<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681</id><updated>2012-02-16T17:42:33.504-08:00</updated><category term='GALERI POTO'/><category term='PROFIL'/><category term='PALANTA'/><category term='SASTERA'/><category term='INTELEKTUAL'/><category term='OTOMOTIF'/><category term='KUMPULAN MAKALAH'/><title type='text'>***...MERANTAU...***</title><subtitle type='html'>"CaTaTan PeRjAlAnAn HiDuP SeOrAnG PeNgEmBaRa ILmU"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-5409070483927486151</id><published>2011-11-30T15:25:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T15:26:32.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KUMPULAN MAKALAH'/><title type='text'>URBAN SUFISM</title><content type='html'>URBAN SUFISMMakalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Sejarah Sosial Intelektual Islam IndonesiaSEMESTER IPembimbing :Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, MA.Penyusun :Adi MansahSEKOLAH PASCASARJANAMAGISTER STUDI ISLAMKONSENTRASI HUKUM ISLAMUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA20111. URBAN SUFISMPENDAHULUANIstilah urban sufisme atau tashawuf menjadi popular setelah Julia Day Howell (2003) menggunakannya dalam satu kajian antropologi tentang gerakan spiritual yang marak di wilayah perkotaan di Indonesia, terutama kelompok-kelompok zikir dan sejenisnya, kegiatan spiritual ini juga diramaikan sekelompok anggota tarekat, yakni Qadiriyyah dan Naqsybandiyyah (TQN), yang secara rutin menyelenggarakan pengajian manakiban. Terdapat sekitar 158 tempat manakiban yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta. Kegiatan ini menandai bangkitnya aktifitas sufisme di perkotaan.  Spiritualisme memang tidak pernah mati. Bukan hanya karena dia terus diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi lainnya dari kalangan masyarakat yang masih memegang tradisi ini, melainkan juga muncul di pusat budaya yang sesungguhnya sedang kencang menuju ke arah yang sama sekali berbeda dengannya. Secara tak terduga dia justru menyembul di sana-sini, di tengah materialisme modern perkotaan.Kemakmuran, kemajuan teknologi, kemudahan dalam penyelenggaraan kehidupan sehari-hari, dan kompetisi yang makin ketat telah melahirkan tekanan yang terkadang tidak tertahankan. Gaya hidup instan dan serba cepat termasuk konsumsi makanan yang tidak sehat, kekurangan waktu untuk memelihara kebersamaan dengan keluarga dan bersosialisasi, kerusakan secara keseluruhan, dan sebagainya justru mengakibatkan manusia modern teralienasi dari diri mereka sendiri.Hal tersebut dideskripsikan secara komplit oleh Albert Camus, yang menyebutnya sebagai fenomena absurditas dalam potret masyarakat modern, di mana manusia merasa asing di alam ini. Sebagaimana legenda Sisyphus yang dihukum oleh para dewa untuk mendorong batu ke atas gunung, namun ketika hampir mencapai puncak, batu tersebut menggelinding ke bawah, dan begitu seterusnya.Akibatnya, Sisyphus hanya terlibat dalam pekerjaan sia-sia seumur hidupnya. Hukuman Sisyphus ini merupakan metafora kehidupan modern, di mana manusia hanya menghabiskan usianya untuk siklus aktivitas sia-sia, yang justru menggiringnya ke arah ketidakseimbangan diri. Akibatnya, sebagian dari mereka memilih jalan pintas untuk keluar dari tekanan tersebut melalui cara-cara deviatif, seperti narkoba, minuman keras, dan bahkan bunuh diri. Namun demikian, tidak jarang dari mereka yang memilih jalan spiritualitas, termasuk mendirikan atau bergabung dengan paguyuban spiritual dan bahkan beralih kepada agama baru. Nauzubillah min zalikRUMUSAN MASALAHUntuk mempermudah pembahasan dalam makalah ini dirumuskan permasalahan sebagai berikut :a. Urban Sufisme..!b. Persinggungan dan Perbedaan antara Urban Sufism dengan Tashawuf konvensional...!c. Sufisme dan Tashawuf...!d. Tauhid Sufistik...!e. Tarekat-Tarekat Sufi..! f. Hikmah Sufisme dan Tashawuf dalam Kehidupan Manusia...!PEMBAHASANA. Urban SufismPengertian urban sufism sendiri bisa mencakup berbagai fenomena gerakan spiritual yang muncul di tengah masyarakat perkotaan. Maka, di samping gerakan spiritual yang lebih mengutamakan ritual zikir dan do’a tanpa organisasi tarekat—sebagaimana yang dilakukan Ustaz Haryono, Ustaz Arifin Ilham, dan Aa Gym—juga termasuk dalam kategori urban sufism adalah gerakan tasawuf konvensional yang masih terikat dengan simpul-simpul organisasi tarekat, seperti yang ditampakkan oleh komunitas Tarekat Qadiriyyah-Naqsybandiyyah.Urban sufism merupakan fenomena umum yang terjadi di hampir semua kota besar di dunia. Hanya saja, urban sufism tidak bisa dipahami sebagai telah menggeser popularitas tarekat konvensional. Kenyataannya tashawuf konvensional dengan organisasi tarekat tetap dapat berkembang di tengah hiruk-pikuk masyarakat modern. Fakta ini semakin menegaskan nilai universal dalam sufisme. Seperti diketahui, sufisme cenderung bersifat lentur, toleran, dan akomodatif terhadap keragamaan faham keagamaan dan tradisi lokal. Bahkan, pada level tertentu, sufisme mengandung ajaran kesatuan agama-agama (wahdat al-adyan). Model keberagamaan inilah yang banyak diminati kalangan Muslim perkotaan yang kosmopolit. Dan fakta ini sedikit banyak juga menjelaskan munculnya fenomena sufisme seperti Anand Krishna atau Kelompok Salamullah di Indonesia.Dalam kaitan inilah Komaruddin Hidayat melihat setidaknya ada empat cara pandang mengapa sufisme semakin berkembang di kota-kota besar di Indonesia: pertama, sufisme diminati oleh masyarakat perkotaan karena menjadi sarana pencarian makna hidup; kedua, sufisme menjadi sarana pergulatan dan pencerahan intelektual; ketiga, sufisme sebagai sarana terapi psikologis; dan keempat, sufisme sebagai sarana untuk mengikuti trend dan perkembangan wacana keagamaan. Dalam tradisi sufisme, zikir bahkan menjadi inti keseluruhan ajaran yang disampaikan para guru sufi, khususnya mereka yang berafiliasi atau menjadi ikon salah satu tarekat tertentu. Para guru sufi umumnya menciptakan formula-formula dan rumusan zikir secara khusus, sehingga menjadi pembeda antara tarekat yang diajarkannya dengan tarekat lain. Demikian halnya dengan pembersihan diri (tahzib al-nafs) yang dihidangkan Aa Gym adalah tujuan akhir dari semua ajaran yang diberikan para ulama sufi terdahulu. Jadi, bisa dikatakan bahwa fenomena Ustaz Haryono, Ustaz Arifin Ilham dan Aa Gym dan para habaib merupakan bentuk lain dari tradisi berzikir dan bertashawuf yang telah berakar kuat dalam tradisi Islam. Fenomena urban sufism di Indonesia tidak dimulai ketiga ustaz di atas, yang baru populer beberapa tahun belakangan. Prof. Dr. Buya Hamka, dengan buku Tashawuf Modern-nya, telah jauh mendahului ketiga ustaz tersebut. Prof. Dr. Buya Hamka adalah orang pertama yang memberi penekanan atas pentingnya mengapresiasi nilai-nilai substantif tashawuf tanpa harus terikat dengan ketentuan-ketentuan tarekat. Belakangan juga muncul sastrawan Abdul Hadi WM yang giat mendengungkan puisi-puisi sufi, khususnya karangan Hamzah Fansuri, sehingga semakin banyak kalangan Muslim yang tertarik dengan ajaran tasawuf, mulai sekitar 1980-an, saat itulah muncul dan terus berkembang sampai sekarang ini.B. Persinggungan dan Perbedaan antara Urban Sufism dengan Tashawuf konvensionalSebagai penejelasan pokok, saya ingin menggarisbawahi masalah persinggungan dan perbedaan antara apa yang terdapat dalam urban sufism dan tashawuf konvensional. Seperti ditunjukkan di atas, setidaknya dalam dua hal urban sufism dan tasawuf konvensional dapat ketemu: pertama dalam hal zikir, dan kedua dalam hal pembersihan hati (tahdhib al-nafs). Sejauh menyangkut zikir, para penggagas urban sufism dan para sufi konvensional sama-sama mengajarkan dan menekankan pentingnya zikir. Dalam fenomena urban sufism , penekanan pada aspek zikir terlihat pada contoh Arifin Ilham, Ustaz Haryono, dan juga Aa Gym. Pesantren Darut Tauhid pimpinan Aa Gym misalnya, mencanangkan motto lembaganya dengan “zikir, fikir, ikhtiar”, dan bertujuan untuk membentuk insan yang ramah, santun, berwibawa, rajin, trampil cekatan, dan tidak menyia-nyiakan waktu. Ustaz Haryono mengolah zikir ini menjadi menu untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Hampir setiap waktu, ribuan pasien antri di rumahnya di Bekasi. Menu zikir dan penyembuhan ala Ustaz Haryono menjadi daya tarik tersendiri sehingga ia mampu menggugah puluhan ribu jamaah untuk mengikuti ritual zikirnya, baik di Pesantrennya di Pasuruan maupun di tempat lain di mana ia diundang oleh jamaahnya. Sementara itu, Arifin Ilham konsisten dengan promosi zikir taubatnya. Arifin Ilham menegaskan bahwa ia berzikir untuk “mengenal Allah secara lebih total”   Konsep zikir ini juga menjadi perhatian dan ajaran utama dalam tasawuf konvensional. Oleh para sufi, zikir bahkan dianggap sebagai pintu gerbang utama (a’zamu babin) untuk mencapai penghayatan makrifat pada al-Haq. Karena itu, dalam ajaran tasawuf konvensional, terutama setelah munculnya berbagai tarekat, tata cara zikir beserta aturan-aturan wiridnya memegang peranan sentral dan menjadi ciri pembeda antara satu tarekat dengan tarekat lain. Dalam Tanbih al-Mashi, karangan seorang ulama Sufi Aceh Abdurrauf Singkel, dijelaskan bahwa zikir merupakan cara paling efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah, paling mudah dilakukan, dan paling baik di hadapan Allah. Zikir yang dianjurkan oleh hampir semua sufi, antara lain, adalah bacaan tahlil, لا اله الا الله (Tidak ada Tuhan selain Allah)  Hanya saja, ada sejumlah perbedaan menonjol antara konsep dan formula zikir yang dikembangkan oleh para penggagas urban sufism dengan tasawuf konvensional. Selain aturan zikir yang cenderung rigid dan ketat karena harus didahului dengan ikrar dan bai’at kita sebut aja tarekat naqsyabandiyah misalnya bagi penganut aliran tashawuf ini harus melalui beberapa tahap seperti mandi taubah dan di kafani layaknya orang sudah meninggal. Zikir dalam formulasi para sufi konvensional seringkali dijadikan sarana untuk mencapai penghayatan fana fi Allah (peleburan diri dalam Allah) dan bahkan fana fi fanaih (fana dalam fana itu sendiri). Oleh karenanya, tujuan tertinggi dari zikir itu sendiri adalah diperolehnya keyakinan mutlak akan keesaan Allah dan tenggelam di dalam-Nya, sehingga wujud hamba menjadi hilang dan menjadi tiada.  C. Sufisme dan TashawufSufi dan Tashawuf, sebagai sebuah istilah dan konsep sebagaimana yang dipahami sekarang belum dikenal pada jaman Nabi. Menurut Abdallah Anshari (w.1089 M) sebagaimana dikutip Carl. W. Ersnt bahwa sufi sebagai kata sebutan (laqab/gelar) pertama kali digunakan oleh Abu Hasyim al-Shufi (w. 767 M). Dua abad (254 tahun) setelah itu kemudian Abd al-Rahman al-Sulami (w. 1021 M) merumuskannya menjadi sebuah konsep. Tashawuf sebagai sebuah konsep dipercayai pencetusnya sebagai bagian dari pemahaman terhadap al-Quran, walaupun Michael A. Sell (1996) secara tegas mengatakan bahwa spiritualitas al-Quran tidak pernah menekankan pada asketisme.  Amalan puasa (shaum) yang tampak asketis, secara syar’i justru muncul sebagai wujud dari proses pemahaman diri dari seorang anak manusia yang harus selalu peduli dengan masyarakat sekitar. Sikap asketis dengan arti penarikan diri dari lingkungan sekitar merupakan sikap yang tidak dianjurkan oleh Nabi sendiri.  Munculnya kelompok pemakai baju wol (shûf) pada abad 2 H dicatat oleh Sell sebagai reaksi dari penyelewengan ajaran-ajaran orisinil Islam. Di mana pada masa itu, umat Islam terperangkap dalam penyakit hati dan sosial, seperti maraknya kerakusan para pejabat yang asosial. Korupsi disinyalir terjadi di mana-mana. Realitas sosio-politik tersebut, melahirkan gerakan zuhud yang pada periode berikutnya dicoba untuk diintegrasikan dengan al- Quran.  Sell di sini tidak membagi kategori shuff yang dijustifikasi sebagai silent protes. Pada jaman Nabi, shuff diakomodir sebagai bagian dari simbol kesederhanaan dan kebeningan. Kesederhanaan dan kebeningan itu tidak hanya pada beranda (teras) rumah Nabi, tetapi kesederhanaan telah masuk sampai rumah dan pada diri Nabi sendiri. Dalam konteks ini shuff adalah identitas kesederhanaan dan kesalihan dalam Islam. Kemudian setelah Nabi wafat, tepatnya pada jaman Khalifah Utsman shuff berubah menjadi silent protest. Bagi Said Aqil Siradj, bahwa jika dilihat dari asal muasal kelahirannya, zuhud adalah silent protesi kaum sufis. Protes mereka ditunjukkan dengan komunikasi non verbal melalui simbol “pakaian” dan cara hidup yang serba sederhana. Dengan demikian, zuhud yang secara lahiriyah dipandang sebagai bentuk hidup asketis. Secara sosio-kultural, zuhud adalah wujud dari kepedulian dan protes terhadap penyimpangan dari ajaran Islam yang sudah di luar batas syariat. Para penguasa saat itu seringkali menggunakan Islam sebagai alat legitimasi ambisi pribadi. Mereka bersemangat mengembalikan pesan orisinil Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Menurutnya, sufi adalah penegak dan penjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Sementara itu, dalam perspektif antropologis, paling tidak ada tiga pemahaman tentang sufisme (tashawuf), yakni sufi sebagai 1) sistem etika/moral, 2) seni/estetika, 3) atribut. Walaupun dua aspek yang disebut terakhir dipandang sebagai implikasi dari yang pertama. Pada aspek lain, sufi dengan sistem etikanya juga mendorong dan melahirkan karya seni yang memiliki cirri khas dari sufi itu sendiri. Karya seni ini meliputi sastra, sajak, puisi, arsitektur, musik, nyanyian, tarian, ornamen, batik, dan kaligrafi.Adapun definisi Tashawuf (Sufism) itu sendiri jelas masih sangat jarang di mengerti oleh orang banyak. Istilah "tasawuf"(sufism), yang telah sangat populer digunakan selama berabad-abad, dan sering dengan bermacam-macam arti, berasal dari tiga huruf Arab, ص,و,ف. Banyak pendapat tentang alasan atas asalnya dari ص,و,ف. Ada yang berpendapat, kata itu berasal dari shafa yang berarti kesucian. Menurut pendapat lain kata itu berasal dari kata kerja bahasa Arab صفو yang berarti orang-orang yang terpilih. Makna ini sering dikutip dalam literatur sufi. Sebagian berpendapat bahwa kata صفو yang berarti baris atau deret, yang menunjukkan kaum Muslim awal yang berdiri di baris pertama dalam salat atau dalam perang suci. Sebagian lainnya lagi berpendapat bahwa kata itu berasal dari ُصفا, ini serambi rendah terbuat dari tanah liat dan sedikit nyembul di atas tanah di luar Mesjid Nabi di Madinah, tempat orang-orang miskin berhati baik yang mengikuti beliau sering duduk-duduk. Ada pula yang menganggap bahwa kata tashawuf berasal dari shuf yang berarti bulu domba, yang me- nunjukkan bahwa orang-orang yang tertarik pada pengetahuan batin kurang mempedulikan penampilan lahiriahnya dan sering memakai jubah sederhana yang terbuat dari bulu domba sepanjang tahun.Apa pun asalnya, istilah tashawuf berarti orang-orang yang tertarik kepada pengetahuan batin, orang-orang yang tertarik untuk menemukan suatu jalan atau praktik ke arah kesadaran dan pencerahan batin. Penting diperhatikan bahwa istilah ini hampir tak pernah digunakan pada dua abad pertama Hijriah. Banyak pengritik sufi, atau musuh-musuh mereka, mengingatkan kita bahwa istilah tersebut tak pernah terdengar di masa hidup Nabi Muhammad saw, atau orang sesudah beliau, atau yang hidup setelah mereka.Namun, di abad kedua dan ketiga setelah kedatangan Islam (622), ada sebagian orang yang mulai menyebut dirinya sufi, atau menggunakan istilah serupa lainnya yang berhubungan dengan tashawuf, yang berarti bahwa mereka mengikuti jalan penyucian diri, penyucian "hati", dan pembenahan kualitas watak dan perilaku mereka untuk mencapai maqam (kedudukan) orang-orang yang menyembah Allah seakan-akan mereka melihat Dia, dengan mengetahui bahwa sekalipun mereka tidak melihat Dia, Dia melihat mereka. Inilah makna istilah tashawuf sepanjang zaman, bahkan istilah ini juga dipakai dan dipahami di Indonesia.Imam Junaid dari Baghdad mendefinisikan tashawuf sebagai "mengambil setiap sifat mulia dan meninggalkan setiap sifat rendah,"  syekh sufi besar dari Afrika Utara, mendefinisikan tashawuf sebagai "praktik dan latihan diri melalui cinta yang dalam dan ibadah untuk mengembalikan diri kepada jalan Tuhan". Syekh Ahmad Zorruq (m.1494) dari Maroko mendefinisikan tashawuf sebagai berikut: Ilmu yang dengannya Anda dapat memperbaiki hati dan menjadikannya semata-mata bagi Allah, dengan menggunakan pengetahuan Anda tentang jalan Islam,khususnya fiqih dan pengetahuan yang berkaitan, untuk memperbaiki amal Anda dan menjaganya dalam batas-batas syariat Islam agar kebijaksanaan menjadi nyata. Ia menambahkan, "Fondasi tashawuf ialah pengetahuan tentang tauhid, dan setelah itu Anda memerlukan manisnya keyakinan dan kepastian, apabila tidak demikian maka Anda tidak akan dapat mengadakan penyembuhan 'hati'."Menurut Syekh Ibn Ajiba (m.1809) Tashawuf adalah suatu ilmu yang dengannya Anda belajar bagaimana berperilaku supaya berada dalam kehadiran Tuhan yang Maha ada melalui penyucian batin dan mempermanisnya dengan amal baik. Jalan tasawuf dimulai sebagai suatu ilmu, tengahnva adalah amal. dan akhirnya adalah karunia Ilahi. Syekh as-Suyuthi berkata, "tashawuf adalah orang yang bersiteguh dalam kesucian kepada Allah, dan berakhlak baik kepada makhluk".Syekh Abdul Bahri berpendapat bahwa tashawuf adalah jalan menuju Allah dengan metode yang sangat halus dan mendalam disertakan pembentukan pribadi dan akhlaq yang baik kepada-Nya. Dengan melalui zikir-zikir dan amalan-amalan tertentu disertakan tareqat agar bisa meningkatkan maqom disisi-Nya. Dari banyak ucapan yang tercatat dan tulisan tentang tashawuf seperti ini, dapatlah disimpulkan bahwa basis tashawuf ialah penyucian "hati" dan penjagaannya dari setiap cedera, dan bahwa produk akhirya ialah hubungan yang benar dan harmonis antara manusia dan Penciptanya. Jadi, sufi adalah orang yang telah dimampukan Allah untuk menyucikan "hati"-nya dan menegakkan hubungannya dengan Dia dan ciptaan-Nya dengan melangkah pada jalan yang benar, sebagaimana dicontohkan dengan sebaik-baiknya oleh Nabi Muhammad saw.D. Tauhid SufistikTauhib atau keesaan Tuhan telah ditafsirkan secara berbeda oleh para ahli. Karena itu maka kita dapatkan tauhid dalam perspektif teologis seperti yang tercermin dalam konsep tanzih al-shifat-nya Mu’tazilah; tauhid dalam perspektif filosofis di mana dikatakan bahwa ada identitas antara esensi dan eksistensi pada diri Tuhan, seperti juga kita peroleh konsep tauhid dalam perspektif sufistik inilah yang akan menjadi perhatian utama pada bagian ini. Tidak seperti umumnya kita yang mengartikan kalimat ”La Ilaha Illa Allah” sebagai ”tidak ada Tuhan kecuali Allah”, para sufi mengartikan kata “Ilah” sebagai “realitas”, sehingga kalimat syahadat itu bermakna, tidak ada realitas (hakikat) kecuali Allah. Dari sini mereka memahami hanya Allah lah yang real, yang hakiki, yang lainnya semu dan nisbi. Ketika dikaitkan dengan wujud, maka Tuhan adalah satu-satunya yang betul-betul ada: Dialah realitas terakhir, yang berarti wujud yang sejati. Karena itu terdapat identitas antara yang hak, yaitu Tuhan, dengan Wujud. Dia adalah satu-satunya wujud yang hakiki, dan yang hak adalah satu-satunya yang Wujud. Dalam konteks inilah Sufi berbicara tentang kesatuan Wujud. (وحدة الوجود), di mana dinyatakan bahwa tiada lain yang wujud kecuali Dia. Pernyataan tiada yang wujud kecuali Dia bukanlah permainan kata-kata atau basa-basi, tetapi betul-betul dihayati dan diyakini sebagai suatu kenyataan yang tak bisa diragukan lagi. Bahkan dalam penghayatannya yang terdalam seorang Sufi kehilangan kesadaran dirinya, ia menafikan keberadaan dirinya. Inilah keadaan fana; setelah itu hanya kehadiran Tuhanlah yang ia rasakan, dan ia hidup dalam kehadirat dan keberadaan Tuhan. Inilah yang disebut baqa, dimana seorang Sufi hanya akan merasakan keberadaan Tuhan sebagai satu-satunya Wujud yang Hakiki. Dalam keadaan seperti inilah maka al-Hallaj menyatakan ”Aku adalah Tuhan”, “انا الحق”. Inilah inti tauhid sufistik.Seperti halnya konsep wujud, konsep Tuhan para Sufi--khususnya yang hidup setelah Ibn ‘Arabi--juga akan terasa asing bagi telinga kita. Meskipun begitu konsep Tuhan mereka mungkin bermanfaat untuk meluaskan cakrawala pemahaman kita, dan bahkan menjadi pemersatu bagi konsep Tuhan para teolog dan filosof Muslim yang begitu kelihatan bertentangan bahkan bertolak belakang, seperti yang tercermin dalam kitab Tahafut al-Falasifah karangan al Ghazali. Para Sufi falsafi melihat Tuhan dalam dua tahap atau wajah. Tuhan sebagai dzat (essensi) yang transenden dan Tuhan yang diekspresikan dalam sifat-sifat dan nama-nama-Nya. Tuhan sebagai dzat amatlah tingginya. Ia tidak bisa kita lukiskan bagaimana dan tidak ada pengetahuan positif apapun tentang-Nya. Apa yang dapat kita ketahui tentang-Nya adalah bahwa Ia tidak sama dengan apapun selain-Nya (ليس كمثله شيء ) dan tidak ada yang setara dengan-Nya (ولم يكن له كفوا احد). Inilah yang oleh para ahli disebut “teologi negatif”, di mana manusia hanya mengetahui-Nya secara negatif bahwa Ia berbeda dengan apapun yang dapat kita bayangkan. Ini terjadi karena dalam tahap ini Tuhan belum lagi mengentitas (Ghairmuta’ ayyun). Pada tahap ini, Tuhan bahkan belum bisa lagi disebut sebagai bersifat personal, dan belum pula bernama Allah sekalipun. Tuhan dalam tahap ini tidak punya kaitan apapun dengan alam. Inilah yang dimaksud dengan ayat “Inna Allah Ghaniy‘an al-alamin”. Di sini Tuhan tidak memikirkan yang lain kecuali diri-Nya sendiri.E. Tarekat-Tarekat SufiBerikut ini adalah beberapa tarekat sufi yang masih ada hingga kini, masing-masing dengan ciri-cirinya yang menonjol. Para pencari pengetahuan mungkin menjadi anggota dari satu atau beberapa tarekat, karena memang mereka sering mengikuti lebih dari seorang syekh sufi. Yang berikut ini hanya contoh dari beberapa tarekat sufi yang secara pribadi telah akrab dengan penulis. Tarekat Qadiriyah Tarekat Qadiriyah didirikan oleh Syekh 'Abdul Qadir al-Jailani (m. 1166) dari Gilan di Iran, yang kemudian bermukim di Baghdad, Irak. Setelah wafatnya, tarekatnya disebarkan oleh putra-putranya. Tarekat Qadiriyah telah menyebar ke banyak tempat, termasuk Suriah, Turki, beberapa bagian Afrika seperti Kamerun, Kongo, Mauritania dan Tanzania, dan di wilayah Kaukasus, Chechnya dan Ferghana di Asia Tengah, serta di tempat- tempat lain. Tarekat Rifa'iyah Didirikan oleh Syekh Ahmad ar-Rifa'i (m. 1182) di Basra, tarekat Rifa'i telah menyebar ke Mesir, Suriah, Anatolia di Turki, Eropa Timur dan wilayah Kaukasus, dan akhir-akhir ini di Amerika Utara. Tarekat Syadziliyah Tarekat Syadzili terealisasi di sekitar Syekh Abul Hasan asy-Syadzili dari Maroko (m. 1258) dan akhirnya menjadi salah satu tarekat terbesar yang mempunyai pengikut yang luar biasa banyaknya. Sekarang tarekat ini terdapat di Afrika Utara, Mesir, Kenya dan Tanzania, Timur Tengah, Sri Langka dan di tempat-tempat lain, termasuk di Amerika Barat dan Utara. Tarekat Maulawiyah Tarekat Maulawiyah berpusat di sekitar Maulana Jalaluddin Rumi dari Qonya di Turki (m. 1273). Sekarang kebanyakan terdapat di Anatolia di Turki, dan pada akhir-akhir ini di Amerika Utara. Para pengikut tarekat ini juga dikenal sebagai para darwis yang berputar-putar. Tarekat Naqsyabandiyah Tarekat Naqsyabandiyah mengambil nama dari Syekh Baha'uddin Naqsyaband dari Bukhara (m. 1390). Tarekat ini tersebar luas di wilayah Asia Tengah, Volga dan Kaukasus, Cina bagian baratlaut dan baratdaya, Indonesia, di anak-benua India, Turki, Eropa dan Amerika Utara. Ini adalah satu-satunya tarekat terkenal yang silsilah penyampaian ilmunya kembali melalui penguasa Muslim pertama, Abu Bakar, tidak seperti tarekat-tarekat sufi terkenal lainnya yang asalnya kembali kepada salah satu imam Syi'ah, dan dengan demikian melalui Imam 'Ali, sampai Nabi Muhammad SAW. Tarekat Bektasyiyah Tarekat Bektasyiyah didirikan oleh Haji Bektasy dari Khurasan (m. 1338). Gagasan Syi'ah merembes masuk dengan kuatnya pada tarekat sufi ini. Tarekat ini terbatas di Anatolia, Turki, dan yang paling berpengaruh hingga awal abad ke-20. Tarekat ini dipandang sebagai pengikut Mazhab Syi'ah.Tarekat Ni'matullah Tarekat Ni'matullah didirikan oleh Syekh Nuruddin Muhammad Ni'matullah (m. 1431) di Mahan dekat Kirman baratdaya Iran. Para pengikutnya terutama terdapat di Iran dan India. Tarekat Tijaniyah Tarekat Tijani didirikan oleh Syekh Abbas Ahmad ibn at-Tijani, orang Berber Aljazair (rn. 1815). Tarekat ini telah menyebar dari Aljazair ke selatan Sahara dan masuk ke Sudan bagian barat dan tengah, Mesir, Senegal, Afrika Barat dan bagian utara Nigeria, dan telah diperkenalkan di Amerika Barat dan Utara. Tarekat Jarrahiyah Tarekat Jarrahi didirikan oleh Syekh Nuruddin Muhammad al-Jarrah dari Istambul (m. 1720). Tarekat ini terutama terbatas di Turki, dengan beberapa cabang di Amerika Barat dan Utara. Tarekat ChistiyahTarekat yang paling berpengaruh di anak-benua India-Pakistan adalah tarekat Chisti, yang dinamai dengan nama pendirinya. Khwaja Abu Ishaq Syami Chisti (m. 966). Penyebarannya terutama di Asia Tenggara. Tarekat-tarekat sufi, sebagaimana gerakan-gerakan lainnya, cenderung bersiklus. Siklus suatu tarekat sufi biasanya antara dua sampai tiga ratus tahun sebelum melemah dan merosot. Bilamana muncul suatu kebutuhan terhadap suatu tarekat sufi maka tarekat tersebut mulai bangkit, kemudian mencapai klimaksnya, lalu berangsur-angsur berkurang dan bubar. Satu kecenderungan yang dapat diamati dalam sejarah tashawuf ialah bahwa bilamana terdapat kekurangan dalam materi sumber Islam, seperti Al-Qur'an atau sunnah Nabi Muhammad SAW, dalam suatu tarekat sufi, maka ia cenderung didominasi oleh kultur yang lebih kuat dan tua dari lingkungannya. Percampuran ini dapat dilihat pada tarekat Chistiyah di Asia Tenggara dan pada tarekat-tarekat sufi di Indonesia yang telah menyerap banyak unsur adat Hindu dan Buddha ke dalam praktik-praktiknya. Demikian pula, tarekat-tarekat sufi Afrika di bawah wilayah Sudan telah memadukan beberapa adat keagamaan suku-suku Afrika ke dalam praktik-praktik mereka. Nampaknya di kawasan-kawasan terpencil itu semua tarekat sufi telah mengambil warna kultus. F. Hikmah Sufisme dan Tashawuf dalam Kehidupan Manusia1-Memperteguhkan keimanan dan membina jatidiri muslim.Tasawuf berfungsi memperteguhkan keimanan dan keyakinan serta menetapkan pendirian seseorang muslim. Apabila batin manusia bersih dari kekotoran sifat-sifat yang tercela dan dari kecintaan terhadap sesuatu yang lain dari Allah, akan terpancarlah (tajalli) cahaya kebenaran ilahi di dalam hati. Kesannya manusia dapat menyaksikan hakikat kebenaran Allah dan kepalsuan sesuatu yang lain dari-Nya dengan terang dan nyata. Inilah nur yang disebut dalam firman Allah yang bermaksud “maka sesiapa yang dilapangkan Allah dadanya untuk Islam, maka dia itulah orang yang berada di atas cahaya (nur) dari Tuhannya”. Mengenai nur ini Nabi s.a.w. menjelaskan “bahawa nur itu, apabila memasuki hati, ia akan menjadi luas dan lapang (terbuka hijab)”. Iaitu hati yang terhijab dengan pelbagai hijab rohani sehingga ia terhalang dari menyaksikan kebenaran Allah, apabila ia disinari dengan nur ilahi, akan tersingkaplah hijab-hijab tersebut lalu ia dapat menyaksikan kebenaran ilahi.Nur tersebut membawa kepada peningkatan darjat keimanan dan keyakinan hati serta memperteguhkan pendirian. Dalam keadaan ini, hati manusia tidak lagi dipengaruhi oleh sebab musabab, tidak merasa bimbang dan takut terhadapnya serta tidak lagi meletakkan pergantungan hati terhadapnya. Dia tidak merasa gelisah terhadap sumber-sumber rezeki, persoalan hidup atau mati, susah atau senang, kaya atau miskin, untung atau rugi, dapat atau tidak, menang atau kalah dan sebagainya lagi. Ini kerana hatinya telah menyaksikan dengan terang dan nyata kebenaran kewujudan Allah dan adanya ketentuan (qada’ dan qadar) dari-Nya terhadap semua makhluk-Nya. Dia berkeyakinan penuh bahawa tidak akan terjadi sesuatu itu kecuali dengan kekuasaan, kehendak, ketentuan dan keizinan dari-Nya. Inilah kewalian yang sebenar-benarnya seperti yang digambarkan dalam firman Allah yang bermaksud “ketahuilah bahawa wali-wali Allah itu tidak ada ketakutan ke atas mereka dan mereka itu tidak berduka cita”.Inilah tingkatan iman yang utama iaitu iman yang didasari penyaksian batin terhadap kebenaran ketuhanan Allah. Mengenai perkara ini Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud “iman yang paling afdal ialah bahawa engkau mengetahui (dengan yakin) bahawa Allah menyaksikan dirimu di mana saja engkau berada”. Di sinilah letaknya jati diri seseorang mukmin. Allah memperteguhkan orang mukmin itu dengan keyakinan ini. Dalam al-Qur’an dijelaskan bahawa “Allah memperteguhkan orang-orang yang beriman dengan kata-kata yang teguh”. Menurut ahli tafsir, kata-kata yang teguh itu ialah kalimat tauhid (La ilaha illallah), iaitu kalimat iman dan taqwa.2-Menimbulkan kesedaran jiwaIntipati tashawuf itu ialah benarnya tawajjuh hati ke hadrat ilahi. Permulaan tawajjuh hati itu ialah timbulnya kesedaran jiwa (intibah). Seseorang yang mengalami intibah itu akan menyedari kelemahan, kekurangan dan kesilapan dirinya. Kesedaran inilah yang akan membawa kepada taubat dan usaha memperbaiki dan menyempurnakan diri. Kesedaran ini jugalah yang membangkitkan usaha gigih dalam meningkatkan dan memartabatkan diri. Isyarat ini dapat dilihat dalam al-Qur’an di mana Allah berfirman yang bermaksud “dan orang-orang yang apabila mereka melakukan perkara keji atau menzalimi diri mereka sendiri lalu mereka mengingati Allah, lantas mereka beristighfar terhadap dosa-dosa mereka, dan tiadalah yang mengampunkan dosa-dosa itu melainkan Allah, dan mereka itu tidak berlarutan dalam melakukan apa yang telah mereka lakukan sedangkan mereka mengetahuinya”.3-Membina keperibadian dan akhlak mulia.Tasawuf itu dari satu sudut ialah pencapaian akhlak mulia. Akhlak tidak dapat dipisahkan dari tasawuf di mana akhlak itu adalah merupakan buah atau hasil dari tasawuf. Pencapaian tasawuf membawa kepada pembentukan akhlak mulia. Mengenai akhlak ini, Abu Bakr al-Kattani menjelaskan bahawa “tasawuf itu ialah akhlak, sesiapa yang menambahkan akhlakmu, maka sesungguhnya dia telah menambahkan kesufianmu”. Hakikat ini sesuai dengan hadis Nabi s.a.w. yang bermaksud “orang-orang mukmin yang paling sempurna iman ialah mereka yang paling baik akhlak”Apabila seseorang itu mula merasai hakikat tasawuf dengan sendirinya dia akan berakhlak mulia, kerana pencapaian hakikat tasawuf itu membawa kepada kelembutan hati. Kelembutan hati itulah yang melahirkan berbagai akhlak mulia. Oleh itu semakin tinggi tahap kesufian seseorang itu maka semakin mulia akhlaknya. Nabi s.a.w yang merupakan imam ahli tasawuf adalah diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia sebagaimana sabda baginda yang bermaksud “sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.4-Membentuk insan yang bertanggungjawabTasawuf itu dari satu dimensi ialah merasai hakikat iman dan mencapai martabat ihsan. Sekurang-kurang martabat ihsan itu ialah seseorang itu merasai dan menyedari bahawa dirinya sentiasa dalam tilikan dan pandangan Allah. Kesedaran inilah yang akan menjadikan seseorang itu merasa bertanggungjawab. Orang yang mengalami kesedaran ini akan merasai bahawa dirinya akan dipersoalkan di hadapan Allah mengenai tanggungjawabnya terhadap dirinya, keluarganya dan juga masyarakatnya. Mengenai perkara ini Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud “perumpamaan orang-orang yang beriman dalam perkara kasih sayang, rahmat merahmati, dan belas kasihan sesama mereka adalah seumpama satu tubuh, apabila satu anggota mengadu kesakitan maka seluruh anggota yang lain akan merasainya dengan tidak dapat tidur malam dan demam”.Dalam satu riwayat, Nabi s.a.w. ada menjelaskan bahawa “iman itu ada lebih dari enam puluh tiga cabang, yang paling tinggi ialah ucapan La ilaha illallah, yang paling rendah ialah membuang sesuatu yang menyakiti di jalanan, dan sifat malu merupakan salah satu cabang iman”. Kemantapan dan kemurnian iman hasil dari pencapaian tasawuf akan menimbulkan rasa prihatin dan tanggungjawab terhadap orang lain. Timbulnya dorongan untuk tidak menyakitkan orang lain dan membuang sesuatu yang boleh menyakitkan mereka seperti yang disebut dalam hadis adalah merupakan hasil dari kemurnian jiwa atau tercapainya tasawuf.5-Mewujudkan persaudaraan, perpaduan, dan sifat rahmat sesama manusiaTasawuf itu dari satu sudut merupakan peningkatan tahap keimanan dan kesempurnaannya. Apabila tasawuf itu dicapai dan dirasai hakikatnya ia akan menimbulkan suatu keadaan kejiwaan di mana seseorang itu merasa kasih dan bertanggungjawab terhadap semua manusia dan juga makhluk-makhluk lain. Mengenai perkara ini Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud “tidak beriman seseorang kamu itu sehinggalah dia mengasihi untuk saudaranya apa yang dikasihinya untuk dirinya sendiri”. Demikian juga Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud “orang mukmin terhadap orang mukmin yang lain adalah seumpama binaan di mana sebahagiannya memperteguhkan sebahagian yang lain”.PENUTUPG. KesimpulanDari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahawa tashawuf itu sebenarnya merupakan pencapaian martabat ihsan yang merupakan jiwa agama. Ia adalah satu dari tiga tunggak utama agama Islam. Pencapaian martabat ini bukan sahaja memperteguhkan hubungan seseorang itu dengan Tuhannya dalam bentuk peningkatan nilai keimanan, ibadah dan akhlak, malah juga hubungannya dengan sesama manusia dalam bentuk kewujudan rasa hormat menghormati, tanggungjawab dan keharmonian mu'amalah.DAFTAR RUJUKANAgoes MD, 1999, “Merebut Hati Umat Lewat Zikir; Serial Bagian III: K.H. Arifin Ilham”, Femina Online.Fathurahman, Oman, 1999, Tanbih Al-Masyi, Menyoal Wahdatul Wujud: Kasus Abdurrauf Singkel di Aceh Abad 17, Bandung: EFEO &amp; Penerbit Mizan._____________, 2003 ”Tarekat Syattariyyah di Dunia Melayu-Indonesia: Penelitian atas Dinamika dan Perkembangannya Melalui naskah-naskah di Sumatra Barat”, disertasi di FIB UI Depok.Howell, Julie D., 2003, “Modernity and the Borderlands of Islamic Spirituality in Indonesia’s New Sufi Networks”, makalah dalam International Conference on Sufism and the Modern in Islam, Bogor, 4-6 September 2003.Ilham, Arifin &amp; Debby Nasution, 2004, Hikmah Zikir Berjamaah, (Jakarta: Penerbit Republika, cetakan VIII).Johns, A. H., 1961, “Sufism as a Category in Indonesian Literature and History”, JSEAH, 2, II, 10-23.www.wikimedia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-5409070483927486151?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/5409070483927486151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2011/11/urban-sufism.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5409070483927486151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5409070483927486151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2011/11/urban-sufism.html' title='URBAN SUFISM'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-3359539543598242798</id><published>2011-11-22T14:54:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T15:03:51.400-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KUMPULAN MAKALAH'/><title type='text'>ASBABUN NUZUL DAN NASIKH MANSUKH</title><content type='html'>ASBABUN NUZUL DAN NASIKH MANSUKH &lt;br /&gt;Makalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Studi al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMESTER I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembimbing&lt;br /&gt;Dr.N. Oneng B, M.Ag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi Mansah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aqsol Aziz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER STUDI ISLAM&lt;br /&gt;UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA&lt;br /&gt;2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASBABUN NUZUL DAN NASIKH MANSUKH&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Terkadang banyak ayat yang turun, sedang sebabnya hanya satu. Hal ini tidak ada permasalahan yang cukup penting, karena itu banyak ayat yang turun di dalam berbagai surah berkenaan dengan suatu peristiwa. Asbabun nuzul ada kalanya berupa kisah tentang peristiwa yang terjadi, atau berupa pertanyaan yang disampaikan kepada rasulullah untuk mengetahui hukum suatu masalah, sehingga qur’an pun turun sesudah terjadi peristiwa atau pertanyaan tersebut. Asbabun nuzul mempunyai pengaruh dalam memahami makna dan menafsirkan ayat-ayat al-qur’an. Alqur’an diturunkan untuk memahami petunjuk kepada manusia kearah tujuan yang terang dan jalan yang lurus dengan menegakkan asas kehidupan yang didasarkan pada keimanan kepada Allah dan risalah-Nya, sebagian besar qur’an pada mulanya diturunkan untuk tujuan menyaksikan banyak peristiwa sejarah, bahkan kadang terjadi diantara mereka khusus yang memerlukan penjelasan hukum Allah.&lt;br /&gt;Dan kita tahu bahwa dari awal hingga akhir, al-Qur'an merupakan  kesatuan  yang utuh. Tak  ada  pertentangan  satu  dengan  lainnya. Masing-masing saling menjelaskan  al-Qur'an  yufassir-u  ba'dhuhu  ba'dha . Dari  segi  kejelasan,  ada  empat  tingkat pengertian. Pertama, cukup jelas bagi setiap orang. Kedua,  cukup  jelas bagi  yang  bisa  berbahasa  Arab.  Ketiga, cukup jelas bagi ulama/para ahli, dan keempat, hanya  Allah  yang  mengetahui maksudnya . &lt;br /&gt;  Dalam  al-Qur'an  dijelaskan tentang adanya induk pengertian hunna umm al-kitab  yang sudah mempunyai  kekuatan  hukum tetap.  Ketentuan-ketentuan  induk  itulah  yang  senantiasa harus menjadi landasan pengertian dan  pedoman  pengembangan berbagai    pengertian,    sejalan    dengan   sistematisasi interpretasi dalam ilmu  hukum  hubungan  antara  ketentuan undang-undang     yang     hendak     ditafsirkan     dengan ketentuan-ketentuan  lainnya  dari  undang-undang   tersebut maupun   undang-undang  lainnya  yang  sejenis,  yang  harus benar-benar diperhatikan supaya tidak ada kontradiksi antara satu  ayat  dengan  ayat  lainnya.  &lt;br /&gt;Hal  ini  untuk menjamin kepastian hukum. Sementara, unsur-unsur bahasa,  sistem  dan teologi dari teori interpretasi hukum masih harus dilengkapi dengan satu unsur lain yang tidak kalah  pentingnya.  Itulah unsur   sejarah  yang  melatarbelakangi  terbentuknya  suatu undang-undang, yang biasa dikenal "interpretasi historis."&lt;br /&gt;Dalam ilmu tafsir ada  yang  disebut  asbab  al-nuzul,  yang mempunyai  unsur historis cukup nyata. Dalam kaitan ini para mufassir  memberi  tempat   yang   cukup   tinggi   terhadap pengertian   ayat  al-Qur'an.  Dalam  konteks  sejarah  yang menyangkut interpretasi  itulah  maka dimakalah inipun kami akan membicarakan  masalah nasikh-mansukh.&lt;br /&gt;Andaikan al-Qur'an tidak diturunkan dari Allah, isinya pasti saling  bertentangan .  Ungkapan ini sangat penting dalam rangka   memahami   dan    menafsirkan    ayat-ayat    serta ketentuan-ketentuan  yang  ada  dalam  al-Qur'an. Kitab Suci yang terdiri dari 6000 ayat  lebih  dan  terbagi  dalam  114 kelompok  surat,  mengandung  berbagai jenis pembicaraan dan persoalan.  Didalamnya  terkandung  antara   lain   nasihat, sejarah, dasar-dasar ilmu pengetahuan, keimanan, ajaran budi luhur,   perintah   dan   larangan.  Dalam  kaitan  itu, Imam Suyuthi maupun Imam Syathibi banyak mengulas prinsip tersebut. Mereka mencatat  adanya  pendapat yang  memandang  adanya  tiap  ayat  atau kelompok ayat yang berdiri sendiri. Tapi semuanya berpendapat bahwa antara satu ayat dengan ayat lainnya dari  al-Qur'an  tidak  ada kontradiksi (ta'arudl). Dari asas inilah lahir metode-metode penafsiran untuk meluruskan    pengertian terhadap bagian-bagian yang sepintas lalu tampak saling bertentangan. Adanya   gejala pertentangan (ta'arudl)   yang  demikian merupakan asas metode  penafsiran  dimana Nasikh-Mansukh merupakan salah satu bagiannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. ASBABUN NUZUL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian asbabun nuzul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asbābun Nuzūl (Arab: اسباب النزول, Sebab-sebab Turunnya (suatu ayat)) adalah ilmu Al-Qur'an yang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat al-Qur'an diturunkan. Pada umumnya, Asbabun Nuzul memudahkan para Mufassir untuk menemukan tafsir dan pemahaman suatu ayat dari balik kisah diturunkannya ayat itu. Selain itu, ada juga yang memahami ilmu ini untuk menetapkan hukum dari hikmah dibalik kisah diturunkannya suatu ayat.  Ibnu Taimiyyah mengemukakan bahwa mengetahui Asbabun Nuzul suatu ayat dapat membantu Mufassir memahami makna ayat. Pengetahuan tentang Asbabun Nuzul suatu ayat dapat memberikan dasar yang kokoh untuk menyelami makna suatu ayat Al-Qur’an.  &lt;br /&gt;Asbabun nuzul didefinisikan “sebagai suatu hal yang karenanya al-qur’an diturunkan untuk menerangkan status hukumnya, pada masa hal itu terjadi, baik berupa peristiwa maupun pertanyaan”, asbabun nuzul membahas kasus-kasus yang menjadi turunnya beberapa ayat al-qur’an, macam-macamnya, sight (redaksi-redaksinya),tarjih riwayat-riwayatnya dan faedah dalam mempelajarinya. Untuk menafsirkan qur’an ilmu asbabun nuzul sangat diperlukan sekali, sehingga ada pihak yang mengkhususkan diri dalam pembahasan dalam bidang ini, yaitu yang terkenal. diantaranya ialah Ali bin madani, guru bukhari, al-wahidi , al-ja’bar , yang meringkaskan kitab al-wahidi dengan menghilangkan isnad-isnadnya, tanpa menambahkan sesuatu, syikhul islam ibn hajar yang mengarang satu kitab mengenai asbabun nuzul. Pedoman dasar para ulama’ dalam mengetahui asbabun nuzul ialah riwayat shahih yang berasal dari rasulullah atau dari sahabat. Itu disebabkan pemberitahuan seorang sahabat mengenai asbabun nuzul, Al-wahidi mengatakan: “ Tidak halal berpendapat mengenai asbabun nuzul kitab, kecuali dengan berdasarkan pada riwayat atau mendengar langsung dari orangorang yang menyaksikan turunnya. Mengetahui sebab-sebabnya dan membahas tentang pengertian secara bersungguh-sungguh dalam mencarinya ”.&lt;br /&gt;Para ulama’ salaf terdahulu untuk mengemukakan sesuatu mengenai asbabun nuzul mereka amat berhati-hati, tanpa memiliki pengetahuan yang jelas mereka tidak berani untuk menafsirkan suatu ayat yang telah diturunkan. Muhammad bin sirin mengatakan: ketika aku tanyakan kepada ‘ubaidah mengetahui satu ayat qur’an, dijawab: bertaqwalah kapada Allah dan berkatalah yang benar. Orang-oarang yang mengetahui mengenai apa qur’an itu diturunkan telah meninggal. Maksudnya: para sahabat, apabila seorang ulama semacam ibn sirin, yang termasuz tokoh tabi’in terkemuka sudah demikian berhati-hati dan cermat mengenai riwayat dan kata kata yang menentukan, maka hal itu menunjukkan bahwa seseorang harus mengetahui benar-benar asbabun nuzul.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu yang dapat dijadikan pegangan dalam asbabun nuzul adalah riwayat ucapan-ucapan sahabat yang bentuknya seperti musnad, yang secara pasti menunjukkan asbabun nuzul. Al-wahidi telah menentang ulama-ulama zamannya atas kecerobohan mereka terhadap riwayat asbabun nuzul, bahkan dia (Al-wahidi ) menuduh mereka pendusta dan mengingatkan mereka akan ancaman berat, dengan mengatakan: “ sekarang, setiap orang suka mangada-ada dan berbuat dusta; ia menempatkan kedudukannya dalam kebodohan, tanpa memikirkan ancaman berat bagi orang yang tidak mengetahui sebab turunnya ayat ”.&lt;br /&gt;B. Pedoman mengetahui Asbabun Nuzul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah pernah mendengar ketika Khaulah binti sa’labah mempertanyakan suatu hal kepada nabi bahwasannya dia dikenakan zihar. Oleh suaminya aus bin samit katanya: “Rasulullah, suamiku telah menghabiskan masa mudaku dan sudah beberapa kali aku mengandung karenanya, sekarang setelah aku menjadi tua dan tidak beranak lagi ia menjatuhkan zihar kepadaku”. Ya Allah sesunguhnya aku mengadu kepadamu, Aisyah berkata: tiba-tiba jibril turun membawa ayat-ayat ini; sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan perempuan yang mengadu kepadamu tentang suaminya, yakni Aus bin samit. “Hal ini tidak berarti sebagai acuan bagi setiap orang harus mencari sebab turun setiap ayat”, karena tidak semua ayat qur’an diturunkan sebab timbul suatu peristiwa dalam kejadian, atau karena suatu pertanyaan. Tetapi ada diantara ayat qur’an yang diturunkan sebagai permulaan tanpa sebab, mengenai akidah iman, kewajiban islam dan syariat Allah dalam kehidupan pribadi dan sosial.&lt;br /&gt;Definisi asbabun nuzul yang dikemukakan pada pembagian ayat-ayat al-qur’an terhadap dua kelompok: Pertama, kelompok yang turun tanpa sebab, dan kedua, adalah kelompok yang turun dengan sebab tertentu. Dengan demikian dapat diketahui bahwa tidak semua ayat menyangkut keimanan, kewajiban dari syariat agama turun tanpa asbabun nuzul. Sahabat Ali ibn mas’ud dan lainnya mengatakan tentu tidak satu ayatpun diturunkan kecuali salah seorang mereka mengetahui tentang apa ayat itu diturunkan seharusnya tidak dipahami melalui beberapa kemungkinan; Pertama, dengan pernyataan itu mereka bermaksud mengungkapkan betapa kuatnya perhatian mereka terhadap al-qur’an dan mengikuti setiap keadaan yang berhubungan dengannya. Kedua, mereka berbaik sangka dengan segala apa yang mereka dengar dan saksikan pada masa rasulullah dan mengizinkan agar orang mengambil apa yang mereka ketahui sehingga tidak akan lenyap dengan berakhirnya hidup mereka, bagaimanapun suatu hal yang logis bahwa tidak mungkin semua asbabun nuzul dari semua ayat yang mempunyai sebab al-nuzul bisa mereka saksikan. Ketiga, para periwayat menambah dalam periwatanya dan membangsakannya kepada sahabat. &lt;br /&gt;Intensitas para sahabat mempunyai semangat yang tinggi untuk mengikuti perjalanan turunnya wahyu, mereka bukan saja berupaya menghafal ayat-ayat al-qur’an dan hal-hal yang berhubungan serta mereka juga melestarikan sunah nabi, sejalan dengan itu al-hakim menjelaskan dalam ilmu hadist bahwa seorang sahabat yang menyaksikan masa wahyu dan al-qu’an diturunkan tentang suatu (kejadian) maka hadist itu dipandang hadist musnad, Ibnu al-shalah dan lainnya juga sejalan dengan pandangan ini. Asbabun nuzul dengan hadist mursal, yaitu hadist yang gugur dari sanadnya seoarng sahabat dan mata rantai periwayatnya hanya sampai kepada seorang tabi’in, maka riwayat ini tidak diterima kecuali sanadnya shahih dan mengambil tafsirnya dari para sahabat, seperti mujahid, hikmah dan said bin jubair. para ulama menetapkan bahwa tidak ada jalan untuk mengetahui asbabun nuzul kecuali melalui riwayat yang shahih. Mereka tidak dapat menerima hasil nalar dan ijtihad dalam masalah ini, namun tampaknya pandangan mereka tidak selamanya berlaku secara mutlak, tidak jarang pandangan terhadap riwayat-riwayat asbabun nuzul bagi ayat tertentu berbeda-beda yang kadang-kadang memerlukan Tarjih ( mengambil riwayat yang lebih kuat ) untuk melakukan tarjih diperlukan analisis dan ijtihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Macam-Macam Asbabun Nuzul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, asbabun nuzul dapat dibagi kepada ta’addud al-asbab wa al-nazil wahid ( sebab turunnya lebih dari satu dan ini persoalan yang terkandung dalam ayat atau kelompok ayat yang turun satu ) dan ta’addud al-nazil wa alsabab wahid (ini persoalan yang terkandung dalam ayat atau kelompok ayat yang turun lebih dari satu sedang sebab turunnya satu ). sebab turun ayat disebut ta’addud karena wahid atau tunggal bila riwayatnya hanya satu, sebaliknya apabila satu ayat atau sekelompok ayat yang turun disebut ta’addud al-nazil. &lt;br /&gt;Jika ditemukan dua riwayat atau lebih tentang sebab turun ayat-ayat dan masing-masing menyebutkan suatu sebab yang jelas dan berbeda dari yang disebutkan lawannya, maka riwayat ini harus diteliti dan dianalisis. karena  permasalahan di dalamnya ada empat bentuk: &lt;br /&gt;Pertama, salah satu dari keduanya shahih dan lainnya tidak. Kedua, keduanya shahih akan tetapi salah satunya mempunyai penguat (Murajjih) dan lainnya tidak. &lt;br /&gt;Ketiga, keduanya shahih dan keduanya sama-sama tidak mempunyai penguat (Murajjih). Akan tetapi, keduanya dapat diambil sekaligus. Dan keempat, keduanya shahih, tidak mempunyai penguat ( Murajjih ) dan tidak mungkin untuk mengambil keduanya sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pengetahuan tentang Asbabun Nuzul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya mengetahui asbabun nuzul, al-wahidi berkata:” tidak mungkin kita mengetahui penafsiran ayat al-qur’an tanpa mengetahui kisahnya dan sebab turunnya ayat adalah jalan yang kuat dalam memahami makna al-qur’an”. &lt;br /&gt;Ibnu taimiyah berkata: mengetahui sebab turun ayat membantu untuk memahami ayat al-qur’an. Sebab pengetahuan tentang “sebab” akan membawa kepada pengetahuan tentang yang disebabkan (akibat).