fawa kepada hati nuranimu...


"INTINYA KALO HANYA UNTUK DOAIN SAUDARA KITA DI WAKTU MILADNYA GA JADI MASALAH YG MASALAH PERAYAANNYA ITU KARNA BUKAN PRODUK ISLAM. WALLAOHU A,LAM"

Monday, November 30, 2009

Langkah-langkah Praktis untuk Mempererat Tali Ukhuwah


ADI MANSAH ALFARUQ
1. Mulai dari Diri Sendiri. Tidak akan terjadi perubahan apapun jika kita memulai perubahan dengan cara selalu menuntut orang lain melakukan sesuatu. Segalanya harus dimulai dari diri sendiri. begitu pula dalam merajut benang ukhuwah, mulailah dari dirisendiri.
2. Awali dengan Mengoreksi Diri Sendiri. Kita harus benar-benar mempelajari tingkah laku diri sendiri. Siapa tahu kita termasuk perusak ukhuwah, baik secara sadar ataupun tidak.
3. Buat Program Perbaikan Diri. Cara yang paling efektif untuk mengubah orang lain adalah dengan bersungguh-sungguh dan gigih memperbaiki diri. Sebetulnya, dari pada terlalu banyak berkata, perjuangan kita untuk mengubah diri, sudah merupakan berjuta nasihat yang lebih bermakna dan berkesan bagiorang lain.
4. Berhentilah Bicara Tentang Keburukan Orang Lain. Mulailah berhenti menikmati pembicaraan yang menilai buruk saudara seiman, atau organisasi (partai) milik umat islam lainnya. Seklai lagi, tahanlah diri ini dari berkomentar buruk. Apalagi mengolok-olok dan mencerca orang berbeda pendapat dengan kita.
5. Belajar Mengakui Jasa, Kebaikan, dan Prestasi Orang Lain. Milikilah keberanian untuk jujur dan adil dalam menilai orang lain. Belajarlah untuk mengenang dan emngakui jasa serta prestasi orang lain.
6. Maafkan dan Lupakan Kesalahan Orang Lain. Marilah kita berlatih untuk selalu dapat berlapang dada, terutama menyikapi perilaku saudara seiman. Mari kita membiasakan diri untuk menyederhanakan masalah, menghemat energi, danpikiran. Jangan membiasakan diri untuk melebih-lebihkan atau mendramatisisr rasa sakit hati. Belajarlah untuk memaafkan saudara si\endiri dan bersegera untuk melupakan kesalahannya, bagai menutup sebuah buku dan membuka halaman baru yang bersih. Sibukkan diri dengan hal-hal yang lebih bermanfaat.
7. Tingkatkan Silaturrahmi. Hikmah dari sikap Nabi Muhammad SAW yang selalu berbeda jalan ketika berangkat dan pulang dari masjid, adalah karena setiap waktu beliau ingin selalu memperbanyak silaturrahmi dengan umatnya. Jika kita mengetahui kedahsyatan silaturrahmi, niscaya sepanjang waktu kita pasti ingin selalu bersilaturrahmi. Silaturrahmi yang baik akan menambah dan mempererat tali persaudaraan, menambah wawasan, dan memperkokoh kekeuatan Ukhuwah.
8. Saling Berkirim Hadiah. Jika ada seseorang memberi sesuatu barang yang bermanfaat, umumnya kita akan senang dan merasa berhutang budi. Kita juga akan cenderung lebih memaafkan dan mempererat hubungan. Oleh karena itu, kita harus memiliki program pengadaan dana untuk membeli hadiah untuk orangtua, tetangga, kawan dekat, dan siapapun yang kita harapkan dapat bersinergi dlaam ukhuwah.
9. Jauhi Perdebatan, Walaupun Benar. Jujur saja, sebetulnya perdebatan yang banyak terjadi tampaknya bukan dilakukan karena sedang mencari kebenaran. Akan tetapi lebih dekat ke tujuan untuk mencari kemenangan bagi pendapat sendiri. Hal ini tampak dari cara dan bentuk percakapannya yang cenderung penuh dengan kata-kata saling berbantahan. Ditambah lagi dengan emosi yang tinggi, kalimat yang saling menyerang dan berbau permusuhan, menu\yudutkan dan jauh dari kajian ilmiah yang penuhnetika. Jika kita berada di situasi yang tidak sehat eperti tiu, sebaiknya kita segera menghindar. Sikap seperti itu bukan berarti kita menghindari kebenaran, melainkan menghindari peluang bangkit dan berkobarnya suasana permusuhan. Berpoalinglah,m dan cari topik bahasan lain yang lebih mempersatukan umat.
10. Mendahului Teguran, Mengucapkan Salam, Bersalaman dengan Ramah dan Tulus. Orang yang terlebih dahulu mengucapkan salam, akan mendapat pahala yang lebih daripada orang yang menjawab. Akan tetapi, itu bukan suatu kejelekan bagi yang menjawab. Hikmahnya adalah, adanya keinginan untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan dan saling berlomba-lomba untuk mengucapkan salam terlebih dahulu.
11. Berbelanjalah Kepada Sesama Umat Islam. Harus disadari bahwa setiap berbelanja, kita pasti akan memberikan keuntungan kepada pedagangnya. Maka itu pengorbanan kita ketika melangkah ke toko ,milik umat islam, dengan niat memberi keuntungan dan memajukan umat, akan menjadi kebaikan yang berlipat. Karena kalau pedagang itu berzakat, maka uang itu akan kembali ke umat.
12. Perbedaan Adalah Kekuatan. Bangunan bisa menjadi kokoh dan indah karena terdiri dari beragam jenis bahan baku berbeda-beda. Maha suci Allah yang menciptakan aneka perbedaan ini sebagai sarana untuk membuat sesuatu menjadi lebih indah, kokoh, danm bermanfaat.
13. Siap Untuk Berbeda. Masalah sangat besar yang terjadi dalam diri umat islam adalah eblum adanya kebiasaan untuk menyikapi pandangan dan pendapat. Sikap mental ini begitu melekat sesuai dengan budaya feodal yang selama berabad-abad telah membelenggu peradaban kita.
14. Hargai Perbedaan. Jika sangat ingin dihargai, maka hal yang samapun diinginkan oleh orang lain. Artinya, jika ada seseorang yang sangat gigih mempertahankan pendapatnya, bukan berarti dia menantang kita untuk bermusuhan.
15. Cari Persamaan. Bagi kita yang serba terbatas ilmu dan pengetahuan ini, sebaiknya dengan sesama umat islam kita lebih mendahulukan untuk mencari titik persamaan.
16. Bahaslah Perbedaan dengan Sikap yang Dewasa. Niat yang lurus untuk emncari kebenaran disertai rasa sayang; merasa besaudara seiman; cara berbicara yang sopan serta sikap yang santun; kemampuan mendengar dengan baik, disertai kesanggupan menjelaskan secara baik, bijak, dan dilandasi ilmu yang benar, akan membuat suasana sinergi yang saling melengkapi, saling mencerdaskan, dan saling menguatkan.
17. Jangan Menonjolkan Diri. Lihatlah sebuah bangunan. Ia dapat berdiri kokoh karena terdiri dari gabungan beragam elemen, yang masing-masing “sadar posisinya, dan tidak saling menonjoilkan”.
18. Kesuksesan Kita adalah Mensukseskan Orang Lain. Ukuran kesuksesan seseorang dapat dilihat dari jumlah orang-orang yang bisa sukses karena usaha dan bantuannya. Kunci sukses seorang pemimpin adalah, seberapa banyak pemimpin-pemimpin baru yang dilahirkannya, dan lebih baik dari dirinya. inilah konsep kesuksesan menurut islam.

Sumber : Inilah Indahnya Islam dengan Manajemen Qalbu. By : Abdullah Gymanstiar.

Thursday, October 29, 2009

PEMUDA ISLAM BANGKITLAH !!!