&lt;br /&gt;Namum sebagaimana telah diterangkan sebelumnya tidak semua al-qur’an harus mempunyai sebab turun, ayat-ayat yang mempunyai sebab turun juga tidak semuanya harus diketahui sehingga, tanpa mengetahuinya ayat tersebut bisa dipahami, Ahmad adil kamal menjelaskan bahwa turunnya ayat-ayat al-qur’an melalui tiga cara:&lt;br /&gt;1. Pertama ayat-ayat turun sebagai reaksi terhadap pertanyaan yang dikemukakan&lt;br /&gt;kepada nabi.&lt;br /&gt;2. Kedua ayat-ayat turun sebagai permulaan tanpa didahului oleh peristiwa atau&lt;br /&gt;pertanyaan.&lt;br /&gt;3. Ketiga ayat-ayat yang mempunyai sebab turun itu terbagi menjadi dua&lt;br /&gt;kelompok;&lt;br /&gt;a. Ayat-ayat yang sebab turunnya harus diketahui ( hukum ) karena asbabun nuzulnya harus diketahui agar penetapan hukumnya tidak menjadi keliru.&lt;br /&gt;b. Ayat-ayat yang sebab turunnya tidak harus diketahui, ( ayat yang menyangkut kisah dalam al-qur’an).&lt;br /&gt;Kebanyakan ayat-ayat kisah turun tanpa sebab yang khusus, namun ini tidak benar bahwa semua ayat-ayat kisah tidak perlu mengetahui sebab turunnya, bagaimanpun sebagian kisah al-qur’an tidak dapat dipahami tanpa pengetahuan tentang sebab turunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Faedah Asbabun Nuzul&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui tentang ilmu asbabun nuzul tentu akan membawa kemanfaatan untuk kita&lt;br /&gt;1. Membawa kepada pengetahuan tentang rahasia dan tujuan Allah secara khusus&lt;br /&gt;mensyari’atkan agama-Nya melalui al-qur’an.&lt;br /&gt;2. Membantu dalam memahami ayat dan menghindarkan kesulitannya.&lt;br /&gt;3. Dapat menolak dugaan adanya Hasr ( pembatasan ).&lt;br /&gt;4. Dapat mengkhususkan (Takhsis) hukum pada sebab menurut ulama yang&lt;br /&gt;memandang bahwa yang mesti diperhatikan adalah kekhususan sebab dan bukan keumuman lafal.&lt;br /&gt;5. Diketahui pula bahwa sebab turun ayat tidak pernah keluar dari hukum yang&lt;br /&gt;terkandung dalam ayat tersebut sekalipun datang mukhasisnya (yang mengkhususkannya).&lt;br /&gt;6. Diketahui ayat tertentu turun padanya secara tepat sehingga tidak terjadi kesamaran bisa membawa kepada penuduhan terhadap orang yang tidak bersalah dan pembebasan bagi orang yang tidak bersalah.&lt;br /&gt;7. Akan mempermudah orang menghafal ayat-ayat al-qur’an serta memperkuat keberadaan wahyu dalam ingatan orang yang mendengarnya jika mengetahui sebab turunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. NASIKH MANSUKH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Nasikh Mansukh&lt;br /&gt;Nasikh-Mansukh berasal dari kata naskh. Dari segi etimologi, kata  ini  dipakai  untuk  beberapa  pengertian: pembatalan, penghapusan, pemindahan dan pengubahan. Menurut Abu  Hasyim, pengertian  majazinya  ialah pemindahan atau pengalihan . &lt;br /&gt;Diantara pengertian etimologi itu ada yang dibakukan menjadi pengertian  terminologis.  Perbedaan  terma  yang ada antara ulama mutaqaddim dengan ulama mutaakhkhir terkait pada sudut pandangan masing-masing dari segi etimologis kata naskh itu.&lt;br /&gt;Al-Baidhowi rahimahullah (wafat 685 H) mendefinisikan dengan, “Naskh adalah penjelasan berhentinya hukum syari’at dengan jalan syar’i yang datang setelahnya.”&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah rahimahullah (wafat 620 H) menyebutkan definisi naskh dengan menyatakan, “Menghilangkan hukum yang ada dengan perkataan (dalil) yang dahulu, dengan perkataan yang datang setelahnya.”&lt;br /&gt;Di antara ta’rif yang ringkas dan mencakup adalah yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, yaitu, “Menghapuskan hukum dalil syar’i atau lafazhnya dengan dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah.”&lt;br /&gt;Kedua, Naskh menurut istilah Salafush Shalih Mutaqaddimin. Istilah naskh yang ada pada mereka lebih luas daripada definisi para ulama ushul Mutaakhirin&lt;br /&gt;Ulama  mutaqaddim memberi batasan naskh sebagai dalil syar'i yang ditetapkan kemudian, tidak hanya untuk  ketentuan/hukum yang mencabut ketentuan/hukum yang sudah berlaku sebelumnya, atau mengubah ketentuan/hukum yang pertama  yang  dinyatakan berakhirnya  masa  pemberlakuannya,  sejauh  hukum  tersebut tidak dinyatakan berlaku terus menerus, tapi  juga  mencakup pengertian  pembatasan  (qaid)  bagi  suatu pengertian bebas (muthlaq).  Juga  dapat  mencakup  pengertian   pengkhususan (makhasshish)  terhadap  suatu pengertian umum ('am). Bahkan juga  pengertian  pengecualian  (istitsna).  Demikian   pula pengertian syarat dan sifatnya.&lt;br /&gt;Sebaliknya   ulama  mutaakhkhir  memperciut  batasan-batasan pengertian  tersebut  untuk  mempertajam  perbedaan   antara nasikh  dan  makhasshish atau muqayyid, dan lain sebagainya, sehingga pengertian naskh  terbatas  hanya  untuk  ketentuan hukum  yang  datang kemudian, untuk mencabut atau menyatakan berakhirnya   masa   pemberlakuan   ketentuan   hukum   yang terdahulu,   sehingga   ketentuan  yang  diberlakukan  ialah ketentuan  yang   ditetapkan   terakhir   dan   menggantikan ketentuan  yang mendahuluinya. Dengan demikian tergambarlah, di satu pihak naskh mengandung lebih dari  satu  pengertian, dan  di  lain  pihak  dalam perkembangan selanjutnya- naskh membatasinya hanya pada satu pengertian . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perbedaan antara Nasakh, Takhshis, dan Bada'&lt;br /&gt;Terdapat perbedaan diametral antara Ibnu Katsir, al Maghrabidan Abu Muslim al Ashfahani  dalam memandang persoalan nasakh. Ibnu Katsir dan al Maghrabi menetapkan adanya pembatalan hukum dalam al quran. Namun dengan tegas, al Ashfahani menyatakan bahwaal quran tidak pernah disentuh "pembatalan"  meskipun demikian, pada umumnya, dia sepakat tentang:&lt;br /&gt;1.    Adanya pengecualian hukum yang bersifat umum oleh hukum yang sefesifik yang datang kemudian;&lt;br /&gt;2.    Adanya penjelasn susulan terhadap hukum terdahulu yang ambigius;&lt;br /&gt;3.    Adanya penetapan syarat terhadap hukum yang terdahulu yang belum bersyarat.&lt;br /&gt;Ibnu Katsir dan al Maghrabi memandang ketiga hal diatas sebagai nasakh, sedangkan al Ashfahani memandangnya sebagai takhshis.  Tampaknya al Ashfahani menegaskan pendapatnya bahwa tidak ada nasakh dalam al quran. Kalaupun didalam al quran terdapat cakupan hukum yang bersifat umum, untuk mengklasifikasinya dapat dilakukan proses pengkhushusan(takhshis). Dengan demikian takhshis, menurutnya dapat diartikan sebagai "mengeluarkan sebagian satuan (afrad) dari satuan-satuan yang tercakup dalam lafad 'amm" &lt;br /&gt;Bertolak dari pengertian nasakh dan takhshis tersebut diatas, perbedaan prinsipil antara keduanya bisa dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;NASAKH TAKHSHIS&lt;br /&gt;1. Satuan yang terdapat dalam Nasakh bukan merupakan bagian satuan yang tedapat dalam Mansukh.&lt;br /&gt;2. Nasakh adalah menghapuskan hukum dari seluruh satuan yang tercakup dalam dalil mansukh.&lt;br /&gt;3. Nasakh hanya terjadi dengan dalil yang datang kemudian.&lt;br /&gt;4. Nasakh adanya menghapuskan hubungan Mansukh dalam rentang waktu yang tidak terbatas.&lt;br /&gt;5. Setelah terjadi nasakh, seluruh satuan yang terdapat dalam nasikh tidak terikat dengan hukum yang tedapat dalam mansukh. 1. Satuan yang terdapat dalam takhshis merupakan sebagian dari satuan yang terdapat dalam lafadz 'aam.&lt;br /&gt;2. Takhshis adalah merupakan hukum dari sebagian satuan yang tercakup dalam dalil 'aam.&lt;br /&gt;3. Takhshis dapat terjadi baik dengan dalil yang kemudian maupun menyertai dan mendahuluinya.&lt;br /&gt;4. Takhshis tidak menghapuskan hukum 'aam sama sekali. Hukum 'aam tetap berlaku meskipun sudah dikhushuskan.&lt;br /&gt;5. Setelah terjadi Takhshis, sisa satuan yang terdapat pada 'aam tetap terikat oleh dalil áam.&lt;br /&gt;Adapun Bada', menurut sumber-sumber kamus yang masyhur, adalah Azh-Zhuhur ba'da al Khofa' ( menampakkan setelah bersembunyi). Definisi ini tersirat dalam firman Allah SWT. Surat al Jatsiyah,45:33 :&lt;br /&gt;       •       &lt;br /&gt; 33. dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya.&lt;br /&gt;Arti bada' yang lain adalah "nasy'ah ra'yin jaded lam yaku maujud" (munculnya pemikiran baru setelah sebelumnya tidak terlintas). Definisi inipun tersirat dalam firman Allah SWT. Pada surat yusuf,12:35: &lt;br /&gt;¢OèO #y‰t/ Mçlm; .`ÏiB Ï‰÷èt/ $tB (#ãrr&amp;u‘ ÏM»tƒFy$# ¼çm¨ZãYàfó¡uŠs9 4Ó®Lym &amp;ûüÏm ÇÌÎÈ   &lt;br /&gt;35. kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu[Setelah mereka melihat kebenaran Yusuf, Namun demikian mereka memenjarakannya agar sapaya jelas bahwa yang bersalah adalah Yusuf; dan orang-orang tidak lagi membicarakan hal ini.].&lt;br /&gt;Dari kedua definisi tersebut, kita bisa melihat perbedaan yang sangat jelas antaranya dengan hakikat nasakh. Dalam bada' , timbulnya hukum yang baru disebabkan oleh ketidaktahuan sang pembuat hukum akan kemungkinan munculnya hukum baru itu. Ini tentu berbeda dengan nasakh, sebab dalam nasakh, bagi ulama yang mengakui keberadaannya, Allah SWT. Mengetahui nasikh dan mansukh sejak zaman azali, sebelum hukum-hukum itu diturunkan kepada manusia. &lt;br /&gt;D.    Jenis-jenis Naskh&lt;br /&gt;Masalah pertama yang ingin  kami  soroti  dalam  bagian  ini ialah  adanya  naskh  antara  satu  syari'at dengan syari'at lainnya. Ini terjadi sebagaimana  dapat  kita  amati  antara syari'at  Nabi  Isa  as.  dengan syari'at hukum agama Yahudi yang lebih  dahulu  ada.  Dalam  hubungan  ini,  dapat  kita katakan  bilamana  kita mengikrarkan Islam sebagai syari'at, dengan  sendirinya  kita  mengaku   adanya   naskh,   karena syari'at-syari'at  sebelumnya  tidak akan kita anut lagi dan semua hukumnya pun tidak  akan  kita  berlakukan,  sepanjang tidak dikukuhkan kembali oleh syari'at Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;Jadi, adanya nasikh-mansukh  antar  syari'at  itu  merupakan salah  satu  jenis naskh. Hal semacam ini jika ditinjau dari segi pendekatan ilmu hukum, sangat jelas maksudnya, misalnya pengertian suatu pemerintahan/Negara dengan pemerintahan/ negara  lainnya. Contohnya, adanya pemerintahan/Negara kolonial Hindia Belanda dengan pemerintahan/negara  Nasional Republik Indonesia. Dalam kaitan ini soal kedaulatan, hukum dasar dan  hukum-hukum yang langsung  berhubungan  dengan kedaulatan, serta hukum-hukum lainnya semuanya  dicabut  dan tidak diberlakukan lagi sepanjang tidak dikukuhkan pemerintah/negara baru itu.&lt;br /&gt;Jika   kita   sudah   melihat  adanya  nasikh-mansukh  antar syari'at,  apakah  didalam  satu   syari'at   terjadi   juga nasikh-mansukh  antara  hukum  yang  satu  dengan hukum yang lainnya? Jika kita kembali pada syari'at Islam sendiri, kita akan  menemui  beberapa  kasus yang dapat memberikan jawaban atas masalah ini.&lt;br /&gt; 1.  Sesudah hijrah ke Madinah, kaum Muslim masih berkiblat ke arah Bait al-Muqaddas. Sekitar enam bulan kemudian, Allah menetapkan ketentuan lain: keharusan berkiblat ke arah Bait al-Haram . Ini berarti terjadi nasikh-mansukh dalam hukum kiblat. Kasus lain misalnya dalam hal shalat yang semula tidak diperintahkan lima waktu dengan 17 raka'at. Ini juga berarti telah terjadi nasikh-mansukh dalam hukum shalat.&lt;br /&gt;2.  Kasus-kasus yang digambarkan di atas, semuanya menyangkut bidang ibadat. Sedangkan di bidang mu'amalat, dapat pula kita catat beberapa kasus, misalnya hukum keluarga. Sebagai contoh, semula ditetapkan masa tenggang ('iddah) bagi seorang janda, lamanya 1 (satu) tahun . Beberapa waktu kemudian ditetapkan ketentuan hukum lain bahwa masa tenggangnya 4 bulan 10 hari . Di bidang lain ada pula perubahan-perubahan yang menyangkut ketentuan hukum pembelaan diri, tentang minuman keras dan sebagainya.&lt;br /&gt;Dari seluruh kasus-kasus tersebut dapat ditarik kesimpulan, memang  terbukti  adanya nasikh-mansukh yang sifatnya intern dalam syari'at Islam. Beberapa ketentuan  hukum  yang  sudah berlaku, kemudian dicabut atau berakhir masa pemberlakuannya dan diganti dengan ketentuan hukum lain.  Hal  seperti  ini, jika  dilihat  dari  sudut  pendekatan ilmu hukum adalah hal yang lumrah dan banyak terjadi.  Bahwa  suatu  undang-undang atau  peraturan  hukum lainnya dicabut atau dinyatakan tidak berlaku lagi, kemudian diganti dengan  menetapkan undang-undang atau peraturan lain.&lt;br /&gt;Persoalan  lebih jauh dalam masalah nasikh-mansukh ini ialah soal nasikh-mansukh antara al-Qur'an dengan Sunnah. Adanya nasikh-mansukh antara satu ayat yang memuat ketentuan hukum dalam al-Qur'an dengan lain ayat yang juga memuat  ketentuan hukum dalam  soal  yang  sama,  adalah  satu hal yang tidak diperselisihkan lagi. &lt;br /&gt;Demikian  pula  adanya  nasikh-mansukh antara  satu  hadits  yang memuat ketentuan hukum dalam soal yang sama, merupakan satu  hal  yang  tidak  diperselisihkan lagi. Juga, adanya nasikh-mansukh antara satu hadits yang memuat ketentuan hukum dalam sunnah dengan lain hadits  yang juga  memuat ketentuan hukum dalam soal yang sama, merupakan satu hal yang sudah tidak diperselisihkan lagi. Masalah yang menimbulkan  perbedaan  pendapat  diantara  para ulama ialah adanya  nasikh-mansukh  silang   antara   al-Qur'an   dengan Hadits/Sunnah.  Jika  disimak  alasan  masing-masing  pihak, mungkin  dapat  ditarik  satu  garis  bahwa   faktor   utama terjadinya  perbedaan pendapat ialah pandangan masing-masing tentang  kedudukan  hirarki  al-Qur'an  dan   Sunnah   dalam syari'at itu sendiri.&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam  kaitan  hirarki  al-Qur'an  dan  Sunnah,  ada semacam kesepakatan bahwa dalam nasikh-mansukh kedua unsurnya  harus sama tingkatnya dan sama nilai dan sifatnya. Lembaga tawatur dan ahad termasuk faktor yang dipertimbangkan. Jalan pikiran seperti ini terdapat juga dikalangan ahli hukum bahwa suatu peraturan hukum tidak dapat dicabut dengan  peraturan  hukum lainnya   yang  lebih  rendah  tingkatannya. Demikian  pula lembaga yang mengeluarkan  peraturan  hukum  menjadi  faktor pertimbangan.  Berdasarkan  pemikiran ini, ada satu hal yang perlu kita catat bahwa setelah  Rasulullah  saw  wafat  maka tidak  ada  lagi  nasikh-mansukh  yang  mungkin terjadi pada syari'at.&lt;br /&gt;Jenis nasikh-mansukh yang diuraikan diatas, menyangkut  segi formalnya.  Jenis lain yang menyangkut segi materialnya, ada yang bersifat  eksklusif  (sharih)  dan  inklusif  (dlimni). Untuk  yang bersifat sharih, nasikh itu langsung menjelaskan mansukhnya, misalnya hukum  kiblat.  Ketentuan  yang  nasikh (pengganti)  ditetapkan  secara  jelas . Ini contoh dari al-Qur'an. Sedangkan contoh lain dari Sunnah misalnya  hukum ziarah   kubur.   Didalam  hadits  disebutkan,  "Pernah  aku melarang   kalian   melakukan   ziarah    kubur.    Sekarang lakukanlah!" .  Berbeda  dengan  hal  tersebut diatas, nasikh  yang  bersifat   dlimni   tidak   memuat   penegasan didalamnya  bahwa  ketentuan  yang  mendahuluinya  tercabut, tetapi isinya cukup jelas bertentangan dengan ketentuan yang mendahuluinya.  Jenis  seperti  inilah yang banyak ditemukan dalam hukum syari'at.&lt;br /&gt;E.     Kedudukan Naskh&lt;br /&gt;Masalah naskh bukanlah  sesuatu  yang  berdiri  sendiri.  Ia merupakan  bagian yang berada dalam disiplin Ilmu Tafsir dan Ilmu  Ushul  Fiqh.  Karena  itu  masalah   naskh   merupakan techniseterm  dengan  batasan  pengertian  yang  baku. Dalam kaitan ini Imam Subki menerangkan adanya perbedaan  pendapat tentang  kedudukan naskh: apakah ia berfungsi mencabut (raf) atau menjelaskan (bayan) . Ungkapan Imam Subki ini dapat dikaitkan  dengan  hal-hal yang menyangkut jenis-jenis naskh yang diuraikan di atas. Jika ditinjau  dari  segi  formalnya maka  fungsi pencabutan itu lebih nampak. Tapi bila ditinjau dari  segi  materinya,  maka  fungsi   penjelasannya   lebih menonjol. Meski demikian, pada akhirnya dapat dilihat adanya suatu  fungsi  pokok  bahwa  naskh  merupakan   salah   satu interpretasi hukum.&lt;br /&gt;F.      Hirarki Penggunaan Naskh&lt;br /&gt;Yang  menjadi  persoalan  sekarang,  apakah  naskh menempati urutan  pertama  dalam  interpretasi  hukum-syari'at?  Dalam upaya melakukan interpretasi suatu peraturan dalam syari'at, baik al-Qur'an maupun  Hadits  setiap  ketentuan  hukum  itu harus  jelas.  Pengertiannya  tidak  boleh meragukan, supaya kepastian  hukumnya  terjamin.   Semua   segi   yang   dapat memperjelas kondisi sesungguhnya, maksud ketentuan hukum itu harus  disoroti  dan  didalami.   Misalnya, tentang segi bahasanya, proses terjadinya, hubungannya antara ketentuan hukum itu dengan ketentuan hukum yang lain.  Dalam  hal  ini harus ada upaya mengawinkan kedua ketentuan hukum itu (jam') atau memperkuat salah satu diantaranya (tarjih). Baik  upaya jam'  maupun  tarjih  sudah mempunyai tata aturan yang sudah baku dalam disiplin ilmu Usul Fiqh.&lt;br /&gt;Jika tingkat interpretasi ini sudah ditempuh dan ternyata kontradiksi  antara  dua  ketentuan  hukum  itu  juga  sudah teratasi, maka pada tingkat inilah dipersoalkan  kemungkinan adanya  nasikh-mansukh  antara dua ketentuan hukum tersebut. Kuncinya terletak pada soal historis yang  menyangkut  kedua ketentuan  hukum  tersebut.  Faktor asbab al-nuzul bagi ayat dan asbab al-wurud bagi Hadits, ada dalam tingkat ini. Maka setiap masalah nasikh-mansukh berada pada tingkat akhir dari suatu upaya interpretasi . &lt;br /&gt;G.    Kawasan penggunaan Naskh&lt;br /&gt;Masalah yang tidak kurang pentingnya disoroti,  sejauh  mana jangkauan  naskh  itu?  Apakah semua ketentuan hukum didalam syari'at ada kemungkinannya terjangkau naskh? Dalam hal  ini Imam Subki menukil pendapat Imam Ghazali bahwa esensi taklif (beban  tugas  keagamaan)  sebagai  suatu  kebulatan   tidak mungkin  terjangkau oleh naskh. Selanjutnya, Syekh Asshabuni mencuplik pendapat jumhur ulama bahwa naskh hanya menyangkut perintah dan larangan, tidak termasuk masalah berita, karena mustahil  Allah  berdusta( [21]).  Sejalan  dengan  ini  Imam Thabari  mempertegas,  nasikh-mansukh  yang  terjadi  antara ayat-ayat al-Qur'an yang mengubah halal menjadi haram,  atau sebaliknya,   itu   semua   hanya  menyangkut  perintah  dan larangan,   sedangkan    dalam    berita    tidak    terjadi nasikh-mansukh.&lt;br /&gt;Ungkapan  ini  cukup penting diperhatikan, karena soal naskh adalah  semata-mata  soal  hukum,  yang   hanya   menyangkut perintah  dan larangan, dan merupakan dua unsur pokok hukum. Hal seperti yang diuraikan di atas,  di  bidang  ilmu  Hukum dapat  kita  lihat  gambarnya  pada  Hukum  Dasar,  misalnya Undangundang  Dasar  Negara  yang  tidak   dapat   dijangkau pencabutan.  Adanya  pencabutan  terhadap  sesuatu peraturan hukum dan penetapan  peraturan  lain  untuk  menggantikannya hanya  berlaku  pada  undang-undang  organik atau peraturan, kedudukan dan kawasan naskh. Dengan demikian,  dengan  mudah kita dapat mengenal beberapa persyaratan, yaitu:  &lt;br /&gt;1. Adanya ketentuan hukum yang dicabut (Mansukh) dalam formulasinya tidak mengandung keterangan bahwa ketentuan itu berlaku untuk seterusnya atau selama-lamanya.&lt;br /&gt;2. Ketentuan hukum tersebut bukan yang telah mencapai kesepakatan universal tentang kebaikan atau keburukannya, seperti kejujuran dan keadilan untuk pihak yang baik serta kebohongan dan ketidakadilan untuk yang buruk.&lt;br /&gt;3. Ketentuan hukum yang mencabut (Nasikh) ditetapkan kemudian, karena pada hakikatnya nasikh adalah untuk mengakhiri pemberlakuan ketentuan hukum yang sudah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;4. Gejala kontradiksi sudah tidak dapat diatasi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.  Hikmah adanya Naskh&lt;br /&gt;Adanya nasikh-mansukh  tidak  dapat  dipisahkan  dari  sifat turunnya   al-Qur'an  itu  sendiri  dan  tujuan  yang  ingin dicapainya. Turunnya  Kitab  Suci  al-Qur'an  tidak  terjadi sekaligus, tapi berangsur-angsur dalam waktu 20 tahun lebih. Hal ini memang dipertanyakan orang ketika itu,  lalu  Qur'an sendiri  menjawab,  pentahapan  itu  untuk  pemantapan,  khususnya di bidang hukum. Dalam  hal  ini  Syekh  al-Qasimi berkata,  sesungguhnya  al-Khalik  Yang  Maha Suci lagi Maha Tinggi mendidik bangsa Arab selama  23  tahun  dalam  proses tadarruj (bertahap) sehingga mencapai kesempurnaannya dengan perantaraan berbagai sarana sosial. Hukum-hukum itu  mulanya bersifat  kedaerahan, kemudian secara bertahap diganti Allah dengan yang lain, sehingga bersifat  universal.  Demikianlah Sunnah   al-Khaliq   diberlakukan  terhadap  perorangan  dan bangsa-bangsa   dengan   sama.   &lt;br /&gt;Jika   engkau   melayangkan pandanganmu  ke  alam  yang  hidup  ini,  engkau  pasti akan mengetahui bahwa naskh  (penghapusan)  adalah  undang-undang alami   yang   lazim,  baik  dalam  bidang  material  maupun spiritual, seperti proses kejadian manusia dari  unsur-unsur sperma  dan  telur  kemudian  menjadi  janin,  lalu  berubah menjadi  anak,  kemudian  tumbuh  menjadi  remaja,   dewasa, kemudian  orang  tua dan seterusnya. &lt;br /&gt;Setiap proses peredaran (keadaan) itu merupakan bukti nyata, dalam alam  ini  selalu berjalan  proses tersebut secara rutin. Dan kalau naskh yang terjadi pada alam raya ini tidak lagi diingkari  terjadinya, mengapa  kita  mempersoalkan  adanya  penghapusan dan proses pengembangan serta tadarruj dari yang rendah ke  yang  lebih tinggi?  Apakah seorang dengan penalarannya akan berpendapat bahwa yang bijaksana langsung  membenahi  bangsa  Arab  yang masih  dalam  proses  permulaan itu, dengan beban-beban yang hanya patut bagi suatu bangsa yang telah  mencapai  kemajuan dan kesempurnaan dalam kebudayaan yang tinggi? Kalau pikiran seperti ini tidak akan diucapkan seorang yang berakal sehat, maka  bagaimana mungkin hal semacam itu akan dilakukan Allah swt. Yang Maha Menentukan  hukum,  memberikan  beban  kepada suatu  bangsa  yang masih dalam proses pertumbuhannya dengan beban yang tidak akan bisa dilakukan  melainkan  oleh  suatu bangsa  yang  telah  menaiki  jenjang  kedewasaannya?  Lalu, manakah yang lebih baik, apakah syari'at kita  yang  menurut sunnah  Allah  ditentukan  hukum-hukumnya  sendiri, kemudian di-nasakh-kan  karena  dipandang  perlu  atau  disempurnakan hal-hal  yang  dipandang  tidak  mampu  dilaksanakan manusia dengan alasan kemanusiaan? Ataukah  syari'at-syari'at  agama lain  yang  diubah  sendiri  oleh  para pemimpinnya sehingga sebagian hukum-hukumnya lenyap sama sekali?( [23])&lt;br /&gt; Syari'at Allah adalah perwujudan  dari  rahmat-Nya.  Dia-lah yang  Maha  Mengetahui kemaslahatan hidup hamba-Nya. Melalui sarana syari'at-Nya, Dia mendidik manusia hidup  tertib  dan adil  untuk  mencapai  kehidupan  yang  aman,  sejahtera dan bahagia di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Seteleh mempelajari dan melihat pembahasan yang telah dijabarkan panjang lebar&lt;br /&gt;diatas, dapat kami simpulkan bahwasannya:&lt;br /&gt;1. Asbabun nuzul didefinisikan “ sebagai suatu hal yang karenanya al-qur’an&lt;br /&gt;diturunkan untuk menerangkan status hukumnya, pada masa hal itu terjadi,&lt;br /&gt;baik berupa peristiwa maupun pertanyaan”, serta memiliki faedah didalamnya.&lt;br /&gt;2. Cara turunnya asbabun nuzul itu:&lt;br /&gt;a. Pertama ayat-ayat turun sebagai reaksi terhadap pertanyaan yang dikemukakan kepada nabi.&lt;br /&gt;b. Kedua ayat-ayat turun sebagai permulaan tanpa didahului oleh peristiwa atau pertanyaan.&lt;br /&gt;c.  Ketiga ayat-ayat yang mempunyai sebab turun itu terbagi menjadi dua&lt;br /&gt;kelompok;&lt;br /&gt;a. Ayat-ayat yang sebab turunnya harus diketahui ( hukum ) karena asbabun nuzulnya harus diketahui agar penetapan hukumnya tidak menjadi keliru.&lt;br /&gt;b. Ayat-ayat yang sebab turunnya tidak harus diketahui, ( ayat yang menyangkut kisah dalam al-qur’an).&lt;br /&gt;3. Faedah asbabun nuzul&lt;br /&gt;a. Membawa kepada pengetahuan tentang rahasia dan tujuan Allah secara khusus mensyari’atkan agama-Nya melalui al-qur’an.&lt;br /&gt;b. Membantu dalam memahami ayat dan menghindarkan kesulitannya.dapat menolak dugaan adanya Hasr ( pembatasan ).&lt;br /&gt;c. Dapat mengkhususkan (Takhsis) hukum pada sebab menurut ulama&lt;br /&gt;yang memandang bahwa yang mesti diperhatikan adalah kekhususan&lt;br /&gt;sebab dan bukan keumuman lafal.&lt;br /&gt;d. Diketahui pula bahwa sebab turun ayat tidak pernah keluar dari hukum&lt;br /&gt;yang terkandung dalam ayat tersebut sekalipun datang mukhasisnya (&lt;br /&gt;yang mengkhususkannya ).&lt;br /&gt;e. Diketahui ayat tertetu turun padanya secara tepat sehingga tidak terjadi&lt;br /&gt;kesamaran bisa membawa kepada penuduhan terhadap orang yang&lt;br /&gt;tidak bersalah dan pembebasan bagi orang yang tidak bersalah.&lt;br /&gt;f. Akan mempermudah orang menghafal ayat-ayat al-qur’an serta&lt;br /&gt;memperkuat keberadaan wahyu dalam ingatan orang yang&lt;br /&gt;mendengarnya jika mengetahui sebab turunnya.&lt;br /&gt;al-Qur'an merupakan  kesatuan  utuh. Tak  ada  pertentangan  satu  dengan  lainnya. Masing-masing saling menjelaskan al-Qur'an  yufassir-u  ba'dhuhu  ba'dha. Kitab Suci yang terdiri dari 6000 ayat lebih dan terbagi  dalam  114 kelompok  surat,  mengandung  berbagai jenis pembicaraan dan persoalan.&lt;br /&gt;Adanya nasikh-mansukh  tidak  dapat  dipisahkan  dari  sifat turunnya   al-Qur'an  itu  sendiri  dan  tujuan  yang  ingin dicapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 'Abbas Mutawalli Hamadah, Al-Sunnat al-Nabawiyyah&lt;br /&gt;Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Ushul al-Fiqh&lt;br /&gt;Abdul Wahid, Ramli.1994.ulumul qur’an.Jakarta:Rajawali&lt;br /&gt;Al Zarqani, Op.cit.,:80&lt;br /&gt;Al-khattan, Manna’ khalil.2001.Studi ilmu-ilmu qur’an.Bogor:PT. Pustaka litera antar nusa&lt;br /&gt;Al-Qasimi, Mahasin al-Ta'wil.&lt;br /&gt;Al-Thusi, Uddat al-Ushul&lt;br /&gt;Badr ad Din Muhammad bin 'Abdillah az Zarkasyi, al Burhan fi 'Ulum al Quran, jilid II:78&lt;br /&gt; Ibn Katsir, Tafsir-u 'l-Qur'an-i 'l-'Azhim&lt;br /&gt;Imam Abu Zahrah, Ushul al-Fiqh&lt;br /&gt;Imam Al-Subki, Jam' al-Jawami'&lt;br /&gt;Imam Muslim, Al-Jami' al-Shahih&lt;br /&gt; Jalaluddin al-Suyuthi, Al-Itqan&lt;br /&gt;Muhammad Ali Al-Shabuni, Rawai'al-Bayan&lt;br /&gt;Shihab, Op.cit.,:144&lt;br /&gt;Subhi ash Shalih, Mabahits fi 'Ulum al Quran, Dar al Qolam li al Malayin, Beirut 1988:271.&lt;br /&gt;Syadali, Ahmad.1997.Ulumul qur’an I.Bandung:CV. Pustaka Setia&lt;br /&gt;Thamrin, Husni.1982.Muhimmah ulumul qur’an.Semarang:Bumi Aksara&lt;br /&gt;Zuhdi, Masfuk.1993.Pengantar ulumul qur’an.Surabaya:Bina Ilmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-3359539543598242798?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/3359539543598242798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2011/11/asbabun-nuzul-dan-nasikh-mansukh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3359539543598242798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3359539543598242798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2011/11/asbabun-nuzul-dan-nasikh-mansukh.html' title='ASBABUN NUZUL DAN NASIKH MANSUKH'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-1941934721195543765</id><published>2011-11-22T14:34:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T14:58:42.917-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KUMPULAN MAKALAH'/><title type='text'>STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN NORMATIF</title><content type='html'>STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN NORMATIF&lt;br /&gt;Makalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Pendekatan Studi Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMESTER I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembimbing : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Adi Mansah, Lc., S.Hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM PASCASARJANA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAGISTER STUDI ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA&lt;br /&gt;2011&lt;br /&gt;1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN NORMATIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Agama bukan hanya sekedar lambang kesalehan umat atau topik dalam kitab suci umat beragama, namun secara konsepsional kehadiran agama semakin dituntut aktif untuk menunjukkan cara-cara paling efektif dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia.&lt;br /&gt;Tuntutan yang demikian itu akan mudah dijawab oleh kita sebagai kalangan intelektual muslim dan siapa saja tatkala kita sebagai muslim memahami “agama kita sendiri”.bukan hanya sekedar pemahaman dengan pendekatan normatif namun juga harus dilengkapi dengan pendekatan lain, yang secara operasional konseptual dapat memberikan jawaban atas permasalahan-permasalahan umat.&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud dengan pendekatan disini adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu pengetahuan yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama.&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang persoalan diatas, maka dirasa penting untuk mengetahui berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami agama sekaligus menjawab permasalahan-permasalahan umat manusia . Sehingga agama akan terasa lebih bermakna dan hadir kokoh dalam masyarakat tatkala kita paham akan agama kita. Sebaliknya tanpa mengetahui berbagai pendekatan tersebut, agama akan menjadi sulit untuk difahami oleh masyarakat, tidak fungsional dan akhirnya masyarakat mencari pemecahan masalah kepada selain agama (Naudzubillahi Min Dzalik). Oleh karna itu dalam hal ini kami akan mencoba menggali dan mengemukakan sebuah pendekatan studi islam secara normatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;br /&gt;RUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Untuk mempermudah pembahasan dalam makalah ini dirumuskan permasalahan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Pengertian Metode Studi Islam...?&lt;br /&gt;b. Pengertian Islam Normatif...?&lt;br /&gt;c. Pengertian Pendekatan Normatif ...?&lt;br /&gt;d. Macam-macam Metode dan Pendekatan...?&lt;br /&gt;e. Aplikasi Pendekatan Normatif...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;A. Pengertian Metode Studi Islam&lt;br /&gt;Kata metode berasal dari bahasa Yunani. Secara etimologi (bahasa), kata metode berasal dari dua suku kata, yaitu meta dan hodos. Meta berarti “melalui" dan hodos berarti “jalan” atau “cara”.   Dalam Bahasa Arab metode dikenal dengan istilah الطريقة yang berarti langkah-langkah strategis yang harus dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan.  Sedangkan dalam bahasa Inggris metode disebut method yang berarti "cara" dalam bahasa Indonesia. &lt;br /&gt;Sedangkan menurut terminologi (istilah) para ahli memberikan definisi yang beragam tentang metode, terlebih jika metode itu sudah disandingkan dengan kata pendidikan atau pengajaran diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;br /&gt;Winarno Surakhmad mendefinisikan bahwa metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan. &lt;br /&gt;Abu Ahmadi mendefinisikan bahwa metode adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. &lt;br /&gt;Ramayulis mendefinisikan bahwa metode adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan demikian metode mengajar merupaka alat untuk menciptakan proses pembelajaran. &lt;br /&gt;Omar Mohammad mendefinisikan bahwa metode bermakna segala kegiatan yang terarah yang dikerjakan oleh guru dalam rangka kemestian-kemestian mata pelajaran yang diajarkannya, cirri-ciri perkembangan muridnya, dan suasana alam sekitarnya dan tujuan menolong murid-muridnya untuk mencapai proses belajar yang diinginkan dan perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku mereka. &lt;br /&gt;Adapun menurut Prof Dr. H. Abuddin Nata, MA. Menjelaskan bahwa Metode dapat diuraikan, secara garis besar ada dua. Pertama, metode komparasi, yaitu suatu cara memahami agama dengan membandingkan seluruh aspek yang ada dalam agama Islam tersebut dengan agama lainnya, dengan demikian akan dihasilkan pemahaman Islam yang objektif dan utuh. Kedua, metode sintesis, yaitu suatu cara memahami Islam yang memadukan metode ilmiah dengan segala cirinya yang rasional, objektif, kritis, dan seterusnya dengan metode teologis normatis.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;br /&gt;Demikianlah penjabaran tentang definisi metode yang dapat kami kemukakan, kalo kita mengaji lebih dalam lagi maka  akan membutuhkan waktu yang sangat lama sekali dan tidak akan ada habisnya bahkan banyak lagi istilah-istilah yang akan kita dapat dan temukan, Insyallah akan kita bahas dalam segment lain.&lt;br /&gt;Jadi sebagai inti dari Metode Studi Islam itu sendiri ialah menurut Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA. Bahwa Dikalangan para ahli masih terdapat perbedaan disekitar permasalahan apakah studi islam (agama) dapat dimasukkan ke dalam bidang ilmu pengetahuan, mengingat sifat dan karakteristik antara ilmu pengetahuan dan agama berbeda.&lt;br /&gt;Pada dataran normativitas studi Islam agaknya masih banyak terbebani oleh misi kagamaan yang bersifat memihak, romantis, dan apologis, sehingga kadar muatan analisis, kritis, medodologis, historis, empiris, terutama dalam menelaah teks-teks atau naskah-naskah keagamaan produk sejarah terdahulu kurang begitu ditonjolkan, kecuali dalam lingkungan para peneliti tertentu yang masih sangat terbatas. &lt;br /&gt;Dengan demikian secara sederhana dapat dekemukakan jawabannyabahwa dilihat dari segi normatif sebagaimana yang terdapat di dalam Alquran dan hadis, maka Islam lebih merupakan agama yang tidak dapat diberlakukan kepadanya pradigma ilmu pengetahuan, yaitu pradigma analisistis, kritis, metodologis, historis, dan empiris. Sebagai agama, Islam lebih bersifat memihak romantis, apologis, dan subjektif. sedangkan jika dilihat dari segi historisnya yakni islam dalam arti yang dipraktikkan oleh manusia serta tumbuh dan berkembang dalam sejarah kehidupan manusia, maka Islam dapat dikatakan sebagai sebuah disiplin ilmu, yakni ilmu keislaman atau Islam Studies. Perbedaan dalam melihat Islam yag demikian itu dapat menimbulkan perbedaan dalam menjelaskan Islam itu &lt;br /&gt;5. &lt;br /&gt;sendiri. Ketika islam dilihat dari sudur normatif, Islam merupakan agama yang di dalamnya berisi ajaran Tuhan dengan urusan akidah dan muamalah sedangkan ketika Islam dilihat dari sudut historis atau sebagaimana yang tampak dalam Islam tampil sebagai sebuah disiplin ilmu (Islamic Studies).&lt;br /&gt;B. Islam Normatif&lt;br /&gt;Islam normatif adalah islam pada dimensi sakral yang diakui adanya realitas transendetal yang bersifat mutlak dan universal, melampaui ruang dan waktu atau sering disebut realitas ke-Tuhan-an. &lt;br /&gt;Pada umumnya normativitas ajaran wahyu dibangun, dibakukan dan ditelaah lewat berbagai suatu pendekatan doktrinal teologis. Disini jelas bahwa Islam merupakan sebuah sistem universal yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam islam segala hal yang menyangkut kebutuhan manusia, dipenuhi secara lengkap semuanya diarahkan agar manusia mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan manusiawi sesuai dengan kodrat kemanusianya. Jika hal ini dilakukan, maka akan selamat dunia akherat. Sebagai sebuah sistem, islam memiliki sumber ajaran yang lengkap, yakni Al-Quran dan Al-Hadits. Al-Quran dipandang sebagai sumber ajaran dan sumber hukum islam yang pertama dan utama, sedang hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Quran.&lt;br /&gt; Ketika Al-Quran dan Hadits dijadikan, dipahami dan dijadikan sebagai obyek kajian, maka muncullah penafsiran pemahaman dan pemikiran. Demikian juga lahirlah berbagai jenis ilmu islam yang kemudian disebut”الدراسة الاسلامية” atau “Islamic Studies”. Jika Al-Quran dan Hadits, dipahami dalam bentuk pengetahuan islam, maka kebenaranya berubah menjadi relatif, dan tidak lagi mutlak. Hal ini karena pemahaman, pemikiran dan penafsiran merupakan hasil upaya manusia dalam mendekati kebenaran yang dinyatakan  dalam Wahyu Allah &lt;br /&gt;6. &lt;br /&gt;dan sunnah Rasulullah..Karena produk manusia, maka hasilnya relatife bisa benar, tapi juga bisa salah. Bisa benar unuk waktu tertentu, tapi tidak untuk waktu yang lain.  &lt;br /&gt; Untuk memahami Al-Quran dan Hadits sebagai sumber ajaran Islam, maka diperlukan berbagai pendekatan metodologi pemahaman Islam yang tepat, akurat dan responsible. Dengan demikian, diharapkan Islam sebagai sebuah sistem ajaran yang bersumber pada Al-Quran dan Hadits dapat dipahami secara komprehensif. Dan diantara pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Normatif.  &lt;br /&gt;C. Pendekatan Normatif&lt;br /&gt;Sebuah pendekatan yang lebih menekankan aspek norma-norma dalam ajaran Islam sebagaimana terdapat dalam Alqur’an dan Sunnah. Dalam pandangan islam normatif kemurnian islam dipandang secara tekstual berdasarkan Alqur’an dan Hadits selain itu dinyatakan bid’ah.&lt;br /&gt;Kajian islam normative melahirkan tradisi teks : tafsir, teologi, fiqh, tasawuf, filsafat. &lt;br /&gt;• Tafsir  : tradisi penjelasan dan pemaknaan kitab suci &lt;br /&gt;• Teologi : tradisi pemikiran tentang persoalan ketuhanan &lt;br /&gt;• Fiqh   : tradisi pemikiran dalam bidang yurisprudensi (tata hukum)&lt;br /&gt;• Tasawuf : tradisi pemikiran dan laku dalam pendekatan diri pada Tuhan &lt;br /&gt;• Filsafat : tradisi pemikiran dalam bidang hakikat kenyataan, kebenaran dan kebaikan&lt;br /&gt;Disamping itu bahwa pendekatan normatif digunakan untuk memahami Islam yang terkandung dalam kitab suci. Melalui metode pendekatan normatif ini &lt;br /&gt;7. &lt;br /&gt;seseorang memulainya dari meyakini Islam sebagai agama yang mutlak benar. Hal ini didasarkan pada alasan, karena agama berasal dari Tuhan dari apa yang berasal dari Tuhan mutlak benar, maka agamapun mutlak benar Setelah itu dilanjutkan dengan melihat agama sebagaimana norma ajaran yang berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan manusia yang secara keseluruhan diyakini amat ideal. Melalui metode normatif yang tergolong tua usianya ini dapat dihasilkan keyakinan dan kecintaan yang kuat, kokoh, dan militan pada Islam, sedangkan dengan metode ilmiah yang dinilai sebagai tergolong Muda usianya ini dapat dihasilkan kemampuan menerapkan Islam yang diyakini dan dicintainya itu dalam kenyataan hidup serta memberi jawaban terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi manusia.&lt;br /&gt;Menurut para fuqaha’ aspek normatif adalah aspek ibadah mahdah yang ditekankan pada aspek-aspek legalitas formalitas-eksternal, sehingga kurang apresiatif terhadap dimensi esoteris, yang juga melekat pada religius imperatif yang bersifat mahdhah tersebut. Sedang aspek historis baik yang berkaitan dengan persoalan sosial, politik, budaya ekonomi, pendidikan, lingkungan hidup, kemiskinan dan sebagainya dianggap termasuk ghairu mahdhah, sehingga dikategorikan fard kifayah. Pengkategorian semacam ini berdampak dalam pemikiran demikian besar dalam tatanan pemikiran umat Islam, yakni permasalahan yang masuk dalam kategori fard kifayah kurang diminati, lantaran sudah terselesaikan lewat perwakilan beberapa kalangan saja. Sedangkan perwakilan itu sendiri tidak jelas. Jadi, jika dalam kelompok ibadah mahdhah campur tangan akal pikiran tidak diperbolehkan, maka kelompok fard kifayah inilah yang sebenarnya menumbuhkan wacana intelektual yang kritis dan obyektif. Sebab, dalam wilayah fard kifayah ini terdapat pergumulan dan wacana epistemologi keislaman yang berat, dan di sini pula membutuhkan pendekatan empiris yang obyektif dan rasional.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Macam-macam Metode dan Pendekatan&lt;br /&gt;8. &lt;br /&gt;1. Macam-macam metode&lt;br /&gt;Menurut Abdurrahman Saleh Abdullah dalam bukunya "jenis-jenis metode pendidikan islam" menjelaskan bahwa metode itu dapat dibagi menjadi lima jenis:&lt;br /&gt;a. Metode Ceramah, yaitu suatu metode yang dilakukan dengan cara penyampaian pengertian-pengertian bahan pembelajaran kepada pelajar dengan jalan penerangan atau penuturan secara lisan. Tujuan yang hendak dicapai dari metode ini adalah untuk memberikan dorongan psikologis kepada peserta didik.&lt;br /&gt;b. Metode Diskusi, yaitu suatu sistem pembelajaran yang dilakukan dengan cara berdiskusi. Dalam metode ini pertanyaan yang diajukan mengandung suatu masalah dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu jawaban saja. Jawaban yang terdiri dari berbagai kemungkinan, memerlukan pemikiran yang saling menunjang dari peserta diskusi, untuk sampai pada jawaban akhir yang disetujui sebagai jawaban yang paling benar atau terbaik.&lt;br /&gt;c. Tanya Jawab dan Dialog, yaitu penyampaian pembelajaran dengan guru mengajukan pertanyaan dan pelajar atau siswa menjawabnya atau berdialog dengan cara saling bertukar fikiran. Metode ini secara murni tidak diawali dengan ceramah, tetapi murid sebelumnya sudah diberi tugas, membaca materi pelajaran tertentu dari sebuah buku.Teknik ini akan membawa kepada penarikan deduksi. Dalam pendidikan, deduksi merupakan suatu metode pemikiran logis yang sangat bermanfaat. Formulasi dari suatu metode umum diluar fakta ternyata lebih berguna sebab peserta didik akan dapat membandingkan dan menyusun konsep-konsep.&lt;br /&gt;d. Metode Perumpamaan atau Metafora. Penjelasan konsep-konsep abstrak dengan makna-makna kongkrit memberi gambaran yang jelas bagi peserta didik. Perumpamaan disini adalah perumpamaan yang terdapat dalam al-Qur'an. Seperti,&lt;br /&gt;مثل الذين اتخذو من دو ن الله اولياء كمثل العنكبوت اتخذت بيتا, وانٌِ اوهن البيوت لبيت العنكبوت لوكانوا يعلمون.&lt;br /&gt;9. &lt;br /&gt;yang artinya: "perumpamaan-perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah, padahal sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahuinya " &lt;br /&gt;f. Metode Hukuman, yaitu metode yang dilakukan dengan memberikan hukuman kepada peserta didik. Hukuman merupakan metode paling buruk dari metode yang lainnya, tetapi dalam kondisi tertentu harus digunakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode ini adalah: hukuman adalah metode kuratif artinya tujuan hukuman untuk memperbaiki peserta didik dan bukan untuk balas dendam, hukuman baru digunakan apabila metode yang lainnya tidak berhasil, sebelum dijatuhi hukuman peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk memperbaiki dirinya, hukuman yang dijatuhkan kepada peserta didik, hendaknya dapat dimengerti oleh peserta didik, sehingga ia sadar akan kesalahannya.&lt;br /&gt;2. Macam-macam pendekatan &lt;br /&gt;Menurut Ramayulis pendekatan pandangan falsafi terhadap subject matter             yang harus diajarkan dan selanjutnya melahirkan metode mengajar.  Menurutnya setidaknya ada enam pendekatan yang dapat digunakan pendidikan Islam dalam pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pendekatan pengalaman. Yaitu pemberian pengalaman keagamaan kepada peserta didik dalam rangka penanaman nilai-nilai keagamaan. Dengan pendekatan ini peserta didik diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman keagamaan, baik secara individual maupun kelompok. Ada pepatah yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pendekatan pembiasaan. Pembiasaan adalah suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa direncanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja yang &lt;br /&gt;10. &lt;br /&gt;kadang kala tanpa dipikirkan. Pendekatan pembiasaan dalam pendidikan berarti memberikan kesempatan kepada peserta didik terbiasa mengamalkan ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pendekatan emosional. Pendekatan emosional adalah usaha untuk menggugah perasaan dan emosi peserta didik dalam meyakini ajaran Islam serta dapat merasakan mana yang baik dan mana yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pendekatan rasional, yaitu suatu pendekatan mempergunakan rasio dalam memahami dan menerima kebesaran dan kekuasaan Allah. Dengan kekuatan akalnya manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, bahkan dengan akal yang dimilikinya juga manusia juga dapat membenarkan dan membuktikan adanya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pendekatan fungsional, yaitu suatu pendekatan dalam rangka usaha menyampaikan materi agama dengan menekankan kepada segi kemanfaatan pada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ilmu Agama yang dipelajari anak di sekolah bukanlah hanya sekedar melatih otak tetapi diharapkan berguna bagi kehidupan anak, baik dalam kehidupan individu maupun dalam kehidupan social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pendekatan keteladanan. Pendekatan keteladanan adalah memperlihatkan keteladanan baik yang berlangsung melalui penciptaan kondisi pergaulan yang akrab antara personal sekolah, perilaku pendidik dan tenaga kependidikan lainnya yang mencerminkan akhlak terpuji, maupun yang tidak langsung melalui suguhan ilustrasi berupa kisah-kisah ketauladanan. Dan masih banyak lagi metode-metode yang tidak sempat kami sebutkan satu persatu dalam makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Aplikasi Pendekatan Normatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam aplikasinya, pendekatan nomatif tekstualis barangkali tidak menemui kendala yang cukup berarti ketika dipakai untuk melihat dimensi islam &lt;br /&gt;11. &lt;br /&gt;normatif yang bersifat Qoth’i. persoalanya justru akan semakin rumit ketika pendekatan ini dihadapkan pada realita dalam Al-Quran maupun Hadits yang tidak tertulis secara eksplisit namun kehadiranya diakui dan bahkan diamalkan oleh komunitas tertentu secara luas. Contoh yang paling kongkrit adalah adanya ritual tertentu dalam komunitas muslim yang sudah mentradisi secara turun temurun, seperti slametan(Tahlilan atau kenduren).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut terlihat bahwa pendekatan normatif tekstualis dalam memahami agama menggunakan cara berpikir deduktif, yaitu cara berpikir yang berawal dari keyakinan yang diyakini benar dan mutlak adanya sehingga tidak perlu dipertanyakan lebih dulu, melainkan dimulai dari kaeyakinan yang selanjutnya diperkuat dengan dalil-salil dan argumentasi.&lt;br /&gt;Pendekatan normatif tektualis sebagaimana disebutkan diatas telah menunjukan adanya kekurangan yang antara lain eksklusif dogmatis, tidak mau mengakui adanya paham golongan lain bahkan agama lain dan sebagainya. &lt;br /&gt;Namun demikian melalui pendekatan norrmatift tektualis ini seseorang akan memiliki sikap militansi dalam beragama, yakni berpegang teguh kepada agama yang diyakininya sebagai yang benar, tanpa memandang dan meremehkan agama lainya. Dengan pendekatan yang demikian seseorang akan memiliki sikap fanatis terhadap agam yang di anutnya. &lt;br /&gt;Saat ini kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktif di dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia.Agama tidak boleh hanya sekedar menjadi lambang keshalihan atau berhenti sekedar disampaikan dalam khutbah,melainkan secara operasional konseptual dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;br /&gt;Seiring perkembangan zaman yang selalu berubah dan disertai dengan munculnya berbagai persoalan baru dalam kehidupan manusia,maka menjadi sebuah keniscayaan untuk memahami agama sesuai dengan zamanya.  Oleh karena itu, berbagai pendekatan dalam memahami agama yang bersumber dari al-Quran dan Hadits memiliki peran yang sangat setrategis.&lt;br /&gt;        Dalam kaitan ini agama tampil sangat prima dengan seperangkat ciri khasnya. Agama islam secara normatif pasti benar dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. Untuk bidang sosial agama tampil menawarkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, kesetiakawanan, tolong menolong,tenggang rasa, persamaan derajat dan sebagainya. Untuk bidang ekonomi agama tampil menawarkan keadilan, kebersamaan, kejujuran dan saling menguntungkan. Untuk bidang ilmu pengetahuan agama tampil mendorong pemeluknya agar memiliki pengetahuan dan tehnologi yang setinggi-tingginya, menguasai ketrampilan, keahlian dan sebagainya. Demikian pula untuk bidang kesehatan, lingkungan hidup, kebudayaan, politik dan sebagainya agama tampil sangat ideal dan yang dibangun berdasarkan dalil-dalil yang terdapat dalam ajaran agama yang bersangkutan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;F. Kesimpulan&lt;br /&gt;Studi islam secara metodologis memiliki urgensi dan signifikansi dalam konteks untuk memahami cara mendekati islam,baik pada tataran realitas-empirik maupun normatif-doktrinal secara utuh dan tuntas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;13. &lt;br /&gt;Islam tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja seraya menafikan sudut pandang lainya yang kehadiranya sama-sama penting. Apabila islam hanya dilihat dari satu sisi saja,maka akibat yang ditimbulkanya pun mudah ditebak, yaitu reduksi dan distorsi makna. Sebagai akibatnya gambaran islam yang utuh-tanpa diwarnai oleh sikap apologetik dan truth claim sepihak rasanya akan sulit dicapai. &lt;br /&gt;Perkembangan zaman yang selalu berubah dan disertai munculnya berbagai persoalan baru dalam kehidupan manusia,menjadi sebuah tuntutan untuk memahami agama sesuai zamanya.