Oleh : adi_alfaruq@

Santai…santai sajalah…masih ada waktu tuk kita. Saantaai..santai sajalah…masih ada waktu tersisa.Lirik lagu yang dibawakan Sania boleh jadi merupakan gambaran konsep waktu bagi sebagian anak muda di negara kita. Bahwa masa muda adalah masa buat happy-happy, yang penting tetep gaya, oke, pinter, dan gaul. Ya nggak ? Padahal, dibalik semua itu sebagai pemuda atau siapa pun yang masih mempunyai semangat dan jiwa muda kita punya tugas dan misi besar.
Misi yang jauh lebih besar dari misi-misi agen FBI,CIA, bahkan agen Mossad yang tak pernah berhenti untuk menghancurkan umat Islam. Misi yang langsung Allah berikan untuk kita.Misi untuk memberlakukan hukum-hukumNya diseluruh penjuru dunia dan untuk mengalihkan manusia dari penghambaan terhadap sesamanya. Juga untuk membebaskan umat manusia dari alam yang sempit menuju alam bebas merdeka.
Misi yang sesuai dengan sunatullah penciptaan manusia, yaitu untuk mewujudkan ketaatan dan pengabdian kepada Allah serta untuk menyerahkan diri sepenuhnya terhadap seluruh keputusanNya. Sebagai mana yang dikatakan Allah dalam firmanNya :
" Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." ( Adz Dzariyat : 56 )
Disadari atau tidak masa muda adalah masa yang paling produktif bagi seorang insan. Maka sangat disayangkan jika kita menyia-nyiakan begitu saja masa muda kita. Masa disaat fisik kita masih sangat kuat, sel-sel otak kita masih cerdas untuk menangkap materi-materi yang kita dapatkan,dan terutama masa yg akan dimintai pertanggungjawabanNya.
Dengan misi yang teramat berat diatas sebagai seorang pemuda muslim kita harus memiliki lima macam kriteria yang harus kita yakini sepenuhnya, yaitu :
1. Iman yang kuat
Jagalah dalam hati kalian agar Iman tidak mudah goyah dan surut.Sesuai firman Allah dalam QS Al-Hujurat : 15.
Iman yang kuat, seperti pohon yang akarnya menghujam kedalam tanah, batangnya menjulang kuat, dan diantara daunnya yang rimbun akan dihasilkan buah akhlaq dan amal yang manis rasanya. Maka inilah saatnya memperkokoh iman kita. Mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan yang akan selalu berputar dalam catatan kehidupan kita.

2. Keikhlasan yang Sungguh-sungguh
" Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam ( menjalankan ) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus."
( Al Bayinah : 5 )
Orang mukmin yang lurus adalah jika pendorong agama didalam hatinya bisa mengalahkan pendorong hawa nafsu, porsi akhirat bisa mengalahkan porsi dunia, mementingkan apa yang ada disisi Allah dari pada apa yang ada disisi manusia, menjadikan niat, perkataan dan amalnya bagi Allah, menjadikan shalat, ibadah, hidup dan matinya bagi Allah, Rabb semesta alam. Inilah ikhlas.Memang bukan hal yang mudah untuk diamalkan, tapi keikhlasan adalah landasan dari amal yang kita kerjakan. Bukankah kita tak ingin sekedar menabung kesia-siaan ??!!

3. Tekad yang kuat tanpa rasa takut
" (Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan." ( Al Ahzab : 39 )
Saatnya untuk membangkitkan hamasah ( semangat ) dan azam dalam hati kita. Untuk tetap istiqomah dan memperbaiki diri agar menjadi insan-insan yang unggul dan bermanfaat bagi sesamanya.Tanpa tekad yang kuat jangan berharap kita akan dapat berubah dan meraih kemenangan.


4. Usaha yang berkesinambungan
Salah satu yang harus dipenuhi dalam mewujudkan misi kita ialah tidak mengenal rasa jenuh dan malas.
" Dan katakanlah :"Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, …"
( QS At Taubah : 105 )
Kemalasan adalah faktor terbesar dari diri kita yang telah begitu lama membuat kita lalai dan terbuai. Padahal tiap detik yang kita lalui akan selalu tercatat dalam kitab amalan kita. Akan ada masa pertanggungjawaban, siapkah kita ,apa yang akan kita katakan saat Allah bertanya untuk apa masa mudamu digunakan ??

5. Pengorbanan
Pengorbanan adalah sesuatu yang wajar sebagai bukti kecintaan kita pada Allah. Harta, jiwa, raga dan segala macam pengorbanan menjadi konsekuensi yang logis bagi orang yang sedang gila cinta. Adik-adikku,karena itulah besar kecil pengorbanan seorang mukmin juga menjadi tolak ukur seberapa besar cinta dan keimanannya pada Allah dan Rasulnya.

Pada dasarnya kelima kriteria di atas merupakan ciri khas orang-orang yang menepati janjinya kepada Allah. Ingatlah, sesungguhnya landasan iman adalah jiwa yang suci. Landasan keikhlasan adalah hati yang jernih. Landasan tekad adalah semangat yang kuat membara. Landasan usaha ialah kemauan yang keras dan landasan pengorbanan adalah aqidah yang kokoh.
Kini yang ada dihadapan kita adalah kenyataan bahwa umat Islam tengah berada di persimpangan jalan. Dunia Islam pada umumnya menghadapi benturan keras dari arus ideologi, pemikiran, moralitas, adat istiadat, kebudayaan, dan lain-lain.Mari kita berkaca diri, berapa banyak kita mendengarkan kaset-kaset barat dibandingkan kaset-kaset murotal.Atau berapa sering kita lebih memilih mode barat dibandingkan pakaian yang Islami. Maka tak dapat dipungkiri, bahwa kini masyarakat kita ( dan juga kita ) sedang sakit parah.

Sakit yang tidak hanya dapat disembuhkan dengan pemeriksaan fisik dan pemberian terapi medikamentosa. Tapi sakit yang membutuhkan pengobatan yang intensif untuk memulihkan kembali kesehatannya. Umat kita mendambakan seorang yang dapat menggandeng tangannya untuk menuju ke atas bahtera keselamatan untuk kemudian berlabuh di pantai kedamaian.Umat kita membutuhkan penyelamatan, petunjuk dan perbaikan.Dan pemuda muslim adalah satu-satunya tempat melabuhkan semua harapan. Pemuda Islamlah penentu kebangkitan dan eksistensinya.

Maka berilah qudwah ( panutan) yang baik kepada orang lain dalam segala sesuatu. Dan mulailah dari diri kita ( ibda bi'nafsik ). Bangkitlah, dan bercerminlah pada kader-kader mukmin yang digembleng Rasulullah di Darul Arqom.Mereka adalah pemuda-pemuda yang tangguh. Dari tangan merekalah terbit fajar Islam. Bagaimana tidak ? Pada waktu itu usia Rasulullah sendiri pun baru menginjak empat puluh tahun ketika beliau diangkat menjadi rasul. Sedangkan Abu Bakar pada waktu itu berusia tiga tahun lebih muda dari usia Nabi Saw. Bahkan Umar bin Khattab masih berusia 27 tahun dan Ali ra adalah orang termuda dari keempat khalifah tersebut. Juga para mujahid yang tangguh, seperti Abdullah bin Mas'ud, Abdul Rahman bin Auf, Al Arqam bin Arqam, dan puluhan bahkan ratusan pemuda lainnya.

Dalam mengemban risalah dawah, mereka dengan tabah menanggung siksaan. Mereka rela berkorban demi lancarnya perjuangan Siang dan malam berusaha keras mewujudkan kemenangan gemilang serta keeksistensian Islam.Bagaimana dengan kita ?Perbaikan diri bagaimana pun harus dimulai dari diri kita sendiri, sebelum kita menyeru orang lain dan mengajak sebanyak mungkin saudara-saudara kita menuju surga.Maka inilah saatnya kita mulai tiap detik selangkah lebih baik otreh !

Janji Allah pasti akan terwujud, bahwa Islam akan kembali berjaya. Maka seperti yang dikatakan oleh Hasan Al-Banna bahwa "Umat harus bangkit. Namun aset umat ini untuk kembali bangkit telah terkuras habis, kecuali satu : itulah pemuda." Ya, inilah saatnya bagi kita untuk bangkit, untuk senantiasa berada dalam garis keseimbangan antara amal, akal, dan ruhiyah . Pilihan kini berada ditangan kita, untuk menjadi umat pengganti atau yang tergantikan ?? Wallahu alam bishawab.