&lt;br /&gt;Tuntutan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala pemahaman agama yang selama ini banyak menggunakan pendekatan tologis-normatif dilengkapi dengan pemahaman agama yang menggunakan pendekatan lain yang secara oprasional konseptual dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.&lt;br /&gt;Sebaiknya umat islam tidak hanya memahami islam melalui pendekatan teologis saja,agar pemahaman tentang islam menjadi integral,universal,dan komprehensif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله اعلم على كل شيء&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;- Al-Quranu Al-Karim dan Terjemahannya&lt;br /&gt;- DR.H.Abudin Nata,MA.Metodologi Studi Islam,PT Raja Grafindo Persada &lt;br /&gt;   Jakarta, Tahun1998.&lt;br /&gt;- Al Syaibani, Omar Mohammad, 1979, Falsafah Pendidikan Islam, Jakarta :    &lt;br /&gt;   Bulan Bintang&lt;br /&gt;- Echol, Jhon M dan Shadily, Hasan, 1995, Kamus Inggris Indonesia, Jakarta :  &lt;br /&gt;  Gramedia Pustaka Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ramayulis, 2008, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Kalam Mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ramayulis dan Nizar, Samsu, 2009, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Kalam&lt;br /&gt;   Mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Surakhmad, Winarno, 1998, Pengantar Interaksi Belajar Mengajar, Bandung : &lt;br /&gt;   Tarsito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Dirjend Pendidikan Islam,Metodologi studi islam,Depag,Tahun 2002.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-1941934721195543765?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/1941934721195543765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2011/11/makalah-studi-islam-dengan-pendekatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/1941934721195543765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/1941934721195543765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2011/11/makalah-studi-islam-dengan-pendekatan.html' title='STUDI ISLAM DENGAN PENDEKATAN NORMATIF'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-3990737745615010711</id><published>2009-12-24T14:11:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T14:15:49.853-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PALANTA'/><title type='text'>Suami Yang Minta Ijin Poligami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SzPnf6G7w2I/AAAAAAAAANo/HKZEz5Tixg0/s1600-h/poligami.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SzPnf6G7w2I/AAAAAAAAANo/HKZEz5Tixg0/s320/poligami.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418929312017138530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku,&lt;br /&gt;Jika engkau bumi, akulah matahari&lt;br /&gt;Aku menyinari kamu&lt;br /&gt;Kamu mengharapkan aku&lt;br /&gt;Ingatlah bahtera yg kita kayuh, begitu penuh riak gelombang&lt;br /&gt;Aku tetap menyinari bumi, hingga kadang bumi pun silau&lt;br /&gt;Lantas aku ingat satu hal&lt;br /&gt;Bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, ada planet lain yg juga mengharap aku sinari&lt;br /&gt;Jadi..&lt;br /&gt;Relakanlah aku menyinari planet lain, menebar sinarku&lt;br /&gt;Menyampaikan faedah adanya aku, karna sudah kodrati&lt;br /&gt;dan Tuhan pun tak marah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan Puisi sang istri ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku,&lt;br /&gt;Bila kau memang mentari, sang surya penebar cahaya&lt;br /&gt;Aku rela kau berikan sinarmu kepada segala planet yg pernah TUHAN&lt;br /&gt;ciptakan karna mereka juga seperti aku butuh penyinaran dan akupun juga&lt;br /&gt;Tak akan merasa kurang dengan pencahayaanmu&lt;br /&gt;AKAN TETAPIIIIIIII..&lt;br /&gt;Bila kau hanya sejengkal lilin yg berkekuatan 5 watt, jangan bermimpi menyinari planet lain!!!&lt;br /&gt;Karena kamar kita yg kecil pun belum sanggup kau terangi&lt;br /&gt;Bercerminlah pd kaca di sudut kamar kita, di tengah remang-remang&lt;br /&gt;Pencahayaanmu yg telah aku mengerti utk tetap menguak mata&lt;br /&gt;Coba liat siapa dirimu... MENTARI atau lilin ? PLIS DEH...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-3990737745615010711?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/3990737745615010711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/12/puisi-suami-yang-minta-ijin-poligami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3990737745615010711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3990737745615010711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/12/puisi-suami-yang-minta-ijin-poligami.html' title='Suami Yang Minta Ijin Poligami'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SzPnf6G7w2I/AAAAAAAAANo/HKZEz5Tixg0/s72-c/poligami.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4664062648889157545</id><published>2009-12-23T08:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T11:42:10.559-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Puisi Untuk Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SzPD89dbNpI/AAAAAAAAANg/c2G5acGpiVg/s1600-h/14647_1234669440982_1656597236_607320_2084515_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 277px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SzPD89dbNpI/AAAAAAAAANg/c2G5acGpiVg/s320/14647_1234669440982_1656597236_607320_2084515_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418890228714387090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku&lt;br /&gt;Kau ada di sana …&lt;br /&gt;Di saat aku terluka&lt;br /&gt;hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku&lt;br /&gt;Kau masih ada di sana…&lt;br /&gt;Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,&lt;br /&gt;terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam&lt;br /&gt;hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!&lt;br /&gt;Kau tetap ada di sana…&lt;br /&gt;memberiku isyarat untuk tetap bertahan&lt;br /&gt;Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku&lt;br /&gt;“Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,&lt;br /&gt;Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya&lt;br /&gt;Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu&lt;br /&gt;Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain”&lt;br /&gt;Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku&lt;br /&gt;memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku&lt;br /&gt;Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih&lt;br /&gt;Kusandarkan diriku di bahumu&lt;br /&gt;Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku&lt;br /&gt;Menghancurleburkan segala keangkuhan diri&lt;br /&gt;Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia&lt;br /&gt;Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu&lt;br /&gt;Kutatap perlahan…&lt;br /&gt;matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan&lt;br /&gt;Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,&lt;br /&gt;jatuh…setetes demi setetes&lt;br /&gt;Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu&lt;br /&gt;Laksana oase di terik panasnya gurun sahara&lt;br /&gt;Ibu…&lt;br /&gt;Nasihatmu memberi kekuatan untukku&lt;br /&gt;rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku&lt;br /&gt;untuk ,menapaki hari-hari penuh liku&lt;br /&gt;…semoga semua itu tak akan pernah layu!&lt;br /&gt;Ibu…&lt;br /&gt;Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan&lt;br /&gt;dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora&lt;br /&gt;dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4664062648889157545?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4664062648889157545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/12/puisi-untuk-ibu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4664062648889157545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4664062648889157545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/12/puisi-untuk-ibu.html' title='Puisi Untuk Ibu'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SzPD89dbNpI/AAAAAAAAANg/c2G5acGpiVg/s72-c/14647_1234669440982_1656597236_607320_2084515_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-576769741296881149</id><published>2009-12-13T11:28:00.001-08:00</published><updated>2009-12-13T11:33:39.980-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Bidadari Pun Cemburu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SyVBKXEnmSI/AAAAAAAAANQ/4Ws5nIPc1v0/s1600-h/BIDADARI+8.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SyVBKXEnmSI/AAAAAAAAANQ/4Ws5nIPc1v0/s400/BIDADARI+8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414805773230774562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah engkau mendengar sabda Rasulullah SAW dan beliau tidak pernah berdusta : “Aku melihat penduduk neraka saling memakan satu sama lain dan kebanyakan dari mereka adalah wanita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT sesungguhnya telah menyiapkan syurga dan menyediakan istana-istana sebagai tempat tinggalmu, bahkan ada para pelayan dan malaikat untuk menyambut dan melayanimu. Malaikat yang diciptakan dari cahaya dan beribadah sepanjang waktu di tugaskan untuk melayani para penghuni surga. Adapun gambaran syurga itu sendiri tak dapat tergambarkan oleh khayalan kita dengan segala kesempurnaan kebahagiaan dan keceriaan yang terdapat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT kemudian mengutus para RasulNya dan menurunkan Kitab-kitabNya supaya manusia berjalan menuju ke SyurgaNya. Agar manusia beristirahat dari segala kelelahan dan kepenatan yang di rasakannya di dunia. Allah SWt tidak pernah menyuruh kita untuk melaksanakan sesuatu kecuali hal itu bermanfaat bagi kita, dan begitu juga sebaliknya tidak pernah Allah melarang sesuatu kecuali berbahaya bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapakah banyak diantara kita yang enggan untuk menempati kediamannya di syurga, Rasulullah SAW bersabda : « Tidaklah salah seorang diantara kalian kecuali dia memiliki dua kedudukan, salah satunya di syurga dan yang lain di neraka. Apabila dia menjadi penghuni neraka maka akan tempatnya disyurga akan di gantikan orang lain ». Lalu mengapa banyak diantara kita yang memilih neraka sebagai akhir hidupnya,dan mayoritas penduduk neraka adalah kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku…&lt;br /&gt;Lihatlah betapa Allah SWT telah mencurahkan betapa banyak nikmat yang tak pernah terputus. Pandanglah kesempurnaan ciptaan Allah dalam dirimu dan Allah SWt memberimu banyak keistimewaan dari saudaramu.&lt;br /&gt;Namun kemudian dengan nikmat-nikmat Allah itu kau bermaksiat, kau tidak menutup auratmu bahkan memamerkan sebagian lekuk tubuhmu. Kau tak menjaga pandanganmu bahkan terus memandang apa-apa yang di haramkan Allah SWT. Kau tak menjaga mulutmu dari aib orang lain. Kau mendengarkan lagu-lagu picisan yang penuh dengan hawa nafsu.&lt;br /&gt;Tidak takutkah kita akan suatu hari dimana semua itu di pertanyakan…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku…&lt;br /&gt;Maka tempat para wanita yang menjadi penghuni neraka tadi digantikan oleh para bidadari yang kecantikannya melebihi kecantikan seluruh wanita yang ada didunia walaupun mereka berkumpul. Wajahnya begitu sempurna tiada cacat, matanya seakan sorot lampu yang tidak redup tetapi tidak juga menyilaukan, seandainya ia turun kebumi maka cahaya matahari dan bulan pun akan terkalahkan. Seandainya ia meludah maka lautan pun akn menjadi tawar rasanya. Seandainya ia tetawa maka hati akan bergetar mendengar renyah tawanya. Allah SWt menciptakannya tanpa kekurangan sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku…&lt;br /&gt;Tidakkah kau cemburu dengan keadaannya, Said bin Amir RA pernah berkata kepada istrinya saat isrtinya menangis tatkala ia membagikan seluruh harta pemberian Khalifah Umar bin Khattab RA kepada rakyatnya; “kamu tahu di syurga terdapat para bidadari yang apabila salah seorang dari mereka turun ke bumi maka langit dan bumi akan terisi dengan cahayanya, bahkan matahari dan rembulan seakan meredup… maka mengorbankanmu demi mereka lebih baik dari pada mengorbankan mereka demi kamu” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kau tidak cemburu, sedangkan Ummu Salamah istri Rasulullah  SAW sendiri begitu cemburu. Ketika suatu saat Rasulullah SAW shalat dengan khusuknya membaca ayat-ayat yang bercerita tentang bidadari, Ummu Salamah tahu bahwa Rasulullah SAW sedang meminta kepada Allah agar dikaruniai bidadari. Maka seusai dari shalatnya Ummu Salamah segera mendekati Rasulullah menayakan tentang makna-makna dalam Al-Quran, sampai Ummu Salamah bertanya apakah makna dari “Kawa’iba atroba” barulah Rasulullah SAW menyadarai kecemburuannya Di akhir percakapannya ia bertanya : Apabila seorang Beriman dan taat kepada Allah SWT, apakah ia mendapatkan hal yang sama seperti para bidadari itu, dengan tanggap Rasulullah SAW menjawab : “Tentu, Bahkan ia mendapatkan lebih dari itu dan dijadikan para bidadari itu pelayan baginya” (au kama Qola bihi Rasululllah SAW ) afwan nih lupa haditsnya , soalnya pernah denger cermah di kaset sekilas aja.   . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku…&lt;br /&gt;Mengapakah kita masih menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Allah SWT. Kedudukan seorang wanita yang shalehah dan taat kepada Allah dan RasulNya juga kepada suaminya selama tidak menyuruh kepada kemungkaran adalah lebih baik daripada para Bidadari yang Allah ciptakan dari pemata. Sungguh jika engkau mau bersabar sedikit saja maka para bidadari itu akan memandangmu cemburu. Bagaimana tidak cemburu sedangkan engkau adalah wanita pilihan Allah SWt yang telah lulus menempuh ujian di dunia?, Bagaimana tidak cemburu jika Allah memberikan padamu surgaNYa yang luasnya seluas langit dan bumi?, Bagaimana tidak cemburu sedang engkau mendapat Ridha Nya?, lalu apalagi yang lebih berharga selain ridha Allah SWt?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku…&lt;br /&gt;Mungkin ini adalah nasehat terakhir yang kau terima. Sekarang saatnya kau harus memutuskan sebuah keputusan. Apakah kau mau terus berleha –leha dengan kewajibanmu atau kau akan kembali kepada Nya?, jika kau memutuskan untuk kembali kepangkuan Allah maka ketahuilah Allah akan sangat bahagia menerimamu. Dalam suatu hadisnya Rasulullah SAW menjelaskan : Bisakah engkau menjelaskan kebahagian seorang musafir yang kehilangan untanya di sebuah padang pasir yang gersang, sedang ia tidak membawa perbekalan kecuali apa yang dibawa oleh untanya, kemudian ia tertidur pulas dan disaat terbangun ia menemukan unta dan segala perbekalannya ada di hadapannya. Ia begitu bahagia sehingga berkata ; Ya Allah, Engkau hambaku dan aku tuhan Mu, musafir itu salah ucap karena kegembiraannya. Rasulullah SAW kemudian menjelaskan Allah lebih bahagia daripada musafir itu saat menerima orang – orang yang bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku…&lt;br /&gt;Tempuhlah jalan kembali kepada Nya…&lt;br /&gt;Sungguh seakan aku melihat Allah SWt tersenyum kepadamu, dan pintu – pintu surga Nya terbuka menyambut kehadiranmu yang kelelahan oleh rutinitas duniawi. Sungguh seakan aku melihat para bidadari cemburu namun juga kagum dengan kehadiranmu. Engkaulah wanita yang telah berhasil menempuh ujian Allah di dunia, engkaulah wanita yang mendapat keridhaan dari Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku…&lt;br /&gt;Dan apabila engkau telah mendapat Hidayah dari Nya maka doakanlah hamba Nya yang faqir ini agar mendapat kekuatan untuk terus istiqamah di Jalan Nya.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-576769741296881149?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/576769741296881149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/12/bidadari-pun-cemburu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/576769741296881149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/576769741296881149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/12/bidadari-pun-cemburu.html' title='Bidadari Pun Cemburu'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SyVBKXEnmSI/AAAAAAAAANQ/4Ws5nIPc1v0/s72-c/BIDADARI+8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-6575503577620189157</id><published>2009-12-07T11:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T11:19:47.167-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>HUKUM MERAYAKAN ULANG TAHUN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sx1Syvz_PNI/AAAAAAAAANI/p9DJvKPMn8U/s1600-h/kue-ultah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 323px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sx1Syvz_PNI/AAAAAAAAANI/p9DJvKPMn8U/s400/kue-ultah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412573358950661330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perayaan ulang tahun atas kelahiran seseorang atau suatu organisasi tertentu tidak pernah diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Karena itu bila dilakukan, tidak bernilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup banyak ulama tidak menyetujui perayaan ulang tahun yang diadakan tiap tahun. Tentu mereka datang dengan dalil dan hujjah yang kuat. Di antara alasan penolakan mereka terhadap perayaan ulang tahun antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ulang tahun bila sampai menjadi keharusan untuk dirayakan dianggap sebuah bid'ah. Sebab Rasulullah SAW belum pernah memerintahkannya, bahkan meski sekedar mengisyaratkannya pun tidak pernah. Sehingga bila seorang muslim sampai merasa bahwa perayaan hari ulang tahun itu sebagai sebuah kewajiban, masuklah dia dalam kategori pembuat bid'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ulang tahun adalah produk Barat/ non muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita tahu persis bahwa perayaan uang tahun itu diimpor begitu saja dari barat yang nota bene bukan beragama Islam. Sedangkan sebagai muslim, sebenarnya kita punya kedudukan yang jauh lebih tinggi. Bukan pada tempatnya sebagai bangsa muslim, malah mengekor Barat dalam masalah tata kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah pola hidup dan kebiasaan orang Barat itu mau tidak mau harus dikerjakan oleh kita yang muslim ini. Kalau sampai demikian, sebenarnya jiwa kita ini sudah terjajah tanpa kita sadari. Buktinya, life style mereka sampai mendarah daging di otak kita, sampai-sampai banyak di antara kita mereka kurang sreg kalau pada hari ulang tahun anaknya tidak merayakannya. Meski hanya sekedar dengan ucapan selamat ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah Manfaat Merayakan Ulang Tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu perlu juga kita renungkan sebagai muslim, apakah tujuan dan manfaat sebenarnya bisa kitadapat dari perayaan ini? Adakah nilai-nilai positif di dalamnya? Ataukah sekedar meneruskan sebuah tradisi yang tidak ada landasannya? Apakah ada di antara tujuan yang ingin dicapai itu sesuatu yang penting dalam hidup ini? Atau sekedar penghamburan uang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya,adakah sesuatu yang menambah iman, ilmu atau amal? Atau menambah manfaat baik pribadi, sosial atau lainnya? Pertanyaan berikutnya dan ini akan menjadi sangat penting, adakah dalam pelaksanaan acara seperti itu maksiat dan dosa yang dilanggar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terkahir namun tetap penting, bila ternyata semua jawaban di atas positif, dan acara seperti itu menjadi tradisi, apakah tidak akan menimbulkan salah paham pada generasi berikut seolah-olah acara seperti ini ‘harus’ dilakukan? Hal ini seperti yang terjadi pada upacara peringat hari besar Islam baik itu kelahiran, isra` mi`raj dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai dikemudian hari, lahir generasi yang menganggap perayaan ulang tahun adalah ‘sesuatu’ yang harus terlaksana. Bila memang demikian, bukankah kita telah kehilangan makna?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menimbang-nimbang pernyataan di atas, ada baiknya kita yang sudah terlanjur merayakan ulang tahun buat anak atau bahkan untuk diri kita sendiri melakukan evaluasi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, mungkin ada baiknya pemikiran yang disampaikan oleh Dr. Yusuf Al-Qradawi tentang ulang tahun untuk anak. Misalnya, pada saat anak itu berusia 7 tahun, tidak ada salahnya kita ajak dia untuk menyampaikan pesan-pesan dalam acara khusus tentang keadaannya yang kini menginjak usia 7 tahun. Di mana Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada para orang tua untuk menyuruh anaknya shalat di usia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehlah dibuat acara khusus untuk penyampaian pesan ini, agar terasa ada kesan tertentu di dalam diri si anak. Bahwa sejak hari itu, dirinya telah mendapatkan sebuah tugas resmi, yaitu diperintahkan untuk shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti di usia 10 tahun, hal yang sama boleh dilakukan lagi, yaitu sebagaimana perintah Rasulullah SAW untuk menambah atau menguatkan lagi perintah shalat. Kali ini dengan ancaman pukulan bila masih saja malas melakukan shalat. Bolehlah diadakan suatu acara khusus di mana inti acaranya menetapkan bahwa si anak hari ini sudah berusia 10 tahun, di mana Rasulullah SAW membolehkan orang tua memukul anaknya bila tidak mau shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira usia 15 tahun lebih kurangnya, ketika anak pertama kali baligh, boleh juga diadakan acara lagi. Kali ini orang tua menegaskan bahwa anak sudah termasuk mukallaf, sehingga semua hitungan amalnya baik dan buruk sejak hari itu akan mulai dicatat. Bolehlah pada hari itu orang tua membuat acara khusus yang intinya menyampaikan pesan-pesan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bukan tiap tahun bikin pesta undang teman-teman, lalu tiup lilin, potong kue, bernyanyi-nyanyi, memberi kado. Pola seperti ini sama sekali tidak diajarkan di dalam agama kita dan cenderung tidak ada manfaatnya, bahkan kalau mau jujur, justru merupakan cerminan dari sebuah mentalitas bangsa terjajah yang rela mengekor pada tradisi bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari padanya? Lalu mengapa kita bangsa Islam ini harus mengekor pada tradisi bangsa lain yang jauh lebih rendah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jawabannya yang paling jujur adalah...istafti qalbak.... Mintalah fawa kepada hati nuranimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"INTINYA KALO HANYA UNTUK DOAIN SAUDARA KITA DI WAKTU MILADNYA GA JADI MASALAH YG MASALAH PERAYAANNYA ITU KARNA BUKAN PRODUK ISLAM. WALLAOHU A,LAM"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-6575503577620189157?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/6575503577620189157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/12/hukum-merayakan-ulang-tahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6575503577620189157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6575503577620189157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/12/hukum-merayakan-ulang-tahun.html' title='HUKUM MERAYAKAN ULANG TAHUN'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sx1Syvz_PNI/AAAAAAAAANI/p9DJvKPMn8U/s72-c/kue-ultah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4969803839395351221</id><published>2009-11-30T13:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T13:30:54.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Langkah-langkah Praktis untuk Mempererat Tali Ukhuwah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SxQ4DecNPbI/AAAAAAAAANA/cBtND6wnIso/s1600/ukhuwah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 255px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SxQ4DecNPbI/AAAAAAAAANA/cBtND6wnIso/s400/ukhuwah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410010684740943282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ADI MANSAH ALFARUQ&lt;br /&gt;1. Mulai dari Diri Sendiri. Tidak akan terjadi perubahan apapun jika kita memulai perubahan dengan cara selalu menuntut orang lain melakukan sesuatu. Segalanya harus dimulai dari diri sendiri. begitu pula dalam merajut benang ukhuwah, mulailah dari dirisendiri.&lt;br /&gt;2. Awali dengan Mengoreksi Diri Sendiri. Kita harus benar-benar mempelajari tingkah laku diri sendiri. Siapa tahu kita termasuk perusak ukhuwah, baik secara sadar ataupun tidak.&lt;br /&gt;3. Buat Program Perbaikan Diri. Cara yang paling efektif untuk mengubah orang lain adalah dengan bersungguh-sungguh dan gigih memperbaiki diri. Sebetulnya, dari pada terlalu banyak berkata, perjuangan kita untuk mengubah diri, sudah merupakan berjuta nasihat yang lebih bermakna dan berkesan bagiorang lain.&lt;br /&gt;4. Berhentilah Bicara Tentang Keburukan Orang Lain. Mulailah berhenti menikmati pembicaraan yang menilai buruk saudara seiman, atau organisasi (partai) milik umat islam lainnya. Seklai lagi, tahanlah diri ini dari berkomentar buruk. Apalagi mengolok-olok dan mencerca orang berbeda pendapat dengan kita.&lt;br /&gt;5. Belajar Mengakui Jasa, Kebaikan, dan Prestasi Orang Lain. Milikilah keberanian untuk jujur dan adil dalam menilai orang lain. Belajarlah untuk mengenang dan emngakui jasa serta prestasi orang lain.&lt;br /&gt;6. Maafkan dan Lupakan Kesalahan Orang Lain. Marilah kita berlatih untuk selalu dapat berlapang dada, terutama menyikapi perilaku saudara seiman. Mari kita membiasakan diri untuk menyederhanakan masalah, menghemat energi, danpikiran. Jangan membiasakan diri untuk melebih-lebihkan atau mendramatisisr rasa sakit hati. Belajarlah untuk memaafkan saudara si\endiri dan bersegera untuk melupakan kesalahannya, bagai menutup sebuah buku dan membuka halaman baru yang bersih. Sibukkan diri dengan hal-hal yang lebih bermanfaat.&lt;br /&gt;7. Tingkatkan Silaturrahmi. Hikmah dari sikap Nabi Muhammad SAW yang selalu berbeda jalan ketika berangkat dan pulang dari masjid, adalah karena setiap waktu beliau ingin selalu memperbanyak silaturrahmi dengan umatnya. Jika kita mengetahui kedahsyatan silaturrahmi, niscaya sepanjang waktu kita pasti ingin selalu bersilaturrahmi. Silaturrahmi yang baik akan menambah dan mempererat tali persaudaraan, menambah wawasan, dan memperkokoh kekeuatan Ukhuwah.&lt;br /&gt;8. Saling Berkirim Hadiah. Jika ada seseorang memberi sesuatu barang yang bermanfaat, umumnya kita akanÂ  senang dan merasa berhutang budi. Kita juga akan cenderung lebih memaafkan dan mempererat hubungan. Oleh karena itu, kita harus memiliki program pengadaan dana untuk membeli hadiah untuk orangtua, tetangga, kawan dekat, dan siapapun yang kita harapkan dapat bersinergi dlaam ukhuwah.&lt;br /&gt;9. Jauhi Perdebatan, Walaupun Benar. Jujur saja, sebetulnya perdebatan yang banyak terjadi tampaknya bukan dilakukan karena sedang mencari kebenaran. Akan tetapi lebih dekat ke tujuan untuk mencari kemenangan bagi pendapat sendiri. Hal ini tampak dari cara dan bentuk percakapannya yang cenderung penuh dengan kata-kata saling berbantahan. Ditambah lagi dengan emosi yang tinggi, kalimat yang saling menyerang dan berbau permusuhan, menu\yudutkan dan jauh dari kajian ilmiah yang penuhnetika. Jika kita berada di situasi yang tidak sehat eperti tiu, sebaiknya kita segera menghindar. Sikap seperti itu bukan berarti kita menghindari kebenaran, melainkan menghindari peluang bangkit dan berkobarnya suasana permusuhan. Berpoalinglah,m dan cari topik bahasan lain yang lebih mempersatukan umat.&lt;br /&gt;10. Mendahului Teguran, Mengucapkan Salam, Bersalaman dengan Ramah dan Tulus. Orang yang terlebih dahulu mengucapkan salam, akan mendapat pahala yang lebih daripada orang yang menjawab. Akan tetapi, itu bukan suatu kejelekan bagi yang menjawab. Hikmahnya adalah, adanya keinginan untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan dan saling berlomba-lomba untuk mengucapkan salam terlebih dahulu.&lt;br /&gt;11. Berbelanjalah Kepada Sesama Umat Islam. Harus disadari bahwa setiap berbelanja, kita pasti akan memberikan keuntungan kepada pedagangnya. Maka itu pengorbanan kita ketika melangkah ke toko ,milik umat islam, dengan niat memberi keuntungan dan memajukan umat, akan menjadi kebaikan yang berlipat. Karena kalau pedagang itu berzakat, maka uang itu akan kembali ke umat.&lt;br /&gt;12. Perbedaan Adalah Kekuatan. Bangunan bisa menjadi kokoh dan indah karena terdiri dari beragam jenis bahan baku berbeda-beda. Maha suci Allah yang menciptakan aneka perbedaan ini sebagai sarana untuk membuat sesuatu menjadi lebih indah, kokoh, danm bermanfaat.&lt;br /&gt;13. Siap Untuk Berbeda. Masalah sangat besar yang terjadi dalam diri umat islam adalah eblum adanya kebiasaan untuk menyikapi pandangan dan pendapat. Sikap mental ini begitu melekat sesuai dengan budaya feodal yang selama berabad-abad telah membelenggu peradaban kita.&lt;br /&gt;14. Hargai Perbedaan. Jika sangat ingin dihargai, maka hal yang samapun diinginkan oleh orang lain. Artinya, jika ada seseorang yang sangat gigih mempertahankan pendapatnya, bukan berarti dia menantang kita untuk bermusuhan.&lt;br /&gt;15. Cari Persamaan. Bagi kita yang serba terbatas ilmu dan pengetahuan ini, sebaiknya dengan sesama umat islam kita lebih mendahulukan untuk mencari titik persamaan.&lt;br /&gt;16. Bahaslah Perbedaan dengan Sikap yang Dewasa. Niat yang lurus untuk emncari kebenaran disertai rasa sayang; merasa besaudara seiman; cara berbicara yang sopan serta sikap yang santun; kemampuan mendengar dengan baik, disertai kesanggupan menjelaskan secara baik, bijak, dan dilandasi ilmu yang benar, akan membuat suasana sinergi yang saling melengkapi, saling mencerdaskan, dan saling menguatkan.&lt;br /&gt;17. Jangan Menonjolkan Diri. Lihatlah sebuah bangunan. Ia dapat berdiri kokoh karena terdiri dari gabungan beragam elemen, yang masing-masing “sadar posisinya, dan tidak saling menonjoilkan”.&lt;br /&gt;18. Kesuksesan Kita adalah Mensukseskan Orang Lain. Ukuran kesuksesan seseorang dapat dilihat dari jumlah orang-orang yang bisa sukses karena usaha dan bantuannya. Kunci sukses seorang pemimpin adalah, seberapa banyak pemimpin-pemimpin baru yang dilahirkannya, dan lebih baik dari dirinya. inilah konsep kesuksesan menurut islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Inilah Indahnya Islam  dengan Manajemen Qalbu. By : Abdullah Gymanstiar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4969803839395351221?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4969803839395351221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/langkah-langkah-praktis-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4969803839395351221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4969803839395351221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/langkah-langkah-praktis-untuk.html' title='Langkah-langkah Praktis untuk Mempererat Tali Ukhuwah'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SxQ4DecNPbI/AAAAAAAAANA/cBtND6wnIso/s72-c/ukhuwah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4767816731988575311</id><published>2009-11-30T12:49:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T12:56:10.717-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Maafkan Aku...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SxQwxYLFNyI/AAAAAAAAAM4/vARu45ChmKk/s1600/DSC04769.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SxQwxYLFNyI/AAAAAAAAAM4/vARu45ChmKk/s400/DSC04769.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410002677239461666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;adi mansah lubis&lt;br /&gt;Ya Allah, &lt;br /&gt;Setiap malam kuhadapkan tubuh dan wajah ini kepada-Mu. &lt;br /&gt;Bacaan demi bacaan terucap dari mulutku. &lt;br /&gt;Namun ternyata ... hati ini tak tertuju kepada-Mu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah &lt;br /&gt;Sebelum makan pagi kusebut nama-Mu&lt;br /&gt;Setelahnya pun terucap doa dari mulutku&lt;br /&gt;Namun ternyata ... itu semua hanya ucapan belaka&lt;br /&gt;Sedang hati ini melayang jauh entah ke mana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah &lt;br /&gt;Di tengah hari tadi kuberjamaah menghadap-Mu&lt;br /&gt;Doa-doa itu kembali kuulangi dan kubaca &lt;br /&gt;Namun ternyata tak satu persen pun hati ini ingat kepada-Mu&lt;br /&gt;Yang terbayang adalah urusan kantor, rumah, dan pertemanan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah &lt;br /&gt;Petang tadi Engkau kembali memanggil-manggil diriku&lt;br /&gt;Kudatangi tempat orang berkumpul tuk menghadap-Mu&lt;br /&gt;Dalam ruku� dalam sujud lagi-lagi doa itu terucap di luar kepala&lt;br /&gt;Dan ternyata ... hati ini malah merencanakan kegiatan esok pagi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah &lt;br /&gt;Kusantap lezat hidangan makan malam itu&lt;br /&gt;Kucoba semua menu hingga perut terasa kenyang&lt;br /&gt;Hingga akupun bersendawa dan kuucap Alhamdulillah&lt;br /&gt;Namun ternyata ... tak bertaut sama sekali hati ini kepada-Mu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah &lt;br /&gt;Barulah menjelang kupejamkan mata ini&lt;br /&gt;Aku benar-benar berbicara kepada-Mu&lt;br /&gt;Aku sunggu-sungguh sadar sedang bermohon kepada-Mu&lt;br /&gt;Tidak hanya berupa ucapan, tetapi jauh dari dasar lubuk hati ini&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudilah kiranya Engkau mengampuniku&lt;br /&gt;Yang telah meremehkan dan menyepelekan-Mu&lt;br /&gt;Yang telah berpura-pura berbicara kepada-Mu&lt;br /&gt;Yang telah berngga ria di hadapan-Mu&lt;br /&gt;Yang terlihat seperti mendekat kepada-Mu&lt;br /&gt;Yang ternyata sungguh masih jauh dari-Mu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seandainya Engkau tiada Maha Pemurah&lt;br /&gt;Sikapku kepada-Mu sepanjang pagi hingga malam ini &lt;br /&gt;Tentu telah membuat Engkau tidak menyukaiku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah &lt;br /&gt;Maafkan aku .....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4767816731988575311?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4767816731988575311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/maafkan-aku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4767816731988575311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4767816731988575311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/maafkan-aku.html' title='Maafkan Aku...'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SxQwxYLFNyI/AAAAAAAAAM4/vARu45ChmKk/s72-c/DSC04769.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-5032140000706692175</id><published>2009-11-30T12:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T12:47:29.389-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Rumah Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SxQvJa0uWfI/AAAAAAAAAMw/3KtfMRsqco0/s1600/dsc_0307.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SxQvJa0uWfI/AAAAAAAAAMw/3KtfMRsqco0/s400/dsc_0307.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410000891244599794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : adi mansah lubis&lt;br /&gt;Sore itu awan mendung menyirami pekuburan  mengiringi jenazah almarhumah ibunda dari rumah yang tercinta. Tanah merah yang kering menjadi berdebu diterpa angin yang bertiup kencang. Perlahan-lahan tubuh almarhumah mulai dimasukkan ke dalam liang lahat. Sanak famili yang datang tertunduk haru bahkan ada yang tak tertahankan tangisnya. begitu denganku sambil menguyung keranda ke pemakaman yang berada di belakang rumah, aku tak tau harus berbuat apa lagi hanya isak tangisku yang bisa menjawabnya semua.&lt;br /&gt;Setelah jenazah diletakkan di dalam lubang dan tali pengikat kafan dilepaskan para penggali kubur menutupinya dengan tanah dan di atasnya ditanamkan batu nisan. Itulah akhir episode kehidupan seorang anak manusia yang telah habis masa hidupnya di dunia dan mulai memasuki kehidupannya yang baru di alam kubur. &lt;br /&gt;Terbayang olehku gelapnya alam kubur, Ya Allah sanggupkah tubuh yang penuh dengan debu dosa dan maksiat ini menghadapi kepengapan, kesempitan dan kesunyiannya? Belum lagi mahluk-mahluk kecil yang siap menjelajahi tubuh ini hingga perlahan-lahan menghancurkannya dan menyisakan tulang belulang. &lt;br /&gt;Tak ada lagi gemerlap kehidupan dunia, mobil mewah yang kita miliki tidak ikut masuk ke dalam lubang ukuran 2 x 1 m di kedalaman 2 m, deposito dollar, saham perusahaan, tanah 1000 hektar, istri yang cantik, jabatan semuanya kita tinggalkan. &lt;br /&gt;Ya Allah jadikanlah kubur sebagai pengingat diri dari berbuat zhalim dan melanggar perintah-Mu &lt;br /&gt;Kubur adalah rumah masa depan kita, rumah yang seharusnya kita persiapkan jauh-jauh hari. Kalau untuk rumah di dunia saja kita sibuk ambil kredit, mati-matian menabung bahkan tidak jarang ada yang bela-belain korupsi hanya untuk mendapatkan rumah. Lantas kenapa untuk peristirahatan yang abadi kita malah lalai bahkan lupa? &lt;br /&gt;Ya Allah, jadikanlah sisa umur ini menjadi usia yang penuh manfaat dan keberkahan sehingga menjadi penolongku nanti. &lt;br /&gt;Ingatkah waktu hendak membangun rumah kita sibuk merancang arsitektur, pondasi, bangunan fisik dan interiornya? Begitu cermatnya kita hingga tidak segan mengeluarkan biaya besar untuk mewujudkannya. Lalu bagaimana dengan rumah masa depan kita? Sudahkah kita merancang arsitektur ibadah kepada Allah, lalu kita gali diri ini dengan ilmu untuk memperkokoh pondasi keimanan dan ketakwaan, kemudian kita bangun tiang-tiangnya dengan shalat khusyu' nan ikhlas disertai dinding amal sholeh serta kebaikan, dan tak lupa menutup atap rumah kita dengan infak di jalan Allah. &lt;br /&gt;Ya Allah, seandainya kau cabut nyawaku saat ini juga jadikanlah sebagai akhir yang baik dan mudahkanlah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-5032140000706692175?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/5032140000706692175/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/rumah-masa-depan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5032140000706692175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5032140000706692175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/rumah-masa-depan.html' title='Rumah Masa Depan'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SxQvJa0uWfI/AAAAAAAAAMw/3KtfMRsqco0/s72-c/dsc_0307.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-6502805730527502165</id><published>2009-11-10T06:24:00.001-08:00</published><updated>2009-11-10T06:46:05.930-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Ukhti...!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Svl4mQBUmhI/AAAAAAAAAMg/ssvGLAb2hu0/s1600-h/akhwat_pink_by_akings.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 110px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Svl4mQBUmhI/AAAAAAAAAMg/ssvGLAb2hu0/s400/akhwat_pink_by_akings.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402481826538494482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;adi_alfaruq@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…&lt;br /&gt;Semua orang tahu…&lt;br /&gt;Semua orang bisa lihat…&lt;br /&gt;Yang punya mata normal pasti langsung sadar…&lt;br /&gt;Ada akhwat cantik tanpa cadar…&lt;br /&gt;Punya wajah yang bersinar…&lt;br /&gt;Dan senyum yang berbinar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…&lt;br /&gt;Siapa yang tidak suka melihat kulitmu yang bersih?&lt;br /&gt;Siapa yang tidak senang melihat lekuk tubuhmu yang menarik?&lt;br /&gt;Siapa yang menolak melihat wajahmu yang cantik?&lt;br /&gt;Semua orang mau dekat denganmu…&lt;br /&gt;Semua orang ingin menyentuhmu…&lt;br /&gt;Semua orang ingin memilikimu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ukhti…&lt;br /&gt;Ketahuilah…&lt;br /&gt;Tak semua orang ingin kau miliki…&lt;br /&gt;Tak semua orang ingin kau mintai pertanggungjawaban atasmu…&lt;br /&gt;Tak semua orang ingin melindungimu…&lt;br /&gt;Tapi aku…aku mau…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…&lt;br /&gt;Aku ingin melindungi cantikmu…&lt;br /&gt;Aku mau menjaga dirimu…&lt;br /&gt;Tapi bantulah aku untuk menjagamu…&lt;br /&gt;Yaitu dengan ikut menjaga penampilanmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…&lt;br /&gt;Aku yakin engkau telah berulang kali mendengarkan ini&lt;br /&gt;Mungkin engkau merasa bosan…&lt;br /&gt;Tapi aku tak akan pernah bosan mengingatkanmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…&lt;br /&gt;Engkau bagaikan sebuah berlian&lt;br /&gt;Berlian yang indah bersinar…&lt;br /&gt;Banyak orang mengincarmu…&lt;br /&gt;Mereka ingin merenggut sinar itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Ukhti…&lt;br /&gt;Ketahuilah, sebuah berlian…yang hidup itu…&lt;br /&gt;Diberi penjagaan berlapis-lapis…&lt;br /&gt;Ia dikungkung dalam lemari baja…&lt;br /&gt;Yang dilindungi oleh alarm…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;moga manfaat ya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-6502805730527502165?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/6502805730527502165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/ukhti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6502805730527502165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6502805730527502165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/ukhti.html' title='Ukhti...!!!'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Svl4mQBUmhI/AAAAAAAAAMg/ssvGLAb2hu0/s72-c/akhwat_pink_by_akings.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-914631757268028590</id><published>2009-11-10T06:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T06:22:31.703-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Wanita Dengan Sejuta Motivasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Svl2-xNLm1I/AAAAAAAAAMY/WFwAqG9g3yc/s1600-h/akhwat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Svl2-xNLm1I/AAAAAAAAAMY/WFwAqG9g3yc/s400/akhwat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402480048740211538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adi Mansah LBS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kau berjumpa dengan seorang wanita yang mempunyai sejuta motivasi ?. Pernahkan berbicara dan bertukar pikiran dengannya ?. Kalau anda seorang ikhwan pasti penasaran ingin mendengar kata-katanya yang penuh dengan kekuatan pembakar jiwa. Saya sering bertemu dengan satu orang dari mereka, dan saya menyebutnya wanita dengan sejuta motivasi. Saya merasa sangat bahagia ketika dapat menemuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya setiap wanita mempunyai kekuatan ini, dan memang setiap wanita mempunyai pengaruh “yang menyihir” terhadap lawan jenisnya. Energi itu bisa ia gunakan untuk hal positif atau yang negatif, ia bisa merubah si pemalas menjadi bersemangat tapi bisa juga mematahkan semangat si rajin. Kuncinya adalah ketika mereka mengenal betul arah hidupnya,ia akan menjadi sumber energi yang tak terhingga bagi dirinya juga orang lain. Sebutlah mereka “akhwat sejati”, walau sebetulnya lebih pas di sebut “mar’ah muslimah” atau “imroah mu’minah”. Yah…apalah sebutannya tak menjadi masalah, tapi saya tetap mengangapnya wanita dengan sejuta motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau berpikir ia akan memberikan ceramah padamu tentang pentingnya motivasi, tidak juga ia akan mengkuliahimu tentang nilai-nilai atau akhlaq yang ia yakini, bahkan kadang ia tak sanggup memarahimu supaya kau bisa menjadi manusia seutuhnya. Jangan kau terlalu berharap darinya, kau akan banyak kecewa nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mungkin hanya akan bercerita tentang permasalahan hidupnya, ia akan menjelaskan betapa pahit dan pedihnya ujian yang dirasakannya (ujian keimanan yang dikirimkan Sang Kekasih, untuk mendewasakannya), ia akan mebeberkan seluruh perasaannya terhadap berbagai peristiwa yang dirasakannya. Tapi disinilah letak keunikannya karena dari sinilah kau akan menemukan sejuta motivasinya, karena ia takkan menutup berbagai persoalan, permasalahan, ujian dan peristiwa yang menimpanya begitu saja, ia selalu saja menyelipkan motivasi-motivasi di akhir pembicaraannya. Entahlah, mungkin kata-kata itu untuk menghibur atau membangkitkan semangat dirinya, namun dari sanalah aku mengambil banyak ibroh dan pelajaran juga (tak lupa) motivasi. Maka aku tak pernah bosan untuk mendengar berbagai ceritanya, tak jenuh meladeni berbagai permasalahannya, tak juga pusing dengan kepelikan hidupnya. Karena ia adalah wanita dengan sejuta motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkadang merasa kecil dihadapannya, kecil…karena ia telah berbuat lebih banyak dariku, karena hidupnya ternyata lebih rumit dari hidup yang kujalani, karena ia lebih dewasa dan matang pikirannya dariku, karena ia mempunyai kekuatan dan semangat yang bisa membangkitkan semangatku yang mulai membias. Walau aku tahu umurnya terpaut empat tahun lebih muda dari umurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau aku seorang ikhwan, aku tak pernah ragu untuk membuat janji dengannya, sekedar bertemu atau bertatap muka, pergi berbelanja atau berjalan-jalan ditaman kota. Walau kadang juga ia tak siap karena berbagai kesibukannya. Saya selalu bersyukur kepada Allah SWT karena telah dikaruniai adik seorang Akhwat yang Shalihah, semoga Allah SWT mengkaruniakan keistiqomahan pada kita semua. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-914631757268028590?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/914631757268028590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/wanita-dengan-sejuta-motivasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/914631757268028590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/914631757268028590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/wanita-dengan-sejuta-motivasi.html' title='Wanita Dengan Sejuta Motivasi'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Svl2-xNLm1I/AAAAAAAAAMY/WFwAqG9g3yc/s72-c/akhwat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-8700159292944487240</id><published>2009-11-10T05:54:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T06:11:59.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>MUTIARA HIKMAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Svl0nA7SppI/AAAAAAAAAMQ/jV23-stdi2U/s1600-h/060720091706.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Svl0nA7SppI/AAAAAAAAAMQ/jV23-stdi2U/s320/060720091706.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402477441620027026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adi Mansah LBS&lt;br /&gt;"hei....katakan pada matahari, akankah esok datang lagi? kutitip pesan pada rembulan. aku menyesal pagi ini tak sempat bertemu dengannya. aku menyesal karena tak membuka jendela pagi ini. ah...padahal dia membawa hadiah untukku. sebuah rizki. ah mengapa aku lupa?. mungkin malam itu aku terlalu asyik berbicara dengan rembulan. hingga tak mampu membuka mata. padahal sang udara pagi membelai kulitku.&lt;br /&gt;ah...penyesalan sudah tak lagi berguna. malam ini aku harus bicara atau menunggu matahari muncul di ufuk timur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak gampang memang !, karena awalnya terkadang lebih rumit daripada akhirnya. Namun kau tak perlu khawatir, hanya membutuhkan sedikit kesabaran dan keteguhan. Nilai-nilai itu biarlah melekat pada dirimu, apapun yang terjadi. Janganlah pernah terpikir tuk menjual keyakinanmu hanya tuk sebuah kembang gula murahan!. Jadilah batukarang ! tak pernah bergeming walau beribu badai datang menerjang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pandanglah sedikit apa yg telah kau kerjakan dan ingantlah betapa banyak Allah telah karuniakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"لا تقل عندي هم كبير ولكن قل يا هم عندي رب كبير"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-8700159292944487240?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/8700159292944487240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/mutiara-hikmah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8700159292944487240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8700159292944487240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/mutiara-hikmah.html' title='MUTIARA HIKMAH'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Svl0nA7SppI/AAAAAAAAAMQ/jV23-stdi2U/s72-c/060720091706.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4595389693624582461</id><published>2009-11-02T10:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T10:24:57.060-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>"KETIKA HATI MALU PADA-MU"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Su8j04uY-rI/AAAAAAAAAMI/kWv5TpJZ8Q4/s1600-h/04032009059.