Maroji :
Pesan untuk Pemuda Islam, Abdullah Nashih Ulwah
Perangkat-Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin, DR.Ali Abdul Halim Mahmud
Niat dan Ikhlas, Dr. Yusuf Al Qardhawi

Tuesday, October 20, 2009

Pernak-Pernik Dunia


Sungai Nil
Jika tidak ada Nil, maka tidak ada Mesir. Ungkapan ini nampaknya realistis sekali, mengingat betapa bergantungnya Mesir kepada sungai Nil dalam berbagai bidang, khususnya masalah pengairan. Bahkan boleh dibilang bahwa Mesir merupakan negeri yang peradabannya dibangun dengan sungai Nil. Ahli sejarah Yunani, Herodotus, menyebut Mesir sebagai "anugerah Sungai Nil".

***
HULU-HILIR
Mesir, adalah termasuk satu dari sembilan negara yang dilalui oleh sungai Nil. Delapan negara lain yang menjadi negara Basin (lembah) sungai Nil adalah, Tanzania, Kenya, Zaire, Uganda, Ethiopia, Sudan, Rwanda dan Burundi. Yang dimaksud dengan basin (lembah) sungai Nil adalah seluruh daratan yang dilalui sungai ini, atau yang dilalui sungai-sungai yang bermuara di sungai ini, serta cabang-cabang sungai yang mendapat air dari sungai Nil. Dengan demikian lembah sungai Nil sangat luas sekali, sehingga mencapai 2,9 juta meter persegi atau sekitar 1/10 luas Benua Afrika. Di antara kesembilan negara lembah ini terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok negara sumber sungai (hulu) Nil, dan kedua, negara pembuangan (hilir) sungai. Dalam hal ini, Mesir dan Sudan adalah dua negara hilir sungai Nil, sementara sisanya adalah negara sumber (hulu) sungai.

Sungai Nil, memiliki kelebihan tersendiri dibanding sungai-sungai lain di dunia. Di samping panjangnya mencapai 6.670 KM membentang dari selatan ke utara, juga membentang pada garis 3, 30 derajat lintang selatan, sampai 31derajat lintang utara, atau dengan kata lain bahwa sungai ini memotong lebih dari 34,5 derajat garis lintang. Inilah yang membedakan Nil dengan sungai-sungai lainnya di dunia, karena kebanyakan sungai di dunia mengalir ke arah timur atau ke barat. Di samping itu, sungai Nil merupakan sungai yang mengalir melalui daerah-daerah yang beragam dan dengan iklimnya yang bermacam-macam pula.

Di daerah hulu, sungai Nil bersumber dan mengalir dari daerah yang beriklim tropis dan berdataran tinggi. Kemudian melewati beberapa sumbernya yang lain di daerah semitropis. Lalu melewati daerah lembah pegunungan yang beriklim subtropis. Dari arah Ethiopia yang beriklim sub-seasonal, salah satu sumbernya mengalir. Kemudian sungai Nil melewati daerah Sudan yang merupakan daerah yang penuh dengan hujan musim panas dan kekeringan musim dingin. Setelah itu menerobos membelah daerah padang pasir yang ganas, dan bermuara di daerah Mesir yang beriklim laut tengah. Berarti sungai Nil mengalir dari daerah hijau yang terletak pada garis katulistiwa ke daerah padang pasir yang sangat tandus di bagian utara benua Afrika. Dengan begitu, setiap Nil mengalir satu langkah, dia akan kehilangan sebagian airnya. Jadi semakin ke hilir, airnya semakin berkurang. Hal ini berbeda dengan sungai-sungai lain di dunia, di mana semakin ke hilir semakin banyak muatan airnya.

Lalu dari mana sumber sungai Nil itu? Pertanyaan inilah yang mendorong para ilmuwan dan petualang dari berbagai masa dan zaman untuk mencari sumber-sumber sungai Nil. Sejak Zaman Mesir kuno, orang-orang Mesir banyak yang berusaha untuk mengetahui sumber-sumber sungai ini. Tidak ketinggalan orang-orang Yunani kuno, seperti Herodotus yang pada tahun 457 SM, melakukan ekspedisi mencari sumber sungai Nil dan mendapatkan sumber bagian barat. Begitu juga halnya dengan Ptolomeus, yang mampu menemukan sumber bagian selatan, dan dianggap sebagai ahli geografi terbesar di zamannya yang mampu menggambarkan sungai Nil dengan sangat cermat dan akurat. Sumber bagian tengah sendiri ditemukan oleh orang-orang Arab, semisal al Bakbasyi al Mashry Salim Qabthan. Kemudian sumber dari Negeri Habasyah (Ethiopia) ditemukan oleh James Bross, seorang petualang Skotlandia. Danau besar Victoria, yang juga salah satu sumber terbesar ditemukan oleh Spake. Dan danau Albert, ditemukan oleh Samuel Bekker, serta Danau Edward dan sebagian sungai Smileky ditemukan oleh Stanley, seorang petualang Inggris.

Dengan demikian berarti sumber sungai Nil tidak hanya satu, tapi Nil adalah merupakan tumpahan air dari beberapa sungai dan beberapa danau. Tepatnya, Nil bersumber dari sungai Kagera yang mengalir masuk ke danau Victoria dari arah barat. Sungai Kagera bisa dikatakan sebagai permulaan bagi sungai Nil dan danau Victoria merupakan danau terbesar pertama di benua Afrika, dan kedua di dunia setelah danau Superior di Amerika utara. Kemudian dari danau ini, masuk lagi ke ke danau Kyoga dan danau Albert. Sungai yang membawa air dari Victoria ke danau Albert ini disebut dengan Nil Victoria. Sementara itu, danau Albert juga mendapat saluran air dari danau Edward melalui sungai Smileky. Di danau Albert lah, kedua aliran air yang berasal dari danau Victoria dan danau Edward berkumpul. Dari danau Albert, mengalir satu-satunya sungai yang disebut Nil Albert. Di saat Nil Albert ini mengalir dan seakan sudah kehabisan tenaga dan air lagi, datanglah kekuatan baru, yaitu sungai Subath yang ikut membantu mensuplay air bagi sungai Nil. Sungai Subath sendiri mendapat suplay airnya dari beberapa sumber seperti sungai Baro di Ethiopia, dan aliran air dari danau Rudolf di Kenya. Sungai Nil, dari titik pertemuan antara Nil Albert dengan sungai Subath ini disebut Nil putih.

Selanjutnya Nil putih mengalir sampai ke ibu kota Sudan, Khartoum, dan di sana bertemu dengan Nil biru yang bersumber dari Danau Tana dan sungai Athirah. Berkat pertemuan antara dua sungai inilah, maka sungai Nil mendapat bantuan air lagi sehingga dapat melanjutkan alirannya sampai ke laut tengah. Bahkan Nil biru dianggap sebagai nyawa baru bagi sungai Nil putih yang semakin lemah setelah menempuh berkilometer-kilometer jarak. Bisa dikatakan bahwa sungai Nil setelah kota Khartoum sampai ke dataran Mesir, lebih banyak merupakan kelanjutan dari sungai Nil biru ketimbang Nil putih.

SUBUR
Semenjak dahulu kala, Sungai Nil merupakan faktor pendukung pertama dalam membangun peradaban Mesir kuno. Tidak ada bangsa di dunia yang hidup dan eksistensinya betul-betul sangat tergantung kepada sungai, kecuali bangsa Mesir. Mesir yang sebagian besar tanahnya terdiri dari padang pasir tandus, berkat adanya sungai Nil, tanah ini berubah menjadi subur dan bisa ditanami.