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Su8j04uY-rI/AAAAAAAAAMI/kWv5TpJZ8Q4/s320/04032009059.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399573869727644338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh:adi_alfaruq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Aku malu pada-Mu&lt;br /&gt;Aku malu akan perbuatanku.&lt;br /&gt;Aku malu akan perkataanku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Seandainya dunia bisa diulang,&lt;br /&gt;Aku akan tarik kembali perbuatankau&lt;br /&gt;Aku akan hapuskan perkataanku yang lalu..&lt;br /&gt;Dan ku ulang semuanya dengan rasa takutku&lt;br /&gt;Pada-Mu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Jadikanlah sisa hidupku&lt;br /&gt;Hanya untuk mengingat-Mu..&lt;br /&gt;Di setiap langkahku..&lt;br /&gt;Dan jadikanlah setiap orang yang ku temui&lt;br /&gt;Orang yang merasa malu pada-Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…&lt;br /&gt;Hilangkan rasa takutku kepada selain-Mu..&lt;br /&gt;Hilangkan rasa khawatirku&lt;br /&gt;Akan tidak mendapat balasan atas perbuatanku.. amin!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4595389693624582461?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4595389693624582461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/ketika-hati-malu-pada-mu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4595389693624582461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4595389693624582461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/11/ketika-hati-malu-pada-mu.html' title='&quot;KETIKA HATI MALU PADA-MU&quot;'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Su8j04uY-rI/AAAAAAAAAMI/kWv5TpJZ8Q4/s72-c/04032009059.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-1709447152273296534</id><published>2009-10-30T16:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T17:52:21.209-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PALANTA'/><title type='text'>Seperti Himar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SuuKPGLpMcI/AAAAAAAAAK8/FYpVJR9yx-0/s1600-h/showImage.php.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 349px; height: 323px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SuuKPGLpMcI/AAAAAAAAAK8/FYpVJR9yx-0/s400/showImage.php.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398560570295792066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Siapa sih yang ga’ kenal ma Si Himar?, Makhluk Allah SWT yang satu ini emang terkenal dengan kedunguannya. Walaupun kadang kita kasihan melihat kekejaman manusia terhadap himar, karena selain penurut hewan ini lambat bergerak yang identik dengan malas. Tapi kita juga hrus bisa mengambil teladan dari Si Himar...! penasaran khan...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himar ini memang terkenal sering berbuat kesalahan dan kecerobohan, apalagi dia ni lamban ga kayak kakaknya Si Kuda, tapi sebodoh-bodohnya himar tak pernah terperosok ke lubang yang sama dua kali. Klo terperosoknya empat sampe lima kali, wah...bisa jatuh kredibilitas dia sebagai himar...! (yee...). Kali itu rahasianya kenapa himar jalannya lambat awi...? ga’ percaya tanya aja ma himar...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, nasihat kali ini mungkin mudah; Jadilah seperti himar...!, eit...jangan sewot dulu. Artinya kita harus belajar dari pengalaman !, kesalahan, kegagalan, keberhasilan semua adalah pengalaman. Bahkan klo bisa kita belajar dari pengalaman orang lain (biar pinteran dikit dari himar). Terakhir kenapa T. Alfa Edison bisa berhasil menciptakan bola lampu hayoo...? karena dia telah gagal ratusan kali membuatnya, wah...berarti dia belajar dari himar donk...?. Tapi tenang aja saya percaya klo kamu-kamu tuh lebih pinter dari himar kok...! &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-1709447152273296534?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/1709447152273296534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/seperti-himar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/1709447152273296534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/1709447152273296534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/seperti-himar.html' title='Seperti Himar'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SuuKPGLpMcI/AAAAAAAAAK8/FYpVJR9yx-0/s72-c/showImage.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-8638619617245049317</id><published>2009-10-29T09:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T09:26:18.147-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>PEMUDA ISLAM BANGKITLAH !!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SunA9ja3rkI/AAAAAAAAAKk/a-ODoPXRR4c/s1600-h/20092009.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SunA9ja3rkI/AAAAAAAAAKk/a-ODoPXRR4c/s320/20092009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398057792092745282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : adi_alfaruq@&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;  Santai…santai sajalah…masih ada waktu tuk kita. Saantaai..santai sajalah…masih ada waktu tersisa.Lirik lagu yang dibawakan Sania boleh jadi merupakan gambaran konsep waktu bagi sebagian anak muda di negara kita. Bahwa masa muda adalah masa buat happy-happy, yang penting tetep gaya, oke, pinter, dan gaul. Ya nggak ? Padahal, dibalik semua itu sebagai pemuda atau siapa pun yang masih mempunyai semangat dan jiwa muda kita punya tugas dan misi besar.&lt;br /&gt; Misi yang jauh lebih besar dari misi-misi agen FBI,CIA, bahkan agen Mossad yang tak pernah berhenti untuk menghancurkan umat Islam. Misi yang langsung Allah berikan untuk kita.Misi untuk memberlakukan hukum-hukumNya diseluruh penjuru dunia dan untuk mengalihkan manusia dari penghambaan terhadap sesamanya. Juga untuk membebaskan umat manusia dari alam yang sempit menuju alam bebas merdeka.&lt;br /&gt; Misi yang sesuai dengan sunatullah penciptaan manusia, yaitu untuk mewujudkan ketaatan dan pengabdian kepada Allah serta untuk menyerahkan diri sepenuhnya terhadap seluruh keputusanNya. Sebagai mana yang dikatakan Allah dalam firmanNya :&lt;br /&gt;" Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." ( Adz Dzariyat : 56 )&lt;br /&gt; Disadari atau tidak masa muda adalah masa yang paling produktif bagi seorang insan. Maka sangat disayangkan jika kita menyia-nyiakan  begitu saja masa muda kita. Masa disaat fisik kita masih sangat kuat, sel-sel otak kita masih cerdas untuk menangkap materi-materi yang kita dapatkan,dan terutama masa yg akan dimintai pertanggungjawabanNya.&lt;br /&gt; Dengan misi yang teramat berat diatas sebagai seorang pemuda muslim kita harus memiliki lima macam kriteria yang harus kita yakini sepenuhnya, yaitu :&lt;br /&gt;1. Iman yang kuat&lt;br /&gt;Jagalah dalam hati kalian agar Iman tidak mudah goyah dan surut.Sesuai firman Allah dalam QS Al-Hujurat : 15.&lt;br /&gt;Iman yang kuat, seperti pohon  yang akarnya menghujam kedalam tanah,  batangnya menjulang kuat, dan diantara daunnya yang rimbun akan dihasilkan buah akhlaq dan amal yang manis rasanya. Maka inilah saatnya memperkokoh iman kita. Mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan  yang akan selalu berputar dalam catatan kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keikhlasan yang Sungguh-sungguh&lt;br /&gt;" Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam ( menjalankan ) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus." &lt;br /&gt;( Al Bayinah : 5 )&lt;br /&gt;Orang mukmin yang lurus adalah jika pendorong agama didalam hatinya bisa mengalahkan pendorong hawa nafsu, porsi akhirat bisa mengalahkan porsi dunia, mementingkan apa yang ada disisi Allah dari pada apa yang ada disisi manusia, menjadikan niat, perkataan dan amalnya bagi Allah, menjadikan shalat, ibadah, hidup dan matinya bagi Allah, Rabb semesta alam. Inilah ikhlas.Memang bukan hal yang mudah untuk diamalkan, tapi keikhlasan adalah landasan dari amal yang kita kerjakan. Bukankah kita tak ingin sekedar menabung kesia-siaan ??!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tekad yang kuat tanpa rasa takut&lt;br /&gt;" (Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan." ( Al Ahzab : 39 )&lt;br /&gt;Saatnya untuk membangkitkan hamasah ( semangat ) dan azam dalam hati kita. Untuk tetap istiqomah dan memperbaiki  diri agar menjadi insan-insan yang unggul dan bermanfaat bagi sesamanya.Tanpa tekad yang kuat jangan berharap kita akan dapat berubah dan meraih kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Usaha yang berkesinambungan&lt;br /&gt;Salah satu yang harus dipenuhi dalam mewujudkan misi kita ialah tidak mengenal rasa jenuh dan malas.&lt;br /&gt;" Dan katakanlah :"Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, …" &lt;br /&gt;( QS At Taubah : 105 )&lt;br /&gt;Kemalasan adalah faktor terbesar dari diri kita yang telah begitu lama membuat kita lalai dan terbuai. Padahal tiap detik yang kita lalui akan selalu tercatat dalam kitab amalan kita. Akan ada masa pertanggungjawaban, siapkah kita ,apa yang akan kita katakan saat Allah bertanya untuk apa masa mudamu digunakan ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengorbanan&lt;br /&gt;Pengorbanan adalah sesuatu yang wajar sebagai bukti kecintaan kita pada Allah. Harta, jiwa, raga dan segala macam pengorbanan menjadi konsekuensi yang logis bagi orang yang sedang gila cinta. Adik-adikku,karena itulah besar kecil pengorbanan seorang mukmin juga menjadi tolak ukur seberapa besar cinta dan keimanannya pada Allah dan Rasulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada dasarnya kelima kriteria di atas merupakan ciri khas orang-orang yang menepati janjinya kepada Allah. Ingatlah, sesungguhnya landasan iman adalah jiwa yang suci. Landasan keikhlasan adalah hati yang jernih. Landasan tekad adalah semangat yang kuat membara. Landasan usaha ialah kemauan yang keras dan landasan pengorbanan adalah aqidah yang kokoh.&lt;br /&gt;Kini yang ada dihadapan kita adalah kenyataan bahwa umat Islam tengah berada di persimpangan jalan. Dunia Islam pada umumnya menghadapi benturan keras dari arus ideologi, pemikiran, moralitas, adat istiadat, kebudayaan, dan lain-lain.Mari kita berkaca diri, berapa banyak kita mendengarkan kaset-kaset barat dibandingkan kaset-kaset murotal.Atau berapa sering kita lebih memilih mode barat dibandingkan pakaian yang Islami. Maka tak dapat dipungkiri, bahwa kini masyarakat kita ( dan juga kita ) sedang sakit parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sakit yang tidak hanya dapat disembuhkan dengan pemeriksaan fisik dan pemberian terapi medikamentosa. Tapi sakit yang membutuhkan pengobatan yang intensif untuk memulihkan kembali kesehatannya. Umat kita mendambakan seorang yang dapat menggandeng tangannya untuk menuju ke atas bahtera keselamatan untuk kemudian berlabuh di pantai kedamaian.Umat kita membutuhkan penyelamatan, petunjuk dan perbaikan.Dan pemuda muslim adalah satu-satunya tempat melabuhkan semua harapan. Pemuda Islamlah penentu kebangkitan dan eksistensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka berilah qudwah ( panutan) yang baik kepada orang lain dalam segala sesuatu. Dan mulailah dari diri kita ( ibda bi'nafsik ). Bangkitlah, dan bercerminlah pada kader-kader mukmin yang digembleng Rasulullah di Darul Arqom.Mereka adalah pemuda-pemuda yang tangguh. Dari tangan merekalah terbit fajar Islam. Bagaimana tidak ? Pada waktu itu usia Rasulullah sendiri pun baru menginjak empat puluh tahun ketika beliau diangkat menjadi rasul. Sedangkan Abu Bakar pada waktu itu berusia tiga tahun lebih muda dari usia Nabi Saw. Bahkan Umar bin Khattab masih berusia 27 tahun dan Ali ra adalah orang termuda dari keempat khalifah tersebut. Juga para mujahid yang tangguh, seperti Abdullah bin Mas'ud, Abdul Rahman bin Auf, Al Arqam bin Arqam, dan puluhan bahkan ratusan pemuda lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam mengemban risalah dawah, mereka dengan tabah menanggung siksaan. Mereka rela berkorban demi lancarnya perjuangan Siang dan malam berusaha keras mewujudkan kemenangan gemilang serta keeksistensian Islam.Bagaimana dengan kita ?Perbaikan diri bagaimana pun harus dimulai dari diri kita sendiri, sebelum kita menyeru orang lain dan mengajak sebanyak mungkin saudara-saudara kita menuju surga.Maka inilah saatnya kita mulai tiap detik selangkah lebih baik otreh !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Janji Allah pasti akan terwujud, bahwa Islam akan kembali berjaya. Maka seperti yang dikatakan oleh Hasan Al-Banna bahwa "Umat harus bangkit. Namun aset umat ini untuk kembali bangkit telah terkuras habis, kecuali satu : itulah pemuda." Ya, inilah saatnya bagi kita untuk bangkit, untuk senantiasa berada dalam garis keseimbangan antara amal, akal, dan ruhiyah . Pilihan kini berada ditangan kita, untuk menjadi umat pengganti atau yang tergantikan ?? Wallahu alam bishawab. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maroji :&lt;br /&gt;Pesan untuk Pemuda Islam, Abdullah Nashih Ulwah&lt;br /&gt;Perangkat-Perangkat Tarbiyah Ikhwanul Muslimin, DR.Ali Abdul Halim Mahmud&lt;br /&gt;Niat dan Ikhlas, Dr. Yusuf Al Qardhawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-8638619617245049317?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/8638619617245049317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/pemuda-islam-bangkitlah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8638619617245049317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8638619617245049317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/pemuda-islam-bangkitlah.html' title='PEMUDA ISLAM BANGKITLAH !!!'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SunA9ja3rkI/AAAAAAAAAKk/a-ODoPXRR4c/s72-c/20092009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-7447248015172823015</id><published>2009-10-22T14:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T15:39:09.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>SAAT TERAKHIR BERSAMA BUNDA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SuDWU7S4--I/AAAAAAAAAKM/RZbiwp2KCq0/s1600-h/ibu.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SuDWU7S4--I/AAAAAAAAAKM/RZbiwp2KCq0/s320/ibu.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395548008592505826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oLEH: aDI mANsAH aLFARUQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMENJAK Ibuku meninggal dunia, semua adik dari ibuku membisu. Tidak ada seorang pun yang berbicara atau pun berkomunikasi dengan diriku. Seolah-olah semua bibiku menyimpan sesuatu yang disembunyikan dalam hatinya. Rumah semakin sepi dari gurauan dan canda yang membuat kegembiraan keluargaku sebeku batu. Suara Ibu yang biasanya memberikan nasihat dan ajaran pada anak-anaknya lenyap ditelan sang bayu. Biasanya aku dan kelurga ibuku selalu bergurau dan diskusi tentang apa makna hidup dan masa depan keluarga kami. Tapi sekarang berubah cepat seperti kilat, tidak ada seorang pun yang menyapaku dengan kalimat penyayang atau kebapaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Ibu selalu terbayang di setiap dinding rumah peninggalannya. Telinga dan mulut Ibu selalu tergambar di setiap pintu kamar rumah. Kedua tangannya selalu membelai tempat tidur di setiap kamar rumah. Dan ke dua matanya yang sayu dan tajam selalu mengawasi setiap gerak-gerik tingkah laku anak-anaknya yang menempati rumah tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Ibuku memang tidak begitu kecil dibandingkan dengan rumah yang berada di kompleks perumahan yang model empat enam. Rumah yang biasa ramai dengan penghuni enam atau lima orang yang selalu bercengkrama dengan kegembiraan itu, kini pudar sudah. Kini yang tinggal hanya sepasang suami istri muda dengan seorang perempuan muda yang baru lulus kuliah sebuah di perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu meninggal dunia karena mengidap penyakit darah tinggi dan liver yang ganas dan penyakit-penyakit lainnya. Memang rawan sekali bagi seusia bunda yang kuat bekerja yang selalu beraktivitas tinggi tetapi kurang disiplin makan. Ibuku adalah seorang perempuan gigih dalam hidupnya. Tiada hari tanpa harapan dan cita-cita untuk mendidik anak-anaknya sebagai manusia yang bisa mandiri dan bertakwa. Demokratis pemikirannya selalu tercermin dalam mananggulangi masalah anak-anaknya. Ibuku cerewet. Tetapi perlu juga dicontek, kecerewetannya mengarah pada hal-hal yang benar juga. Jarang sekali Ibu melakukan kesalahan di depan mataku dan lima anak-anak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Ibuku meninggal tidak dalam keadaan sehat wal-afiat. Ibuku meninggal dunia setelah tiga minggu dirawat di rumah sakit M. jamil Padang yang biayanya sangat mahal sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lima hari menjalani perawatan di sebuah ruangan, Ibuku semakin tidak berdaya menahan rasa sakit dada dan punggungnya. Melihat keadaan Ibuku kesakitan seperti itu, aku dan adik perempuanku segera melaporkan ke perawat yang ada di ruang perawat. Dua orang suster ruangan yang sedang piket dengan segera melihat ke ruangan Ibuku, mereka dengan terburu-buru meminta bantuan kepada salah seorang dokter jaga di ruangan sebelah. Dokter jaga segera menghampiri Ibuku di ruangan nomor lima puluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf ya Bu, tolong atur napasnya. Jangan gelisah. Sabar ya Bu." Kata dokter jaga ruangan sambil memeriksa ibu yang terbaring lemas dan cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu semakin kelihatan tidak tenang. Kedua tangannya memegang besi tempat tidurnya. Napasnya yang tersengal-sengal semakin tidak terkendali. Kedua matanya terbuka lebar menahan rasa sakitnya. Beberapa lama kemudian kedua matanya tertutup perlahan. Hidungnya yang tertutupi oleh selang oksigen tidak cukup memberikan ketenangan di dalam jiwanya dalam mempertahankan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini saja ya Bu, lebih baik saya telefon dokter yang menangani Ibu. Karena melihat kondisi Ibu di sini cukup mengkhawatirkan kalau di sini terus. Ibu harus dalam pengawasan intensif. Lebih baik pindah saja ke ruangan ICU. Dan itu harus persetujuan dokter yang menangani Ibu. Sebentar saya akan menghubunginya , ya. Tenang saja ya Bu." Kata dokter jaga sambil keluar ruangan pasien dan menuju ke ruangan perawat menghampiri sebuah telefon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu dokter jaga langsung saja menelefon dokter spesialis yang menangani Ibuku. Beberapa lama kemudian dokter yang menangan Ibuku datang, dan langsung memeriksanya dengan segera dan telaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat siang! Ibu bagaimana sekarang, tambah sakit ya ? Baik coba saya periksa dulu ya," kata dokter spesialis yang menangani Ibuku sambil memeriksa kembali dada, perut dan punggungnya. Dokter spesialis Ibuku sempat terdiam sejenak ketika memegang tangan kanan untuk merasakan nadinya. Lalu dia keluar ruangan pasien menuju ruangan perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat penasaran apa yang sedang dokter pikirkan. Maka aku segera menyusul dokter spesialis Ibuku dan menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana keadaan dan kondisi Ibu saya dok ?" Tanyaku sambil melihat wajah dokter yang sudah berumur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaiknya Ibu saudara harus segera pindah ke ruangan ICU, karena Ibu saudara harus dalam pengawasan intensif. Keadaanya Ibu saudara semakin parah dan itu harus dalam penanganan yang serius". Itulah kata dokter sambil membuka kacamata minusnya. Dan tangan kanannya mengambil saputangan dalam kantung celananya yang berwarna hitam. Lalu membersihkan keringat di wajah tuanya itu. Lalu dokter itu menyodorkan surat perjanjian dan pertanggungjawaban perawatan dan pembiayaan pada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silahkan saudara tandatangani surat ini segera, dan tolong baca terlebih dahulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertegun sebentar. Berpikir keras. Kedua mataku menatap dokter spesialis itu, hatiku berdebar seperti merasakan kesakitan yang dialami oleh Ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah dok kalau begitu, lebih baik harus segera ke ruangan ICU" Kata saya sambil menandatangai surat perjanjian dan pertanggungjawaban perawatan Ibuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku menandatangani surat perjanjian dan pertanggungjawaban perawatan dan pembiayaan, aku langsung masuk kembali ruangan lima puluh dan menghampiri Ibuku yang sedang cemas dan gelisah merasakan sakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaiman Kak ?" tanya adikku sambil matanya menatap padaku sepertinya ada yang dikhawatirkan dalam benaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu harus segera pindah ke ruangan ICU, sekarang tolong bereskan barang-barang dan pakaian Ibu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pindah ?" Adikku kaget, dan kedua matanya mulai berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya pindah. Ibu harus sembuh seperti sediakala." Sambil membuka lemari pakaian pasien dan memasukkannya ke dalam ransel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Bu tenang saja, ya....pokoknya Ibu bisa sembuh kalau Ibu pindah ke ICU. Soal biaya jangan dipikirkan, yang harus Ibu pikirkan kembali untuk sehat sediakala," kataku seraya memandang Ibuku untuk tetap tegar dan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ibuku tersenyum simpul. Matanya memandang tajam. Cahaya wajahnya bersinar menyinari pikiranku yang ikut juga berdebar melihat keadaan Ibuku. Kedua tangan Ibuku meraih bahuku lalu merangkul pada diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Terima kasih Di, terima kasih...semoga kebaikanmu bisa terbalas lebih dari kebaikan yang kau kerjakan pada Ibumu sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Tenang saja bu, Ibu jangan menangis nanti sakitnya tambah parah. Sekarang tidur saja ya." Ucapku sambil menghapus air mata Ibuku, lalu menidurkannya kembali.Tanpa tersa airmataku mebasahi serbanku yang buram telah dua hari belum sempat di cuci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo segera beres-beres barang-barangnya," kataku sambil menyuruh adikku untuk berkemas-kemas membereskan barang-barang agar keluar ruangan dan menuju ruangan tunggu ICU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian dua orang suster dengan segera masuk ke ruangan lima puluh, terus menghampiri Ibuku dan mendorong tempat tidur Ibuku lalu membawanya menuju ruangan ICU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan adikku setelah beres memindahkan barang-barang Ibuku ke ruangan tunggu ICU, segera menuju ruangan ICU. Namun waktu aku dan adikku sampai di pintu ruangan ICU dokter jaga menahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Pak, Bapak dan Mbak tidak diperbolehkan masuk ruangan tanpa pakaian ruangan ICU. Sekarang Bapak belum bisa masuk ruangan ini, karena belum jam besuk. Mohon Bapak menunggu saja di ruangan tunggu ICU. Bapak tinggal mendengarkan panggilan dari kami jika ada apa-apa tentang kondisi kesehatan ibu" Begitulah ucap dokter jaga ruangan ICU sambil mempersilahkan aku dan adikku keluar dan menutup pintu ruangan ICU kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan adikku terbengong sejenak saling pandang. Lalu segera keluar dan duduk di ruangan tunggu ICU. Aku segera menelefon semua kkerabatku termasuk ayah yang lagi menjaga adikku yang masih kecil2 di rumah, dan saudara-saudara Ibuku sambil meninggalkan ruangan tunggu ICU dan menuju mesjid terdekat di lingkungan rumah sakit untuk menunaikan shalat Jumat. Sementara adikku aku suruh diam dan menunggu, takut-takut ada panggilan dari ruangan ICU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulangnya aku dari Jumatan, perutku terasa lapar. Memang perutku dari pagi belum sarapan. Sambil pulang aku ke kedai sate dulu untuk membeli dua bungkus makanan alakadarnya. Sepanjang jalan menuju rumah sakit aku berpikir yang aneh-aneh dan perasaanku tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku sampai di ruang tunggu ICU terlihat adikku sedang melakukan salat duhur. Aku duduk di bangku ruangan tunggu ICU. Setelah selesai salatnya adikku menghampiriku, dan aku menyuruhnya untuk makan dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo kita makan dulu, jangan membiarkan perut kita kosong tanpa makanan!" Sambil membuka kantung plastik yang berisikan dua bungkus sate dan dua bungkus plastis minum air teh hangat. Aku dan adikku makan bersama-sama, dan sebelumnya mengajak orang-orang lainnya yang sama menunggu keluarganya di tunggu ICU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak terasa, Ibuku sudah tujuh hari di ruangan ICU. Pertemuan aku dan Ibu sudah tidak bisa bertemu tiap detik atau tiap menit. Pertemuan hanya bisa dua jam dalam satu hari. Itu pun sesuai dengan jadwal jam besuk, jam dua belas dan jam empat sore. Pertemuan dengan Ibu semakin mahal dan singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan adikku selalu berebutan untuk bertemu dengan Ibuku di ruangan ICU. Apalagi pakaian khusus ganti untuk yang besuk hanya sedikit yang tersedia. Keluargaku selalu kebagian besuk paling belakang untuk melihat kondisi Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan yang terbatas itu, ternyata awal dari sebuah pertemuan yang panjang. Sekarang aku bisa merasakannya bahwa pertemuan yang selalu dihitung dengan jam adalah sebuah pertemuan singkat untuk mengawali kepergian sang Ibu tercinta menuju penciptanya. Semoga Tuhan bisa mengampuni segala dosa perdosaannya, dan engkau Ibu bisa tidur terbaring nyenyak dalam pangkuan Khaliknya. Amin. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUPERSEMBAHKAN BUAT BUNDA YG TELAH PERGI....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-7447248015172823015?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/7447248015172823015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/saat-terakhir-bersama-bunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/7447248015172823015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/7447248015172823015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/saat-terakhir-bersama-bunda.html' title='SAAT TERAKHIR BERSAMA BUNDA'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SuDWU7S4--I/AAAAAAAAAKM/RZbiwp2KCq0/s72-c/ibu.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-5372144413620666474</id><published>2009-10-22T14:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T14:48:39.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>CINTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SuDSw3Co3kI/AAAAAAAAAJ8/CgiunIzON6k/s1600-h/LOVE+YOU.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 282px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SuDSw3Co3kI/AAAAAAAAAJ8/CgiunIzON6k/s400/LOVE+YOU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395544090440425026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AdI mAnSAH LUbIZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni berfikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta Sejati itu tidak buta. Cinta itu dikurniakan kepada makhluk yang berakal. Kerana cinta memerlukan akal bagi menilainya dari sudut mutu etikanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta itu bukanlah segala-galanya. Walaupun ia penting dalam hidup, iman yang lebih penting dari cinta. Dengan adanya iman, barulah anda boleh mencintai dengan Cinta Sejati. Cinta juga perlu kepada akal kerana cinta tergolong kepada hal nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta perlu kepada pedoman atau peraturan. Tanpa pedoman, cinta akan buta dan meraba-raba. Cinta Sejati tidak pernah menolak pedoman dan tidak lupa pada pedoman hidup, iaitu ISLAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta itu amanah. Ia bukan hak anda. Sebagaimana halnya dengan diri anda, cinta juga adalah amanah. Tidak wajar untuk anda jadikan amanah untuk memusnahkan atau memungkiri amanah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta Sejati itu sifatnya total. Ertinya walaupun anda cinta kepada kekasih anda, ia hanya sebahagian dari cinta yang menyeluruh. Cinta Sejati itu adalah cinta kepada Pencipta anda, cinta pada diri anda, cinta kepada ibubapa anda, cinta kepada keluarga anda, cinta kepada masyarakat anda, cinta kepada agama anda dan dalam masa yang sama cinta kepada kekasih anda. Kerana sifatnya total dan menyeluruh, maka Cinta Sejati akan menjadi adil. Ia meletakkan cinta pada yang berhak untuk dicintai dan setakat mana patut dicintai. Ia tidak melebihkan cinta kepada kekasih saja hinggakan lupa pada cinta yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta Sejati tidak perlu disebut. Ia khas untuk anda. Ia bukan hak orang lain. Jika anda beri Cinta Sejati, ia tidak semestinya dibalas oleh orang yang anda beri. Tapi anda tidak akan kecewa bila cinta tidak berbalas kerana anda tahu anda bercinta di bawah naungan Pencipta, yang tentu mambalas kebaikan terhadap cinta anda yang putih bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Merasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta yang anda nikmati sedikit demi sedikit berkat kesabaran itulah yang lebih membahagiakan anda. Anda tidak perlu gelojoh dalam cinta. Ini kerana jika anda gelojoh, anda mungkin seronok sebentar saja tapi merana sepanjang hayat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Merasa Cinta Sejati terhadap kekasih ialah mentakrif nikmat peringkat kedua, yang sederhana sifatnya, tidak melampau-lampau. Anda tidak terlalu terbawa-bawa oleh perasaan bila cinta anda sejati. Anda masih boleh membuat pertimbangan yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Jika kecewa cinta, jangan hingga berputus asa, kerana rahmat Pencipta masih dikurniakan untuk anda. Cubalah rasai betapa beruntungnya anda mengecapi nikmatNya yang lain dan bersyukurlah kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Bertindak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jangan mendahului ketentuan. Anda perlu banyak bersabar dalam cinta. Bila sampai masanya anda akan dihalalkan untuk membuktikan cinta, barulah anda membuktikannya, itulah Cinta Sejati.Jikalau anda bercinta sebelum berkahwin, layanilah sekadar saja. Yang penting ialah menikahi kekasih anda, itulah ertinya menerima cintanya, kerana nikah adalah ikatan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Andai kata anda bercinta sebelum berkahwin dan kekasih anda mahu merosakkan kehormatan anda, jauhilah dia dan jangan rasa kesal akibat kehilangannya. Mudah-mudahan anda akan mendapat kekasih yang jauh lebih memahami Cinta Sejati dan tulus dalam cintanya terhadap anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Manifestasikan cinta anda hanyalah setelah bernikah. Berdoalah agar cinta itu diberkatiNya dan sentiasa mendapat rahmatNya. Pohonlah kepadaNya agar dikurniakan kepada anda nikmat Cinta Sejati yang tiada taranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta Sejati atau Cinta Suci itu tidak buta. Cinta itu celik dan kecelikan cinta itu dapat mencelikkan pula yang lain. Cinta Sejati tidak buta dan tidak wajar dikatakan buta. Cinta yang buta ialah cinta yang bernoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta yang buta itu segalanya buta. Buta tentang cara dan peraturan, buta tentang tanggungjawab cinta, buta tentang hikmah cinta, malah?buta tentang hakikat diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta yang buta itu cacat kerana ia buta. Sayangnya ramai yang suka kepada cinta buta, membiarkan dirinya hanyut dibawa arus geloranya, tersadai di celah akar pohon kecewa, lalu berkata ?Cinta Itu Buta?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta Sejati bukan seperti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta Laila dan Majnun atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Romeo dan Juliet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta Sejati adalah seperti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cinta Rasulullah dan Khadijah, atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saidina Ali dan Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar renungan??untuk diri yang masih jahil dan sahabat serta adik2 yang disayangi......&lt;br /&gt;cinta? Apakah memang cinta itu salah? Sesungguhnya bukankah cinta dan kasih sayang itu adalah anugerahNya? Firman Allah SWT..Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari laki-laki dan perempuan(bapa dan ibu), dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa(bermacam-macam umat) dan bersuku-suku, supaya kamu berkenal-kenalan. Sesungguhnya orang yang termulia di antara kamu di sisi Allah, ialah orang yang lebih taqwa??surah Al-Hujuraat, ayat 13. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah menghukumkan kesalahan pada cinta, yang bersalah ialah mereka yang menodai cinta, mendustainya semata-mata kerana hasutan syaitan yang bertopengkan nafsu?Sesungguhya nafsu itu sangat mengajak kepada kejahatan?surah Yusuf, ayat 53. Memiliki jalinan kasih cinta sejati bukanlah semudah yang dilafazkan?.kerana ia memerlukan ketulusan jiwa kedua belah pihak yang berlandaskan keimanan yang sejati.. Kalau anda sudah memutuskan diri untuk bercinta?.pastikan anda sudah bersedia untuk menempuh dua jalan sama ada kecewa atau bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketahuilah?.hanya satu cinta yang benar-benar hakiki?..jaminannya bahagia kekal abadi...cintailah Illahi?.sesungguhnya ia adalah cinta yang hakiki yang tak ada tolok bandingnya. Walau apapun keturunanmu, sekalipun dirimu hina di mata masyarakat, di sisiNya, kasih sayangNya tak pernah berbelah bahagi. Jika ada yang membenci, Dia akan hadir dan terus menyayangimu, jika anda berduka lara, Dia akan hadir untuk menghiburkan hati?Dia tak pernah meminta?.malah sentiasa memberi?.nikmat kurnianNya terlalu besar ke atas kita hambaNya?tak terbanding nilainya?Sekalipun anda pernah bersalah?.berulang-ulang kali, keampunanNya sentiasa terbuka luas. Subhanallah?. Maha Suci Allah?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah hai Muhammad, Dia Allah Maha Esa, Allah Maha Pemurah. Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Tidak ada seorang pun yang dapat mengimbanginya?surah Al-Ikhlas?..wallahu a?lam?.wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-5372144413620666474?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/5372144413620666474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5372144413620666474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5372144413620666474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/cinta.html' title='CINTA'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SuDSw3Co3kI/AAAAAAAAAJ8/CgiunIzON6k/s72-c/LOVE+YOU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-6659423512795849407</id><published>2009-10-20T09:03:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T09:31:33.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Pernak-Pernik Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3h1c8VjgI/AAAAAAAAAJE/wwx4cQUU1VE/s1600-h/382542587_cfd22e1c65.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3h1c8VjgI/AAAAAAAAAJE/wwx4cQUU1VE/s400/382542587_cfd22e1c65.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394716237078302210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sungai Nil&lt;br /&gt;Jika tidak ada Nil, maka tidak ada Mesir. Ungkapan ini nampaknya realistis sekali, mengingat betapa bergantungnya Mesir kepada sungai Nil dalam berbagai bidang, khususnya masalah pengairan. Bahkan boleh dibilang bahwa Mesir merupakan negeri yang peradabannya dibangun dengan sungai Nil. Ahli sejarah Yunani, Herodotus, menyebut Mesir sebagai "anugerah Sungai Nil".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;HULU-HILIR&lt;br /&gt;Mesir, adalah termasuk satu dari sembilan negara yang dilalui oleh sungai Nil. Delapan negara lain yang menjadi negara Basin (lembah) sungai Nil adalah, Tanzania, Kenya, Zaire, Uganda, Ethiopia, Sudan, Rwanda dan Burundi. Yang dimaksud dengan basin (lembah) sungai Nil adalah seluruh daratan yang dilalui sungai ini, atau yang dilalui sungai-sungai yang bermuara di sungai ini, serta cabang-cabang sungai yang mendapat air dari sungai Nil. Dengan demikian lembah sungai Nil sangat luas sekali, sehingga mencapai 2,9 juta meter persegi atau sekitar 1/10 luas Benua Afrika. Di antara kesembilan negara lembah ini terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok negara sumber sungai (hulu) Nil, dan kedua, negara pembuangan (hilir) sungai. Dalam hal ini, Mesir dan Sudan adalah dua negara hilir sungai Nil, sementara sisanya adalah negara sumber (hulu) sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Nil, memiliki kelebihan tersendiri dibanding sungai-sungai lain di dunia. Di samping panjangnya mencapai 6.670 KM membentang dari selatan ke utara, juga membentang pada garis 3, 30 derajat lintang selatan, sampai 31derajat lintang utara, atau dengan kata lain bahwa sungai ini memotong lebih dari 34,5 derajat garis lintang. Inilah yang membedakan Nil dengan sungai-sungai lainnya di dunia, karena kebanyakan sungai di dunia mengalir ke arah timur atau ke barat. Di samping itu, sungai Nil merupakan sungai yang mengalir melalui daerah-daerah yang beragam dan dengan iklimnya yang bermacam-macam pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah hulu, sungai Nil bersumber dan mengalir dari daerah yang beriklim tropis dan berdataran tinggi. Kemudian melewati beberapa sumbernya yang lain di daerah semitropis. Lalu melewati daerah lembah pegunungan yang beriklim subtropis. Dari arah Ethiopia yang beriklim sub-seasonal, salah satu sumbernya mengalir. Kemudian sungai Nil melewati daerah Sudan yang merupakan daerah yang penuh dengan hujan musim panas dan kekeringan musim dingin. Setelah itu menerobos membelah daerah padang pasir yang ganas, dan bermuara di daerah Mesir yang beriklim laut tengah. Berarti sungai Nil mengalir dari daerah hijau yang terletak pada garis katulistiwa ke daerah padang pasir yang sangat tandus di bagian utara benua Afrika. Dengan begitu, setiap Nil mengalir satu langkah, dia akan kehilangan sebagian airnya. Jadi semakin ke hilir, airnya semakin berkurang. Hal ini berbeda dengan sungai-sungai lain di dunia, di mana semakin ke hilir semakin banyak muatan airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dari mana sumber sungai Nil itu? Pertanyaan inilah yang mendorong para ilmuwan dan petualang dari berbagai masa dan zaman untuk mencari sumber-sumber sungai Nil. Sejak Zaman Mesir kuno, orang-orang Mesir banyak yang berusaha untuk mengetahui sumber-sumber sungai ini. Tidak ketinggalan orang-orang Yunani kuno, seperti Herodotus yang pada tahun 457 SM, melakukan ekspedisi mencari sumber sungai Nil dan mendapatkan sumber bagian barat. Begitu juga halnya dengan Ptolomeus, yang mampu menemukan sumber bagian selatan, dan dianggap sebagai ahli geografi terbesar di zamannya yang mampu menggambarkan sungai Nil dengan sangat cermat dan akurat. Sumber bagian tengah sendiri ditemukan oleh orang-orang Arab, semisal al Bakbasyi al Mashry Salim Qabthan. Kemudian sumber dari Negeri Habasyah (Ethiopia) ditemukan oleh James Bross, seorang petualang Skotlandia. Danau besar Victoria, yang juga salah satu sumber terbesar ditemukan oleh Spake. Dan danau Albert, ditemukan oleh Samuel Bekker, serta Danau Edward dan sebagian sungai Smileky ditemukan oleh Stanley, seorang petualang Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian berarti sumber sungai Nil tidak hanya satu, tapi Nil adalah merupakan tumpahan air dari beberapa sungai dan beberapa danau. Tepatnya, Nil bersumber dari sungai Kagera yang mengalir masuk ke danau Victoria dari arah barat. Sungai Kagera bisa dikatakan sebagai permulaan bagi sungai Nil dan danau Victoria merupakan danau terbesar pertama di benua Afrika, dan kedua di dunia setelah danau Superior di Amerika utara. Kemudian dari danau ini, masuk lagi ke ke danau Kyoga dan danau Albert. Sungai yang membawa air dari Victoria ke danau Albert ini disebut dengan Nil Victoria. Sementara itu, danau Albert juga mendapat saluran air dari danau Edward melalui sungai Smileky. Di danau Albert lah, kedua aliran air yang berasal dari danau Victoria dan danau Edward berkumpul. Dari danau Albert, mengalir satu-satunya sungai yang disebut Nil Albert. Di saat Nil Albert ini mengalir dan seakan sudah kehabisan tenaga dan air lagi, datanglah kekuatan baru, yaitu sungai Subath yang ikut membantu mensuplay air bagi sungai Nil. Sungai Subath sendiri mendapat suplay airnya dari beberapa sumber seperti sungai Baro di Ethiopia, dan aliran air dari danau Rudolf di Kenya. Sungai Nil, dari titik pertemuan antara Nil Albert dengan sungai Subath ini disebut Nil putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Nil putih mengalir sampai ke ibu kota Sudan, Khartoum, dan di sana bertemu dengan Nil biru yang bersumber dari Danau Tana dan sungai Athirah. Berkat pertemuan antara dua sungai inilah, maka sungai Nil mendapat bantuan air lagi sehingga dapat melanjutkan alirannya sampai ke laut tengah. Bahkan Nil biru dianggap sebagai nyawa baru bagi sungai Nil putih yang semakin lemah setelah menempuh berkilometer-kilometer jarak. Bisa dikatakan bahwa sungai Nil setelah kota Khartoum sampai ke dataran Mesir, lebih banyak merupakan kelanjutan dari sungai Nil biru ketimbang Nil putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBUR&lt;br /&gt;Semenjak dahulu kala, Sungai Nil merupakan faktor pendukung pertama dalam membangun peradaban Mesir kuno. Tidak ada bangsa di dunia yang hidup dan eksistensinya betul-betul sangat tergantung kepada sungai, kecuali bangsa Mesir. Mesir yang sebagian besar tanahnya terdiri dari padang pasir tandus, berkat adanya sungai Nil, tanah ini berubah menjadi subur dan bisa ditanami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir bulan Juni, dengan sangat teratur, Sungai Nil hilir membesar arusnya akibat hujan tropis dan salju gunung yang mencair di daerah hulu sungai, sehingga airnya naik ke lembah-lembah dan bantaran sungai. Pada akhir bulan September, seluruh bantaran menjadi seakan danau yang keruh. Dan ketika surut airnya kembali seperti semula pada akhir Oktober, air sungai Nil menyisakan endapan subur di bantaran dan lembah tadi. Di saat itulah daerah lembah dan bantaran sungai Nil menjadi siap untuk ditanami dengan berbagai macam tanaman. Bulan Januari sampai Mei merupakan saat di mana air sungai Nil surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk betul-betul menggunakan sungai Nil dengan sebaik-baiknya, masing-masing dari sembilan negara telah melakukan eksploitasi sungai ini dengan semaksimal mungkin, sehingga kebutuhan negara dan rakyatnya terhadap air dapat terpenuhi dengan baik. Lain halnya dengan Mesir dan Sudan, ketujuh negara lembah Nil tidak terlalu mengandalkan sungai Nil sebagai sumber hidupnya. Karena ketujuh negara tersebut merupakan negara-negara yang masih secara teratur mendapatkan curahan hujan yang cukup setiap tahun. Mesir sendiri dalam mensiasati penggunaan air sungai Nil, berusaha semaksimal mungkin agar air sungai Nil ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta kelestarian dan kejernihan air sungai tetap terjaga. Beberapa proyek besar untuk memperbaiki sistem pengairan telah banyak yang diselesaikan Mesir, seperti proyek pembangunan Qanathir, saluran-saluran air, dan pembuatan cabang-cabang sungai ke beberapa daerah yang membutuhkan air. Sementara itu, untuk menghindari air sungai Nil terbuang begitu saja di laut tengah, maka Mesir telah membangun beberapa bendungan seperti, bendungan Aswan yang dibangun pada tahun 1902, bendungan Jabal al Auliya' yang dibangun di daerah Sudan pada tahun 1937, dan bendungan tinggi (al Sadd al 'Aliy) yang mulai dibangun pada tahun 1960 dan rampung pembangunannya di tahun 1970.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendungan tinggi ini di samping untuk menyimpan air sungai Nil jika mengalami surut, juga diproyeksikan untuk melindungi Mesir dari bahaya bencana banjir seperti puncaknya pernah terjadi pada tahun 1946 dan tahun 1964. Meskipun Mesir memiliki Bendungan Aswan untuk memenuhi kebutuhan negeri itu akan air, lokasi geografis Mesir yang terletak di bagian paling hilir membuat negeri itu menjadi amat rentan terhadap berbagai kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERGANTUNG&lt;br /&gt;Sembilan negara lembah sungai Nil, tidak selamanya sepakat dalam pembagian hak terhadap sungai Nil, khususnya hak yang menyangkut jatah dan porsi masing-masing, apalagi semenjak kebutuhan terhadap sungai ini begitu meningkat. Hal semacam ini kadang dapat menyebabkan terjadinya konflik. Konflik terbesar muncul antara pengguna air di bagian hulu dan pengguna air di bagian hilir. Negara yang berada di hulu sungai mengklaim hak kedaulatan atas air yang berasal dari teritorialnya, termasuk hak untuk menggunakan, menyimpan, mengalihkan, dan mencemari. Sementara negara-negara yang dilalui sungai itu, yang semakin ke hilir, semakin kecil posisi tawarnya, menuntut agar air sungai itu dijaga kealamiannya, supaya kebutuhan akan sumber air bersih tetap bisa dipenuhi. Tidak berlebihan kalau Menteri Luar Negeri Mesir pada tahun 1989, Boutros Boutros Ghali, yang kemudian menjadi Sekretaris Jenderal PBB, menyatakan keamanan nasional Mesir terletak di tangan delapan negara Afrika lainnya yang berada di lembah Sungai Nil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memecahkan masalah ini, telah dilangsungkan beberapa muktamar negara-negara sungai Nil dengan harapan, kesembilan negara itu tidak ada yang menjadi lebih berwenang atau yang haknya diabaikan. Walau begitu, awal bulan Maret 2004, Tanzania, sebagai salah satu negara hulu sungai Nil menghendaki peninjauan ulang kembali terhadap pembagian jatah dan porsi masing-masing, khususnya jatah Mesir dan Sudan. Tanzania menghendaki jatah pertahun Mesir dan Sudan dikurangi dari porsi semestinya. Menurut perjanjian tahun 1929 antara Mesir dan Inggris, diputuskan bahwa jatah Mesir dari air sungai Nil adalah 59 milyar meter kubik/tahun, dan jatah Sudan 15 milyar meter kubik/tahun. Akan tetapi Tanzania meminta agar jatah ini dikurangi lagi. Pertimbangannya, karena Tanzania sekarang tengah membangun proyek pembuatan saluran air di negaranya. Tentunya dalam hal ini Mesir tidak rela melepaskan begitu saja haknya, mengingat semakin pesat pertumbuhan penduduk Mesir, di satu sisi kebutuhannya semakin besar terhadap air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Mesir, melalui menteri pengairannya, Mahmoud Abu Zaid, memberikan ultimatum bahwa Mesir tidak akan pernah melakukan konsesi dan memberikan haknya dalam penggunaan air Nil. Entah bagaimana nasib kita yang tinggal di bumi Mesir, jika jatah Mesir dikurangi? Bagaimanapun, pada akhirnya, yang dapat mengeksploitasi dan mengontrol sungai Nil dengan sebaik-baiknya adalah yang akan berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Amazon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Amazon (bahasa Spanyol: Río Amazonas, bahasa Portugis: Rio Amazonas) adalah sungai di Amerika Selatan yang merupakan sungai terpanjang kedua di dunia – Sungai Nil di Afrika merupakan yang terpanjang. Sungai Amazon memiliki total aliran terbesar dari sungai manapun, membawa lebih dari Sungai Mississippi, Nil, dan Yangtze digabungkan. Amazon juga memiliki sistem peraliran terbesar dari seluruh sistem sungai. Meskipun Nil sungai terpanjang, namun Amazon bisa dianggap "terkuat" (dilihat dari jumlah air yang mengalir per detik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah air tawar yang dilepas ke Samudra Atlantik sangat besar: 184.000 m³ per detik (6,5 juta kaki³) di musim hujan. Aliran Amazon merupakan seperlima dari jumlah seluruh air tawar yang masuk ke laut di seluruh dunia. Air di laut dekat sungai ini memiliki kadar garam yang rendah sampai beratus mil jauhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai utamanya (biasanya memiliki lebar satu sampai enam mil) dapat dilalui untuk kapal uap samudra besar sampai Manaus, hampir 800 mil ke hulu sungai dari mulutnya. Kapal laut yang lebih kecil dengan berat 3.000 ton dan 5,5 m (18 kaki) dapat mencapai sejauh Iquitos, 3.700 km (2.300 mil) dari laut. Kapal sungai kecil dapat mencapai 780 km (486 mil) lebih jauh sampai Achual Point. Lewat dari sana, hanya perahu kecil yang dapat naik sampai Pongo de Manseriche, di atas Achual Point.