Pada akhir bulan Juni, dengan sangat teratur, Sungai Nil hilir membesar arusnya akibat hujan tropis dan salju gunung yang mencair di daerah hulu sungai, sehingga airnya naik ke lembah-lembah dan bantaran sungai. Pada akhir bulan September, seluruh bantaran menjadi seakan danau yang keruh. Dan ketika surut airnya kembali seperti semula pada akhir Oktober, air sungai Nil menyisakan endapan subur di bantaran dan lembah tadi. Di saat itulah daerah lembah dan bantaran sungai Nil menjadi siap untuk ditanami dengan berbagai macam tanaman. Bulan Januari sampai Mei merupakan saat di mana air sungai Nil surut.

Untuk betul-betul menggunakan sungai Nil dengan sebaik-baiknya, masing-masing dari sembilan negara telah melakukan eksploitasi sungai ini dengan semaksimal mungkin, sehingga kebutuhan negara dan rakyatnya terhadap air dapat terpenuhi dengan baik. Lain halnya dengan Mesir dan Sudan, ketujuh negara lembah Nil tidak terlalu mengandalkan sungai Nil sebagai sumber hidupnya. Karena ketujuh negara tersebut merupakan negara-negara yang masih secara teratur mendapatkan curahan hujan yang cukup setiap tahun. Mesir sendiri dalam mensiasati penggunaan air sungai Nil, berusaha semaksimal mungkin agar air sungai Nil ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta kelestarian dan kejernihan air sungai tetap terjaga. Beberapa proyek besar untuk memperbaiki sistem pengairan telah banyak yang diselesaikan Mesir, seperti proyek pembangunan Qanathir, saluran-saluran air, dan pembuatan cabang-cabang sungai ke beberapa daerah yang membutuhkan air. Sementara itu, untuk menghindari air sungai Nil terbuang begitu saja di laut tengah, maka Mesir telah membangun beberapa bendungan seperti, bendungan Aswan yang dibangun pada tahun 1902, bendungan Jabal al Auliya' yang dibangun di daerah Sudan pada tahun 1937, dan bendungan tinggi (al Sadd al 'Aliy) yang mulai dibangun pada tahun 1960 dan rampung pembangunannya di tahun 1970.

Bendungan tinggi ini di samping untuk menyimpan air sungai Nil jika mengalami surut, juga diproyeksikan untuk melindungi Mesir dari bahaya bencana banjir seperti puncaknya pernah terjadi pada tahun 1946 dan tahun 1964. Meskipun Mesir memiliki Bendungan Aswan untuk memenuhi kebutuhan negeri itu akan air, lokasi geografis Mesir yang terletak di bagian paling hilir membuat negeri itu menjadi amat rentan terhadap berbagai kemungkinan.


BERGANTUNG
Sembilan negara lembah sungai Nil, tidak selamanya sepakat dalam pembagian hak terhadap sungai Nil, khususnya hak yang menyangkut jatah dan porsi masing-masing, apalagi semenjak kebutuhan terhadap sungai ini begitu meningkat. Hal semacam ini kadang dapat menyebabkan terjadinya konflik. Konflik terbesar muncul antara pengguna air di bagian hulu dan pengguna air di bagian hilir. Negara yang berada di hulu sungai mengklaim hak kedaulatan atas air yang berasal dari teritorialnya, termasuk hak untuk menggunakan, menyimpan, mengalihkan, dan mencemari. Sementara negara-negara yang dilalui sungai itu, yang semakin ke hilir, semakin kecil posisi tawarnya, menuntut agar air sungai itu dijaga kealamiannya, supaya kebutuhan akan sumber air bersih tetap bisa dipenuhi. Tidak berlebihan kalau Menteri Luar Negeri Mesir pada tahun 1989, Boutros Boutros Ghali, yang kemudian menjadi Sekretaris Jenderal PBB, menyatakan keamanan nasional Mesir terletak di tangan delapan negara Afrika lainnya yang berada di lembah Sungai Nil.

Untuk memecahkan masalah ini, telah dilangsungkan beberapa muktamar negara-negara sungai Nil dengan harapan, kesembilan negara itu tidak ada yang menjadi lebih berwenang atau yang haknya diabaikan. Walau begitu, awal bulan Maret 2004, Tanzania, sebagai salah satu negara hulu sungai Nil menghendaki peninjauan ulang kembali terhadap pembagian jatah dan porsi masing-masing, khususnya jatah Mesir dan Sudan. Tanzania menghendaki jatah pertahun Mesir dan Sudan dikurangi dari porsi semestinya. Menurut perjanjian tahun 1929 antara Mesir dan Inggris, diputuskan bahwa jatah Mesir dari air sungai Nil adalah 59 milyar meter kubik/tahun, dan jatah Sudan 15 milyar meter kubik/tahun. Akan tetapi Tanzania meminta agar jatah ini dikurangi lagi. Pertimbangannya, karena Tanzania sekarang tengah membangun proyek pembuatan saluran air di negaranya. Tentunya dalam hal ini Mesir tidak rela melepaskan begitu saja haknya, mengingat semakin pesat pertumbuhan penduduk Mesir, di satu sisi kebutuhannya semakin besar terhadap air.

Akhirnya Mesir, melalui menteri pengairannya, Mahmoud Abu Zaid, memberikan ultimatum bahwa Mesir tidak akan pernah melakukan konsesi dan memberikan haknya dalam penggunaan air Nil. Entah bagaimana nasib kita yang tinggal di bumi Mesir, jika jatah Mesir dikurangi? Bagaimanapun, pada akhirnya, yang dapat mengeksploitasi dan mengontrol sungai Nil dengan sebaik-baiknya adalah yang akan berkuasa.

Sungai Amazon

Sungai Amazon (bahasa Spanyol: Río Amazonas, bahasa Portugis: Rio Amazonas) adalah sungai di Amerika Selatan yang merupakan sungai terpanjang kedua di dunia – Sungai Nil di Afrika merupakan yang terpanjang. Sungai Amazon memiliki total aliran terbesar dari sungai manapun, membawa lebih dari Sungai Mississippi, Nil, dan Yangtze digabungkan. Amazon juga memiliki sistem peraliran terbesar dari seluruh sistem sungai. Meskipun Nil sungai terpanjang, namun Amazon bisa dianggap "terkuat" (dilihat dari jumlah air yang mengalir per detik).


Jumlah air tawar yang dilepas ke Samudra Atlantik sangat besar: 184.000 m³ per detik (6,5 juta kaki³) di musim hujan. Aliran Amazon merupakan seperlima dari jumlah seluruh air tawar yang masuk ke laut di seluruh dunia. Air di laut dekat sungai ini memiliki kadar garam yang rendah sampai beratus mil jauhnya.


Sungai utamanya (biasanya memiliki lebar satu sampai enam mil) dapat dilalui untuk kapal uap samudra besar sampai Manaus, hampir 800 mil ke hulu sungai dari mulutnya. Kapal laut yang lebih kecil dengan berat 3.000 ton dan 5,5 m (18 kaki) dapat mencapai sejauh Iquitos, 3.700 km (2.300 mil) dari laut. Kapal sungai kecil dapat mencapai 780 km (486 mil) lebih jauh sampai Achual Point. Lewat dari sana, hanya perahu kecil yang dapat naik sampai Pongo de Manseriche, di atas Achual Point.


Sungai ini mengambil air dari koordinat 5° LU sampai 20° LS. Sumber paling jauh ditemukan di dataran tinggi inter-Andes, jarak yang cukup dekat dengan Samudra Pasifik; dan setelah menempuh jarak 7.200 km (4.800 mil) melalui pedalaman Peru dan melewati Brasil, ia masuk Samudra Atlantik di katulistiwa.

Danau Toba


Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran luas 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Asal-usul




Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2800km3, dengan 800km3 batuan ignimbrit dan 2000km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu.
Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar ribuan saja.




Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.



Gunung Krakatau

Krakatau adalah gunung berapi yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Gunung berapi ini pernah meletus pada tanggal 26 Agustus 1883. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat. Suara letusan Gunung Krakatau sampai terdengar di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali dari bom atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora, di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

Perkembangan Krakatau

Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat yang menyisakan sebuah kaldera (kawah besar) yang disebut Gunung Krakatau Purba, yang merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini disusun dari bebatuan andesitik.

Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:

"Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera"

Pakar geologi B.G. Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.

Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.

Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.

Munculnya Gunung Krakatau

Pulau Rakata, yang merupakan satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi yang dikenal sebagai Gunung Rakata yang terbuat dari batuan basaltik. Kemudian, dua gunung api muncul dari tengah kawah, bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian menyatu dengan Gunung Rakata yang muncul terlebih dahulu. Persatuan ketiga gunung api inilah yang disebut Gunung Krakatau.

Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 menghasilkan lava andesitik asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal bakal terjadinya letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada 26-28 Agustus 1883.
Letusan Gunung Krakatau

Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geoghrapic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluh-lantakkan dalam sejarah manusia moderen. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. Sedangkan buku The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.

Selain itu, ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.

Akibat letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.

Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.

Anak Krakatau

Mulai pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya selitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Menurut Simon Winchester, sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan Krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Jawa dan Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi kembali. Tak ada yang tahu pasti kapan Anak Krakatau akan meletus. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan in bakal terjadi antara 2015-2083. Namun pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan.

Menurut Profesor Ueda Nakayama salah seorang ahli gunung api berkebangsaan Jepang, Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini. Para pakar lain menyatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad lagi atau sesudah 2325 M. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya.

Grand Canyon

Grand Canyon adalah sebuah jurang tebing-terjal, diukir oleh Sungan Colorado, di utara Arizona. Jurang ini merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia dan sebagian besar berada di Taman Nasional Grand Conyon; salah satu taman nasional pertama di Amerika Serikat. Presiden Theodore Roosevelt merupakan salah satu pendukung utama wilayah Grand Canyon, mengunjunginya dalam beberapa kesempatan untuk berburu singa gunung dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa.

Jurang ini, diciptakan oleh Sungai Colorado memotong sebuah selat selama jutaan tahun, panjangnya kira-kira 446 km, dengan lebar mulai dari 6 sampai 29 km dan dengan kedalaman lebih dari 1.600 m. Hampir dari 2000 juta tahun sejarah Bumi telah terpotong oleh Sungai Colorado dan anak sungainya lapis demi lapis sedimen ketika Dataran Tinggi Colorado mulai terangkat.

Grand Canyon pertama kali dilihat oleh orang Eropa pada 1540, Garcia Lopez de Cardenas dari Spanyol. Ekspedisi saintifik pertama ke canyon ini dipimpin oleh Mayor AS John Wesley Powel pada akhir 1870-an. Powell menunjuk ke batuan sedimen yang terbuka di jurang sebagai "daun dalam buku cerita agung". Namun, jauh sebelum masa itu, wilayah ini telah ditinggali oleh Penduduk Asli Amerika yang membangun tempat tinggal di tembok jurang ini.

Angel Waterfall

Air Terjun Angel atau Salto Angel adalah air terjun jatuh-bebas tertinggu di dunia dengan ketinggian 979 meter (3.212 kaki) dengan jatuh tanpa hambatan sekitar 807 meter (2.647 kaki). Air terjun ini terletak di Rio Caroni, Taman Nasional Canaima, Venezuela.


Meskipun pertama kali dilihat di awal abad ke-20 oleh penjelajah Ernesto de Santa Cruz, air terjun ini tidak dikenal dunia sampai ditemukan secara resmi oleh penerbang Amerika, James Crawford Angel yang sedang terbang mencari lokasi tambang emas. Pada tahun 1936, James Angel kembali dan mendaratkan pesawatnya di dekat air terjun. Air terjun ini dinamakan "Air terjun Angel" untuk mengenang penemunya, James Crawford Angel. Suku Indian Pemon menyebut air terjun ini sebagai "Auyan-tepui" ("Aiyan-tepui") yang berarti "Gunung Setan".

Ketinggian resminya ditentukan oleh National Geographic Society pada 1949. Air terjun ini merupakan atraksi turis paling terkenal di Venezuela.
Menara Eiffel





Bagai sayur kurang garam bila kita mengunjungi kota Paris, Prancis, tanpa menyaksikan kemegahan Menara Eiffel. Menara ini dibangun oleh Gustave Eiffel, Maurice Koechlin dan Emile Nouguier serta diarsiteki oleh Stephen Sauvestre. Dibangun dalam rangka pekan Pameran Dunia dan perayaan Revolusi Perancis, menara dengan bendera berkibar di puncaknya. Diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889. Meskipun kecaman dan protes yang keras dari penduduk Paris dan kalangan intelektual selama pembangunan, kerangka besi ini menjadi simbol kota Paris dan menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahun.

Rencana proyek dimulai tahun 1884. Dengan iringan irama protes, pembanguanannya dimulai pada tahun 1887 dan selesai 26 bulan kemudian pada tahun 1889. Berdasar rencananya menara ini akan dirobohkan setelah berlangsungnya pekan Pameran Dunia 1900. Akan tetapi, keberhasilan percobaan transmisi radio yang dikendalikan oleh Angkatan Bersenjata Perancis sebelum hari pemugaran akhirnya menyelamatkan menara Eiffel.



Menara Eiffel dibangun dengan jeruji bak sangkar, persis seperti pada struktur tulang paha manusia. jeruji tersebut disusun sepanjang garis gaya yang dapat mengurangi dampak beban atau tekanan. Terdapat 18.038 jeruji yang diperkuat dengan 2.500.000 paku. Kerangka dari karya Tuan Gustave Eiffel ini tahan angin dan walaupun bahannya dari besi, berat menara hanya 7.300 ton.



Dari tanah sampai tiang bendera, tingginya 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel. Dimiliki oleh Pemerintah Daerah Paris dan dikelola oleh perusahaan swasta, "Société Nouvelle de l'Exploitation de la Tour Eiffel", kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan dicat dengan 50 ton cat. Renovasinya digarap olah pekerja yang manguasai olah raga alpinis dan akrobatis.

Menara Eiffel diterangi oleh 352 projektor 1.000 watts dan berkedip setiap sengah jam pada malam hari dengan 20.000 bola lampu dan 800 lampu disko. Supaya membuat menara kelihatannya lebih hidup, 4 lampu laser xenon yang berkekuatan 6.000 watts berputar secara permanen di puncak menara.

Terdapat 1.665 tangga bagi pengunjung yang senang olah raga. Ada 2 buah lift yang naik ke tingkat dua dimana bisa ditemukan berbagai toko suvenir. (Modaniq)

Sumber: www.proyeksi.com

Piramida Mesir

Tidur Ala Rasul


oLEH aDI MANSAH aLFARUQ lUBIZ

Di antara keutamaan islam adalah bersifat universal. Islam memberikan tuntunan pada pemeluknya di beragam bidang. Dari bangun tidur sampai tidur lagi. Ada beberapa hal yang perlu kita praktikkan berkenaan dengan tata cara tidur seperti dicontohkan Rasulullah SAW.

Pertama
Muhasabah sesaat sebelum tidur. Jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah SWT, dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan Nya.

Kedua
Tidur lebih dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari 'Aisyah bahwasanya Rasulullah tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat (muttafaq 'alaih)

Ketiga
Disunnatkan berwudhu sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al-Bara bin azib menuturkan, Rasulullah bersabda, "Apabila kamu akan tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat.

Keempat
Disunnatkan juga mengibaskan sprei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadist Abu Hurairoh bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…di dalam satu riwayat dikatakan : tiga kali. (Muttafaq Alaih).

Kelima
Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar menuturkan, "Nabi SAW pernah lewat melintasi aku, di kala itu aku sedang berbaring tengkurap, maka nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda,"Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka," (HR Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh al – Albani).

Keenam
Makruh tidur di atas tempat terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari 'Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi SAW telah bersabda "Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya (HR. al-Bukhari)

Ketujuh
Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda "Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman" (Muttafaq 'alaih)



Kedelapan
Membaca ayat kursi, dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah, al-Ikhlas dan Mu'awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.

Kesembilan
Membaca doa-doa dan dzikir yang keterangannya shahih dai Rasulullah SAW, seperti Ya Allah, peliharalah aku dari azabMu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba Mu. Dibaca tiga kali (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh al-Albani).