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai ini mengambil air dari koordinat 5° LU sampai 20° LS. Sumber paling jauh ditemukan di dataran tinggi inter-Andes, jarak yang cukup dekat dengan Samudra Pasifik; dan setelah menempuh jarak 7.200 km (4.800 mil) melalui pedalaman Peru dan melewati Brasil, ia masuk Samudra Atlantik di katulistiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Toba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran luas 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal-usul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2800km3, dengan 800km3 batuan ignimbrit dan 2000km3 abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu.&lt;br /&gt;Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar ribuan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Krakatau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krakatau adalah gunung berapi yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Gunung berapi ini pernah meletus pada tanggal 26 Agustus 1883. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat. Suara letusan Gunung Krakatau sampai terdengar di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali dari bom atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora, di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Krakatau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat yang menyisakan sebuah kaldera (kawah besar) yang disebut Gunung Krakatau Purba, yang merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini disusun dari bebatuan andesitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar geologi B.G. Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya Gunung Krakatau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Rakata, yang merupakan satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi yang dikenal sebagai Gunung Rakata yang terbuat dari batuan basaltik. Kemudian, dua gunung api muncul dari tengah kawah, bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian menyatu dengan Gunung Rakata yang muncul terlebih dahulu. Persatuan ketiga gunung api inilah yang disebut Gunung Krakatau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 menghasilkan lava andesitik asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal bakal terjadinya letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada 26-28 Agustus 1883.&lt;br /&gt;Letusan Gunung Krakatau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geoghrapic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluh-lantakkan dalam sejarah manusia moderen. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. Sedangkan buku The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Krakatau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya selitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Simon Winchester, sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan Krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Jawa dan Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi kembali. Tak ada yang tahu pasti kapan Anak Krakatau akan meletus. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan in bakal terjadi antara 2015-2083. Namun pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Profesor Ueda Nakayama salah seorang ahli gunung api berkebangsaan Jepang, Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini. Para pakar lain menyatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad lagi atau sesudah 2325 M. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grand Canyon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grand Canyon adalah sebuah jurang tebing-terjal, diukir oleh Sungan Colorado, di utara Arizona. Jurang ini merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia dan sebagian besar berada di Taman Nasional Grand Conyon; salah satu taman nasional pertama di Amerika Serikat. Presiden Theodore Roosevelt merupakan salah satu pendukung utama wilayah Grand Canyon, mengunjunginya dalam beberapa kesempatan untuk berburu singa gunung dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurang ini, diciptakan oleh Sungai Colorado memotong sebuah selat selama jutaan tahun, panjangnya kira-kira 446 km, dengan lebar mulai dari 6 sampai 29 km dan dengan kedalaman lebih dari 1.600 m. Hampir dari 2000 juta tahun sejarah Bumi telah terpotong oleh Sungai Colorado dan anak sungainya lapis demi lapis sedimen ketika Dataran Tinggi Colorado mulai terangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grand Canyon pertama kali dilihat oleh orang Eropa pada 1540, Garcia Lopez de Cardenas dari Spanyol. Ekspedisi saintifik pertama ke canyon ini dipimpin oleh Mayor AS John Wesley Powel pada akhir 1870-an. Powell menunjuk ke batuan sedimen yang terbuka di jurang sebagai "daun dalam buku cerita agung". Namun, jauh sebelum masa itu, wilayah ini telah ditinggali oleh Penduduk Asli Amerika yang membangun tempat tinggal di tembok jurang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angel Waterfall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Terjun Angel atau Salto Angel adalah air terjun jatuh-bebas tertinggu di dunia dengan ketinggian 979 meter (3.212 kaki) dengan jatuh tanpa hambatan sekitar 807 meter (2.647 kaki). Air terjun ini terletak di Rio Caroni, Taman Nasional Canaima, Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pertama kali dilihat di awal abad ke-20 oleh penjelajah Ernesto de Santa Cruz, air terjun ini tidak dikenal dunia sampai ditemukan secara resmi oleh penerbang Amerika, James Crawford Angel yang sedang terbang mencari lokasi tambang emas. Pada tahun 1936, James Angel kembali dan mendaratkan pesawatnya di dekat air terjun. Air terjun ini dinamakan "Air terjun Angel" untuk mengenang penemunya, James Crawford Angel. Suku Indian Pemon menyebut air terjun ini sebagai "Auyan-tepui" ("Aiyan-tepui") yang berarti "Gunung Setan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketinggian resminya ditentukan oleh National Geographic Society pada 1949. Air terjun ini merupakan atraksi turis paling terkenal di Venezuela.&lt;br /&gt;Menara Eiffel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai sayur kurang garam bila kita mengunjungi kota Paris, Prancis, tanpa menyaksikan kemegahan Menara Eiffel. Menara ini dibangun oleh Gustave Eiffel, Maurice Koechlin dan Emile Nouguier serta diarsiteki oleh Stephen Sauvestre. Dibangun dalam rangka pekan Pameran Dunia dan perayaan Revolusi Perancis, menara dengan bendera berkibar di puncaknya. Diresmikan pada tanggal 31 Maret 1889. Meskipun kecaman dan protes yang keras dari penduduk Paris dan kalangan intelektual selama pembangunan, kerangka besi ini menjadi simbol kota Paris dan menarik lebih dari 6 juta pengunjung setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana proyek dimulai tahun 1884. Dengan iringan irama protes, pembanguanannya dimulai pada tahun 1887 dan selesai 26 bulan kemudian pada tahun 1889. Berdasar rencananya menara ini akan dirobohkan setelah berlangsungnya pekan Pameran Dunia 1900. Akan tetapi, keberhasilan percobaan transmisi radio yang dikendalikan oleh Angkatan Bersenjata Perancis sebelum hari pemugaran akhirnya menyelamatkan menara Eiffel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menara Eiffel dibangun dengan jeruji bak sangkar, persis seperti pada struktur tulang paha manusia. jeruji tersebut disusun sepanjang garis gaya yang dapat mengurangi dampak beban atau tekanan. Terdapat 18.038 jeruji yang diperkuat dengan 2.500.000 paku. Kerangka dari karya Tuan Gustave Eiffel ini tahan angin dan walaupun bahannya dari besi, berat menara hanya 7.300 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tanah sampai tiang bendera, tingginya 312.27 meter pada tahun 1889, sekarang 324 meter dengan antenanya. Saat ini, berbagai perusahaan televisi Perancis memasang antena mereka di puncak Menara Eiffel. Dimiliki oleh Pemerintah Daerah Paris dan dikelola oleh perusahaan swasta, "Société Nouvelle de l'Exploitation de la Tour Eiffel", kerangka besi ini direnovasi setiap 7 tahun sekali dan dicat dengan 50 ton cat. Renovasinya digarap olah pekerja yang manguasai olah raga alpinis dan akrobatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menara Eiffel diterangi oleh 352 projektor 1.000 watts dan berkedip setiap sengah jam pada malam hari dengan 20.000 bola lampu dan 800 lampu disko. Supaya membuat menara kelihatannya lebih hidup, 4 lampu laser xenon yang berkekuatan 6.000 watts berputar secara permanen di puncak menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 1.665 tangga bagi pengunjung yang senang olah raga. Ada 2 buah lift yang naik ke tingkat dua dimana bisa ditemukan berbagai toko suvenir. (Modaniq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.proyeksi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piramida Mesir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-6659423512795849407?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/6659423512795849407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/pernak-pernik-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6659423512795849407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6659423512795849407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/pernak-pernik-dunia.html' title='Pernak-Pernik Dunia'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3h1c8VjgI/AAAAAAAAAJE/wwx4cQUU1VE/s72-c/382542587_cfd22e1c65.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-1694964445417748566</id><published>2009-10-20T08:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T09:01:19.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OTOMOTIF'/><title type='text'>The modification of the Leader's Motor of the Group of the The Titans Band</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3do7qsgoI/AAAAAAAAAI8/4mHJp9w__oU/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3do7qsgoI/AAAAAAAAAI8/4mHJp9w__oU/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394711623940997762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Several of the group's members of the band of the upper plank were that doyan the modification. Among them, two leaders The Titans, Andika (keyboard) and Indra (bass). They really understood would the development modif the motorcycle. Could be imagined, with the pocket that many of the results of the recorder and cooed, like whether the motor that was wanted by them? Indra that had the full name Hendra Suhendra had Honda Vario the production 2007, whereas his colleague of Suzuki Skywave 2008. both of them kepincut with the current modif low rider and big matic. And Indralah that was the source of the virus until Andika the model. "If the motor enggak dimodif, rarely must be glanced at, the" Indra" reason.&lt;br /&gt;However, Indra did not want his modification until that was really extreme. The main condition low rider, as the wheel fuse retreated, absolute. But he asked only 15 cm then. Then, his concept bolt ounce and still comfortable was driven. Because, if going to the studio or just sat idle in the location that still was safe, said Indra, must be brought. To change tampilan their motor, Indra hand over skubek him to the Yayak hands from 909 Matic in Street Cihampelas, Bandung, West Java. "His concept was just sweet, like generally their song." Here Yayak only added ducktail that was made from fibre and visor minimalis that was inscribed with the name of the group of their band.&lt;br /&gt;n the meantime, Andika Naliputra Wiraharja, like that the complete Andika name, a little braver changed tampilan Skywave him. Could be seen in the swing arm and shock behind that the dual model, that was changed became single and his position was shifted in the middle. When Indra carved the name of the group of his band in visor, Andika the difference. He stuck him on the muffler. Although garapan his modification the difference, there were those who are same from the two motors. Andika and Indra together carried setang Robocop. Apart from being glad being seen, "Also could be tuned, so the position" of the "hands during riding could be changed also," said Indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://images.google.com.eg/imgres?imgurl=http://202.43.165.157/gramedia/otomotif/otoweb/images/image/modifikasi/april08/Suzuki06-Andhika.jpg&amp;imgrefurl=http://motorcyclesorts.blogspot.com/2009_04_01_archive.html&amp;usg=__uxQAIiL3o0zvM6DTyY26xl-6ogs=&amp;h=319&amp;w=490&amp;sz=34&amp;hl=en&amp;start=3&amp;tbnid=78tOnuuIZ_AsLM:&amp;tbnh=85&amp;tbnw=130&amp;prev=/images%3Fq%3Dotomotif%2Bmotor%26gbv%3D2%26hl%3Den%26sa%3DG&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-1694964445417748566?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/1694964445417748566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/modification-of-leaders-motor-of-group.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/1694964445417748566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/1694964445417748566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/modification-of-leaders-motor-of-group.html' title='The modification of the Leader&apos;s Motor of the Group of the The Titans Band'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3do7qsgoI/AAAAAAAAAI8/4mHJp9w__oU/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-3271428888403285334</id><published>2009-10-20T08:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T08:59:57.740-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OTOMOTIF'/><title type='text'>The Sport Motorcycle Was Most Perfec</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3c90qSC9I/AAAAAAAAAI0/8CRE4rDTz9w/s1600-h/suzuki-fxr-150-by-tekek-meong.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 295px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3c90qSC9I/AAAAAAAAAI0/8CRE4rDTz9w/s400/suzuki-fxr-150-by-tekek-meong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394710883325840338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… for Indonesians:-D Sport 125cc, was the sport motor was most appropriate for Indonesians. Because besides having the good-looking appearance the measurement as well as his weight were correctly true the pass for the measurement and the street in Indonesia. Generally light Sportbike had the machine capacity between 125cc hinga 150cc. Trapped this the machine of two might not be still became the main choice because from the aspect of the performance that could be produced generally gas emissions discarded the motor of two not have a capacity was supervised 150cc still slipped away the test emisis euro Ii &amp; III. Pilihanya many, the quality OK, the price entered Akal Minimally the choice of the minor sport motor had 5 kinds. From the Japanese plain was represented by Honda CBR 125, Kawasaki ZX 150 RR and Yamaha YZ 125R. Whereas the European plain was represented by Aprilia Rs125 and the veteran Cagiva Mito. Berhubung all of it was the original product the manufacturer of the centre (the Japanese country and italy) except ZX 150 RR the quality and their performance were guaranteed pancen oye and free cost down.&lt;br /&gt;YZF 125R - Most Gress Was difficult distinguished between YZF 125R and Yamaha R6. Because not only desai him that like betel nuts was divided two, from the position mengendara to the form of the muffler also precisely like his older brother that have a capacity 600cc. The machine 4 not, used the injection system, could produce the power of 16 mobile phones to 9000 rpm. Was the choice of the alternative from Aprilia 125R, that did not lose gress him. Information was more complete was in postingan and klil here! The performance - chose Cagiva Mito If emphasising the performance, the choice fell for Cagiva Mito. Although being classified as feeble because of being produced since 1996 and imitating Ducati 916 Mito performance affairs still that was best. The motor that had been used by Valentino Rossi in the race season 1996 this could produce the power of 37 mobile phones. The speed of the maximum with released limiter was 205 km/the hour. It was not surprised that the front brake brembo measuring 320mm and behind 220 became the safety device of the standard. Cagiva Mito then was popular enough dikalangan bikers the land&lt;br /&gt;Honda CBR 125 R Sportbike - the Daily This not CBR 150 that often has circled in the local market. This was CBR 125 with the machine of DOHC. Deskripsinya equally precisely denganCBR 150 that for a long time beredardi the homeland. Only the frontal CBR appearance 125 R this the total resembled Honda CBR 1000 Fireblade. With the adequate machine power and the measurement was slenderest this motor was true true perfect to be made the daily motor with nuances of Sport. Further please here Kawasaki ZX 150 RR - Most Kompromi Chose the sport motor to be used the daily and had the capacity mumpuni to be used in the high speed? Kawasaki ZX 150 RR piliha him. Because compared to his rival's rival this motor was supported to be full by ATPM kawasaki (without meaning underestimated ATPM Cagiva right) Riding position was considered to be natural and with the machine that could produce the power of 30 mobile phones, the machine of two not artificial kawasaki this then was considered to be obstinate to be used dikemacetan&lt;br /&gt;Aprilia 125R - the King him Raja Oh, there was Jorge Lorenzo in gatot subroto! Possibly that available dipikiran the person who saw Aprilia RS 125 editions 2006. With livery “Spanish No1″ precisely like that was most notable in the motor of Jorge Lorenzo Aprilia 125 became a special spectre. The design that mencontek was finished his older brother who had a capacity of 1000 cc RSV Mille, the Aprilia appearance was difficult to be distinguished from his older brother who was playing in the class superbike. The power 35 mobile phones were ready to take his driver in the speed 200 km/the hour. Want in more detail the clique in sini In the long run … Chose one of these motors in fact was not difficult, because from the aspect of economical the price of the motor sports this was relative not be stuck to far, between 32 and 50 million rupiah at a cost of oprasional him that relatively same. Remained like which appetite and the requirement bikers this. So please chose, because this indeed that was best was trapped by him how come!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://images.google.com.eg/images?gbv=2&amp;hl=en&amp;sa=1&amp;q=otomotif+motor&amp;btnG=Search+images&amp;aq=1&amp;oq=otomot&amp;start=0&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-3271428888403285334?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/3271428888403285334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/sport-motorcycle-was-most-perfec.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3271428888403285334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3271428888403285334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/sport-motorcycle-was-most-perfec.html' title='The Sport Motorcycle Was Most Perfec'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3c90qSC9I/AAAAAAAAAI0/8CRE4rDTz9w/s72-c/suzuki-fxr-150-by-tekek-meong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-5408110123125196155</id><published>2009-10-20T08:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T08:39:47.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Tidur Ala Rasul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3ZMaWIc4I/AAAAAAAAAIk/2ipKHka5Cew/s1600-h/rasul.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3ZMaWIc4I/AAAAAAAAAIk/2ipKHka5Cew/s400/rasul.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394706735913530242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oLEH aDI MANSAH aLFARUQ lUBIZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara keutamaan islam adalah bersifat universal. Islam memberikan tuntunan pada pemeluknya di beragam bidang. Dari bangun tidur sampai tidur lagi. Ada beberapa hal yang perlu kita praktikkan berkenaan dengan tata cara tidur seperti dicontohkan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama&lt;br /&gt;Muhasabah sesaat sebelum tidur. Jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah SWT, dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua&lt;br /&gt;Tidur lebih dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari 'Aisyah bahwasanya Rasulullah tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam, lalu beliau melakukan shalat (muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga&lt;br /&gt;Disunnatkan berwudhu sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al-Bara bin azib menuturkan, Rasulullah bersabda, "Apabila kamu akan tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat&lt;br /&gt;Disunnatkan juga mengibaskan sprei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadist Abu Hurairoh bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…di dalam satu riwayat dikatakan : tiga kali. (Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima&lt;br /&gt;Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar menuturkan, "Nabi SAW pernah lewat melintasi aku, di kala itu aku sedang berbaring tengkurap, maka nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda,"Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka," (HR Ibnu Majah dan dinilai shahih  oleh al – Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam&lt;br /&gt;Makruh tidur di atas tempat terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari 'Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi SAW telah bersabda "Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh&lt;br /&gt;Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda "Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman" (Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan&lt;br /&gt;Membaca ayat kursi, dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah, al-Ikhlas dan Mu'awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan&lt;br /&gt;Membaca doa-doa dan dzikir yang keterangannya shahih dai Rasulullah SAW, seperti Ya Allah, peliharalah aku dari azabMu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba Mu. Dibaca tiga kali (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh.. jadi sampai kita memejamkan kepenatan di mata kita pun, ngga ketinggalan&lt;br /&gt;Sunnah rasul yang masih bisa kita ikuti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-5408110123125196155?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/5408110123125196155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/tidur-ala-rasul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5408110123125196155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5408110123125196155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/tidur-ala-rasul.html' title='Tidur Ala Rasul'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3ZMaWIc4I/AAAAAAAAAIk/2ipKHka5Cew/s72-c/rasul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-1578916598498989089</id><published>2009-10-20T08:29:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T08:39:36.546-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>RUQYAH SYAR’IYYAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3Zbfa4QRI/AAAAAAAAAIs/ByozIIE3Mso/s1600-h/The+Rules+%26+Etiquettes+of+Ruqyah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 211px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3Zbfa4QRI/AAAAAAAAAIs/ByozIIE3Mso/s320/The+Rules+%26+Etiquettes+of+Ruqyah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394706994973655314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukaddimah&lt;br /&gt; Fenomena kemusyrikan bukan masalah yang baru muncul di zaman ini, akan tetapi sudah ada sejak dahulu. Bahkan sebab utama diutusnya para nabi  dan rasul adalah untuk membersihkan akidah manusia dari kemusyrikan. Tuntutan dari akidah yang benar adalah menjadikan Allah SWT  sebagai tempat berlindung dan tempat meminta serta menjadikan seluruh ibadah dan ketaatan hanya untuk Allah semata. Allah berfirman: &lt;br /&gt;ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت (النحل : 36)&lt;br /&gt;إياك نعبد وإياك نستعين (الفاتحة : 5)&lt;br /&gt;قل هو الله أحد. الله الصمد (الإخلاص : 1-2)&lt;br /&gt; Diantara hal yang bisa merusak keimanan dan menjerumuskan seseorang kepada kemusyrikan  adalah masalah sihir dan perdukunan. Dari hari kehari, sihir dan perdukunan semakin mendapat tempat di hati masyarakat yang sedang sakit.Tukang sihir dan dukun, sekarang  menjadi kelompok masyarakat yang terpandang. Mereka didatangi oleh banyak orang, karena dianggap mempunyai kekuatan yang luar biasa dan mampu mengetahui hal-hal ghaib. Padahal Allah SWT dengan jelas menyatakan bahwa tidak ada satu makhlukpun yang mampu untuk mengetahui hal yang ghaib kecuali Dia.&lt;br /&gt;قل لا يعلم من في السماوات والأرض الغيب إلا الله (النمل : 65)&lt;br /&gt; Menjaga kemurnian akidah dari segala bentuk kemusyrikan adalah kewajiban seluruh umat Islam, karena akidah merupakan landasan dalam beramal. Tidak ada artinya amal ibadah yang banyak, ketika seseorang masih mengotori keimanannya dengan meggantungkan hidup dan masa depannya kepada tukang sihir dan dukun. Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk senantiasa mampu menjaga akidah kita dari noda-noda kemusyrikan, sampai ajal datang menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sihir dan Perdukunan Dalam Pandangan Islam.&lt;br /&gt; Secara bahasa, sihir berarti menampilkan yang bathil dalam bentuk yang haq atau mengkhayalkan sesuatu  bukan menurut hakikat yang sebenarnya.&lt;br /&gt; Menurut istilah, sihir berarti kesepakatan antara seseorang dengan syaithan untuk melakukan perbuatan yang diharamkan atau syirik dengan imbalan akan mendapatkan ketaatan dan pertolongan dari syaithan dalam melakukan hal-hal yang diinginkannya.&lt;br /&gt; Adapun dukun dalam bahasa arab dikenal dangan istilah kahin atau ‘arraf, yang artinya adalah orang yang mengaku dirinya mengetahui hal-hal yang ghaib.&lt;br /&gt; Sihir dan perdukunan sejak duhulu mempunyai konatasi yang negatif dan imej yang tidak baik dalam masyarakat. Siapa saja tidak ingin dikatakan sebagai tukang sihir atau dukun, walaupun amaliyah yang dilakukannya jelas-jelas sihir dan perdukunan. Selain itu kita juga sering mendengar bagimana dukun-dukun melakukan tindakan  kriminal dalam prakteknya. Kita pernah mendengar kisah Dukun AS yang mengorbankan lebih dari 40 pasiennya.&lt;br /&gt;  Dahulu,  ketika mendengar kata “tukang  sihir” atau “dukun”  yang terbayang bagi kita adalah seseorang yang berpakaian hitam dan sedikit kumal serta tinggal di tempat-tempat yang sangat sederhana dan kadang terkesan kotor. Namun seiring dengan kemajuan zaman, istilah  tukang sihir dan dukun mulai ditinggalkan. Sekarang populer dengan istilah paranormal atau orang pintar, untuk menutupi kesan negatif yang sudah melekat pada tukang sihir dan dukun. Dan penampilan merekapun sudah berubah, mereka tampil berdasi bagaikan seorang pejabat negara. Tempat merekapun bukan lagi gubuk-gubuk yang kumuh. Sekarang mereka sudah muncul di mall-mall dan pusat keramaian. &lt;br /&gt; Mauqif Islam terhadap sihir dan perdukunan sangat jelas, karena keduanya tidak bisa dilepaskan dari ta’amul dan isti’aanah  dengan jin, padahal Allah dengan jelas menyebutkan perbuatan tersebut adalah dosa. Allah berfirman:&lt;br /&gt;اوأنه كان رجال من الانس يعوذون برجال من الجن فزادوهم رهقا (الجن : 6)&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain Allah berfirman:&lt;br /&gt;ويوم يحشرهم جميعا يا معشر الجن قد استكثرتم من الإنس وقال أولياؤهم من الإنس ربنا استمتع بعضنا ببعض وبلغنا أجلنا الذي أجلت لنٌا قال النا ر مثواكم خالدين فيها إلا ما شاء الله إن ربك حكيم عليم (الأنعام: 128)&lt;br /&gt; Istimta’ manusia dengan jin adalah dalam bentuk bantuan jin untuk  mewujudkan keinginannya serta mendapatkan mendapatkan informasi tentang hal-hal yang ghaib. Sedangkan istimta’ jin dengan manusia adalah dalam bentuk ketaatan manusia kepada jin dengan melakukan apa yang diinginkan oleh jin walaupun hal tersebut dilarang dalam Islam. &lt;br /&gt; Ada beberapa dalil yang menjadi landasan dilarangnya perbuatan sihir dan perdukunan, di antaranya:&lt;br /&gt;1- قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:(اجتنبوا سبع الموبيقات, قالوا: ما هن يا سول الله؟ قال: الاشراك بالله و      االسحروقثل النفس التى حرم الله الا بالحق وأكل الربا وأكل مال اليتيم والتولى يوم الزحف وقذف المحصنات الغافلات المؤمنات).&lt;br /&gt;2- عن عمران بن الحصين رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ليس منا من تطير أو تطير له أو تكهن أو تكهن له أو سحر أو سحر له, ومن أتى كاهنا فصد قه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد)&lt;br /&gt;3- عن عائشة قالث: سأل ناس رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الكهان, فقال: "ليسوا بشيء"  فقالوا: يا رسول الله, إنهم يحدثوننا أحيانا بشيء فيكون حقا. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "تلك الكلمة من الحق يحفظها االجني فيقرها في أذن وليه فيخلطون معه مائة كذبة" متفق عليه.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4- عن صفية بنت أبي عبيد, عن بعض أزواج النبي صلى الله عليه وسلم ورضي الله عنها عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "من أتى عرافا فسأله عن شيء, فصدقه, لم تقبل له صلاة أربعين يوما.&lt;br /&gt;5-عن قبيصة بن المخارق رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: العيافة والطيرة والطرق من الجبت.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal Yang Menyebabkan Tumbuh Suburnya Sihir Perdukunan. &lt;br /&gt; Menyaksikan praktek sihir dan perdukunan yang sangat merajalela di Indonesia membuat bulu kuduk kita merinding. Bagaimana mungkin sebuah dosa besar berlangsung begitu transparan tanpa ada peringatan secara sistemik dari penguasa.. &lt;br /&gt; Memang terasa agak aneh, ketika ilmu pengetahuan semakin maju, teknologi semakin canggih, logika semakin diagungkan, namun minat masyarakat terhadap hal-hal yang berbau mistik semakin meningkat. Dan wabah ini tidak hanya menimpa kalangan masyarakat awam dan miskin, akan tetapi juga menimpa kalangan masyarakat terdidik, dan dari segi ekonomi mereka adalah orang yang sudah mapan.&lt;br /&gt; Ada beberapa faktor yang mendukung tumbuh suburnya sihir dan perdukunan, di antaranya:&lt;br /&gt;-Awamnya sebagian masyarakat akan ajaran Islam yang sempurna dan universal. Mereka masih memahami Islam sebatas ibadah-ibadah mahdhah, atau mengamalkan beberapa amalan yang tidak ada landasan syar’inya. Banyak kalangan awam yang mengamalkan lafaz-lafaz arab, meskipun mereka tidak tahu maknanya dengan tujuan untuk menjaga diri. Atau menggunakan kalung yang ditulis padanya ayat Alquran dengan maksud kebal dan lain sebagainya. Ini adalah perbuatan bid’ah dan pelecehan terhadap ayat-ayat Allah SWT.&lt;br /&gt;-Lemah iman. Ini merupakan konsekwensi logis dari minimnya pengetahuan tentang Islam, ditambah minus dalam pengamalan. Seseorang yang kuat imannya, betul-betul meyakini bahwa Allah SWT qadir atas segala sesuatu, Allah adalah tempat meminta, maka dia akan selalu mengembalikan semua urusannya kepada Allah SWT. Sebaliknya orang yang lemah iman yang tercermin dari kurangnya keyakinan bahwa Allah SWT adalah tempat meminta, akan mencari alternatif lain untuk menyelesaikan masalah hidupnya, walaupun dalam kesehariannya masih melantunkan lafaz iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin. Tapi dalam prakteknya mereka lebih senang untuk datang dan minta tolong kepada tukang sihir dan dukun. Apalagi praktek ini dibungkus dengan simbol-simbol Islam.  Tanpa iman yang kuat kita bisa terperangkap dengan janji-janji para pendusta yang melencengkan ajaran agama. Penjelasan ilmu gaib dan hal-hal yang berbau mistik dengan cara ilmiyah ternyata mampu menghancurkan iman sebagian umat Islam untuk ikut dalam kesesatan.&lt;br /&gt; Tumbuhsuburnya sihir dan perdukunan tidak terlepas dari pengaruh sisa-sisa ajaran animisme (kepercayaan kepada roh-roh yang mendiami semua benda), dinamisme (kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha seseorang). Banyak sekali benda-benda  yang dianggap keramat dan sakti seperti keris, pedang, cincin, berbagai macam batu yang diyakini oleh sebagian orang mampu untuk menjaga diri, manambah kekuatan, cepat kaya dan sebagainya.&lt;br /&gt; Semakin kerasnya persaingan untuk mempertahankan eksistensi diri dan semakin kompleknya tuntutan kehidupan menjadikan sebagian orang putus asa dan akhirnya lari kepada tukang sihir ataupun dukun. Mereka meyakini bahwa mendatangi tukang sihir atau dukun adalah solusi yang tepat. Yang punya usaha ingin agar usahanya lancar, yang merasa dirinya  kurang  menarik ingin terlihat cantik oleh siapapun, yang punya rival bisnis ingin rivalnya gulung tikar, yang lemah ingin menjadi kuat dan sakti seperti satria baja hitam, yang punya jabatan ingin jabatannya tetap langgeng, yang miskin ingin menjadi milyuner, walaupun dukun yang dia datangi, dari dahulu tidak pernah  berubah kehidupannya.&lt;br /&gt; Media informasi juga mengambil peran yang besar dalam penyebaran sihir dan perdukunan serta hal-hal yang berbau mistik, baik media elektronik maupun cetak. Kita dapati hampir semua stasiun televisi di Indonesia saling berpacu menayangkan acara-acara yang sangat kental dengan nuansa mistik dan perdukunan, baik film maupun sinetron. Bahkan ada liputan khusus yang menyorot dunia mistik ini. RCTI tampil dengan Kismis (Kisah Misteri), Trans TV tampil dengan Dunia Lain, TV 7 tampil dengan Ekspedisi Alam Ghaib, ANTV tampil dengan Percaya Nggak Percaya, Lativi tampil dengan Misteri Kisah Nyata dan TPI tampil dengan Gentayangan.&lt;br /&gt; Demikian juga media cetak, seperti majalah Liberty yang tampil dengan 124 halaman, 48 halaman (38%)merupakan iklan praktek supranatural. Ada lagi tabloid Mistik, majalah Supranatural, tabloid Posmo yang oplahnya mencapai 40 ribu eksemplar dan majalah Misteri yang oplahnya bahkan mencapai 85 ribu eksemplar. Melihat kecendrungan masyarakat yang sangat tinggi terhadap masalah ini menunjukkan bahwa bangsa ini adalah bangsa penganut klenik secara mayoritas.&lt;br /&gt; Tayangan  televisi yang berbau mistik pernah dikeluhkan oleh kalangan dunia pendidikan, karena tayangan  tersebut menumpulkan logika dan menjadikan peserta didik lebih mementingkan hasil daripada proses. Sehingga tidak heran kalau seandainya pendidikan nasional mengalami kemunduran.(Kompas, 26 Agustus 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruqyah Syar’iyyah Sebagai Solusi Yang Aman&lt;br /&gt; Ruqyah adalah mantra (bacaan-bacaan) yang dibacakan kepada seseorang yang sakit atau kesurupan dan yang semisalnya. Ruqyah ini sudah ada dan dikenal dikalangan Arab di masa jahiliyah. Akan tetapi ruqyah ketika itu sangat kental dengan nuansa syirik seperti minta tolong kepada jin, syetan, memohon kepada selain Allah SWT dan membaca bacaan yang tidak difahami maknanya. Oleh karena itu Rasulullah melarang keras untuk menggunakan ruqyah yang seperti ini, bahkan dianggap sebagai perbuatan syirik, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud:&lt;br /&gt;إن الرقى والتمائم والتولة شرك .&lt;br /&gt;  Jadi Ruqyah Syar'iyah itu hanya boleh dengan ayat-ayat Alquran  atau nama dan sifat Allah atau zikir-zikir yang ma’tsur dari Rasulullah dan lafaz  yang tidak mengandung syirik. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya:&lt;br /&gt;أعرضوا علي رقا كم, لا بأس بالرقى ما لم يكن فيه شرك .(رواه مسلم)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun dalil-dalil yang menjadi landasan dibolehkannya ruqyah ini adalah:&lt;br /&gt;1-Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;وننزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد الظالمين إلا حسارا (الإسراء: 82 )&lt;br /&gt; Kata syifa’ dalam ayat tersebut tidak saja mengandung makna obat bagi penyakit hati, akan tetapi juga obat bagi penyakit-penyakit yang bersifat zhahir, yaitu dengan cara ruqyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2-Hadits Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;عن خارجة بن الصلت التميمي عن عمه أنه أتى رسول الله صلى الله عليه وسلم فأسلم, ثم أقبل راجعا من عنده, فمر على قوم عندهم رجل مجنون موثق بالحديد, فقال أهله: إنا حدثنا أن صاحبكم هذا قد جاء بحير, فهل عندك شيء تداويه؟ فرقيت بفاتحة الكتاب, فبرأ, وفي رواية : أنه رقاه بفاتحة الكتاب ثلاثة أيام غدوة وعشية ... فكأنما أنشط  من عقال . قال : فأعطوني مائة شاة, فأتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فأحبرته, فقال: "هل إلا هذا؟" وقال مسدد في موضع آحر : "هل قلت غير هذا؟" قلت: لا, قال: حذها, فلعمري لمن أكل برقية باطل لقد أكلت برقية حق" &lt;br /&gt;3-Hadits Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;عن أبي سعيد أن رهطا من أصحب رسول الله صلى الله عليه وسلم انطلقوا في سفرة سافروها حتى نزلوا في حي من أحياء العرب, فاستضافوهم فأبوا أن يوضيفوهم, فلدغ سيد ذلك الحى, فسعوا له بكل شيء, لا ينفعه شيء, فقال بعضهم : لو أتيتم هؤلاء الرهط الذين قد نزلوا بكم,لعله أن يكون عند بعضهم شيء , فأتوهم فقالوا: ياأيها الرهط, إن سيدنا لدغ, فسعينا له بكل شيء, لا ينفعه شيء, فهل عند أحد منكم شيء ؟ فقال بعضهم: نعم, والله إني لراق, ولكن قد استضفناكم فلم تضيفونا, فما أنا براق لكم حتى تجعلوا لنا جعلا, فصالحوهم على قطيع من الغنم, فانطلق فجعل يتفل ويقرأ: (الحمد لله رب العالمين) - يعني الفتتحة – حتى لكأنما نشط من عقال, فانطلق يمشي ما به قلبة. قال: فأوفوهم جعلهم الذى صالحوهم عليه, فقال بعضهم: اقسموا, فقال الذى رقى: لا تفعلوا حتى نأتى رسول الله صلى الله عليه وسلم فنذكر الذى كان, فننظر ما يأمرنا, فقدموا على رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكروا له, فقال: "وما يدريك أنها رقية؟ أصبتم, اقسموا واضربوا لي معكم بسهم"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4-Hadits Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;عن عائشة, قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا مرض أحد أهله, نفث عليه بالمعوذات. فلما مرض مرضه الذي مات فيه, جعلت أنفث عليه وأسحه بيد نفسه, لأنها كانت أعظم بركة من يدي&lt;br /&gt;5-Hadits Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;عن عوف بن مالك الأشجعي, قال: كنا نرقي فى الجاهلية, فقلنا: يا رسول الله ! كيف ترى فى ذلك؟ فقال: اعرضوا علي رقاكم , لا بأس بالرقى ما لم يكن فيه شرك&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6-Imam Ibn Taimiyah juga pernah beberapa kali meruqyah orang yang kesurupan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Iman&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Allah memberi petunjuk kepada kita dalam melawan gangguan Syaithan dengan cara berlindung kepada Allah dari kejahatan mereka. Maka berlindung kepada Allah adalah perisai yang kokoh dan sekaligus senjata yang ampuh bagi seorang mukmin dalam menghadapi syaithan.&lt;br /&gt; Rasulullah pernah didatangi rombongan syaithan pada suatu malam, mereka muncul dari berbagai lembah dan lorong, diantara mereka ada yang membawa obor api untuk membakar wajah Rasulullah yang mulia. Kemudian malaikat Jibril datang seraya berkata,"Wahai Muhammad, Katakanlah!" Apa yang mesti saya katakana? Jibril berkata," Katakanlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أعوذ بكلمات الله التامات التي لا يجاوزهن بر ولا فاجر من شر ما خلق و ذرأ و برأ ومن شر ما ينزل من السماء ومن شر ما يعرج فيها. ومن شر ما يخرج من الارض ومن شر ما ينزل فيها ومن شر فتنة الليل والنهار ومن شر كل طارق يطرق إلا طارقا يطرق بخير يا رحمن.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang takkan terkalahkan oleh siapapun, yang baik maupun yang jahat, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, Dia buat dan Dia jadikan, dan dari kejahatan yang turun dari langit dan dari kejahatan yang naik ke sana, dan dari kejahatan (godaan) di malam harii ataupun di siang hari dan dari kejahatan setiap yang datang menghadang, kecuali datang dengan membawa kebaikan, Ya Rahman."&lt;br /&gt; Ketika Rasulullah SAW bertaawwudz demikian, padamlah obor api syaithan dan musnahlah seluruh syaithan yang datang menggoda.&lt;br /&gt; Perlindungan sejati adalah ketika seseorang selalu mendekatkan diri kepada Allah, berkomunikasi dengan-Nya secara khusyu'. Tidak hanya sekedar membaca do'a perlindungan, sedangkan amalnya menjauhkan dirinya dari Allah swt. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan Ruqyah Syar'iyah&lt;br /&gt;Keistimewaan Ruqyah Syar'iyah antara lain:&lt;br /&gt;-Menghidupkaan Ruqyah Syar'iyah berarti menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. yang saat ini  hampir tidak dikenal oleh masyarakat muslim.&lt;br /&gt;-Ketika melakukan Ruqyah dan doa dengan ikhlas dan benar, maka hal tersebut sebagai terapi bagi orang yang terkena gangguan syaithan dan sebagai  perlindungan terhadap dirinya dari gangguan syaithan jin dan manusia dengan kalimat-kalimat Allah. Sekaligus sebagai senjata yang ampuh untuk melawan mereka.&lt;br /&gt;-Ruqyah Syar'iyah adalah pembacaan ayat-ayat dan do'a, maka ini analah ibadah yang besar keutamaannya di sisi Allah, besar pahalanya, lebih cepat terkabulnya meskipun tidak harus seketika, sesuai dengan kesiapan Raqy dan yang diruqyah.&lt;br /&gt;-Ruqyah Syar'iyah adalah bukti pengaduan seorang hamba yang hina dan lemah kepada Khaliq yang Maha Agung dan Perkasa. Inilah hakekat pengabdian diri kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;-Bagi orang yang bersih dari gangguan syaithan maka ruqyah berfungsi sebagai sarana penguat benteng keimanannya dan refreshing bagi rohaninya.&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk Gangguan Jin Terhadap Manusia:&lt;br /&gt;Thaif; gangguan yang tidak terus menerus, akan tetapi datang pada waktu tertentu, seperti gangguan yang dirasakan setiap hari Jumat di waktu shalat Jumat sehingga tidak bisa melakukan shalat. Sedangkan di luar waktu tersebut kondisinya tetap sehat.&lt;br /&gt;Daim; gangguan yang terus menerus tanpa mengenal waktu dan tempat.&lt;br /&gt;Juziy; gangguan yang dirasakan pada bagian tubuh tertentu seperti kepala, persendian, perut, dada dsb.&lt;br /&gt;Kully; yaitu gangguan yang dirasakan di seluruh badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab Gangguan Jin&lt;br /&gt;-Adanya jin yang suka kepada seseorang dari jenis manusia. Baik jin laki-laki yang suka kepada perempuan dari jenis manusia atau jin perempuan yang suka kepada laki-laki jenis manusia.&lt;br /&gt;-Manusia yang menyakiti jin, biasanya tanpa disengaja seperti membuang air panas dan mengenai jin, atau mengencinginya tanpa diketahui atau memukul anjing yang bisa jadi di dalamnya ada jin.&lt;br /&gt;Adanya manusia yang melakukan amalan-amalan tertentu untuk mendatangkan jin. Amalan-amalan tersebut adalah amalan yang haram seperti menyembelih bukan karena Allah, mengencingi dan menginjak-nginjak Alquran, berzina bahkan membunuh. Inilah cara-cara yang dilakukan oleh para dukun agar mendapatkan khidmah dari jin.&lt;br /&gt;Gangguan yang disebabkan oleh kedzaliman jin terhadap manusia. Gangguan seperti ini biasanya jarang terjadi kecuali ketika seseorang berada dalam kondisi:&lt;br /&gt;-Sangat takut, terutama di tempat gelap.&lt;br /&gt;-Sangat marah.&lt;br /&gt;-Sangat sedih.&lt;br /&gt;-Sangat lalai dengan kewajiban-kewajiban terhadap Allah.&lt;br /&gt;-Tenggelam dalam kemaksiatan dan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala Seseorang Yang Diganggu Jin&lt;br /&gt;-Gejala yang dirasakan ketika jaga atau tidak tidur:&lt;br /&gt;-Badan terasa lemah, malas untuk bergerak tanpa sebab tertentu.&lt;br /&gt;-Sakit kepala atau bagian tertentu tanpa sebab.&lt;br /&gt;-Ada bagian tubuh yang bergerak sendiri atau bergerak tanpa sebab.&lt;br /&gt;-Berbicara atau tersenyum sendiri tanpa sebab.&lt;br /&gt;-Merasa ngantuk ketika membaca, mendengar Alquran, ketika shalat atau waktu-waktu shalat dan ketika mendengarkan kebenaran.&lt;br /&gt;-Bersemangat ketika melakukan kemaksiatan atau hal-hal yang tidak berguna.&lt;br /&gt;-Munculnya emosi yang sulit dikendalikan.&lt;br /&gt;-Munculnya rasa benci atau ketakutan ketika berhadapan dengan orang shaleh.&lt;br /&gt;-Terasa berat ketika melakukan kebaikan atau ketaatan.&lt;br /&gt;-Banyak makan tapi tidak merasa kenyang.&lt;br /&gt;-Tidak makan dalam waktu yang lama tapi fisiknya kuat sekali.&lt;br /&gt;-Munculnya kekuatan di luar kemampuan manusia biasa.&lt;br /&gt;-Melakukan gerakan-gerakan binatang tanpa disadari.&lt;br /&gt;-Merasa kesemutan, panas, dingin, berdebar atau sesak nafas ketika membaca Alquran.&lt;br /&gt;-Merasa pusing mendengar azan.&lt;br /&gt;-Melihat bayangan orang atau binatang yang selalu mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala Yang Dirasakan Ketika Tidur&lt;br /&gt;-Sulit tidur&lt;br /&gt;-Terlalu banyak tidur dan mengantuk terus.&lt;br /&gt;-Sering merasa ditindih ketika tidur.&lt;br /&gt;-Mengigau saat tidur dengan mengucapkan kata-kata kotor dan kata yang tidak jelas maknanya.&lt;br /&gt;-Melakukan gerakan aneh saat tidur seperti berjalan.&lt;br /&gt;-Sering mimpi yang menakutkan seperti dikejar ular, anjing, atau melihat orang yang wajahnya sangat menakutkan atau menjijikkan atau merasa jatuh dari tempat yang tinggi.&lt;br /&gt;-Mengunyah dengan keras sehingga gigi-gigi beradu dan berbunyi.&lt;br /&gt;-Diganggu dengan cekikan di leher atau ditendang dan sebagainya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt; Demikian risalah singkat ini, semoga bermanfaat bagi kita semua dalam membentengi akidah kita dari kebathilan. Wallhu a’lam bish shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-1578916598498989089?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/1578916598498989089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/ruqyah-syariyyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/1578916598498989089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/1578916598498989089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/ruqyah-syariyyah.html' title='RUQYAH SYAR’IYYAH'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3Zbfa4QRI/AAAAAAAAAIs/ByozIIE3Mso/s72-c/The+Rules+%26+Etiquettes+of+Ruqyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4401564000967678607</id><published>2009-10-20T08:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T08:25:16.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>TARGET</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3WS2ZORDI/AAAAAAAAAIU/WTrjgsCJsZo/s1600-h/successgif.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 297px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3WS2ZORDI/AAAAAAAAAIU/WTrjgsCJsZo/s400/successgif.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394703547987018802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;aDI_AlFARuQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup harus memiliki target! Kita banyak mendengar statement ini. Ya..setiap orang-orang sukses dalam nasehat-nasehatnya kepada para penggemarnya selalu mengutarakan karena mereka memiliki target. Dan boleh jadi ini benar, mengingat ada satu statement lagi yang menyatakan bahwa memiliki target adalah setengah kesuksesan. Waw..sepertinya betapa mudahnya mencapai kesuksesan itu.&lt;br /&gt;Namun yang jadi perhatian serius bagi kita –mengingat tidak semua target itu tercapai- adalah bagaimana kita bisa sukses mencapai target itu dan bukan bagaimana menciptakan target itu.&lt;br /&gt;Buku berjudul kaifa tuhaddid ahdafuka ‘ala thariqi najahika karya Muhammad Nabil Kadzim ini mencoba untuk membantu kita dalam merealisasikan segala yang menjadi target kita dengan bijaksana. Dalam artian dibuku ini juga dijelaskan dan dijabarkan pula, bagaimana kita menyikapi target yang gagal.&lt;br /&gt;Buku ringan setebal 116 halaman ini dalam sistematika penulisannya terbagi menjadi 6 bab. Dimulai dari bab pertama tentang bagaimana cara kita mengenali pribadi dan kompetensi yang masing-masing kita miliki. Disini kita diajak penulis untuk bagaimana kita seharusnya mengenal dan menggunakan segala yang kita miliki dari panca indera, kemudian perasaan ataupun feeling dan naluri kita juga bagaimana kita bisa mengambil ibroh dari pengalaman-pengalaman ataupun ketrampilan yang kita miliki dan bisa kita pelajari hingga bagaimana kita menerapkan  metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opprotunity and treatment) dalam merencanakan pencapaian suatu target.&lt;br /&gt;Memasuki bab kedua, penulis mengajak kita untuk membuat shighah target yang baik dan simple. Salah satu trik yang sangat membuat resentator tercengang adalah trik banyak-banyaklah bermimpi dan mengkhayal hal-hal yang bisa membuat pribadi dan jiwa kita bahagia.&lt;br /&gt;Sementara di bab ketiga, penulis yang juga seorang presentator dalam berbagai event seminar dan pelatihan peningkatan jati diri dan akal ini mulai berbagi langkah-langkah perencanaan target agar sukses, yang sudah teruji melalui berbagai survey terhadap komunitas yang sudah mempraktekkannya. Diantara langkah-langkah yang diutarakan oleh penulis adalah membaca, melatih dan belajar. Menginventarisir semua target dan mulai membuat daftarnya dalam time schedule yang ideal. membagi-baginya dan merapihkannya berdasarkan prioritas. Penentuan dan perencanaan waktu pelaksanaan dan tempatnya. Dan selanjutnya adalah memulainya.&lt;br /&gt;Barulah di bab keempat penulis mulai memberitahukan para pembaca buku ini tentang bagaimana menerapkan atau berjalan menuju pencapaian target-target yang telah dibuat. Ya..sepertinya apa yang disampaikan Aa Gym juga senada dan sama dengan apa yang ditulis oleh Ust. Muhammad Nabil Kadzim ini, yaitu mulai segera tanpa menunda-nunda. Karena dengan banyak planning dan rencana tanpa menjalankannya itu hanya cuma-cuma. Teori tanpa praktek apalah artinya. Kita tetap tidak akan sampai pada tempat tujuan manakala kita hanya berhenti pada persiapan diri, rencana, bekal dan dana saja. Dan manakala kita sudah mulai menjalaninya hal-hal yang perlu dilakukan adalah tetap memohon bantuan orang lain dan jangan menafikan akan wujud pihak lain akan kesuksesan pencapaian target kita. Yang paling penting juga, adalah teguh, istiqamah, konsisten dan jangan cepat putus asa serta menyerah begitu saja manakala terkena batu sandungan.&lt;br /&gt;“Ngeyel” atau “ngotot” atau dalam bahasa ilmiahnya ambisius, terkadang juga diperlukan untuk bisa sukses menggapai dan merealisasikan target yang ingin dicapai. Akan tetapi yang mesti diperhatikan oleh sang pengembara agar tiba sampai tujuan juga adalah kesehatan. Kesehatan fisik, akal dan jiwa. Jadi meskipun dipenuhi ambisi hendaklah diimbangi dengan istirahat yang secukupnya.&lt;br /&gt;Hal yang sangat perlu diperhatikan juga dalam upaya pencapaian target adalah melakukan evaluasi dan penilaian terhadap langkah-langkah ataupun tahapan-tahapan yang telah dilewati. Ini sangat diperlukan agar bisa meminimalisir kesalahan dan kegagalan. Dan manfaat lainnya daripada evaluasi ini adalah agar kita tidak terjerumus ataupun terjerembab di lubang kegagalan yang sama.&lt;br /&gt;Barulah di bab kelima, penulis yang juga memiliki banyak mimpi dan target ini, memberikan tips-tipsnya bagaimana agar bisa sukses terus menerus dalam pencapaian target. Diantaranya, yaitu mengembangkan kecerdasan akal, hati dan emosi yang diimbangi dengan upaya pendekatan diri dengan sang Ilahi Rabbi.  Dan juga, bersyukurlah atas kesuksesan yang telah diraih meskipun belum maksimal atau tidak sempurna, selalu memperbaiki dan merevitalisasi pemikiran dan cara pandang hidup kita. Dan yang paling penting adalah selalu bersama Allah, Tuhan pencipta, selamanya. Al-Iman al-daim.&lt;br /&gt;Di bab terakhir, barulah dijelaskan tentang upaya-upaya penyikapan atas kegagalan. Sehingga kegagalan tidak membuat kita semakin terpuruk dan putus asa, melainkan kegagalan menjadi sebuah kecaman untuk merengguk kesuksesan lainnya yang ada didepan mata. Semoga dengan membacanya, kita berhasil menjadikan impian dan target kita menjadi sebuah kenyataan. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4401564000967678607?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4401564000967678607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/target.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4401564000967678607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4401564000967678607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/target.html' title='TARGET'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3WS2ZORDI/AAAAAAAAAIU/WTrjgsCJsZo/s72-c/successgif.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-8094272323117994776</id><published>2009-10-20T08:11:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T08:18:35.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>ARTI SAHABAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3TffjxV4I/AAAAAAAAAIM/5uS_6PaHpLI/s1600-h/sahabat.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 302px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3TffjxV4I/AAAAAAAAAIM/5uS_6PaHpLI/s400/sahabat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394700466660661122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleH: Adi Mansah Lubis&lt;br /&gt;mungkin kita tidak pernah tahu makna suatu persahabatan saat kita masih&lt;br /&gt;bersama, tapi besok saat kita tidak bersama lagi, kita akan tahu arti pentingnya&lt;br /&gt;kehadiran seorang sahabat di hati kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, ini bukan soal apa yang kita pelajari di sekolah. Tetapi, bila kita tidak pernah belajar makna persahabatan, kita benar-benar tidak belajar apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rEnUNgKANLAH....&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk berfikir,itu adalah sumber kekuatan&lt;br /&gt;Ambilah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan&lt;br /&gt;Ambilah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan&lt;br /&gt;Ambilah waktu untuk mencintai dan dicintai itu adalah hak istimewa yang diberikan Allah SWT&lt;br /&gt;Ambilah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan&lt;br /&gt;Ambilah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati&lt;br /&gt;Ambilah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti&lt;br /&gt;Ambilah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan&lt;br /&gt;Ambilah waktu untuk beramal soleh, itu adalah kunci menuju surga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya bin Mu'adz ar Razy mengatakan:&lt;br /&gt;Paham itu kuncinya ilmu&lt;br /&gt; ilmu itu pertanda amal&lt;br /&gt;akal itu pengikat darma&lt;br /&gt;hawa itu perahu dosa&lt;br /&gt;harta itu sangkurnya orang yang besar kepala&lt;br /&gt;dan dunia itu sebagai pasarnya alam baka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-8094272323117994776?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/8094272323117994776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/arti-sahabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8094272323117994776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8094272323117994776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/arti-sahabat.html' title='ARTI SAHABAT'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/St3TffjxV4I/AAAAAAAAAIM/5uS_6PaHpLI/s72-c/sahabat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-8597077794957283835</id><published>2009-10-12T04:26:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T04:29:30.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Keistimewaan Seorang Wanita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMTEJIOn3I/AAAAAAAAAIE/X5aLHpGfet4/s1600-h/muslimah2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMTEJIOn3I/AAAAAAAAAIE/X5aLHpGfet4/s320/muslimah2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391674140783452018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat&lt;br /&gt;saja peraturan dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.&lt;br /&gt;2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.&lt;br /&gt;3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi)&lt;br /&gt;kurang berbanding lelaki.&lt;br /&gt;4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.&lt;br /&gt;5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.&lt;br /&gt;7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.&lt;br /&gt;8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.&lt;br /&gt;9. Dll….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya mereka  (kaum feminis)  tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu / wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara  perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-8597077794957283835?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/8597077794957283835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/keistimewaan-seorang-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8597077794957283835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8597077794957283835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/keistimewaan-seorang-wanita.html' title='Keistimewaan Seorang Wanita'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMTEJIOn3I/AAAAAAAAAIE/X5aLHpGfet4/s72-c/muslimah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-5122581914411294343</id><published>2009-10-12T04:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T04:18:42.567-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Ada Apa Dengan Cantik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMQiGmNC7I/AAAAAAAAAH8/svBVi3xRDlc/s1600-h/muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMQiGmNC7I/AAAAAAAAAH8/svBVi3xRDlc/s320/muslimah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391671356965063602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Allah tidak menciptakan seluruh wanita cantik sekali ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ia mampu berbuat seperti itu ?  Benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah kita ingat bahwa ini adalah dunia, bukan akhirat yang serba sempurna. Ini adalah tempat seluruh manusia dan jin diuji, dan bukan tempat kita untuk bersenang-senang atau menikmati segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia merasa bangga memiliki wajah yang tampan atau cantik, bodi yang aduhai serta kulit yang mulus. Dia merasa kehebatan-kehebatan itu adalah milik dirinya dan ia bangga di hadapan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita punya andil dalam menentukan jumlah mata kita? Letak hidung kita? Apakah manusia ikut andil dalam membentuk wajah mereka? kita semua ge-er dengan tubuh kita, padahal setitikpun kita tidak punya andil didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah Saudariku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa hidung mancung dan wajahmu yang cantik itu sama sekali belum merupakan tanda bahwa Allah memuliakanmu. Demikian pula mereka yang tidak cantik. Itu bukan pertanda bahwa Allah menghinakan mereka. Semua itu adalah ujian dari Allah untuk menguji siapa diantara hambaNya yang paling baik dalam mensyukuri nikmatNya, serta paling takwa dan sabar dalam menjalani hidup di dunia ini. Karena itu ingatlah selalu bahwa semua itu semata-mata adalah milikNya, dan kita sedikitpun tidak memiliki apa-apa, kecuali sekedar titipan.&lt;br /&gt;Wajah yang menarik tidaklah semata-mata merupakan nikmat akan tetapi juga penyulut api fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah saudariku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa dengan kecantikannya itu akan menjerumuskan dirinya atau orang lain ke dalam dosa maka kecantikannyaitu tiada lain adalah musibah (naudzubilla), dan siapa dengan kecantikannya itu meraih ridha Allah SWT maka kecantkannya itua dalah suatu nikmat yang besar (semoga kita bagian darinya.amin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://danbila.com/?p=69&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-5122581914411294343?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/5122581914411294343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/ada-apa-dengan-cantik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5122581914411294343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5122581914411294343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/ada-apa-dengan-cantik.html' title='Ada Apa Dengan Cantik'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMQiGmNC7I/AAAAAAAAAH8/svBVi3xRDlc/s72-c/muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-6058014815974308287</id><published>2009-10-12T04:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T04:11:48.954-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Untuk Ukhti Tersayang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMOm7efoLI/AAAAAAAAAH0/az8dQJT0PZA/s1600-h/Muslimah777.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 243px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMOm7efoLI/AAAAAAAAAH0/az8dQJT0PZA/s320/Muslimah777.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391669240856027314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dear Ukhti…&lt;br /&gt;apa kabar imanmu hari ini&lt;br /&gt;semoga selalu menapak maju&lt;br /&gt;apa kabar hatimu hari ini&lt;br /&gt;semoga selalu bersih dari debu juga kelabu&lt;br /&gt;apa kabar cintamu hari ini&lt;br /&gt;semoga selalu berpeluh rindu pada Nya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti..&lt;br /&gt;sungguh indah hidup setelah menikah&lt;br /&gt;apa yang sebelumnya haram menjadi halal&lt;br /&gt;semua perbuatannya mendapat pahala yang berlimpah di sisiNya&lt;br /&gt;suka duka dilalui berdua&lt;br /&gt;senang sedih ada yang menemani&lt;br /&gt;tawa tangis pun bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti..&lt;br /&gt;menikah adalah setengah dien&lt;br /&gt;dan ia menggenapkan dien menjadi satu&lt;br /&gt;sungguh, menikah seperti melihat dunia lain yang tiada pernah&lt;br /&gt;dikunjungi sebelumnya&lt;br /&gt;apa yang tidak bisa dilihat sebelum menikah kini tidak lagi&lt;br /&gt;seakan membuka mata kanan yang sebelumnya belum pernah dibuka&lt;br /&gt;begitu luas, begitu indah, hingga Rasul pun menyunnahkan suatu&lt;br /&gt;pernikahan ini&lt;br /&gt;“bukan termasuk ummatku, jika ia berkeinginan tidak menikah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti..&lt;br /&gt;menikah adalah keputusan besar dari suatu perjanjian berat&lt;br /&gt;pernah ada yang berkata..&lt;br /&gt;“saat akad diucapkan Arsy tertinggi berguncang karena suatu perjanjian&lt;br /&gt;berat diucapkan, karena itu saat akad terjadi ada tangis disana..tangis&lt;br /&gt;suka, tangis duka…”&lt;br /&gt;Allah menjadi saksi karena Dia Yang Maha Melihat lagi Menatap&lt;br /&gt;dan setiap undangan yang datang akan mendoakan pernikahan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti..yang sedang menanti “terkasih”&lt;br /&gt;nanti-lah dengan sabar&lt;br /&gt;sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu&lt;br /&gt;siapkan dirimu, hatimu..&lt;br /&gt;sangat mudah bagiNya memberikan “terkasih” untukmu ataupun tidak&lt;br /&gt;berharap dan mintalah padaNya..&lt;br /&gt;pemilik alam raya dan pencipta “terkasih”mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti..yang sedang menjelang akad&lt;br /&gt;berdoa-lah selalu padaNya&lt;br /&gt;penentu segalaNya…&lt;br /&gt;mohon petunjukNya jika “terkasih” adalah yang terbaik untukmu&lt;br /&gt;kemudahan, juga kelancaran dalam peristiwa besar nanti&lt;br /&gt;sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu..&lt;br /&gt;siapkan dirimu, hatimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti..yang telah menikah&lt;br /&gt;jagalah nikmatNya yang besar ini&lt;br /&gt;hanya dengan izinNya dirimu dan “terkasih”mu bersatu, tiada yang lain&lt;br /&gt;jadilah penyejuk hati dan pandangannya..&lt;br /&gt;menjadi istri sholehah dambaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti..&lt;br /&gt;bahagiamu adalah bahagiaku&lt;br /&gt;sedihmu juga sedihku&lt;br /&gt;tawamu, tawaku juga&lt;br /&gt;tangismu adalah tangisku&lt;br /&gt;semoga Allah Yang Maha Indah,&lt;br /&gt;memudahkan langkah ini..&lt;br /&gt;memberikan yang terbaik menurutNya&lt;br /&gt;dan menjadikan wanita dan istri juga ibu sholehah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://danbila.com/?p=77&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-6058014815974308287?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/6058014815974308287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/untuk-ukhti-tersayang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6058014815974308287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6058014815974308287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/untuk-ukhti-tersayang.html' title='Untuk Ukhti Tersayang'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMOm7efoLI/AAAAAAAAAH0/az8dQJT0PZA/s72-c/Muslimah777.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-6729600348564558725</id><published>2009-10-12T04:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T08:13:51.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Surat Cinta Untuk Saudariku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMNZi5w5DI/AAAAAAAAAHs/9FzFUvkZClc/s1600-h/jin_muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMNZi5w5DI/AAAAAAAAAHs/9FzFUvkZClc/s200/jin_muslimah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391667911409591346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Ukhti….., renungkanlah hal ini…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan tetaplah rahasia Illahi, meskipun sejuta manusia menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.&lt;br /&gt;Keikhlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan illahi.&lt;br /&gt;Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.&lt;br /&gt;Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.&lt;br /&gt;Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akherat, berkenan menyambutmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Gelorakan semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, jadikan besar jilbabmu menjadi pemompa semangatmu. Tapi ingat…jangan jadikan Jilbabermu sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Tutuplah aib saudaramu, keluargamu bahkan dirimu sendiri,  serapat kau menutup tubuhmu,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti… Lembutnya kasihmu pada saudaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat penderitaan orang lain, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi dunia bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa, mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya tiitpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan ujub, pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sekeras itukah haitmu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan menghawatirkan, tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti di beri rizki sepelit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…rutinnya ta’limmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin kamis yang anti laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti, makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap dakwah kita., ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah anti senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang ikhwan akan segara menghampirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang ikhwan akan menjemputmu di pelaminan hijaumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu. maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan sikap anti yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah, kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang yang solehah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar akhwat solehah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kekeliruan dalam akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf apabila goresan penaku menyakiti sebagian atau bahkan semua akhwat yang dalam proses menuju kesholehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goresan Pena dari seorang lelaki yang mendambakan akhwat sholehah dan mengharapkan ampunan dari Allah Subhanallahu wata’aala, karena dosa-dosaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://danbila.com/?p=135&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-6729600348564558725?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/6729600348564558725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/surat-cinta-untuk-saudariku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6729600348564558725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6729600348564558725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/surat-cinta-untuk-saudariku.html' title='Surat Cinta Untuk Saudariku'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/StMNZi5w5DI/AAAAAAAAAHs/9FzFUvkZClc/s72-c/jin_muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-9046947978832190345</id><published>2009-10-01T12:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T12:13:34.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PALANTA'/><title type='text'>Air Mata dari Ranah Minang</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SsT_EqbX2JI/AAAAAAAAAHc/mC76eMsyCMg/s1600-h/091001cgempa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SsT_EqbX2JI/AAAAAAAAAHc/mC76eMsyCMg/s320/091001cgempa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387711509815613586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;01/10/2009 23:55&lt;br /&gt;Liputan.com, Padang: Air mata telah jatuh di Ranah Minang. Duka dan kesedihan mendalam seakan tak henti mengalir pascagempa yang menggoncang Sumatra Barat Rabu (30/9). Hingga Kamis (1/10), berbagai instansi terkait melaporkan jumlah korban tewas sebanyak 529 orang. Korban terbanyak berasal dari kota Padang mencapai 376 jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai infrastruktur pun luluh lantak akibat musibah ini, salah satunya adalah gedung bimbingan belajar Gama di Jalan Proklamasi, Padang. Diperkirakan 50 jenazah anak-anak dan para pengajar yang berada di ruang tiga lantai itu tertimbun reruntuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pagi hari, orang tua korban hanya bisa menangis dan meraung-raung menyaksikan pemandangan nahas tempat belajar putra putri mereka. Isak tangis memuncak saat tim evakuasi yang terdiri dari para relawan, aparat Polri, dan TNI mengevakuasi satu persatu jenazah yang kebanyakan adalah siswa SD dan SMP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan reporter SCTV, Ido Sitompul,  sedikitnya 14 korban yang telah berhasil dievakuasi hingga petang tadi. Dua belas di antara mereka yaitu sebelas siswa dan satu guru yang sudah dapat dikenali identitasnya. Karena gedung bimbel itu terletak berdampingan dengan gedung lain di antaranya restoran, maka diperkirakan jumlah korban dari lokasi tersebut akan terus bertambah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 18.00 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibu negara dan beberapa menteri memantau langsung lokasi evakuasi para korban. Presiden menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya pada warga dan berharap masih ada korban selamat dari puing-puing gedung tersebut. SBY juga menjanjikan bahwa proses evakuasi ini akan terus berlangsung optimal. Sementara Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie mengatakan akan ada dana tanggap darurat sebesar Rp 190 miliar untuk menanggulangi bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat musibah ini, jaringan listrik dan komunikasi di Padang lumpuh total. PT Perusahaan Listrik Negara menyebutkan terdapat empat gardu listrik di Kota Padang yang rusak. Hingga petang tadi, PLN mengirim sejumlah petugas untuk memulihkan jaringan listrik, terutama di beberapa layanan umum seperti rumah sakit dan tempat-tempat pengungsian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa juga terjadi di Jambi dan Bengkulu. Dengan kekuatan 7,0 SR yang berpusat di Jambi, sedikitnya 500 rumah di Kabupaten Kerinci rusak parah. Ratusan rumah tersebut tersebar di tiga kecamatan yaitu Sulak, Gunung Kerinci, dan yang terparah daerah Gunung Raya. Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kerinci, Subur Budiman mengatakan hingga kini masih belum diketahui secara pasti jumlah korban jiwa di wilayah Jambi. Kendati demikian, masyarakat sangat membutuhkan bantuan seperti tenda, makanan, dan obat-obatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya merusak rumah, gempa di Jambi juga memutus sejumlah jalur transportasi darat akibat banyaknya wilayah yang dilanda tanah longsor. Di jalan penghubung Jambi dengan Sumatra Barat, terdapat antrean kendaraan yang panjang. Bahkan ada beberapa kendaraan yang terguling dan terperosok di jalan berbukit di kawasan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah negeri kepulauan yang rawan bencana alam. "Kita memang hidup di kawasan rawan bencana," ucap Kabid Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Mohammad Riyadi. Ia menganjurkan agar masyarakat menyadari kenyataan ini dan selalu waspada akan bencana-bencana selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan Teja Kusuma, Ahli Gempa dan Tsunami Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengatakan gempa tidak dapat diprediksi secara tepat. Ia mengungkapkan musibah di Sumbar ini terjadi akibat tumbukan lempeng Indoaustralia dan Euroasia. Karena tumbukan ini bersifat dinamis, maka gempa susulan sangat mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan berpendapat pemerintah seharusnya mengubah paradigma terhadap bencana selama ini. Ia menganjurkan tindakan preventif seharusnya lebih digalakkan daripada tindakan reaktif.(WIL/VIN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://berita.liputan6.com/progsus/200910/246035/Air.Mata.dari.Ranah.Minang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-9046947978832190345?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/9046947978832190345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/air-mata-dari-ranah-minang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/9046947978832190345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/9046947978832190345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/10/air-mata-dari-ranah-minang.html' title='Air Mata dari Ranah Minang'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SsT_EqbX2JI/AAAAAAAAAHc/mC76eMsyCMg/s72-c/091001cgempa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-3981790341885018708</id><published>2009-09-26T11:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-26T12:02:33.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Ada Apa Dengan Tasawuf?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sr5lFOAPHaI/AAAAAAAAAHU/Cplh9zOwQdc/s1600-h/sufi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 235px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sr5lFOAPHaI/AAAAAAAAAHU/Cplh9zOwQdc/s320/sufi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385853344714530210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pindahkan Oleh  :Adi Alfarouq&lt;br /&gt;Fenomena Tasawuf menemukan ruang di tengah kehampaan dunia modern. Padahal, riwayat kemunculan dan pertumbuhannya sarat kontroversi. Islam sudah paripurna, lalu masih perlu tasawuf?&lt;br /&gt;A lkisah, Asy-Sya’rani yang menulis kitab Daur al-Ghawash menceritakan sebuah fenomena tasawuf di masa lalu. Katanya, orang-orang sufi merelakan diri hingga bersabar terhadap makanan selama empat puluh hari atau lebih. Sebagian lagi, lanjut Sya’rani, berangkat haji dari Mesir hanya dengan bekal empat roti, yang ia makan seperempatnya setiap hari dalam perjalanan. Sahl at-Tasturi, seorang tokoh sufi lainnya, berujar, “Meninggalkan sesuap makan malam itu lebih aku sukai daripada qiyamullail.”&lt;br /&gt;Kisah di atas mudah ditemukan dalam berbagai buku tentang pernak-pernik kehidupan sufi atau tasawuf. Sebuah paham yang muncul di abad pertengahan ketika masyarakat Islam masa itu hidup dalam gelimang kemewahan. Kehampaan spiritual tak ayal menimpa sebagian umat Islam. &lt;br /&gt;Sejak lama, para ahli sendiri berselisih pendapat tentang asal usul kata Sufi atau Tasawuf. Di antara pendapat yang paling mengemuka adalah berasal dari kata “shuf” yang bermakna bulu kulit kambing dan kata “shafa” yang berarti bersih dan suci. Apa pun, dalam pandangan Dr Daud Rasyid, MA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, istilah tasawuf tidak dikenal dalam sejarah awal Islam. Setidaknya pada tiga abad pertama yang dijuluki sebagai masa terbaik (HR Bukhari). Yang populer, tambah Dr. Daud yang juga pakar hadits ini, justru istilah mukmin, muslim, atau zahid dan abid. &lt;br /&gt;Di zaman Rasulullah saw sendiri, istilah tasawuf tidak pernah terdengar. Setelah tiga abad pertama, barulah istilah ini muncul. Namun, Koordinator Majelis Zikir Az-Zikra Ustadz M. Arifin Ilham punya penjelasan lain. Menurutnya, dalam Islam tasawuf itu ada sebagai amaliyah (praktik). “Kita belajar iman itu dengan ilmu Tauhid, ilmu Ushuluddin. Semua ini hanya penamaan saja. Seperti ilmu Fiqh, nggak ada di zaman Nabi. Tapi, sekarang ini dikumpulkan bahasan-bahasan itu,” papar Arifin yang dikenal aktif mengajak zikir berjamaah. &lt;br /&gt;Peneliti dari LPPI Ustadz Hartono Ahmad Jaiz membantah. Menurutnya, persoalan Tasawuf tak bisa disederhanakan begitu saja. “Ilmu-ilmu Islam, sampai ilmu alat seperti nahwu dan sharaf pun merujuk pada al-Qur’an dan Sunnah. Tapi Tasawuf itu tidak. Ia berbicara dengan landasan lain, seperti bisik, ilham dan lainnya,” urai Hartono yang dikenal banyak menulis buku. &lt;br /&gt;Menelisik tasawuf memang bukan persoalan mudah. Setidaknya di negeri kita yang dikenal kental dengan aroma animisme dan sinkretisme. Ajaran tasawuf pun disusupi oleh berbagai penyelewengan akut yang terus berkembang. Hal ini dijelaskan oleh Guru Besar IAIN Sunan Kalijaga Prof. Simuh. “Penyimpangan-penyimpangan ini karena adanya pengaruh dari mistik Hindu, Budha, Animis, Kebatinan. Sementara Islam itu menghendaki adanya budaya Tauhid atau pengesaan Tuhan yang jernih. Tasawuf jadi tidak jernih lagi.” &lt;br /&gt;Menurut Simuh, tasawuf tidak bisa mengembangkan budaya tauhid. Alasannya, di samping mempercayai keesaan Tuhan, kaum sufi juga menyembah dan memitoskan wali, seperti Wali Songo. “Apalagi setelah berkembang menjadi banyak ordo atau tariqat, akibatnya hanya tinggal komat-kamit zikir seharian di masjid, sehingga umat Islam ketinggalan zaman,” urai Simuh yang dikenal banyak melakukan penelitian di bidang tasawuf. &lt;br /&gt;Sulit menampik uraian Simuh yang sebenarnya banyak dititikberatkan pada berbagai fenomena lokal Nusantara. Riwayat panjang Tasawuf juga memuat beberapa tokoh yang mengaku sufi. Sebut saja al-Hallaj dengan paham “Wihdatul Wujud” yang meyakini bersatunya Tuhan dengan makhluk. Belakangan, ia diikuti oleh Siti Jenar di pulau Jawa. Keduanya dipancung berdasarkan fatwa para ulama masa itu. &lt;br /&gt;Syekh Abdurrahman Abdul Khaliq, seorang ulama dari Kuwait, menulis kupasan panjang dalam bukunya “Al-Fikru As-Shufi” (Penyimpangan-penyimpangan Sufi). Ia mengupas berbagai sudut penyimpangan tasawuf, mulai dari zikir sufistik, menerima ajaran dari kubur, hingga adab murid yang diajarkan. Pesan yang terkenal dari mereka adalah “Jadilah di hadapan gurumu seperti seorang mayat di hadapan orang yang memandikan.” Terang saja, hal ini amat bertentangan dengan prinsip Islam, dimana setiap orang bisa salah kecuali para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam.&lt;br /&gt;Penyimpangan lainnya, menurut Syekh Abdurrahman adalah keharusan mencari syekh yang merupakan kewajiban pertama bagi murid tariqat. Abdul Karim al-Qusyairy menyebutkan dalam Al-Qusyairiyah (hlm 181), “Wajib bagi seorang murid untuk beradab kepada syekh. Jika ia tidak memiliki guru, maka imamnya adalah syetan.” &lt;br /&gt;Lebih jauh, Syekh Abdurrahman menyebutkan banyaknya kemiripan antara Tasawuf dan Syiah (hlm.351-379), paham yang bertentangan dengan prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang dianut oleh mayoritas umat Islam. Kemiripan itu misalnya tampak dalam keyakinan tentang imam yang mirip dengan paham wali dalam tasawuf. Kemiripan lainnya, adalah dikotomi antara konsep agama dari sisi lahir maupun batin. Menurut mereka, sisi lahir bisa dipahami oleh kaum awam, sedang sisi batin hanya dapat dipahami oleh para imam dan wali.&lt;br /&gt;Ustadz Ihsan Ilahi Zahiri, seorang ulama Pakistan yang dikenal pakar aliran-aliran sesat menulis sebuah tesis tentang tasawuf. Dalam “Dirasaat fi at-Tashawwuf” (Darah Hitam Tasawuf, Studi Kritis Kesesatan Kaum Sufi), Zahiri menguraikan panjang lebar tentang kesesatan kalangan ini. Mereka misalnya, meninggalkan syariat seperti shalat Jum’at dan shalat lima waktu secara berjamaah, seperti diriwayatkan dari Barkat al-Khayath. &lt;br /&gt;Penyimpangan lain dijelaskan sendiri oleh Al-Faituri, salah seorang tokoh sufi. “Memukul al-bandir (alat musik) dan berdansa diperbolehkan jika dilakukan karena cinta.” Memainkan alat musik ini adalah bagian dari Sima’. Pengertian Sima’ itu sendiri amat beragam seperti disebutkan para tokoh sufi. Ar-Raudzabari berkata, “Sima’ adalah membuka seluruh rahasia, untuk bisa melihat kekasih (Allah).” Di lain waktu, Raudzabari mengungkapkan definisi lain yang berbeda; yaitu, “Logika yang dengannya kebenaran terlihat dan terucapkan sejak zaman azali.” Pengertian lain disebutkan oleh seorang guru sufi lainnya; yaitu, “Kilat yang bersinar lalu padam dan sinar yang muncul kemudian tersembunyi.” &lt;br /&gt;Banyak lagi definisi lainnya yang tak kalah membingungkan. Tambah sulit dimengerti ketika kaum Sufi, menurut Prof Zahiri, menjadikan ajaran Sama’ ini tak jauh beda, bahkan lebih mengungguli etika mendengarkan al-Qur’an, wal ‘iyadzu billah. &lt;br /&gt;Masih banyak penyimpangan yang disebutkan oleh kedua buku ini yang, sebagai kajian, sangat komprehensif dan ilmiah. Kedua penulis juga memiliki reputasi sebagai pakar dalam bidang akidah dan aliran-aliran yang ada dalam tubuh umat Islam. &lt;br /&gt;Di sisi lain, mungkin saja ada sementara kalangan yang mengambil memahami tasawuf dari segi menjaga kebersihan hati dan akhlak. Boleh jadi, hal ini diambil dari beberapa ulama yang ditokohkan oleh kaum sufi, seperti Hasan al-Bashri, Sufyan At-Tsauri, Imam Syafi’i, Ibnul Qayyim al-Jauziyah, Al-Ghazali, dan lainnya. Padahal mereka sendiri tidak mengaku sufi&lt;br /&gt;Namun, pada hakikatnya, akhlak mulia dan kebersihan hati telah diajarkan oleh Islam. Ajaran tentang zuhud, wara’, sabar, tawakkal, raja’ (pengharapan), cinta, khauf (takut), ihsan, dan lainnya telah dikupas tuntas dalam al-Qur’an dan Sunnah. Rasulullah saw dan para sahabat telah mempraktikkannya secara par excelent (paripurna). Tak heran jika mereka dijuluki sebagai “umat yang terbaik”. Rasulullah saw adalah orang yang zuhud. Di saat yang sama beliau menikah, memimpin perang dan negara. &lt;br /&gt;Umar bin Khaththab adalah orang yang suka menangis, bahkan pernah pingsan ketika disebut Nama Allah. Di saat yang sama, Khalifah Rasyidah kedua ini adalah negarawan dan panglima perang handal di zamannya. Utsman bin Affan adalah sahabat yang kaya raya, namun ia hanya menikmati sekadarnya. Matanya sering berlinang air mata ketika malam telah gelap gulita. Karena itu, para sahabat Rasulullah saw sering digambarkan ibarat “kuda di siang hari dan rahib di malam hari.” Mereka terbiasa menangis ketika berzikir dan membaca ayat suci al-Qur’an dalam kesendirian, bukan di tengah kerumunan banyak orang. &lt;br /&gt;Lalu, kenapa perlu memakai istilah tasawuf jika Islam sendiri sudah lengkap dan sempurna (QS al-Maidah: 3)? “Saya termasuk yang mengelak dari istilah tasawuf,” tegas Ustadz Ihsan Tandjung, seorang dai yang aktif berdakwah. Ihsan lebih senang menggunakan istilah tarbiyah ruhiyah (pendidikan ruhani) dan tarbiyah an-nafsi (pendidikan jiwa).&lt;br /&gt;Akhirnya, butuh kearifan, ketulusan hati dan lapang dada untuk senantiasa berpegang pada al-Qur’an dan Sunnah seperti dipahami oleh Rasulullah saw dan para sahabat. Bukankah ini solusi untuk menghindari perselisihan di tengah umat (QS an-Nisa’: 59)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Nurkholis Ridwan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-3981790341885018708?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/3981790341885018708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/09/ada-apa-dengan-tasawuf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3981790341885018708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3981790341885018708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/09/ada-apa-dengan-tasawuf.html' title='Ada Apa Dengan Tasawuf?'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sr5lFOAPHaI/AAAAAAAAAHU/Cplh9zOwQdc/s72-c/sufi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-2309036527589445684</id><published>2009-09-23T13:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T13:35:21.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Eid-uLFitri | Unofficial Tradition | The Gift</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SrqGLU41kFI/AAAAAAAAAHM/FndYeY-njUM/s1600-h/3944867786_6eaea2ce2d_m.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SrqGLU41kFI/AAAAAAAAAHM/FndYeY-njUM/s320/3944867786_6eaea2ce2d_m.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384763833618632786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is normal "tradition" especially among Malaysian who celebrate Eid-alFitri to give a money to childrens especially, in the small envelope like the one my son holding on to. It is not something "a must" but nowadays it became somewhat like an "Unofficial Gift" to make children happy but as a parents we should educate our child that Eid-alFitri is not all about collecting money but most importantly to bridge the gap among our family members, friends and also among the muslim as a whole by visiting each other.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-2309036527589445684?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/2309036527589445684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/09/eid-ulfitri-unofficial-tradition-gift.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/2309036527589445684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/2309036527589445684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/09/eid-ulfitri-unofficial-tradition-gift.html' title='Eid-uLFitri | Unofficial Tradition | The Gift'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SrqGLU41kFI/AAAAAAAAAHM/FndYeY-njUM/s72-c/3944867786_6eaea2ce2d_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-3212260499321453324</id><published>2009-09-23T12:54:00.001-07:00</published><updated>2009-09-23T12:57:49.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Sejarah kaca dan kristal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Srp9ZlfsOII/AAAAAAAAAHE/FScDL2ix3xc/s1600-h/521291_super_____.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Srp9ZlfsOII/AAAAAAAAAHE/FScDL2ix3xc/s320/521291_super_____.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384754182990084226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About glass history , and how it was developped through time ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glass as a natural material was found since time was begun as a result of volcanic eruptions in the form of melted rocks. These rocks were used by Stone Age’s man as cutting tools. However, it is believed that the first man-made glass objects around the 3500 BC were found in Egypt and Eastern Mesopotamia in the form of pots and vases and from there it might be transported by Phoenician merchants along the coasts of the Mediterranean. Hollow glass production was also evolving around the 16th century BC in Egypt besides some activities in Greece, China and North Tyrol&lt;br /&gt;After 1500 BC, Egyptian craftsmen are known to have begun developing a method of producing glass pots and the earliest examples of Egyptian glassware are three vases bearing the name of the pharaoh Thoutmosis 3 who brought glassmakers to Egypt as war prisoners from Asia. Over the following years glass production thought to be spread from Alexandria to Italy.&lt;br /&gt;The discovery of glassblowing was attributed to Syrian craftsmen from the Sidon-Babylon area but the ancient Roman began later blowing the glass inside moulds greatly increasing the variety of shapes .It was the Romans who began to use glass for architectural purposes, with the discovery of clear glass (through the introduction of manganese oxide). Alexandria remained the most important glassmaking area in the East, producing luxury glass items mainly for export.&lt;br /&gt;Towards the year 1000, a significant change in European glassmaking techniques took place. Given the difficulties in importing raw materials, soda glass was gradually replaced by glass made using the potash obtained from the burning of trees. At this point, glass made north of the Alps began to differ from glass made in the Mediterranean area, with Italy, for example, sticking to soda ash as its dominant raw material.&lt;br /&gt;In the middle Ages, the Italian city of Venice assumed its role as the glassmaking centre of the western world. The Venetian merchant fleet ruled the Mediterranean waves and helped supply Venice’s glass craftsmen with the technical know-how of their counterparts in Syria, and with the artistic influence of Islam. Until the end of the 13th century, most glassmaking in Venice took place in the city itself. However, the frequent fires caused by the furnaces led the city authorities, in 1291, to order the transfer of glassmaking to the island of Murano.&lt;br /&gt;In the 14th century, another important Italian glassmaking industry developed at Altare, near Genoa and during the 16th century, craftsmen from Altare helped extend the new styles and techniques of Italian glass to other parts of Europe, particularly France.&lt;br /&gt;In the second half of the 15th century, the craftsmen of Murano started using quartz sand and potash made from sea plants to produce particularly pure crystal. By the end of the 16th century, 3,000 of the island’s 7,000 inhabitants were involved in some way in the glassmaking industry.&lt;br /&gt;The development of lead crystal has been attributed to some English glassmaker, who patented his new glass in 1674. He had been commissioned to find a substitute for the Venetian crystal produced in Murano and based on pure quartz sand and potash. By using higher proportions of lead oxide instead of potash, he succeeded in producing a brilliant glass with a high refractive index which was very well suited for deep cutting and engraving.&lt;br /&gt;It was not until the latter stages of the Industrial Revolution, however, that mechanical technology for mass production and in-depth scientific research into the relationship between the composition of glass and its physical qualities began to appear in the industry.&lt;br /&gt;A key figure and one of the forefathers of modern glass research was some German scientists, who used scientific methods to study the effects of numerous chemical elements on the optical and thermal properties of glass, also invented a tank furnaces. This rapidly replaced the old pot furnaces and allowed the continuous production of far greater quantities of molten glass.&lt;br /&gt;Towards the end of the 19th century, some American engineer invented an automatic bottle blowing machine which only arrived in Europe after the turn of the century.&lt;br /&gt;Although this brief history comes to a close nearly 40 years ago, technological evolution naturally continues. Not yet ready to be “relegated” to a history of glass are areas such as computerized control systems, coating techniques, solar control technology and “smart matter”, the integration of micro-electronic and mechanical know-how to create glass which is able to “react” to external forces.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://asfourku.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-3212260499321453324?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/3212260499321453324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/09/sejarah-kaca-dan-kristal_23.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3212260499321453324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3212260499321453324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/09/sejarah-kaca-dan-kristal_23.html' title='Sejarah kaca dan kristal'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Srp9ZlfsOII/AAAAAAAAAHE/FScDL2ix3xc/s72-c/521291_super_____.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4887170339500689465</id><published>2009-08-24T19:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T19:48:46.219-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Tentang Puasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNQ3unb0yI/AAAAAAAAAG8/UbOzl4vELMI/s1600-h/buyahamka.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 231px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNQ3unb0yI/AAAAAAAAAG8/UbOzl4vELMI/s320/buyahamka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373727698719593250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:FreeSans; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:FreeSansBold; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:8193 0 0 0 64 0;} @font-face 	{font-family:"\@FreeSans"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0; 	mso-gutter-direction:rtl;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:FreeSans;font-size:11;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh : Buya Hamka&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;(Tafsir Surah Al Baqarah ayat 183 - 185)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Puasa bulan Ramadhan telah termasuk salah satu dari &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Rukun (tiang) Islam. Dalam bahasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Arab puasa disebut shiyam atau shaum, yang pokok artinya ialah menahan. Di dalam peraturan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Syara' dijelaskan bahwasanya shiyam menahan makan dan minum dan bersetubuh suami istri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;dari waktu fajar sampai waktu maghrib, karena menjunjung tinggi perintah Allah. Maka setelah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;nenek moyang kita memeluk Agama Islam kita pakailah kata PUASA buat menjadi arti daripada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;shiyam itu. Karena memang sejak agama yang dipeluk terlebih dahulu, peraturan puasa telah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;ada juga. Maka bersabdalah Tuhan: "Wahai orang-orang beriman ! Diwajiban kepada kamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu." (pangkal ayat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;183).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Sahabat Nabi kita, salah seorang ahli tafsir yang terkenal pula, yaitu Abdullah bin Mas'ud&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;pernah mengatakan, bahwa apabila sesuatu ayat telah dimulai dengan panggilan kepada orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;yang percaya, sebelum sampai ke akhirnya kita sudah tahu bahwa ayat ini akan mengandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;suatu perihal yang penting ataupun suatu larangan yang berat. Sebab Tuhan Yang Maha Tahu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;itu telah memperhitungkan terlebih dahulu bahwa yang bersedia menggalangkan bahu buat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;memikul perintah Ilahi itu hanya orang yang beriman. Maka perintah puasa adalah salah satu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;perintah yang meminta pengorbanan kesenangan diri dan kebiasaan tiap hari. Kalau perintah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;tidak dijatuhkan kepada orang yang beriman tidaklah akan berjalan. Orang yang merasa dirinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;ada iman bersedia menunggu, apa agaknya perintah yang akan dipikul itu. Dan bersedia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;merubah kebiasaannya, menahan nafsunya dan bersedia pula bangun di waktu sahur (dini hari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;dan makan pada waktu itu, karena Tuhan yang memerintahkan. Dia bersedia menahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;seleranya membatasi diri di dalam melakukan suatu latihan yang agak berat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:FreeSans;font-size:8;"  &gt;1 / 3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:FreeSansBold;font-size:11;"  &gt;Puasa (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Dengan ini dapatlah kita fahamkan bahwasanya peraturan puasa bukanlah peraturan yang baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;diperbuat setelah Nabi Muhammad saw diutus saja, melainkan sudah diperintahkan juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;kepada ummat-ummat terdahulu. Meskipun Kitab Taurat tidak menerangkan peraturan puasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;sampai kepada yang berkecil-kecil, namun di dalamnya ada pujian dan anjuran kepada orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;supaya berpuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Nabi Musa sendiri pernah puasa 40 hari. Sampai kepada zaman kita ini orang Yahudi masih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;tetap melakuka puasa pada hari-hari tertentu; puasa satu minggu sebagai peringatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;hancurnya Yerusalem dan diambilnya kembali. Puasa hari ke sepuluh pada bulan ketujuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;menurut perhitungan mereka, yang mereka puasakan sampai malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Dalam kita Injilpun tidaklah diberikan tuntunan puasa sampai kepada yang berkecil-kecil. Nabi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Isa al Masih menganjurkan berpuasa, tetapi jangan dilagakkan. Buatlah seakan-akanorang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;tidak tahu bahwa engkau puasa; minyaki rambut baik-baik, dan cuci muka supaya jangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;kelihatan kusut karena puasa. Puasa orang Kristen yang terkenal ialah Puasa Besar sebelum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Hari Paskah. Nabi Musa mempuasakan hari itu, demikian juga Nabi Isa dan murid-murid beliau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Kemudian gereja-gereja memutuskan pula hari-hari yang lain buat puasa, menurut yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;diputuskan oleh pendeta-pendeta mereka dalam sekte masing-masing. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;mempuasakan diri di hari-hari tertentu dari makanan tertentu, sebagai puasa dari daging, puasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;dari ikan, puasa dari telur dan susu. Adapun puasa mereka menurut peraturan lam, makan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;hanya sekali dalam sehari semalam itu, tetapi kemudian ada perubaha, yaitu masa dari tengah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;malam sampai tengah hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Orang Hindupun mempunyai puasa, demikian pula penganut agama Budha Biksu (pendeta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Budha) berpuasa sehari semalam, dimulai tengah hari tetapi boleh minum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:FreeSans;font-size:8;"  &gt;2 / 3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:FreeSansBold;font-size:11;"  &gt;Puasa (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Dalam agama Mesir purbakalapun ada juga peraturan puasa, terutama atas orang-orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;perempuan. Bangsa Romawi sebelum Masehi-pun berpuasa. Di dalam surah Maryam kita lihat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;bahwasanya Nabi Zakaria dan Maryam, ibu Nabi Isa-pun mengerjakan puasa. Selain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;menurutiperaturan tidak makan dan tidak minum dan tidak bersetubuh (bagi Nabi Zakaria),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;berpuasa juga dari bercakap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Dengan demikian dapatlah kita simpulkan bahwasanya puasa adalah syariat yang penting di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;dalam tiap-tiap agama, meskipun ada perubahan-perubahan hari ataupun bulan. Setelah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-family:FreeSans;"&gt;Rasulullah s.a.w. diutus ditetapkanlah puasa buat ummat Islam pada bulan Ramadhan dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;" class="MsoNormal" dir="rtl"&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-family:FreeSans;"&gt;dianjurkan pula menambah (tathawwu') denga hari-hari yang lain.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4887170339500689465?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4887170339500689465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/tentang-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4887170339500689465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4887170339500689465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/tentang-puasa.html' title='Tentang Puasa'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNQ3unb0yI/AAAAAAAAAG8/UbOzl4vELMI/s72-c/buyahamka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4373711581196083003</id><published>2009-08-24T19:01:00.000-07:00</published><updated>2009-08-24T19:33:50.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GALERI POTO'/><title type='text'>Perjalanan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIeFSamnI/AAAAAAAAAGc/StZRK-0Q_BQ/s1600-h/rihlah+kmm+2009+%2833%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIeFSamnI/AAAAAAAAAGc/StZRK-0Q_BQ/s400/rihlah+kmm+2009+%2833%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373718462035827314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gulat Di Pantai Matrouh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIdvtfN6I/AAAAAAAAAGU/v-LzMW5iC8E/s1600-h/19042009032.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 383px; height: 325px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIdvtfN6I/AAAAAAAAAGU/v-LzMW5iC8E/s400/19042009032.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373718456243795874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di Rumahku Multazam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIdUA6HMI/AAAAAAAAAGM/Mv1duAgdLF4/s1600-h/070720091923.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIdUA6HMI/AAAAAAAAAGM/Mv1duAgdLF4/s400/070720091923.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373718448809057474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berkelana Di Dimyath&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIc5HNeMI/AAAAAAAAAGE/kaoAtsUPIks/s1600-h/070720091803.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIc5HNeMI/AAAAAAAAAGE/kaoAtsUPIks/s400/070720091803.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373718441587734722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Raksul Barr Dimyath&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIcfZnA-I/AAAAAAAAAF8/9SNHPc33z6U/s1600-h/070720091782.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIcfZnA-I/AAAAAAAAAF8/9SNHPc33z6U/s400/070720091782.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373718434685584354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Peta Raksul Barr Dimyath&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///D:/My%20Colection/My%20Pictures/Raksulbarr/200907A0/070720091795.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///D:/My%20Colection/My%20Pictures/Raksulbarr/200907A0/070720091795.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///D:/My%20Colection/My%20Pictures/Raksulbarr/200907A0/070720091803.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4373711581196083003?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4373711581196083003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/perjalanan-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4373711581196083003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4373711581196083003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/perjalanan-hidup.html' title='Perjalanan Hidup'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SpNIeFSamnI/AAAAAAAAAGc/StZRK-0Q_BQ/s72-c/rihlah+kmm+2009+%2833%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-7788724483156256386</id><published>2009-08-18T16:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T17:06:52.072-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PALANTA'/><title type='text'>Kebinalan Saat Bulan Puasa</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SotA4v3G9eI/AAAAAAAAAF0/B0GIupzTW90/s1600-h/rambu-puasa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371458324233909730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 385px; CURSOR: hand; HEIGHT: 243px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SotA4v3G9eI/AAAAAAAAAF0/B0GIupzTW90/s400/rambu-puasa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Oleh : Adi Alfarouq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;kayak yang lo ketahui gw kalo bulan puasa itu rajin sholat tarawih sama temen2. inilah jadwal gw saat tarawih bulan puasa.-hari pertama : sholat isya+ sholat tarawih full + sholat witir-hari ke sepuluh : sholat isya + sholat tarawih 8 rokaat + witir dirumah (kalo inget)-hari ke 15/20 : sholat isya + sholat tarawih 4 rokaat - witir-hari2 terakhir : sholat isya + keluyuran nyari petasan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;hobi gw kalo bulan puasa itu jalan2 muter2 komplek. kadang2 iseng juga, keisengan pertama itu "mencet-mencetin bel rumah orang" pemilik rumah pernah sampe lari2 pake anduk doang dikira ada tamu ternyata cuma angin, besok2nya dia masuk angin. saking seringnya gw dan temen2 gw pernah ke-gab tukang becak.tukang becak : OOH JADI ELU YANG PENCET2IN BEL NI RUMAH??gw : (panik, kebetulan hari itu bukan gw yg pencet)tersangka : e..engga bang, rame2 kokgw dan temen2 lain : (pura2 gak kenal, stay cool, sebagian kabur)tersangka : (keringet dingin ngeliat tu tukang becak nyerocos aja dengan nafas khas baujengkol)tersangka : maap bang.. ga lagi2 deh (langsung cabut tanpa perasaan)disaat seperti ini emang solidaritas tak berlaku lagi, apalagi yg dihadapi tukang becak yg betisnya kayak tales bogor. keisengan kedua kta itu mutusin bendera bekas 17an, begini metodenya1. ada bendera yg msh nyambung diantara tiang2 listrik2. lait keadaan ada tukang becak apa engga3. sangkutin sarung ke tali bendera tsb4. betot/tarik sampe pada putus smua5. kabur dengan hasil jalanan dipenuhi benderakeisengan ini juga pernah ke-gab tp bukan sama tukang becak, sama ibu2. si ibu pertama cuma bengong, trus dia bilang "mas bendera yang di gang sebelah cabutin skalian dong" anjrit!! dikira kita itu tukang bersih2 komplek, dia gak liat jg metode kita pake sarung, sungguh sial. keisengan ketiga itu matiin lampu2 yg ada dijalanan komplek, ini emang yang paling iseng, kalo kita liat ada steker (ctek2an yg ada di tiang listrik buat nyalain ato matiin lampu jalan) kita langsung matiin trus kabur, alhasil jalanan jadi gelap, tapi cuma disatu titik. kejadian kedua, kita gak tau kalo steker ini pararel, jd kalo dimatiin lampu jalan satu kampung mati semua, temen gw dengan enaknya ngematiin lampu tersebut dan klaaap!!! jalanan sekomplek gelap gulita, kedengeran suara tukang becak yg kayak mesin parutan kelapa tereak2 kesetanan, ada yang baca2 doa dikira bakal kiamat, ada suara emak2 yang cempreng bgt dia bilang " ANAK SETAN" gw ama temen gw yg gak bisa saling liat kabur2an aja, tiba2 lampu nyala lg, ternyata yang nyalain om2 berkacamata, dia bilang "wah lampunya korslet lagi" tukang becak bilang "oh..korslet mas? saya kira dimatiin ama bocah2 " kita selamat karena kesotoyan orang berkacamata tadi. korslet gimana orang jelas2 tadi stekernya turun. emang tidak semua orang berkacamata itu pinter.emang itu keisengan2 gw sama temen2 saat bulan puasa, ckckck, emang peristiwa ini uda lumayan lama tapi, si tukang becak setiap bulan puasa selalu stand by ngejagain rumah yg ada belnya, dan sesekali kalo gw lewat di depannya dia, dia cuma bisa ngeliatin dengan tatapan iblis, asem banget si tampangnya.&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;udalah yg penting jangan ditiru yaa..hehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bolaisbundar.blogspot.com/2009/05/kebinalan-saat-bulan-puasa.html#comment-form"&gt;http://bolaisbundar.blogspot.com/2009/05/kebinalan-saat-bulan-puasa.html#comment-form&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-7788724483156256386?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/7788724483156256386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/kebinalan-saat-bulan-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/7788724483156256386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/7788724483156256386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/kebinalan-saat-bulan-puasa.html' title='Kebinalan Saat Bulan Puasa'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SotA4v3G9eI/AAAAAAAAAF0/B0GIupzTW90/s72-c/rambu-puasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-2990748869801710967</id><published>2009-08-18T16:47:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T16:51:09.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Nasihat Nabi Muhammad dalam menyambut bulan puasa..</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sos-K_nOV5I/AAAAAAAAAFs/v7wKwhwLe5o/s1600-h/selamat-menyambut-ramadhan_by_steven_miracle_adien_satria.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371455339165013906" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 350px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sos-K_nOV5I/AAAAAAAAAFs/v7wKwhwLe5o/s400/selamat-menyambut-ramadhan_by_steven_miracle_adien_satria.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                  Oleh : Adi Mansah Suardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;Wahai, manusia! Telah datang kepada kalian bulan Allah dengan berkah, rahmat dan maghfirah (keampunan)- Nya. Bulan paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam yang utama. Jam demi jam adalah jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-napasmu merupakan tasbih, tidurmu ibadah, amal-amal baikmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitab-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, saat kelaparan dan kehausan dihari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraanmu. Jaga lidahmu. Tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak yatim niscaya anak-anakmu dikasihi manusia. Bertobatlah kamu kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu shalatmu, karena itulah saat-saat utama ketika Allah 'Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena dosamu, maka ringankanlah dengan sujudmu. Ketahuilah! Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang Shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabbul 'Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Barang siapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak, dan ia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat bertanya: "Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah meneruskan: "Jagalah dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan seteguk air. Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini akan berhasil melewati shirat (jembatan menuju surga) pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan memudahkan pemeriksaan- Nya dihari kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan silaturahmi di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari neraka. Barang siapa melakukan shalat fardhu, baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu di bulan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa memperbanyak shalawat di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya pada hari ketika timbangan yang lain ringan. Barang siapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Qur'an, sama nilainya dengan mengkhatam Al-Qur'an pada bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia ! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar Ia tidak akan pernah menutupkannya lagi. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonkan kepada Tuhanmu agar Ia tidak pernah membukanya bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka bermohonlah kepada Tuhanmu agar mereka tidak lagi menguasaimu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali ibn Thalib ra berkata: "Saya bertanya ya Rasullullah, apakah amal (perbuatan) yang terbaik dalam bulan ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab: "Wahai Abu Hasan, amal yang terbaik dalam bulan ini ialah menjauh dari apa yang dilarang Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-2990748869801710967?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/2990748869801710967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/nasihat-nabi-muhammad-dalam-menyambut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/2990748869801710967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/2990748869801710967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/nasihat-nabi-muhammad-dalam-menyambut.html' title='Nasihat Nabi Muhammad dalam menyambut bulan puasa..'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sos-K_nOV5I/AAAAAAAAAFs/v7wKwhwLe5o/s72-c/selamat-menyambut-ramadhan_by_steven_miracle_adien_satria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-6388780165205947448</id><published>2009-08-17T22:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T16:53:31.660-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>19 Gagal Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Soo9EEc8NcI/AAAAAAAAAFk/iNwijrBg46M/s1600-h/fgtghggg.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371172645716637122" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 301px; CURSOR: hand; HEIGHT: 158px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Soo9EEc8NcI/AAAAAAAAAFk/iNwijrBg46M/s320/fgtghggg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Oleh : Adi Mansah Suardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya.Gambar disamping menunjukkan rambu-rambu ramadhan, jika kita melanggarnya tentu kita akan gagal di bulan Mulia ini. Berikut beberapa kesalahan atau tanda gagalnya kita dalam memanfaatkan Ramadhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya'ban.Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya'ban, sebagaimana telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu `alaihi wa sallam. Dalam hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu `anha berkata,"Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya'ban."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Gampang mengulur shalat fardhu."Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih." (Maryam: 59)Menurut Sa'id bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat (meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar, ashar menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya menjelang waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit matahari. Orang yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail. Mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan ciri orang yang shalih. "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (Al-Anbiya:90)"Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah,sampai Aku mencintainya." (Hadits Qudsi)4. Kikir dan rakus pada harta benda.Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan shadaqah adalah tandanya. Salah satu sasaran utama shiyam agar manusia mampu mengendalikan sifat rakus pada makan minum maupun pada harta benda, karena ia termasuk sifat kehewanan (Bahimiyah). Cinta dunia serta gelimang kemewahan hidup sering membuat manusia lupa akan tujuan hidup sesungguhnya. Mendekat kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala, akan menguatkan sifat utama kemanusiaan (Insaniyah).5. Malas membaca Al-Qur'an.Ramadhan juga disebut Syahrul Qur'an, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya baik siang maupun malam Ramadhan untuk membaca Al-Qur'an. "Ibadah ummatku yang paling utama adalah pembacaan Al-Qur'an." (HR Baihaqi) Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak mungkin kemuliaan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini harus nampak berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan latihan di bulansuci.6. Mudah mengumbar amarah.Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Saw bersabda: "Orang kuat bukanlah orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang kuat adalah orang yang bisa menguasai diri ketika marah." Dalam hadits lain beliau bersabda: "Puasa itu perisai diri, apabila salah seorang dari kamu berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan jangan membodohkan diri. Jika ada seseorang memerangimu atau mengumpatmu, maka katakanlah sesesungguhnya saya sedang berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)7. Gemar bicara sia-sia dan dusta."Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta perbuatan Az-Zur, maka Allah tidak membutuhkan perbuatan orang yang tidak bersopan santun, maka tiada hajat bagi Allah padahal dia meninggalkan makan dan minumnya." (HR Bukhari dari Abu Hurairah)Kesempatan Ramadhan adalah peluang bagi kita untuk mengatur dan melatih lidah supaya senantiasa berkata yang baik-baik. Umar ibn Khattab Ra berkata: "Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah dan tutur kata yang sia-sia." (Al Muhalla VI: 178) Ciri orang gagal memetik buah Ramadhan kerap berkata di belakang hatinya. Kalimat-kalimatnya tidak ditimbang secara masak: "Bicara dulu baru berpikir, bukan sebaliknya, berpikir dulu, disaring, baru diucapkan."8. Memutuskan tali silaturrahim.Ketika menyambut datangnya Ramadhan Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya." Puasa mendidik pribadi-pribadi untuk menumbuhkan jiwa kasih sayang dan tali cinta.Pelaku shiyam jiwanya dibersihkan dari kekerasan hati dan kesombongan, diganti dengan perangai yang lembut, halus dan tawadhu. Apabila ada atau tidak adanya Ramadhan tidak memperkuat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan, itu tanda kegagalan.9. Menyia-nyiakan waktu.Al-Qur'an mendokumentasikan dialog Allah Swt dengan orang-orang yang menghabiskan waktu mereka untuk bermain-main."Allah bertanya: ` Berapa tahunkan lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: `Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. Maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.'Allah berfirman: `Kamu tidak tingal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui. "Maka apakah kamu mengira sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang mempunyai `Arsy yang mulia." (Al-Mu'minun: 112-116)Termasuk gagal dalam ber-Ramadhan orang yang lalai atas karunia waktu dengan melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiatan, dan hura-hura. Disiplin waktu selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk cinta ketertiban dan keteraturan.10. Labil dalam menjalani hidup.Labil alias perasaan gamang, khawatir, risau, serta gelisah dalam menjalani hidup juga tanda gagal Ramadhan. Pesan Rasulullah Saw:"Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah memfardhukan atas kamu berpuasa di dalamnya. Dibuka semua pintu surga, dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu segala syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tiada diberikan kebajikan malam itu, maka sungguh tidak diberikan kebajikan atasnya." (HR Ahmad, Nasa'i, Baihaqi dari Abu Hurairah)Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi keadaan apapun.11. Tidak bersemangat mensyiarkan Islam.Salah satu ciri utama alumnus Ramadhan yang berhasil ialah tingkat taqwa yang meroket. Dan setiap orang yang ketaqwaannya semakin kuat ialah semangat mensyiarkan Islam. Berbagai kegiatan `amar ma'ruf nahiy munkar dilakukannya, karena ia ingin sebanyak mungkin orang merasakan kelezatan iman sebagaimana dirinya. Jika semangat ini tak ada, gagal lah Ramadhan seseorang.12. Khianat terhadap amanah.Shiyam adalah amanah Allah yang harus dipelihara (dikerjakan) dan selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak. Shiyam itu ibarat utang yang harus ditunaikan secara rahasia kepada Allah. Orang yang terbiasa memenuhi amanah dalam ibadah sir (rahasia) tentu akan lebih menepati amanahnya terhadap orang lain, baik yang bersifat rahasia maupun yang nyata. Sebaliknya orang yang gagal Ramadhan mudah mengkhianati amanah, baik dari Allah maupun dari manusia.13. Rendah motivasi hidup berjama'ah.Frekuensi shalat berjama'ah di masjid meningkat tajam selama Ramadhan. Selain itu, lapar dan haus menajamkan jiwa sosial dan empati terhadap kesusahan sesama manusia, khususnya sesama Muslim. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjama'ah, yang saling menguatkan."Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam saatu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh." (Ash-Shaf: 4) Ramadhan seharusnya menguatkan motivasi untuk hidup berjama'ah.14. Tinggi ketergantungannya pada makhluk.Hawa nafsu dan syahwat yang digembleng habis-habisan selama bulan Ramadhan merupakan pintu utama ketergantungan manusia pada sesama makhluk. Jika jiwa seseorang berhasil merdeka dari kedua mitra syetan itu setelah Ramadhan, maka yang mengendalikan dirinya adalah fitrah dan akhlaq. Orang yang tunduk dan taat kepada Allah lebih mulia dari mereka yang tunduk kepada makhluk.15. Malas membela dan menegakkan kebenaran.Sejumlah peperangan dilakukan kaum Muslimin melawan tentara-tentara kafir berlangsung di bulan Ramadhan. Kemenangan Badar yang spektakuler itu dan penaklukan Makkah (Futuh Makkah) terjadi di bulan Ramadhan. Di tengah gelombang kebathilan dan kemungkaran yang semakin berani unjuk gigi, para alumni akademi Ramadhan seharusnya semakin gigih dan strategis dalam membela dan menegakkan kebenaran. Jika bulan suci ini tidak memberi bekal perjuangan baru yang bernilai spektakuler, maka kemungkinan besar ia telah meninggalkan kita sebagai pecundang.16. Tidak mencintai kaum dhuafa.Syahru Rahmah, Bulan Kasih Sayang adalah nama lain Ramadhan, karena di bulan ini Allah melimpahi hamba-hamba-Nya dengan kasih sayang ekstra. Shiyam Ramadhan menanam benih kasih sayang terhadap orang-orang yang paling lemah di kalangan masyarakat. Faqir miskin, anak-anak yatim dan mereka yang hidup dalam kemelaratan. Rasa cinta kita terhadap mereka seharusnya bertambah. Jika cinta jenis ini tidak bertambah sesudah bulan suci ini, berarti Anda perlu segera instrospeksi.17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan.Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sadaqah, karena istighfar dan sadaqah dapat menambal yang robek-robek atau yang pecah-pecah dari puasa. Menginjak hari-hari berlalunya Ramadhan, mestinya kita semakin sering melakukan muhasabah (introspeksi) diri."Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Hasyr: 18)18. Sibuk mempersiapkan Lebaran.Kebanyakan orang semakin disibukkan oleh urusan lahir dan logistik menjelang Iedul Fitri. Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah dalam bulan mulia ini. Menjadi pemenang sejati atau pecundang sejati.Konsentrasi pikiran telah bergeser dari semangat beribadah, kepada luapan kesenangan merayakan Idul Fitri dengan berbagai kegiatan, akibatnya lupa seharusnya sedih akan berpisah dengan bulan mulia ini.19. Idul Fitri dianggap hari kebebasan.Secara harfiah makna Idul Fitri berarti "hari kembali ke fitrah". Namun kebanyakan orang memandang Iedul Fitri laksana hari dibebaskannya mereka dari "penjara" Ramadhan. Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan meninggalkannya, ucapan dan tindakannya kembali cenderung tak terkendali, syahwat dan birahi diumbar sebanyak-banyaknya. Mereka lupa bahwa Iedul Fitri seharusnya menjadi hari di mana tekad baru dipancangkan untuk menjalankan peran khalifah dan abdi Allah secara lebih profesional. Kesadaran penuh akan kehidupan dunia yang berdimensi akhirat harus berada pada puncaknya saat Iedul Fitri, dan bukan sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-6388780165205947448?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/6388780165205947448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/19-gagal-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6388780165205947448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6388780165205947448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/19-gagal-ramadhan.html' title='19 Gagal Ramadhan'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Soo9EEc8NcI/AAAAAAAAAFk/iNwijrBg46M/s72-c/fgtghggg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4975237974672162598</id><published>2009-08-14T16:49:00.001-07:00</published><updated>2009-08-14T16:57:32.744-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SoX5cJF4W8I/AAAAAAAAAFc/6dFcqiB5JhA/s1600-h/ramadhan-mubarak.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369972392581422018" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 198px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SoX5cJF4W8I/AAAAAAAAAFc/6dFcqiB5JhA/s320/ramadhan-mubarak.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                                                &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;Adi Mansah Alfaruq&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff9966;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;1. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:&lt;br /&gt;Adalah Rasulullah SAW memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)&lt;br /&gt;2. Dari Ubadah bin AshShamit, bahwa Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini. " (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya).&lt;br /&gt;Al-Mundziri berkata: "Diriwayatkan oleh An-Nasa'i dan Al-Baihaqi, keduanya dari Abu Qilabah, dari Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pemah mendengar darinya."&lt;br /&gt;3. Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;"Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu berfirman (kepada Surga),'Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, 'pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam. "Beliau ditanya, 'Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar' Jawab beliau, 'Tidak. Namun ovang yang beramal tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.' " (HR. Ahmad)'"&lt;br /&gt;Isnad hadits tersebut dha'if, dan di antara bagiannya ada nash-Nash lain yang memperkuatnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4975237974672162598?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4975237974672162598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/keutamaan-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4975237974672162598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4975237974672162598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/keutamaan-bulan-ramadhan.html' title='KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SoX5cJF4W8I/AAAAAAAAAFc/6dFcqiB5JhA/s72-c/ramadhan-mubarak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-7613106261568468703</id><published>2009-08-12T23:29:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T16:31:52.333-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>My Life</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: left" face="lucida grande"&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;makna seperti menghilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;di kota ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;hitam dan putih masa lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;telah membisu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;semua berakhir disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;tempatku mula bermimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;masih menari disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;langkahmu yang telah pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;udara kini berubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;di kota mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;seperti kisah masa lalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;kini membisu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;coba dengarku berbisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;suara yang tlah mengering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;hatiku mati disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;terdiam dan tak mengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;coba dengarku berbisik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;suara yang tlah mengering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;masih bertahan sisa mimpi mimpiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;di kota ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;kini bertahan sisa mimpi mimpiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;di kota ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;semua berakhir disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;tempatku mula bermimpi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;hatiku mati disini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;terdiam dan tak mengerti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak Ada Yang Abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Takkan selamanya tanganku mendekapmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Takkan selamanya raga ini menjagamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seperti alunan detak jantungku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak bertahan melawan waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Semua keindahan yang memudar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Atau cinta yang telah memudar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Biarkan aku bernafas sejenak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebelum hilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak kan selamanya tanganku mendekapmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak kan selamanya raga ini menjagamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jiwa yang lama segera pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bersiaplah para pengganti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak ada yang abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak ada yang abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tak ada yang abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-7613106261568468703?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/7613106261568468703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/my-life.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/7613106261568468703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/7613106261568468703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/my-life.html' title='My Life'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-3192406500943745413</id><published>2009-08-02T21:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T21:41:23.513-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Lembaran Hidup Wanita Solehah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZqSkTshwI/AAAAAAAAAE4/V6zIQn4GItI/s1600-h/wanita%2Bsolehah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZqSkTshwI/AAAAAAAAAE4/V6zIQn4GItI/s200/wanita%2Bsolehah.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365592873275000578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;“Mampukah aku menjadi seperti Siti Khatijah?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah&lt;br /&gt;Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah&lt;br /&gt;Penawar hati kekasih Allah&lt;br /&gt;Susah dan senang rela bersama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?&lt;br /&gt;Isteri Rasulullah yang bijak&lt;br /&gt;Pendorong kesusahan dan penderitaan&lt;br /&gt;Tiada sukar untuk dilaksanakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir air mataku&lt;br /&gt;Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah&lt;br /&gt;Akur dalam setiap perintah&lt;br /&gt;Taat dengan abuyanya, yang sentiasa berjuang&lt;br /&gt;Tiada memiliki harta dunia&lt;br /&gt;Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku marah&lt;br /&gt;Inginku intip serpihan sabar&lt;br /&gt;Dari catatan hidup Siti Sarah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabah jiwaku&lt;br /&gt;Setabah umi Nabi Ismail&lt;br /&gt;Mengendong bayinya yang masih merah&lt;br /&gt;Mencari air penghilang dahaga&lt;br /&gt;Di terik padang pasir merak&lt;br /&gt;Ditinggalkan suami akur tanpa bantah&lt;br /&gt;Pengharapannya hanya pada Allah&lt;br /&gt;Itulah wanita Siti Hajar….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah aku mengikut jejak Siti Rahmah&lt;br /&gt;permaisuri hidup Nabi Ayub….pasrah dengan dugaan Tuhannya….&lt;br /&gt;walau pernah tersungkur kerana jerat syaitan…namun ia kembali&lt;br /&gt;kerana iman yang kuat…telah dijanjikan syurga adalah balasannya….&lt;br /&gt;bahagia adalah miliknya…&lt;br /&gt;Mampukah aku menjadi wanita solehah?&lt;br /&gt;Mati dalam keunggulan iman&lt;br /&gt;Bersinar indah, harum tersebar&lt;br /&gt;Bagai wanginya pusara Masyitah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-3192406500943745413?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/3192406500943745413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/lembaran-hidup-wanita-solehah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3192406500943745413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3192406500943745413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/lembaran-hidup-wanita-solehah.html' title='Lembaran Hidup Wanita Solehah'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZqSkTshwI/AAAAAAAAAE4/V6zIQn4GItI/s72-c/wanita%2Bsolehah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-6125217779556552750</id><published>2009-08-02T21:11:00.002-07:00</published><updated>2009-08-04T05:33:59.406-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>WANITA - AKAL SENIPIS RAMBUTNYA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZoUqrmRyI/AAAAAAAAAEw/U2erKqQnuHs/s1600-h/sdsd.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZoUqrmRyI/AAAAAAAAAEw/U2erKqQnuHs/s200/sdsd.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365590710322349858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Adi Mansah Alfaruq &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;angankan lelaki biasa,nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. &lt;br /&gt;Tanpa mereka, fikiran dan perasaan lelaki akan resah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Masih mencari walau ada segalanya. Apa yang tiada dalam syurga?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Namun adam tetap rindukan hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijadikan wanita daripada tulang rusuk yang bengkok. &lt;br /&gt;Untuk diluruskan oleh lelaki. &lt;br /&gt;Tetapi seandainya lelaki itu sendiri tidak lurus,&lt;br /&gt;Mana mungkin kayu yang bengkok menghasilkan bayang yang lurus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luruskanlah wanita dengan jalan yang ditunjuk oleh Allah, &lt;br /&gt;Kerana mereka diciptakan sebegitu rupa oleh Allah. &lt;br /&gt;Didiklah mereka dengan panduan darinya. &lt;br /&gt;Jangan cuba menjinakkan mereka dengan harta, kerana nantinya mereka semakin liar. &lt;br /&gt;Janganlah hiburkan mereka dengan kecantikan, kerana nantinya mereka akan semakin derita. &lt;br /&gt;Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal. Di situlah punca kekuatan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal senipis rambutnya, tebalkanlah ia dengan ilmu. &lt;br /&gt;Hati serapuh kaca, kuatkanlah ia dengan iman...&lt;br /&gt;Perasaan selembut sutera, hiasilah ia dengan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suburkanlah ia kerana dari situlah nantinya...&lt;br /&gt;Mereka akan lihat nilaian dan keadilan Rab...&lt;br /&gt;Bisikkan ke telinga mereka bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan..&lt;br /&gt;Ia bukan diskriminasi Allah...sebaliknya di situlah kasih dan sayang Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang lupa hakikat kejadiannya...&lt;br /&gt;Pasti tidak akan terhibur, dan tidak akan menghiburkan...&lt;br /&gt;Tanpa iman, ilmu dan akhlak..mereka tidak akan lurus...&lt;br /&gt;Bahkan akan semakin membengkok...&lt;br /&gt;Itulah hakikatnya andai wanita tidak kenal Rabbnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila wanita menjadi derhaka...pasti dunia lelaki akan menjadi huru hara....&lt;br /&gt;Lelaki pula janganlah mengharapkan ketaatan semata-mata...&lt;br /&gt;Tapi binalah kepimpinan...&lt;br /&gt;Pastikan sebelum wanita menuju ilahi, pimpinlah diri kepadanya...&lt;br /&gt;Jinakkan diri kepada allah...&lt;br /&gt;Nescaya akan jinaklah segala-galanya di bawah pimpinanmu...&lt;br /&gt;Janganlah mengharapkan isteri semulia Fatimah Az-Zahra'&lt;br /&gt;Seandainya dirimu tidak sehebat saidina Ali karamallahuwajhah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-6125217779556552750?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/6125217779556552750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/wanita-akal-senipis-rambutnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6125217779556552750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/6125217779556552750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/wanita-akal-senipis-rambutnya.html' title='WANITA - AKAL SENIPIS RAMBUTNYA'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZoUqrmRyI/AAAAAAAAAEw/U2erKqQnuHs/s72-c/sdsd.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-8046383090902558333</id><published>2009-08-02T21:11:00.001-07:00</published><updated>2009-08-02T21:34:47.088-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>*PEREMPUAN YANG TAK PERNAH KUMENGERTI*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZnfHLaJNI/AAAAAAAAAEo/7SCOG0ajYvY/s1600-h/IMG_0077.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZnfHLaJNI/AAAAAAAAAEo/7SCOG0ajYvY/s200/IMG_0077.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365589790259029202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;p&gt;                                                OlEh : Adi MaNsAh AlFaRuQ&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;   Perempuan itu tak bergeming dari lelapnya, bahkan ketika kubenahi selimutnya. Wajah yang begitu damai terletak diatas bantal yang putih. Seakan dirinya tidur di taman Syurga. Sungguh, aku tak tau apa yang ia impikan.&lt;br /&gt;"Kamu tak sungguh-sungguh mencintaiku. Kamu hanya kasihan padaku," ujar perempuan itu.&lt;br /&gt;Aku tertegun. Sangat terkejut mendengar pernyataan yang cenderung menuduh itu.&lt;br /&gt;"Tidak lebih," sakali lagi ia menandaskan sebelum sempat aku menjawabnya. "Kamu hanya kasihan padaku, tidak lebih." Aku masih saja terkejut, meski ini pernyataannya yang ketiga. Aku tetap diam. Tak hendak menjawab. Aku begitu bingung dengan pernyataannya. Namun tiba-tiba aku berpikir benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali berkenalan, aku hanya berpikir bahwa dia cantik. Itu saja. Tetapi aku memang malu ternyata dia tak hanya cantik tapi wanita solehah,kaya dan terhormat. Hanya itu yang mampu menggetarkan hati dan rasaku. Satu hal yang wajar karena aku laki-laki dewasa, normal. Tapi yang ini lain, hati memang bergetar dan pandanganku pun tertegun tiada berdaya untuk menatapnya. &lt;br /&gt;Aku mulai ingin tahu lebih banyak tentangnya. Informasi yang semula kuharapkan bisa menjadi bekal untuk menjajaki kemungkinan mengajaknya hidup bersama sampai tua. kusadar bahwa ternyata aku bukan laki-laki kaya dan mampu, aku hanya punya cinta dan kasih sayang. Teramat sering aku berpikir bahwa ini semua takkan pernah terjadi, untuk menikahinya, Apalagi aku sedang dalam kuliah. Terus terang inilah yang membuat aku tak percaya diri dan beryakin untuk melamarnya. Tetapi demi mendengar kisah tentangnya, aku menjadi berpikir bahwa mungkin, bahkan pasti, aku bisa membahagiakannya nanti. Seperti juga yang dialami teman-temanku yang menikah diwaktu kuliah. kudengar wanita ini terlalu sering menanyakan dan memuji diriku tapi kuanggap semua gombal dan candaan belaka, kulalu berpikir untuk segera mencari dermaga terakhir. Usiaku ternyata semakin menapak. Dan rasanya tiba waktuku untuk membina rumah tangga, yang mudah-mudahan lebih kekal ketimbang penantianku selama ini yang tiada pasti padanya.&lt;br /&gt;Aku hanya lelaki bodoh, miskin,hina. Dan dia perempuan yang baik,kaya,cantik dan solehah. Jika kemudian aku memilih dia sebagai teman membina keluarga, mudah-mudahan dia bisa menerima aku apa adanya. Seperti aku akan menerimanya apa adanya. Maka kuberanikan diri untuk menyatakan suka. kutahu, kali ini pasti aku terlihat sangat norak karena tiba-tiba saja untuk pertama kalinya aku terbata dan nyaris gagap untuk sekedar mengungkap kata suka. Tetapi aku menjadi sangat tersanjung karena ternyata ia tak menertawakanku. Ia tersenyum sebagai ungkapan penerimaannya. Bahkan ada harapan untuk hidup bersamanya.&lt;br /&gt;Percaya atau tidak, sekian banyak tahun berlalu tak pernah sekalipun kusentuh dia. Aku takut pada dosa. Tak bisa lupakan itu. Aku takut perilakuku akan menyakitinya jika kumembiarkan setan menguasaiku. Tapi, pernyataannya itu begitu tiba-tiba bagiku. Aku merasa tak pernah mengecewakannya. Tapi tiba-tiba aku dituduh tak sungguh-sungguh mencintainya dan sekedar kasihan padanya! Aku ingin bersikukuh dan berniat hidup dengannya. Terkadang aku pun tak mengerti bagaimana sikapnya. Terus terang akupun mulai ragu benarkah cintaku kubangun dari perasaan kasihan. Dan apakah dia juga tulus suka padaku?&lt;br /&gt;Sekian waktu berlalu. Dermagaku tak jua kutemukan. Mungkin karena aku tak sungguh-sungguh mencarinya. Sekarang justru aku yang bertanya, "siapa yang sesungguhnya harus dikasihani dan mengasihani."?Aku yang tercabik oleh penampikannya yang sama sekali tak kuduga dan tak bisa kuterima atau dia yang entah mengapa berpikir demikian?&lt;br /&gt;Ketika aku membuka mata, perempuan itu tengah duduk sembari memandangiku. Ia dating dan tersenyum. Cantik sekali. Aku tak sempat terlalu lama membalas tatapannya, "Astaghfirullah". Dan &lt;br /&gt;"Aku mencintaimu, Aku ingin melamarmu" bisikku. "Aku ingin jadi yang halal bagimu begitu jua dengan dirimu halal bagiku". Dia  tertegun dan termenung, seakan tak percaya ucapanku.&lt;br /&gt;"Aku tahu kau tak sungguh-sungguh mencintaiku. Kau hanya kasihan padaku."&lt;br /&gt;"Lagi-lagi kalimat itu!" dengusku.&lt;br /&gt;"Kau tak memahami dirimu. Tanyakan lagi ke hatimu, pasti itu jawabannya!" &lt;br /&gt;"Aku mencintamu!" "Aku ingin menikahimu"seruku.&lt;br /&gt;"Kau bahkan belum menanyakannya!"&lt;br /&gt;Aku bangkit dengan kesal hati.&lt;br /&gt;"Begitu kasihannya kau padaku sampai-sampai kau tak akan sanggup melakukan kewajibanmu. Kau selalu takut akan menyakitiku. Benar bukan? Aku pun tak mau ini terjadi padamu. Kamu terlalu agung bagiku. Aku tak sanggup melihat kamu…"&lt;br /&gt;"Aku tak sanggup. Karena takut dosa dan neraka&lt;br /&gt;"Kamu tak mengerti bahwa yang terjadi padamu pun terjadi padaku. Bahwa aku tak akan sanggup hidup tanpamu karena hatiku telah terpaut padamu."&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-8046383090902558333?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/8046383090902558333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/perempuan-yang-tak-pernah-kumengerti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8046383090902558333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8046383090902558333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/perempuan-yang-tak-pernah-kumengerti.html' title='*PEREMPUAN YANG TAK PERNAH KUMENGERTI*'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZnfHLaJNI/AAAAAAAAAEo/7SCOG0ajYvY/s72-c/IMG_0077.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-5482748650142499608</id><published>2009-08-02T21:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T21:20:55.722-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>ما كان يقرؤه صلى الله عليه وسلم في الصلوات</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZlju4RwHI/AAAAAAAAAEg/vE_8XlYGDmw/s1600-h/zikir.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZlju4RwHI/AAAAAAAAAEg/vE_8XlYGDmw/s200/zikir.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365587670612426866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;محمد الفاروق&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وأما ما كان يقرؤه صلى الله عليه وسلم في الصلوات من السور والآيات، فإن ذلك يختلف باختلاف الصلوات &lt;br /&gt;الخمس وغيرها، وهاك تفصيل ذلك مبتدئين بالصلاة الأولى من الخمس:&lt;br /&gt;1- صلاة الفجر:&lt;br /&gt;كان صلى الله عليه وسلم يقرأ فيها بطوال(1) المفصل ف" كان أحيانا - يقرأ ( الواقعة 56: 96) ونحوها من &lt;br /&gt;السور في الركعتين"0&lt;br /&gt;وقرأ من سورة ( الطور52: 49) وذلك في حجة الوداع0&lt;br /&gt;و "كان - أحيانا - يقرأ (ق والقرآن المجيد 50: 45) ونحوها في الركعة الأولى"0&lt;br /&gt;و "كان - أحيانا - يقرأ بقصار المفصل ك(إذا الشمس كورت 11: 15)0&lt;br /&gt;و "قرأ - مرة: (إذا زلزلت 99: 8 في الركعتين كلتيهما) حتى قال الراوي: فلا أدري أنسي رسول الله - أم &lt;br /&gt;قرأ ذلك عمدا"(2) 0&lt;br /&gt;وقرأ - مرة - في السفر( قل أعوذ برب الفلق 113: 5) وقل أعوذ برب الناس 114: 6)0&lt;br /&gt;وقال لعقبة بن عامر رضي الله عنه: "اقرأ في صلاتك المعوذتين [فما تعوذ متعوذ بمثلهما]"0&lt;br /&gt;وكان - أحيانا - يقرأ بأكثر من ذلك، ف"كان يقرأ ستين آية فأكثر"، قال بعض رواته: لا أدري في إحدى &lt;br /&gt;الركعتين أو في كلتيهما؟0&lt;br /&gt;و "كان يقرأ بسورة ( الروم 30: 60) و- أحيانا - بسورة (يس 36: 83)0&lt;br /&gt; ومرة "صلى الصبح بمكة فاستفتح سورة (المؤمنين 23: 118) حتى جاء ذكر موسى وهارون أو ذكر &lt;br /&gt;عيسى(3) - شك بعض الرواة - أخذته سعلة فركع"0 &lt;br /&gt;و "كان - أحيانا - يؤمّهم فيها ب(الصافات 37: 182)0&lt;br /&gt;و "كان يصليها يوم الجمعة ب(ألم تنزيل (السجدة) 32: 30) [في الركعة الأولى، وفي الثانية] ب(هل آتى علىالإنسان76: 31)"0&lt;br /&gt;القراءة في سنة الفجر:&lt;br /&gt; وأما قراءته في ركعتي سنة الفجر، فكانت خفيفة جداً، حتى إن عائشة رضي الله عنها كانت تقول: "هل &lt;br /&gt;قرأ فيها بأم الكتاب؟".