Oke deh.. jadi sampai kita memejamkan kepenatan di mata kita pun, ngga ketinggalan
Sunnah rasul yang masih bisa kita ikuti.

RUQYAH SYAR’IYYAH



Mukaddimah
Fenomena kemusyrikan bukan masalah yang baru muncul di zaman ini, akan tetapi sudah ada sejak dahulu. Bahkan sebab utama diutusnya para nabi dan rasul adalah untuk membersihkan akidah manusia dari kemusyrikan. Tuntutan dari akidah yang benar adalah menjadikan Allah SWT sebagai tempat berlindung dan tempat meminta serta menjadikan seluruh ibadah dan ketaatan hanya untuk Allah semata. Allah berfirman:
ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت (النحل : 36)
إياك نعبد وإياك نستعين (الفاتحة : 5)
قل هو الله أحد. الله الصمد (الإخلاص : 1-2)
Diantara hal yang bisa merusak keimanan dan menjerumuskan seseorang kepada kemusyrikan adalah masalah sihir dan perdukunan. Dari hari kehari, sihir dan perdukunan semakin mendapat tempat di hati masyarakat yang sedang sakit.Tukang sihir dan dukun, sekarang menjadi kelompok masyarakat yang terpandang. Mereka didatangi oleh banyak orang, karena dianggap mempunyai kekuatan yang luar biasa dan mampu mengetahui hal-hal ghaib. Padahal Allah SWT dengan jelas menyatakan bahwa tidak ada satu makhlukpun yang mampu untuk mengetahui hal yang ghaib kecuali Dia.
قل لا يعلم من في السماوات والأرض الغيب إلا الله (النمل : 65)
Menjaga kemurnian akidah dari segala bentuk kemusyrikan adalah kewajiban seluruh umat Islam, karena akidah merupakan landasan dalam beramal. Tidak ada artinya amal ibadah yang banyak, ketika seseorang masih mengotori keimanannya dengan meggantungkan hidup dan masa depannya kepada tukang sihir dan dukun. Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk senantiasa mampu menjaga akidah kita dari noda-noda kemusyrikan, sampai ajal datang menjelang.

Sihir dan Perdukunan Dalam Pandangan Islam.
Secara bahasa, sihir berarti menampilkan yang bathil dalam bentuk yang haq atau mengkhayalkan sesuatu bukan menurut hakikat yang sebenarnya.
Menurut istilah, sihir berarti kesepakatan antara seseorang dengan syaithan untuk melakukan perbuatan yang diharamkan atau syirik dengan imbalan akan mendapatkan ketaatan dan pertolongan dari syaithan dalam melakukan hal-hal yang diinginkannya.
Adapun dukun dalam bahasa arab dikenal dangan istilah kahin atau ‘arraf, yang artinya adalah orang yang mengaku dirinya mengetahui hal-hal yang ghaib.
Sihir dan perdukunan sejak duhulu mempunyai konatasi yang negatif dan imej yang tidak baik dalam masyarakat. Siapa saja tidak ingin dikatakan sebagai tukang sihir atau dukun, walaupun amaliyah yang dilakukannya jelas-jelas sihir dan perdukunan. Selain itu kita juga sering mendengar bagimana dukun-dukun melakukan tindakan kriminal dalam prakteknya. Kita pernah mendengar kisah Dukun AS yang mengorbankan lebih dari 40 pasiennya.
Dahulu, ketika mendengar kata “tukang sihir” atau “dukun” yang terbayang bagi kita adalah seseorang yang berpakaian hitam dan sedikit kumal serta tinggal di tempat-tempat yang sangat sederhana dan kadang terkesan kotor. Namun seiring dengan kemajuan zaman, istilah tukang sihir dan dukun mulai ditinggalkan. Sekarang populer dengan istilah paranormal atau orang pintar, untuk menutupi kesan negatif yang sudah melekat pada tukang sihir dan dukun. Dan penampilan merekapun sudah berubah, mereka tampil berdasi bagaikan seorang pejabat negara. Tempat merekapun bukan lagi gubuk-gubuk yang kumuh. Sekarang mereka sudah muncul di mall-mall dan pusat keramaian.
Mauqif Islam terhadap sihir dan perdukunan sangat jelas, karena keduanya tidak bisa dilepaskan dari ta’amul dan isti’aanah dengan jin, padahal Allah dengan jelas menyebutkan perbuatan tersebut adalah dosa. Allah berfirman:
اوأنه كان رجال من الانس يعوذون برجال من الجن فزادوهم رهقا (الجن : 6)
Dalam ayat yang lain Allah berfirman:
ويوم يحشرهم جميعا يا معشر الجن قد استكثرتم من الإنس وقال أولياؤهم من الإنس ربنا استمتع بعضنا ببعض وبلغنا أجلنا الذي أجلت لنٌا قال النا ر مثواكم خالدين فيها إلا ما شاء الله إن ربك حكيم عليم (الأنعام: 128)
Istimta’ manusia dengan jin adalah dalam bentuk bantuan jin untuk mewujudkan keinginannya serta mendapatkan mendapatkan informasi tentang hal-hal yang ghaib. Sedangkan istimta’ jin dengan manusia adalah dalam bentuk ketaatan manusia kepada jin dengan melakukan apa yang diinginkan oleh jin walaupun hal tersebut dilarang dalam Islam.
Ada beberapa dalil yang menjadi landasan dilarangnya perbuatan sihir dan perdukunan, di antaranya:
1- قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:(اجتنبوا سبع الموبيقات, قالوا: ما هن يا سول الله؟ قال: الاشراك بالله و االسحروقثل النفس التى حرم الله الا بالحق وأكل الربا وأكل مال اليتيم والتولى يوم الزحف وقذف المحصنات الغافلات المؤمنات).
2- عن عمران بن الحصين رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ليس منا من تطير أو تطير له أو تكهن أو تكهن له أو سحر أو سحر له, ومن أتى كاهنا فصد قه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد)
3- عن عائشة قالث: سأل ناس رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الكهان, فقال: "ليسوا بشيء" فقالوا: يا رسول الله, إنهم يحدثوننا أحيانا بشيء فيكون حقا. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "تلك الكلمة من الحق يحفظها االجني فيقرها في أذن وليه فيخلطون معه مائة كذبة" متفق عليه.

4- عن صفية بنت أبي عبيد, عن بعض أزواج النبي صلى الله عليه وسلم ورضي الله عنها عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "من أتى عرافا فسأله عن شيء, فصدقه, لم تقبل له صلاة أربعين يوما.
5-عن قبيصة بن المخارق رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: العيافة والطيرة والطرق من الجبت.


Hal-hal Yang Menyebabkan Tumbuh Suburnya Sihir Perdukunan.
Menyaksikan praktek sihir dan perdukunan yang sangat merajalela di Indonesia membuat bulu kuduk kita merinding. Bagaimana mungkin sebuah dosa besar berlangsung begitu transparan tanpa ada peringatan secara sistemik dari penguasa..
Memang terasa agak aneh, ketika ilmu pengetahuan semakin maju, teknologi semakin canggih, logika semakin diagungkan, namun minat masyarakat terhadap hal-hal yang berbau mistik semakin meningkat. Dan wabah ini tidak hanya menimpa kalangan masyarakat awam dan miskin, akan tetapi juga menimpa kalangan masyarakat terdidik, dan dari segi ekonomi mereka adalah orang yang sudah mapan.
Ada beberapa faktor yang mendukung tumbuh suburnya sihir dan perdukunan, di antaranya:
-Awamnya sebagian masyarakat akan ajaran Islam yang sempurna dan universal. Mereka masih memahami Islam sebatas ibadah-ibadah mahdhah, atau mengamalkan beberapa amalan yang tidak ada landasan syar’inya. Banyak kalangan awam yang mengamalkan lafaz-lafaz arab, meskipun mereka tidak tahu maknanya dengan tujuan untuk menjaga diri. Atau menggunakan kalung yang ditulis padanya ayat Alquran dengan maksud kebal dan lain sebagainya. Ini adalah perbuatan bid’ah dan pelecehan terhadap ayat-ayat Allah SWT.
-Lemah iman. Ini merupakan konsekwensi logis dari minimnya pengetahuan tentang Islam, ditambah minus dalam pengamalan. Seseorang yang kuat imannya, betul-betul meyakini bahwa Allah SWT qadir atas segala sesuatu, Allah adalah tempat meminta, maka dia akan selalu mengembalikan semua urusannya kepada Allah SWT. Sebaliknya orang yang lemah iman yang tercermin dari kurangnya keyakinan bahwa Allah SWT adalah tempat meminta, akan mencari alternatif lain untuk menyelesaikan masalah hidupnya, walaupun dalam kesehariannya masih melantunkan lafaz iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin. Tapi dalam prakteknya mereka lebih senang untuk datang dan minta tolong kepada tukang sihir dan dukun. Apalagi praktek ini dibungkus dengan simbol-simbol Islam. Tanpa iman yang kuat kita bisa terperangkap dengan janji-janji para pendusta yang melencengkan ajaran agama. Penjelasan ilmu gaib dan hal-hal yang berbau mistik dengan cara ilmiyah ternyata mampu menghancurkan iman sebagian umat Islam untuk ikut dalam kesesatan.
Tumbuhsuburnya sihir dan perdukunan tidak terlepas dari pengaruh sisa-sisa ajaran animisme (kepercayaan kepada roh-roh yang mendiami semua benda), dinamisme (kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha seseorang). Banyak sekali benda-benda yang dianggap keramat dan sakti seperti keris, pedang, cincin, berbagai macam batu yang diyakini oleh sebagian orang mampu untuk menjaga diri, manambah kekuatan, cepat kaya dan sebagainya.
Semakin kerasnya persaingan untuk mempertahankan eksistensi diri dan semakin kompleknya tuntutan kehidupan menjadikan sebagian orang putus asa dan akhirnya lari kepada tukang sihir ataupun dukun. Mereka meyakini bahwa mendatangi tukang sihir atau dukun adalah solusi yang tepat. Yang punya usaha ingin agar usahanya lancar, yang merasa dirinya kurang menarik ingin terlihat cantik oleh siapapun, yang punya rival bisnis ingin rivalnya gulung tikar, yang lemah ingin menjadi kuat dan sakti seperti satria baja hitam, yang punya jabatan ingin jabatannya tetap langgeng, yang miskin ingin menjadi milyuner, walaupun dukun yang dia datangi, dari dahulu tidak pernah berubah kehidupannya.
Media informasi juga mengambil peran yang besar dalam penyebaran sihir dan perdukunan serta hal-hal yang berbau mistik, baik media elektronik maupun cetak. Kita dapati hampir semua stasiun televisi di Indonesia saling berpacu menayangkan acara-acara yang sangat kental dengan nuansa mistik dan perdukunan, baik film maupun sinetron. Bahkan ada liputan khusus yang menyorot dunia mistik ini. RCTI tampil dengan Kismis (Kisah Misteri), Trans TV tampil dengan Dunia Lain, TV 7 tampil dengan Ekspedisi Alam Ghaib, ANTV tampil dengan Percaya Nggak Percaya, Lativi tampil dengan Misteri Kisah Nyata dan TPI tampil dengan Gentayangan.
Demikian juga media cetak, seperti majalah Liberty yang tampil dengan 124 halaman, 48 halaman (38%)merupakan iklan praktek supranatural. Ada lagi tabloid Mistik, majalah Supranatural, tabloid Posmo yang oplahnya mencapai 40 ribu eksemplar dan majalah Misteri yang oplahnya bahkan mencapai 85 ribu eksemplar. Melihat kecendrungan masyarakat yang sangat tinggi terhadap masalah ini menunjukkan bahwa bangsa ini adalah bangsa penganut klenik secara mayoritas.
Tayangan televisi yang berbau mistik pernah dikeluhkan oleh kalangan dunia pendidikan, karena tayangan tersebut menumpulkan logika dan menjadikan peserta didik lebih mementingkan hasil daripada proses. Sehingga tidak heran kalau seandainya pendidikan nasional mengalami kemunduran.(Kompas, 26 Agustus 2003).

Ruqyah Syar’iyyah Sebagai Solusi Yang Aman
Ruqyah adalah mantra (bacaan-bacaan) yang dibacakan kepada seseorang yang sakit atau kesurupan dan yang semisalnya. Ruqyah ini sudah ada dan dikenal dikalangan Arab di masa jahiliyah. Akan tetapi ruqyah ketika itu sangat kental dengan nuansa syirik seperti minta tolong kepada jin, syetan, memohon kepada selain Allah SWT dan membaca bacaan yang tidak difahami maknanya. Oleh karena itu Rasulullah melarang keras untuk menggunakan ruqyah yang seperti ini, bahkan dianggap sebagai perbuatan syirik, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud:
إن الرقى والتمائم والتولة شرك .
Jadi Ruqyah Syar'iyah itu hanya boleh dengan ayat-ayat Alquran atau nama dan sifat Allah atau zikir-zikir yang ma’tsur dari Rasulullah dan lafaz yang tidak mengandung syirik. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya:
أعرضوا علي رقا كم, لا بأس بالرقى ما لم يكن فيه شرك .(رواه مسلم)

Adapun dalil-dalil yang menjadi landasan dibolehkannya ruqyah ini adalah:
1-Firman Allah SWT :
وننزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد الظالمين إلا حسارا (الإسراء: 82 )
Kata syifa’ dalam ayat tersebut tidak saja mengandung makna obat bagi penyakit hati, akan tetapi juga obat bagi penyakit-penyakit yang bersifat zhahir, yaitu dengan cara ruqyah.

2-Hadits Rasulullah SAW:
عن خارجة بن الصلت التميمي عن عمه أنه أتى رسول الله صلى الله عليه وسلم فأسلم, ثم أقبل راجعا من عنده, فمر على قوم عندهم رجل مجنون موثق بالحديد, فقال أهله: إنا حدثنا أن صاحبكم هذا قد جاء بحير, فهل عندك شيء تداويه؟ فرقيت بفاتحة الكتاب, فبرأ, وفي رواية : أنه رقاه بفاتحة الكتاب ثلاثة أيام غدوة وعشية ... فكأنما أنشط من عقال . قال : فأعطوني مائة شاة, فأتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فأحبرته, فقال: "هل إلا هذا؟" وقال مسدد في موضع آحر : "هل قلت غير هذا؟" قلت: لا, قال: حذها, فلعمري لمن أكل برقية باطل لقد أكلت برقية حق"
3-Hadits Rasulullah SAW:
عن أبي سعيد أن رهطا من أصحب رسول الله صلى الله عليه وسلم انطلقوا في سفرة سافروها حتى نزلوا في حي من أحياء العرب, فاستضافوهم فأبوا أن يوضيفوهم, فلدغ سيد ذلك الحى, فسعوا له بكل شيء, لا ينفعه شيء, فقال بعضهم : لو أتيتم هؤلاء الرهط الذين قد نزلوا بكم,لعله أن يكون عند بعضهم شيء , فأتوهم فقالوا: ياأيها الرهط, إن سيدنا لدغ, فسعينا له بكل شيء, لا ينفعه شيء, فهل عند أحد منكم شيء ؟ فقال بعضهم: نعم, والله إني لراق, ولكن قد استضفناكم فلم تضيفونا, فما أنا براق لكم حتى تجعلوا لنا جعلا, فصالحوهم على قطيع من الغنم, فانطلق فجعل يتفل ويقرأ: (الحمد لله رب العالمين) - يعني الفتتحة – حتى لكأنما نشط من عقال, فانطلق يمشي ما به قلبة. قال: فأوفوهم جعلهم الذى صالحوهم عليه, فقال بعضهم: اقسموا, فقال الذى رقى: لا تفعلوا حتى نأتى رسول الله صلى الله عليه وسلم فنذكر الذى كان, فننظر ما يأمرنا, فقدموا على رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكروا له, فقال: "وما يدريك أنها رقية؟ أصبتم, اقسموا واضربوا لي معكم بسهم"

4-Hadits Rasulullah SAW:
عن عائشة, قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا مرض أحد أهله, نفث عليه بالمعوذات. فلما مرض مرضه الذي مات فيه, جعلت أنفث عليه وأسحه بيد نفسه, لأنها كانت أعظم بركة من يدي
5-Hadits Rasulullah SAW:
عن عوف بن مالك الأشجعي, قال: كنا نرقي فى الجاهلية, فقلنا: يا رسول الله ! كيف ترى فى ذلك؟ فقال: اعرضوا علي رقاكم , لا بأس بالرقى ما لم يكن فيه شرك

6-Imam Ibn Taimiyah juga pernah beberapa kali meruqyah orang yang kesurupan

Kekuatan Iman

Allah memberi petunjuk kepada kita dalam melawan gangguan Syaithan dengan cara berlindung kepada Allah dari kejahatan mereka. Maka berlindung kepada Allah adalah perisai yang kokoh dan sekaligus senjata yang ampuh bagi seorang mukmin dalam menghadapi syaithan.
Rasulullah pernah didatangi rombongan syaithan pada suatu malam, mereka muncul dari berbagai lembah dan lorong, diantara mereka ada yang membawa obor api untuk membakar wajah Rasulullah yang mulia. Kemudian malaikat Jibril datang seraya berkata,"Wahai Muhammad, Katakanlah!" Apa yang mesti saya katakana? Jibril berkata," Katakanlah:

أعوذ بكلمات الله التامات التي لا يجاوزهن بر ولا فاجر من شر ما خلق و ذرأ و برأ ومن شر ما ينزل من السماء ومن شر ما يعرج فيها. ومن شر ما يخرج من الارض ومن شر ما ينزل فيها ومن شر فتنة الليل والنهار ومن شر كل طارق يطرق إلا طارقا يطرق بخير يا رحمن.

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang takkan terkalahkan oleh siapapun, yang baik maupun yang jahat, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, Dia buat dan Dia jadikan, dan dari kejahatan yang turun dari langit dan dari kejahatan yang naik ke sana, dan dari kejahatan (godaan) di malam harii ataupun di siang hari dan dari kejahatan setiap yang datang menghadang, kecuali datang dengan membawa kebaikan, Ya Rahman."
Ketika Rasulullah SAW bertaawwudz demikian, padamlah obor api syaithan dan musnahlah seluruh syaithan yang datang menggoda.
Perlindungan sejati adalah ketika seseorang selalu mendekatkan diri kepada Allah, berkomunikasi dengan-Nya secara khusyu'. Tidak hanya sekedar membaca do'a perlindungan, sedangkan amalnya menjauhkan dirinya dari Allah swt.

Keistimewaan Ruqyah Syar'iyah
Keistimewaan Ruqyah Syar'iyah antara lain:
-Menghidupkaan Ruqyah Syar'iyah berarti menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. yang saat ini hampir tidak dikenal oleh masyarakat muslim.
-Ketika melakukan Ruqyah dan doa dengan ikhlas dan benar, maka hal tersebut sebagai terapi bagi orang yang terkena gangguan syaithan dan sebagai perlindungan terhadap dirinya dari gangguan syaithan jin dan manusia dengan kalimat-kalimat Allah. Sekaligus sebagai senjata yang ampuh untuk melawan mereka.
-Ruqyah Syar'iyah adalah pembacaan ayat-ayat dan do'a, maka ini analah ibadah yang besar keutamaannya di sisi Allah, besar pahalanya, lebih cepat terkabulnya meskipun tidak harus seketika, sesuai dengan kesiapan Raqy dan yang diruqyah.
-Ruqyah Syar'iyah adalah bukti pengaduan seorang hamba yang hina dan lemah kepada Khaliq yang Maha Agung dan Perkasa. Inilah hakekat pengabdian diri kepada Allah Swt.
-Bagi orang yang bersih dari gangguan syaithan maka ruqyah berfungsi sebagai sarana penguat benteng keimanannya dan refreshing bagi rohaninya.
Bentuk-bentuk Gangguan Jin Terhadap Manusia:
Thaif; gangguan yang tidak terus menerus, akan tetapi datang pada waktu tertentu, seperti gangguan yang dirasakan setiap hari Jumat di waktu shalat Jumat sehingga tidak bisa melakukan shalat. Sedangkan di luar waktu tersebut kondisinya tetap sehat.
Daim; gangguan yang terus menerus tanpa mengenal waktu dan tempat.
Juziy; gangguan yang dirasakan pada bagian tubuh tertentu seperti kepala, persendian, perut, dada dsb.
Kully; yaitu gangguan yang dirasakan di seluruh badan.

Sebab-sebab Gangguan Jin
-Adanya jin yang suka kepada seseorang dari jenis manusia. Baik jin laki-laki yang suka kepada perempuan dari jenis manusia atau jin perempuan yang suka kepada laki-laki jenis manusia.
-Manusia yang menyakiti jin, biasanya tanpa disengaja seperti membuang air panas dan mengenai jin, atau mengencinginya tanpa diketahui atau memukul anjing yang bisa jadi di dalamnya ada jin.
Adanya manusia yang melakukan amalan-amalan tertentu untuk mendatangkan jin. Amalan-amalan tersebut adalah amalan yang haram seperti menyembelih bukan karena Allah, mengencingi dan menginjak-nginjak Alquran, berzina bahkan membunuh. Inilah cara-cara yang dilakukan oleh para dukun agar mendapatkan khidmah dari jin.
Gangguan yang disebabkan oleh kedzaliman jin terhadap manusia. Gangguan seperti ini biasanya jarang terjadi kecuali ketika seseorang berada dalam kondisi:
-Sangat takut, terutama di tempat gelap.
-Sangat marah.
-Sangat sedih.
-Sangat lalai dengan kewajiban-kewajiban terhadap Allah.
-Tenggelam dalam kemaksiatan dan dosa.

Gejala-gejala Seseorang Yang Diganggu Jin
-Gejala yang dirasakan ketika jaga atau tidak tidur:
-Badan terasa lemah, malas untuk bergerak tanpa sebab tertentu.
-Sakit kepala atau bagian tertentu tanpa sebab.
-Ada bagian tubuh yang bergerak sendiri atau bergerak tanpa sebab.
-Berbicara atau tersenyum sendiri tanpa sebab.
-Merasa ngantuk ketika membaca, mendengar Alquran, ketika shalat atau waktu-waktu shalat dan ketika mendengarkan kebenaran.
-Bersemangat ketika melakukan kemaksiatan atau hal-hal yang tidak berguna.
-Munculnya emosi yang sulit dikendalikan.
-Munculnya rasa benci atau ketakutan ketika berhadapan dengan orang shaleh.
-Terasa berat ketika melakukan kebaikan atau ketaatan.
-Banyak makan tapi tidak merasa kenyang.
-Tidak makan dalam waktu yang lama tapi fisiknya kuat sekali.
-Munculnya kekuatan di luar kemampuan manusia biasa.
-Melakukan gerakan-gerakan binatang tanpa disadari.
-Merasa kesemutan, panas, dingin, berdebar atau sesak nafas ketika membaca Alquran.
-Merasa pusing mendengar azan.
-Melihat bayangan orang atau binatang yang selalu mengikutinya.

Gejala-gejala Yang Dirasakan Ketika Tidur
-Sulit tidur
-Terlalu banyak tidur dan mengantuk terus.
-Sering merasa ditindih ketika tidur.
-Mengigau saat tidur dengan mengucapkan kata-kata kotor dan kata yang tidak jelas maknanya.
-Melakukan gerakan aneh saat tidur seperti berjalan.
-Sering mimpi yang menakutkan seperti dikejar ular, anjing, atau melihat orang yang wajahnya sangat menakutkan atau menjijikkan atau merasa jatuh dari tempat yang tinggi.
-Mengunyah dengan keras sehingga gigi-gigi beradu dan berbunyi.
-Diganggu dengan cekikan di leher atau ditendang dan sebagainya.

Demikian risalah singkat ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dalam membentengi akidah kita dari kebathilan. Wallhu a’lam bish shawab.