&lt;br /&gt;و "كان - أحيانا - يقرأ بعد الفاتحة في الأولى منهما آية(136:2):&lt;br /&gt;((قُولُواْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَآ أُنْزِلَ إِلَيْنَا)) إلى آخر الآية، وفي الأخرى (3: 64): ((قُلْ يأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْاْ إِلَى كَلَمَةٍ سَوَآءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ)) إلى آخرها"0 و "ربما قرأ بدلها (23: 52): ((فَلَمَّآ أَحَسَّ عِيسَى مِنْهُمُ الْكُفْر)) إلى آخر الآية"0 &lt;br /&gt;و أحيانا يقرأ (( قل يا أيها الكافرون: 109: 6) في الأولى، و (قل هو الله أحد (112: 4) في الأخرى0&lt;br /&gt;و "سمع رجلا يقرأ السورة الأولى في الركعة الأولى فقال: هذا عبد آمن بربه0 ثم قرأ السورة الثانية في &lt;br /&gt;الركعة الأخرى فقال:  هذا عبد عرف ربه"0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2-   صلاة الظهر:&lt;br /&gt;و "كان صلى الله عليه وسلم يقرأ في الركعتين الأوليين بفاتحة الكتاب وسورتين, ويطول في الأولى مالا &lt;br /&gt;يطول في الثانية"0&lt;br /&gt;و كان أحيانا يطيلها حتى أنه "كانت صلاة الظهر تقام، فيذهب الذاهب إلى البقيع فيقضي حاجته، [ثم  &lt;br /&gt;يأتي منزله] ثم يتوضأ، ثم يأتي رسول الله صلى الله عليه وسلم في الركعة الأولى مما يطولها"0&lt;br /&gt;و "كانوا يظنون أنه يريد بذلك أن يدرك الناس الركعة الأولى"0&lt;br /&gt;و "كان يقرأ في كل من الركعتين قدر ثلاثين آية، قدر قراءة (الم تنزيل(السجدة) 32: 30) وفيها (الفاتحة)" &lt;br /&gt;و أحيانا"كان يقرأ ب(وَالسَّمَآءِ وَالطَّارِقِ)،و (وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الْبُرُوج)، و (وَالْلَّيْلِ إِذَا يَغْشَى)،ونحوها من السور".&lt;br /&gt;وربما "قرأ (إِذَا السَّمَآءُ انشَقَّت)، ونحوها"0&lt;br /&gt;و "كانوا يعرفون قراءته في الظهر والعصر باضطراب لحيته"0 &lt;br /&gt; قراءته صلى الله عليه وسلم آيات بعد الفاتحة في الأخيرتين:&lt;br /&gt;و "كان يجعل الركعتين الأخيرتين أقصر من الأوليين قدر النصف قدر خمس عشرة أية(4)، وربما اقتصر فيهما &lt;br /&gt;على الفاتحة"0&lt;br /&gt;و "كان يسمعهم الآية أحيانا"0&lt;br /&gt;و "كانوا يسمعون منه النغمة ب(سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى87: 19) و (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَة 88: 26)"0&lt;br /&gt;و "كان - أحيانا - يقرأ ب(وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الْبُرُوج 85: 22) وب (وَالسَّمَآءِ وَالطَّارِقِ 86: 17) ونحوهما من السور"0&lt;br /&gt;و "أحيانا يقرأ ب(وَالْلَّيْلِ إِذَا يَغْشَى 92: 21) ونحوها"0 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3- صلاة العصر: &lt;br /&gt;و "كان صلى الله عليه وسلم يقرأ في الأوليين بفاتحة الكتاب وسورتين ويطول في الأولى ما لا يطول في &lt;br /&gt;الثانية"، و "كانوا يظنون أنه يريد بذلك أن يدرك الناس الركعة"0&lt;br /&gt;و "كان يقرأ في كل منهما قدر خمس عشر آية قدر نصف ما يقرأ في كل من الركعتين الأوليين في الظهر"0&lt;br /&gt;و "كان يجعل الركعتين الأخيرتين أقصر من الأوليين قدر نصفهما"0&lt;br /&gt;و "كان يقرأ فيهما بفاتحة الكتاب"0&lt;br /&gt;و "كان يسمعهم الآية أحيانا"0&lt;br /&gt;ويقرأ بالسور التي ذكرنا في "صلاة الظهر"0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4- صلاة المغرب: &lt;br /&gt;و "كان صلى الله عليه وسلم يقرأ فيها - أحيانا- بقصار المفصل"، حتى إنهم "كانوا إذا صلوا معه وسلم بهم &lt;br /&gt;انصرف أحدهم وإنه ليبصر مواقع نبله"0&lt;br /&gt;و "قرأ في سفر ب(التين والزيتون 95: 8) في الركعة الثانية"0&lt;br /&gt;وكان أحيانا يقرأبطوال المفصل وأوساطه، ف"كان تارة يقرأ ب(الذين كفروا وصدوا عن سبيل الله 47: 38)"0&lt;br /&gt;وتارة ب(الطور52: 49)0&lt;br /&gt;وتارة ب(المرسلات 77: 50) قرأ بها في آخر صلاة صلاها صلى الله عليه وسلم0&lt;br /&gt;و "كان أحيانا يقرأ بطولى الطوليين(5):( الأعراف 7: 206) في الركعتين"0&lt;br /&gt;وتارة ب(الأنفال 8: 75) في الركعتين0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;القراءة في سنة المغرب:&lt;br /&gt;وأما سنة المغرب البعدية ف"كان يقرأ فيها: (قُلْ يٰأَيُّهَا ٱلْكَافِرُونَ 109: 6) و (قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ 112: 4)0 &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;5- صلاة العشاء:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كان صلى الله عليه وسلم يقرأ في الركعتين الأوليين من وسط المفصل، ف"كان تارة يقرأ ب(والشمس وضحاها 91: 15) وأشباهها من السور"0&lt;br /&gt;و "تارة ب(إذا الشمس انشقت 84: 25) وكان يسجد بها"0&lt;br /&gt;و "قرأ - مرة - في سفر ب(والتين والزيتون 95: 8) في الركعة الأولى"0&lt;br /&gt;ونهى عن إطالة القراءة فيها، وذلك حين "صلى معاذ بن جبل لأصحابه العشاء، فطّول عليهم، فانصرف &lt;br /&gt;رجل من الأنصار فصلى، فأخبر معاذ عنه، فقال: إنه منافق، ولما بلغ  ذلك الرجل دخل على رسول الله &lt;br /&gt;صلى الله عليه وسلم فأخبره ما قال معاذ، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: أتريد أن تكون فتاناً يا &lt;br /&gt;معاذ؟! إذا أممت الناس فاقرأ ب(والشمس وضحاها 91: 15) و (سبح اسم ربك الأعلى77: 19) و (اقرأ &lt;br /&gt;باسم ربك 96: 19) و (الليل إذا يغشى92: 21) [ فإنه يصلي وراءك الكبير والضعيف وذو الحاجة]"0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6- صلاة الليل:&lt;br /&gt;و كان صلى الله عليه وسلم يقصر القراءة فيها تارة، ويطيلها أحيانا ويبالغ في إطالتها أحيانا أخرى، حتى &lt;br /&gt;قال عبد الله بن مسعود رضي الله عنه: &lt;br /&gt;"صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ليلة؛ فلم يزل قائما حتى هممت بأمر سوءٍ، قيل: وما هممت؟ &lt;br /&gt;قال: هممت أن أقعد وأذر النبي صلى الله عليه وسلم" 0&lt;br /&gt;وقال حذيفة بن اليمان: "صليت مع النبي صلى الله عليه وسلم ذات ليلة فافتتح (البقرة) فقلت: يركع عند &lt;br /&gt;المائة، ثم مضى فقلت: يصلي بها في [ركعتين]، فمضى، فقلت: يركع بها، ثم افتتح (النساء) فقرأها، ثم &lt;br /&gt;افتتح (آل عمران)(6) فقرأها، يقرأ مترسلا، إذا مر بآية فيها تسبيح سبح، وإذا مر بسؤال سأل، وإذا مر بتعوذ &lt;br /&gt;تعوذ، ثم ركع...." الحديث، و "قرأ ليلة وهو وجع السبع الطوال"(7) 0&lt;br /&gt;و "كان - أحيانا - يقرأ في كل ركعة بسورة منها"0&lt;br /&gt;و "ما عُلِمَ أنه قرأ القرآن كله في ليلة [قط]"0 بل إنه لم يرض ذلك لعبد الله بن عمرو رضي الله عنه حين &lt;br /&gt;قال له: "اقرأ القرآن في كل شهر، قال: قلت: أني أجد قوة، قال: فاقرأه في عشرين ليلة, قال: قلت: إني &lt;br /&gt;أجد قوة , قال: فاقرأه في سبع ولا تزد على ذلك"0&lt;br /&gt;ثم "رخص له أن يقرأه في خمس"&lt;br /&gt;ثم "رخص له أن يقرأه في ثلاث"0&lt;br /&gt;ونهاه أن يقرأه في أقل من ذلك وعلل ذلك في قوله له: &lt;br /&gt;"من قرأ القرآن في أقل من ثلاث لم يفقهْهُ"0 وفي لفظ: "لا يفقه من قرأ القرآن في أقل من ثلاث"0 ثم &lt;br /&gt;في قوله له: "فإن لكل عابد شِرّة(8) ولكل شِرّة فترة، فإما إلى سنة، وإما إلى بدعة، فمن كانت فترته إلى سنة فقد اهتدى، ومن كانت فترته إلى غير ذلك فقد هلك"0&lt;br /&gt;ولذلك "كان صلى الله عليه وسلم لا يقرأ القرآن في أقل من ثلاث"0&lt;br /&gt;وكان يقول: "من صلى في ليلة بمائتي آية فإنه يكتب من القانتين المخلصين"0&lt;br /&gt;و "كان يقرأ في كل ليلة ب(بني إسرائيل 17: 111) و (الزمر 39: 75)"0&lt;br /&gt;وكان يقول: "من صلى في ليلة بمائة آية لم يكتب من الغافلين"0&lt;br /&gt;و "كان - أحيانا - يقرأ في كل ركعة قدر خمسين آية أو أكثر"0&lt;br /&gt;وتارة يقرأ قدر(يا أيها المزمل 73: 20)"0&lt;br /&gt;و "ما كان صلى الله عليه وسلم يصلي الليل كله"(9) إلا نادرا، &lt;br /&gt;فقد "راقب عبد الله بن خبّاب بن الأرت - وكان قد شهد بدرا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم - الليلة &lt;br /&gt;كلها (وفي لفظ: في ليلة صلاها كلها) حتى كان مع الفجر، فلما سلم من صلاته قال له خبّاب: يا رسول &lt;br /&gt;الله بأبي أنت وأمي لقد صليت الليلة صلاة ما رأيتك صليت نحوها؟ فقال: أجل إنها صلاة رغب ورهب، &lt;br /&gt;[وإني] سألت ربي عز وجل ثلاث خصال، فأعطاني اثنتين، ومنعني واحدة: سألت ربي أن لا يهلكنا بما &lt;br /&gt;أهلك به الأمم قبلنا (وفي لفظ: أن لا يهلك أمتي بسنة) فأعطانيها، &lt;br /&gt;وسألت ربي عز وجل أن لا يظهر علينا عدُّواً من غيرنا فأعطانيها، وسألت ربي أن لا يُلبسنا شيعاً فمنعنيها"0&lt;br /&gt;و "قام ليلة بآية يرددها حتى أصبح وهي: (إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ 5: 118) [ بها يركع، وبها يسجد، وبها يدعو]،[ فلما أصبح قال له أبو ذر رضي الله عنه: يا رسول الله ما زلت &lt;br /&gt;تقرأ هذه الآية حتى أصبحت، تركع بها، وتسجد بها]،[وتدعو بها]،[وقد علمك الله القرآن كله]،[لو فعل هذا &lt;br /&gt;بعضنا لوجدنا عليه؟] [قال: إني سألت ربي عز وجل الشفاعة لأمتي، فأعطانيها، وهي نائلة إن شاء الله &lt;br /&gt;لمن لا يشرك بالله شيئاً"0&lt;br /&gt;و "قال له رجل: يا رسول الله  إن لي جارا يقوم الليل ولا يقرأ إلا (قل هو الله أحد112: 4)، [يرددها] [لا يزيد &lt;br /&gt;عليها] كأنه يقللها، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: والذي نفسي بيده إنها لتعدل ثلث القرآن"0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7- صلاة الوتر:&lt;br /&gt;"كان صلى الله عليه وسلم يقرأ في الركعة الأولى(سبح اسم ربك الأعلى 87: 19) وفي الثانية&lt;br /&gt; (قل يا أيها الكافرون 109: 6) وفي الثالثة (قل هو الله أحد112: 4)0&lt;br /&gt;وكان يضيف إليها أحيانا: (قل أعوذ برب الفلق 113: 5) و (قل أعوذ برب الناس 114: 6)0&lt;br /&gt;ومرة "قرأ في الركعة الثالثة بمائة آية من النساء4: 176"0&lt;br /&gt;وأما الركعتان بعد الوتر(10) فكان يقرأ فيهما (إذا زلزلت الأرض 99: 8) و(قل يا أيها الكافرون)0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8- صلاة الجمعة:&lt;br /&gt;"كان صلى الله عليه وسلم يقرأ- أحيانا - في الركعة الأولى بسورة (الجمعة 62: 11) وفي الأخرى: (إذا &lt;br /&gt;جاءك المنافقون63: 11)، وتارة يقرأ- بدلها-: (هل أتاك حديث الغاشية 88: 26)0&lt;br /&gt;وأحيانا "يقرأ في الأولى: (سبح اسم ربك الأعلى 87: 19) وفي الثانية: (هل أتاك)"0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9- صلاة العيدين: &lt;br /&gt;"كان صلى الله عليه وسلم يقرأ - أحيانا - في الأولى: (سبح اسم ربك الأعلى) وفي الأخرى: (هل أتاك)"0&lt;br /&gt;و -أحيانا- "يقرأ فيهما ب(ق والقرآن المجيد50: 45) و (اقتربت الساعة54: 55)"0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;10- صلاة الجنازة:&lt;br /&gt;"السنة أن يقرأ فيها ب(فاتحة الكتاب)(11) [ وسورة]"(12) 0&lt;br /&gt;و"يخافت فيها مخافته, بعد التكبيرة الأولى"0&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;(1):   هي السبع الأخيرة من القرآن وأوله (ق) على الأصح كما تقدم0 &lt;br /&gt;(2): والظاهر أنه عليه السلام فعل ذلك عمداً للتشريع0&lt;br /&gt;(3): أما ذكر موسى فهي في قوله تعالى: ((ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَى وَأَخَاهُ هَارُونَ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُّبِينٍ))، وأما عيسى ففي الآية التي بعد هذه بأربع آيات: ((وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً وَآوَيْنَاهُمَآ إِلَى رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ))0&lt;br /&gt;(4): أحمد ومسلم، وفي الحديث دليل على أن الزيادة على الفاتحة في الركعتين الأخيرتين سنة، وعليه &lt;br /&gt;جمع من الصحابة، منهم أبو بكر الصديق رضي الله عنه، وهو قول الإمام الشافعي سواء ذلك في الظهر &lt;br /&gt;أو غيرها، وأخذ به من علمائنا المتأخرين أبو الحسنات اللكنوي في "التعليق الممجد على موطأ محمد" (ص102) وقال:&lt;br /&gt;"وأغرب بعض أصحابنا حيث أوجبوا سجود السهو بقراءة سورة في الأخريين، وقد ردَّه شراح "المنية": &lt;br /&gt;إبراهيم الحلبي، وابن أمير حاج وغيرهما بأحسن رد، ولا شك في أن من قال بذلك لم يبلغه الحديث ولو &lt;br /&gt;بلغه لم يتفوه به"0&lt;br /&gt;(5): أي بأطول السورتين الطويلتين، و "طولى" تأنيث "أطول" و "الطوليين" تثنية طولى وهما "الأعراف" &lt;br /&gt;اتفاقا و "الأنعام" على الأرجح كما في "فتح الباري"0&lt;br /&gt;(6): هكذا الرواية بتقديم النساء على آل عمران، وهو دليل على جواز ترك مراعاة ترتيب المصحف العثماني &lt;br /&gt;في القراءة، ومضى مثله(ص75)0&lt;br /&gt;(7): وفي رواية "الطول" قال ابن الأثير: "بالضم جمع الطولى مثل الكبرى والكبر، والسبع الطوال هي &lt;br /&gt;البقرة وآل عمران والنساء والمائدة والأنعام والأعراف والتوبة"0&lt;br /&gt;(8): بكسر الشين المعجمة وتشديد الراء: هي النشاط والهمة، وشرة الشباب: أوله وحدته، وقال  الإمام الطحاوي:&lt;br /&gt;"هي الحدة في الأمور التي يريدها المسلون من أنفسهم في أعمالهم التي يتقربون بها إلى ربهم &lt;br /&gt;عز وجل، وإن رسول الله صلى الله عليه وسلم أحب منهم فيها ما دون الحدة التي لا بد لهم من القصر &lt;br /&gt;عنها والخروج منها إلى غيرها، وأمر بالتمسك من الأعمال الصالحة بما قد يجوز دوامهم عليه ولزومهم إياه &lt;br /&gt;حتى يلقوا ربهم عز وجل، وروي عنه صلى الله عليه وسلم في كشف ذلك المعنى أنه قال: "أحب &lt;br /&gt;الأعمال إلى الله أدومها وإن قل"0&lt;br /&gt;قلت: وهذا الحديث الذي صدره بقوله: "روي" صحيح متفق عليه من حديث عائشة رضي الله عنها0&lt;br /&gt;(9): مسلم وأبو داود0 قلت: ولهذا الحديث وغيره يكره إحياء الليل كله دائما أو غالبا، لأنه خلاف لسنته &lt;br /&gt;صلى الله عليه وسلم، ولو كان إحياء كل الليل أفضل لما فاته صلى الله عليه وسلم0 وخير الهدي هدي محمد0&lt;br /&gt;ولا تغتر بما روي عن أبي حنيفة رحمه الله أنه مكث أربعين سنة يصلي الصبح بوضوء العشاء! فإنه مما لا &lt;br /&gt;أصل له عنه، بل قال العلامة الفيروز أبادي في "الرد على المعترض" (44/ 1):      &lt;br /&gt;"هذا من جملة الأكاذيب الواضحة التي لا يليق نسبتها إلى الإمام، فما في هذا فضيلة تذكر، وكان الأولى &lt;br /&gt;بمثل هذا الإمام أن يأتي بالأفضل، ولا شك أن تجديد الطهارة لكل صلاة أفضل وأتم وأكمل: هذا إن صح أنه &lt;br /&gt;سهر طوال الليل أربعين سنة متوالية! وهذا أمر بالمحال أشبه، وهو من خرافات بعض المتعصبين الجهال، &lt;br /&gt;قالوه في أبي حنيفة وغيره، وكل ذلك مكذوب"0&lt;br /&gt;(10): ثبتت هاتان الركعتان في "صحيح مسلم" وغيره، وهما تنافيان قوله صلى الله عليه وسلم: "اجعلوا &lt;br /&gt;آخر صلاتكم بالليل وتراً"0 رواه البخاري ومسلم، وقد اختلف العلماء في التوفيق بين الحديثين على وجوه &lt;br /&gt;لم يترجح عندي شيء منها، والأحوط تركهما إتباعا للأمر0 والله أعلم0  &lt;br /&gt;ثم وقفت على حديث صحيح فيه الأمر بالركعتين بعد الوتر، فاتفق الأمر مع الفعل، وثبت مشروعية &lt;br /&gt;الركعتين للناس جميعا، والأمر الأول يحمل على الاستحباب فلا منافاة، وقد خرجته في "الصحيحة" (1993)0&lt;br /&gt;(11): وهذا قول الإمام الشافعي وأحمد وإسحاق، وبه أخذ بعض المحققين من الحنفية المتأخرين، وأما &lt;br /&gt;قراءة السورة بعدها فهو وجه عند الشافعية وهو الوجه الحق0&lt;br /&gt;(12): البخاري وأبو داود والنسائي وابن الجازود، وليست الزيادة شاذة كما زعم التويج&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-5482748650142499608?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/5482748650142499608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/blog-post.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5482748650142499608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/5482748650142499608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/blog-post.html' title='ما كان يقرؤه صلى الله عليه وسلم في الصلوات'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZlju4RwHI/AAAAAAAAAEg/vE_8XlYGDmw/s72-c/zikir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4485626679597049277</id><published>2009-08-02T20:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T20:36:48.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PALANTA'/><title type='text'>Rumik Kamari Bedo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZbAQvvANI/AAAAAAAAAEQ/mCi9mQegDSo/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 117px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZbAQvvANI/AAAAAAAAAEQ/mCi9mQegDSo/s200/images.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365576066111832274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : bujangsetia.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapau Uwo Pulin agak langang dari hari-hari biasonyo. Ajo Tondeh, Pak Osu, Kudun, Malin Kacindin sarato Uncu Labai indak nampak batang iduangnyo. Manuruik kaba dari Uwo, urang-urang tu pulang kampuang dan ado pulo nan pai ziarah ka kubua kaluarganyo di Tunggua Hitam. “Biaso, kalau manjalang bulan puaso ko kan paralu awak baziarah ka kubua urang gaek awak surang-surang,” kato Uwo Pulin manjawek tanyo dari Angah Piyan nan baru sajo sampai di lapau tu. “Iyolah! Itu paralu. Awak indak hanyo mamintak maaf ka kaluarga nan masih iduik, tapi juo paralu ka arwah kaluarga awak nan lah labiah daulu. Apolai kalau itu urangtuo awak nan lah mandaului. Karano, salamo-lamo iduik, awak juo ka sampai di sinan. Kan bantuak itu ndak Tan?” Baleh Angah mampaiyokan ka Tan Baro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Baro cuma maangguak tando sapaham jo pandapek kawannyo tu. Pandangan matonyo taruih juo ka surek kaba nan sadang dibaconyo. Ciek kato indak dilampaui mambaconyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apo barita kini ko? Agak sarius bana Tan Baro mambaco nampak dek ambo,” Angah batanyo sasudah mancurahan saparo kopi ka piriang tadah nan baru sajo diidangkan dek urang punyo lapau tu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nan angek bana indak ado doh. Cuma ado nan manarik dek ambo, yaitu nasib urang-urang nan dikubuakan di Tunggua Hitam,” jawek Tan Baro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baa tu?” Angah manyasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buruak bana nasibnyo nampak dek ambo,” jawek Tan Baro baliak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yo, baa tu?” Angah samakin panasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cubo bayangkan dek Angah, lah mati, lah jadi tulang jo tangkurak dan bahkan lah jadi tanah lo liak di dalam kubua, kanai gusur juo lai. Padohal, katiko iduik, banyak pulo nan tiok sabanta kanai gusur dek Satpol pe-pe, ulah manggaleh di sumbarang tampek,” kato Tan Baro jo suaro nan agak lambek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, nan ka iyo-iyo se lah, Tan? Maso iyo urang dalam kubua diusie atau digusur juo. Apo salahnyo?” Udin Kuriak nan dari tadi cuma sabagai pandanga, sato juo batanyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nan salah indak urang nan dalam kubua tu doh, tapi kaluarganyo. Seyo, kontrak atau pajak kubua tu indak dibayia, mako tapasolah tulang jo tangkuraknyo jadi korban,” jawek Tan Baro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katalaluan bana kalau bantuak itu mah. Maso iyo urang dalam kubua digusur juo. Dima lataknyo manusiawi awak?” Udin mangecek baliak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kato pamarentah, itu aturan!” Baleh Tan Baro.&lt;br /&gt;“Aturan tu nan mambuek kan manusia ndak? Kalau manusia, ambo raso masih bisa diubah. Kalau indak diubah, tantu samakin rumik dan samakin bedo manusia-manusia di nagari ko dibueknyo. Sudahlah katiko iduik marasai, tibo di liang kubua diusie-digusur pulo,” kasudahannyo Angah Piyan mangaluakan pandapeknyo. Nampak inyo agak emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau itu kajadiannyo, yo rumik awak manjadi pauni nagari ko mah,” Kari Garejoh lah sato pulo mangecek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau nan bantuak Kari ko maningga, ndak paralu bana kubua doh,” salo Uwo Pulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baa tu?” Tanyo Udin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ambauan se ka dalam lawik tu, bia dimakan hiu,” baleh Uwo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kari nan dipagarahan bantuak itu hanyo bisa galak masam se. Maklum, namonyo di lapau tantulah ado garah jo kucindan dan itu disadari bana dek Kari. Apolai salamo ko inyo tamasuak urang nan suko mampagarahan kawan-kawannyo di lapau tu. Espe St.Soeleman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TITIAN BATAKUAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamari bedo parasaan Sabai Nan Aluih kutiko inyo didatangi dek urang padusi mandukuang anak ketek mintak sidakah. Indak kadiagiah sidakah, Sabai maraso badoso, maraso manjadi urang nan indak namuah manoloang urang susah. Kok ka diagiah sidakah, Sabai tahu bana, anak ketek nan didukuang padusi tu bukan anak padusi tu doh. Lah tigo kali Sabai basobok jo padusi tu, satiok basobok balain-lain anak ketek nan dibaonyo. Kutiko Sabai sadang tabedo tu, datang Mangkutak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baa kok tamanuang aciak mancaliak urang padusi tu pai? Lai aciak agiah sidakah? Kan ibo awak dek anaknyo ndak ciak, " kato Mangkutak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nan jadi persoalan dek Ai bukan maagiah sidakah atau indak. Tapi padusi tu sangajo mambao anak ketek, supayo Ai ibo. Kalau Ai ibo, Ai tantu musti maagiah sidakah. Ai marasoan, padusi tu sangajo manjadian anak ketek tu sebagai alat untuk manguras raso ibo Ai. Itu nan indak satuju Ai," jawek Sabai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyo baitu caro urang mangumpuakan kepeang kini ciak. Cubo aciak bayangkan. Kutiko Istano Basa nan di Padang Siminyak tu lah jadi abu dek tabaka ditembak patuih, kabanyo sado urang Minang tasentak. Maraso kahilangan kebanggaan. Kutiko tu langsuang diputuskan dek pamarentah untuk mambangun baliak istano basa tu," kato Mangkutak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baa mako musti? Kan pitih sangaik diparaluan dek urang Minang nan manjadi korban gampo? Rumah sikola, musajik, rumah rakyat runtuah, jalan rangkah, ado nan mati, ado nan tatimbun. Kan itu nan musti awak dauluan daripado mambangun Istana tu?" kato Sabai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu batua ciak. Batua bana pikiran aciak tu. Dauluan urang nan menderita daripado mambuek bangunan mewah nan indak jaleh gunonyo dek urang banyak," kato Mangkutak. "Tapi ciak, pamarentah labiah mamaraluan mangumpua pitih untuak mambangun istana rajo tu. Tahu aciak sababnyo?" tanyo Mangkutak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apo tu sababnyo?" tanyo Sabai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saroman padusi nan mambao anak ketek tadi tulah. Kalau emosi awak tapanciang, lupo awak bahaso padusi tu lah mangicuah awak. Awak agiah sidakah, padohal anak nan nyo bao tu anak urang nan diseonyo. Mambangun Istano Basa baitu pulo. Tapanciang emosi urang Minang, aka ilang, langsuang manyumbang baratuih juta. Samantaro Istano Basa tu isinyo kicuah se sajak dulu," kato Mangkutak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kicuah baa?" tanyo Sabai tagagau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lai ka mungkin dek aciak, boto wisky dikecek an benda sejarah? Padohal boto wisky tu mungkin tatingga di Istano tu dek pareman nan mabuak-mabuak di sinan. O, banyak lai ciak kok waden caritokan sadonyo. Kini baitulah, cubo aciak pikie, jo pikiran sehat, jo pikiran waras. Apo bana paralunyo mambangun baliak istano rajo tu capek-capek. Saroman urang Minang ko ka cilako bisuak pagi, kalau indak dibangun istano kini-kini," kato Mangkutak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manuruik analisa Ai, kalau memang baitu kandak pamarentah tantu ado udang di baliak batu. Sagalo urang Minang lah tapakiak mintak bantuan dek gampo, tapi nan pamarentah basikareh nak mambangun istano basa salakeh-lakehnyo. Ado apo?" kato Sabai sambia mamiciak-miciak kaniangnyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jaan jaan iko samacam titian barakuak ndak ciak?" kato Mangkutak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Titian barakuak baa?" tanyo Sabai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau pamarentah basikareh juo nak mambangun baliak istano rajo tu samantaro masyarakat Minang ko sadang maluluang panjang kadinginan, indak cukuik makan dek karano sagalo harato bando abih dek gampo, tantu masyarakat indak puas jo caro karajo pamarentah. Pamarentah tu manuruik urang banyak ko adolah gubernur. Kalau tajadi katidakpuasan tu, tantu gubernur ko akan dibanci urang, indak ka namuah urang mamatuhi aturannyo lai doh," kato Mangkutak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, jadi ado urang lain nan sadang mancubo manjatuahan gubernur, baitu? Itu nan waang mukasuik jo titian barakuak?" tanyo Sabai. Mangkutak maangguak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ciek lai ciak. Kalau gubernur basikareh nak mambangun baliak istano basa tu, tantu persoalan tanah musti capek disalasaian. Kalau tanah bamasalah, tantu dibuek aka supayo baa sagalo tanah nan ado di sinan dapek disalasaian. Samantaro, tanah nan sakaliliang istano tu lah dipajua balian jo sertifikat palasu. Jadi, soal tanah nan alah dilego tu tatimbun dek usaho gubernur manyalasaian tanah tu," kato Mangkutak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyo, iyo. Saroman iklan minyak pelumas pertamina di tipi tumah Mang. Kita untung bangsa untung! Ha, ha," kato Sabai sambia galak gadang.(wisran hadi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4485626679597049277?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4485626679597049277/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/rumik-kamari-bedo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4485626679597049277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4485626679597049277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/rumik-kamari-bedo.html' title='Rumik Kamari Bedo'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnZbAQvvANI/AAAAAAAAAEQ/mCi9mQegDSo/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-7012219553932820239</id><published>2009-08-02T13:20:00.001-07:00</published><updated>2009-08-02T13:59:24.473-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Peranan Pemuda dalam Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnX891WlwUI/AAAAAAAAAD0/KUiQ__TArjE/s1600-h/S6303993.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnX891WlwUI/AAAAAAAAAD0/KUiQ__TArjE/s200/S6303993.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365472670305861954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; oleh : Adi Mansah Alfaruq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi sunnatullah jika di setiap masa akan tumbuh pemuda-pemuda yang kelak dibimbing seorang ulama pembaharu (mujaddid). Senantiasa melakukan berbagai bentuk pembaharuan dalam mencairkan kebekuan yang ada pada masa tersebut. Berbagai bentuk kebekuan itu antara lain: kebekuan pemikiran, kebekuan pergerakan, kebekuan kepemimpinan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sepanjang gerakan pembaharuan yang dilakukan berada pada koridor atau rambu-rambu syariat dan untuk kemuliaan islam (izzatul islam), hal tersebut perlu mendapat dukungan kaum muslimin. Tetapi sebaliknya, jika gerakan tersebut telah keluar dari koridor syariat serta bertentangan dengan Alquran dan Assunnah, seluruh kaum muslimin hendaknya berdiri dalam satu barisan menentang arus gerakan tersebut.&lt;br /&gt;Salah satu elemen pendukung pembaharuan yang sangat potensial adalah para pemuda. Selain usia muda merupakan fase berkumpulnya kekuatan (potensi) yang maksimal, mereka juga merupakan orang-orang yang dikenal memiliki idealisme tinggi, tidak memiliki beban dan sangat objektif dalam menyuarakan setiap aspirasi, meski harus diakui adanya kelemahan terutama kematangan berpikir dan minimnya pengalaman.&lt;br /&gt;Islam menempatkan pemuda pada tatanan yang sangat strategis dalam melakukan berbagai perubahan menuju kejayaan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”&lt;br /&gt;(QS. Al-Kahfi/18 : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini mengisahkan para pemuda ashabul kahfi (penghuni gua) yang lari menjauhi kaumnya untuk menyelamatkan aqidahnya dan tidak mau mengikuti arus kesesatan karena mereka tegar memegang prinsip kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. &lt;br /&gt;Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.&lt;br /&gt;Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang lalim." &lt;br /&gt;Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim." &lt;br /&gt;(QS. Al-Anbiyaa/21:57- 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Nabiyullah Ibrahim as adalah kisah yang sangat agung karena dapat dipetik begitu banyak pelajaran (ibrah). &lt;br /&gt;Seorang pemuda dengan kecerdasan dan keberaniannya menghancurkan seluruh berhala yang ada pada saat itu. &lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan, apakah berhala-berhala tersebut masih ada di zaman modern sekarang ini? Bagaimana jika seseorang yang terlalu membanggakan kemampuan logika akalnya sampai mengkultuskan hingga mempertuhankan hasil buatan pemikiran logika akalnya? Apakah itu berhala juga? Apakah jahiliyah hanya terjadi pada masa Rosulullah SAW? &lt;br /&gt;Jahiliyah kaum Quraisy bukan mereka tidak percaya kepada Allah SWT tapi karena mereka telalu mengkultuskan Latta dan Hujja yang merupakan orang saleh pada masa itu, yang setelah meninggal dunia dibuat patungnya. &lt;br /&gt;Pada masa Nabi Nuh juga diketahui bahwa Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq, dan Nasr adalah nama-nama orang saleh. Ketika mereka meniggal, syetan memberikan ilham kepada masyarakat setempat agar mereka membuat patung-patung dengan nama-nama itu. &lt;br /&gt;Pada mulanya tidak disembah tapi lama-kelamaan akhirnya menjadi sembahan. Lalu, bagaimana hukum hasil buatan manusia melalui akal pikirannya yang terbatas, apakah ada persamaannya dengan berhala? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki?&lt;br /&gt;dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”&lt;br /&gt;(QS. Al-Ma’idah/5: 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memang memberikan perhatian yang begitu besar kepada pemuda. Para sahabat usianya lebih muda, bahkan ada yang jauh lebih muda dari Nabi Muhammad SAW, tetapi Beliau tidak segan-segan memberi tugas atau kepercayaan kepada sahabatnya.&lt;br /&gt;Usama bin Zaid diberikan kepercayaan menjadi Panglima Perang di usianya yang baru sekitar 16 tahun. Ia merupakan satu-satunya Panglima Perang termuda sampai saat ini. &lt;br /&gt;Realita yang terjadi saat ini, di Palestina, peranan pemuda menjadi sangat penting sebagai penggerak perjuangan melawan penjajah zionis Israel demi mempertahankan Al Aqsha yang merupakan simbol eksintensi ummat Islam di seluruh dunia. &lt;br /&gt;Pemuda jualah yang menjadi salah satu pilar penopang aktivitas dan kemakmuran sebuah masjid. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi dan nasib sebuah masjid tanpa aktivitas pemudanya. &lt;br /&gt;Masa depan masjid itu menjadi suram, karena salah satu tolok ukur bagaimana keadaan masjid pada lima, sepuluh, dua puluh atau tiga puluh tahun mendatang tergantung pada kondisi pemuda masjidnya di masa sekarang.&lt;br /&gt;Tentunya sebagian kecil dari banyak kisah peranan pemuda yang tangguh dalam islam memberikan hikmah dan ibrah bagi kita semua, serta menggugah semangat para pemuda untuk bekerja keras lagi menuju perbaikan ummat demi tercapainya kejayaan dan kemuliaan islam (izzatul islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam Bish-showwab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-7012219553932820239?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/7012219553932820239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/peranan-pemuda-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/7012219553932820239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/7012219553932820239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/peranan-pemuda-dalam-islam.html' title='Peranan Pemuda dalam Islam'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SnX891WlwUI/AAAAAAAAAD0/KUiQ__TArjE/s72-c/S6303993.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-410606531888782683</id><published>2009-08-02T13:20:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T13:23:02.525-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Memulai dari Hati</title><content type='html'>Dalam kehidupan yang kita jalani, kita temukan beberapa orang begitu dekat dengan jiwa kita dan beberapa orang yang lain agak terasa jauh. Dengan yang dekat terasa sekali adanya keterbukaan, saling memahami, saling memberi, memaklumi dan saling menghargai. Adapun yang terasa jauh, terasa sulit pula hubungan itu dibina. Seakan ada hijab yang membatasi hubungan itu. Yang dekat bermula dari saling kenal, menemukan adanya kesesuaian hati, pikiran dan seterusnya tumbuh rasa cinta hingga terbina sebuah hubungan yang erat. Bukan karena jarak yang dekat, bukan adanya kesamaan fisik yang menjadi dasar terbina kedekatan itu tapi hati telah menyatu dan saling bertemu.Seseorang yang bisa mengambil hati orang lain, orang tersebut akan dicintai dan disayangi. Seorang laki-laki yang punya perhatian pada seorang wanita, wanita itu akan luluh hatinya hingga timbullah rasa cinta dan ingin untuk selalu dekat. Seorang suami yang pandai mengambil hati istri ia akan disayangi oleh istri. Seorang ayah yang mengerti dengan keadaan anaknya, bisa mengambil hatinya, anak tersebut akan cinta pada ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya bermula dari hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati bagai seorang raja yang mengepalai angkatan perangnya. Ia berhak memerintah, berkehendak dan memaksa maupun melarang sekehendaknya.  Ketika seorang bapak melihat dari tingkah laku anaknya yang kurang baik, bapak yang mengerti akan mulai masuk kedalam hati anak, ia mencoba menyelami keinginan dan jiwanya, ketika bapak bisa memahami sang anak dan hati anak telah dapat dikuasainya, bapak tadi akan mudah mengarahkan anak tadi pada keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pimpinan perusahaan yang pandai mengambil hati karyawannya, ia akan dihormati dan disegani. Seorang guru yang menguasai ilmu hati akan dicintai dan dekat dengan para muridnya. &lt;br /&gt;Bila dalam sebuah kerajaan ada seorang Raja yang zalim pada rakyatnya karena beberapa ketentuan yang ia terapkan, maka langkah pertama yang tepat untuk dilakukan adalah dengan mendatangi raja tersebut oleh seorang `alim, bijak dan disegani. Ia secara perlahan mulai menjelaskan dampak negatif dari ketentuan tersebut. Kalau pada pertemuan pertama ia belum bisa menerima, teruskan pada pertemuan-pertemuan berikutnya. Dan coba masuk pada jalan lain kedalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bila mengerahkan rakyat untuk berdemo secara langsung pada Raja, itu bukanlah cara yang tepat. Bahkan bisa berdampak lebih buruk.  Raja dengan segala keangkuhannya akan mengerahkan semua prajuritnya untuk menangkap rakyat yang membangkang, mereka akan dihukum, disiksa dan dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, hati kecil manusia cenderung pada kebenaran, hanya saja diri mereka terkadang dikuasai oleh kebodohan, setan, hawa nafsu, syahwat dan manusia jahat yang ada disekitar dirinya. Ketika ada seorang `alim yang datang dengan cara lembut, hikmah, penuh cinta dan kasih sayang, hati yang keras itupun dengan perlahan akan menjadi lunak juga, insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengingatkan Rasulullah Saw. untuk tidak bersikap keras dan kasar dalam dakwah beliau, karena hal demikian akan membuat orang-orang menjauh dan berpaling dari beliau. Sehingga sejarah telah mencatat betapa para sahabat begitu mencintai Rasulullah Saw. melebihi kecintaan mereka atas diri mereka sendiri, atas orang tua, anak dan istri mereka, sehingga mereka rela berkorban segala hal untuk beliau, berkorban harta, waktu , tenaga, meninggalkan kesenangan dunia untuk ikut berjihad bersama beliau dan bahkan rela berkorban nyawa melindungi Rasulullah Saw. dari serangan musuh dengan diri mereka dan bahkan juga memerangi orang tua yang menentang dakwah beliau. Semua itu karena Rasulullah Saw. telah dapat menguasai hati para sahabat beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada hati, kita tidak akan bisa merubah sikap buruk orang pada kita , tapi rubahlah hatinya pada kita dengan sikap yang lembut padanya, kita juga tak akan bisa merubah sebuah sistem sebelum kita bisa menguasai hati pembuat sistem, sehingga pada nantinya mereka sendiri yang akan memperbaiki kesalahan mereka karena adanya keterpanggilan dari hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia juga bukanlah seperti kerbau yang ketika salah, lambat, tidak menurut, lalu di hardik, dipukuli, dibentak dan seterusnya. Tapi manusia punya hati yang didalamnya berkumpul berbagai rasa, keinginan dan kecenderungan. Dan hati sangat sensitif, ia tidak bisa di sikapi dengan cara keras dan kasar. Ia perlu akan adanya kasih sayang, perhatian yang terus menerus, adanya cinta dan penghargaan yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita cobakan pada diri kita, ketika seseorang yang kita kenal begitu baik, perhatian , sering menolong, selalu datang pertama disaat kita butuh, penulis yakin kita pasti akan sayang dan cinta pada orang itu dan kita sangat ingin bisa membalas kebaikan itu dengan yang lebih baik. &lt;br /&gt;Menguasai hati memang sulit dan perlu kesabaran, karena tidak dinamakan hati melainkan seringnya ia berbolak balik, namun ketika ia telah dikuasai, semuanya akan menjadi mudah, insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Semoga bermanfaat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://www.eramusli m.com/oase- iman/memulai- dari-hati. htm&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-410606531888782683?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/410606531888782683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/memulai-dari-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/410606531888782683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/410606531888782683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/08/memulai-dari-hati.html' title='Memulai dari Hati'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4229105700721878254</id><published>2009-07-10T12:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T11:27:28.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GALERI POTO'/><title type='text'>HIDUP INI PENUH DG KENANGAN</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sloq0q7aWCI/AAAAAAAAADs/TegQfs1T2Tk/s1600-h/1_964186677m.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357641791075670050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sloq0q7aWCI/AAAAAAAAADs/TegQfs1T2Tk/s320/1_964186677m.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; HAJJI ALFARUQ&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357641347755979730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 314px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sloqa3bws9I/AAAAAAAAADk/4RjRkzCZdIA/s320/1_987164755l.jpg" border="0" /&gt;UST ADI ALFARUQ DI MALL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sleb4tUUV1I/AAAAAAAAAC8/PI010cStE1Y/s1600-h/1_425384511l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356921680320288594" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 210px; CURSOR: hand; HEIGHT: 295px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sleb4tUUV1I/AAAAAAAAAC8/PI010cStE1Y/s320/1_425384511l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; RANG MANTAP DI KAPAL TERBANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sleb4cDl5XI/AAAAAAAAAC0/ZL-TswyNvDk/s1600-h/1_244630899l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356921675686733170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 220px; CURSOR: hand; HEIGHT: 351px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sleb4cDl5XI/AAAAAAAAAC0/ZL-TswyNvDk/s320/1_244630899l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; RANG GANTENG DI JAKARTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sleb4Nymy5I/AAAAAAAAACs/DigJxGdRDck/s1600-h/1_743999132l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356921671857392530" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sleb4Nymy5I/AAAAAAAAACs/DigJxGdRDck/s320/1_743999132l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; RANG GAGAH BANA KO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sleb387qDgI/AAAAAAAAACk/D6OXZU-XZpY/s1600-h/yjyuj.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356921667331952130" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 207px; CURSOR: hand; HEIGHT: 341px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sleb387qDgI/AAAAAAAAACk/D6OXZU-XZpY/s320/yjyuj.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;TOUR KE BUKIT SINAI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4229105700721878254?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4229105700721878254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/07/hidup-ini-penuh-dg-kenangan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4229105700721878254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4229105700721878254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/07/hidup-ini-penuh-dg-kenangan.html' title='HIDUP INI PENUH DG KENANGAN'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sloq0q7aWCI/AAAAAAAAADs/TegQfs1T2Tk/s72-c/1_964186677m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-3288479063801235031</id><published>2009-07-06T19:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T13:21:57.145-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PROFIL'/><title type='text'>Profil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SlKveI4NS3I/AAAAAAAAACc/jzsDWWRjAZU/s1600-h/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355535839211113330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 121px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SlKveI4NS3I/AAAAAAAAACc/jzsDWWRjAZU/s200/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;ADI MANSAH ALFARUQ /EMAIL&lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;adi_alfaruq@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Age:&lt;/strong&gt; 24&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gender:&lt;/strong&gt; Male&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Astrological Sign:&lt;/strong&gt; Taurus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Zodiac Year:&lt;/strong&gt; Ox&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Industry:&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/profile-find.g?t=j&amp;amp;ind=STUDENT"&gt;Student&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Location:&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/profile-find.g?t=l&amp;amp;loc0=ID&amp;amp;loc1=Egypt&amp;amp;loc2=Cairo"&gt;Cairo&lt;/a&gt; : &lt;a href="http://www.blogger.com/profile-find.g?t=l&amp;amp;loc0=ID&amp;amp;loc1=Egypt"&gt;Egypt&lt;/a&gt; : &lt;a href="http://www.blogger.com/profile-find.g?t=l&amp;amp;loc0=ID"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;h2&gt;About Me&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Aku adalah aku Bukan kau, dia ataupun mereka Bukan matahari, bulan ataupun bintang Bukan siang ataupun malam Bukan panas ataupun hujan Aku adalah aku Bukan bunga yang mekar di musim semi Bukan angin yang menyejukkan di siang hari Bukan cahaya yang menyinari bumi setiap hari Bukan air yang bisa menghilangkan dahaga Aku adalah aku Bukan idola yang dipuja-puja Bukan orang yang kebanggaan Bukan pangeran tampan dalam dongeng&amp;shy; Bukan konglomerat yang punya segalanya Aku adalah aku Aku yang selalu hidup penuh penderitaan Aku yang selalu merasa kecil Aku yang selalu pesimis Aku yang selalu menyerah Aku yang selalu merasa kalah Aku yang cenderung benci diri sendiri Aku dengan segala kejelekanku Sekarang apakah kau kenal aku? Dan tetap mau jadi temanku? please add aku.... # Siapa yang Ingin Saya Temui: Teman yang baik adalah seseoarng yang bisa memberi kebahagiaan kpd temannya yang lain.....semoga kita bisa menjadi teman yg baik itu...add aja ana yach.....adi_alfaruq@yahoo.com.Allah memberkati kita Amiiiinnnnn&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-3288479063801235031?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/3288479063801235031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/07/profil_06.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3288479063801235031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/3288479063801235031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/07/profil_06.html' title='Profil'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SlKveI4NS3I/AAAAAAAAACc/jzsDWWRjAZU/s72-c/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-4764396210262261073</id><published>2009-07-06T17:26:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T17:31:52.688-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INTELEKTUAL'/><title type='text'>Pemuda, Islam dan Globalisasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SlKVoRI8wAI/AAAAAAAAAB0/Xrgv95AfUO4/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 79px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SlKVoRI8wAI/AAAAAAAAAB0/Xrgv95AfUO4/s200/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355507425925185538" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAZNASU%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Plastic Tomato"; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Lousy; 	mso-font-alt:"Respess Capitals Heavy"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" face="&amp;quot;" lang="IN" size="13pt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;                                          &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Lousy" lang="IN"&gt;Oleh : Adi Mansah Alfaruq&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font face="Lousy" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Hegemoni &amp;amp; Pembajakan Kesadaran &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Globalisasi telah mencabut “waktu” dari “ruang”. Peristiwa yang terjadi di pojok bumi selatan bisa ditonton oleh masyarakat yang hidup di pojok bumi utara dalam waktu bersamaan. Ini menandakan bahwa “ruang” telah mengecil, tidak ada lagi “jarak” yang membatasi setiap “ruang”. Globalisasi, menyatukan “ruang” yang berserakan di bumi ini menjadi satu wilayah yang sempit, bahkan tak lagi “berdinding”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Televisi (TV) adalah salah satu instrumen globalisasi. Semua peristiwa dapat kita saksikan melalui TV. TV merobek dan menembus batas “ruang” dan mencabut waktu yang menghubungkan setiap ruang. Setiap hari, perhatian kita tersedot ke layar TV, berharap dapat menyaksikan berita dan informasi tentang kejadian-kejadian di sekitar kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Dalam ukuran tertentu, globalisasi seperti yang digambarkan di atas mengandung hal positif. Masyarakat hidup dalam suasana yang penuh dengan keterbukaan terhadap informasi. Tidak ada masyarakat yang terisolasi dari suasana global. Kemajuan peradaban sebuah masyarakat, akan menjadi bahan refleksi dan contoh bagi pembangunan peradaban di masyarakat lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Suasana keterbukaan ini tidak bisa dielakkan, karena instrumen globalisasi menjadi instrumen yang sangat membantu dan mendukung aktifitas kita. Karena itu, globalisasi hadir dalam kehidupan kita tanpa perlawanan. Menolak globalisasi bisa menjadi penolakan terhadap hidup itu sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Namun sesungguhnya, globalisasi itu merupakan ruang kontestasi (perlombaan) budaya. Sebab mengecilnya dunia menjadi satu “ruang sempit” menimbulkan benturan budaya masing-masing masyarakat. TV yang bisa disebut sebagai salah satu instrumen penting globalisasi itu, mempunyai peran penting dalam kontestasi tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Setiap saat, teman setia kita adalah TV. Bahkan jadwal aktifitas kita, sedikit banyak dipengaruhi oleh menu yang ditawarkan TV. Pagi, sebelum berangkat ke kantor kita punya jadwal menonton berita politik, ekonomi, dan tidak ketinggalan berita seputar selebritis. Sore sampai malam, ada sinetron-sinetron menarik yang siap menemani kita. Bahkan, malam-malam tertentu, kita sudah membuat agenda tidak keluar rumah untuk menyaksikan sinetron dan acara pilihan yang spesial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Sedikit banyak, TV telah membentuk kesadaran berpikir kita tentang nilai-nilai baik, jahat, indah, buruk, benar, salah, dst. Karena itu TV menjadi “lubang hitam kebudayaan”. Sebab nilai-nilai yang dipromosikan dalam layar kaca tersebut menghegemoni pemirsanya. Ada sinetron yang sering mempertontonkan keluarga bahagia dengan rumah mewah, dengan mobil sedan mahal. Ditambah lagi adanya ajang perlombaan menjadi orang sukses dengan menjadi penyayi. Semua itu menghegemoni kesadaran pemirsa tentang kemewahan sebagai kebaikan, kesuksesan hidup dengan menjadi orang tenar (baca: penyanyi), dst. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Di sinilah titik rawan globalisasi. Globalisasi menciptakan ruang yang dapat “membajak” kesadaran masyarakat untuk menjadi masyarakat yang lain. Globalisasi bisa menjadi Amerikanisasi—juga Arabisasi—, dimana dominasi informasi dan film-film Amerika menguasai menu yang disuguhkan TV dan instrumen globalisasi lainnya. Maka nilai-nilai kebaikan dalam persepsi masyarakat Indonesia misalnya, adalah nilai-nilai kebaikan yang dikonstruksi oleh masyarakat Amerika. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Ini bukan berarti kita harus menolak globalisasi lantaran globalisasi adalah Amerikanisasi. Sebab, nilai-nilai yang ditawarkan Amerika sendiri tidak semuanya buruk dan berbahaya. Demokrasi contohnya, adalah nilai-nilai luhur yang kita (baca: umat Islam dan bangsa Indonesia) terima dari Amerika sebagai kebaikan dalam bernegara dan bemasyarakat. Dalam penjelasan ini, sejatinya kita melihat secara kritis tentang nilai-nilai buruk yang membajak kesadaran, tanpa memandang apakah itu berasal dari Barat atau dari Islam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Artikulasi Pemuda Islam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Dalam konteks situasi hegemonik seperti inilah pemuda Islam diharapkan dapat menumbuhkan keberagamaannya yang lebih membumi. Sejauh pengamatan saya, sebagian besar pemuda Islam, dan umat Islam umumnya, masih memperlakukan Islam sebagai lembaga yang mengatur tata cara pengabdian kepada Tuhan, sehingga nilai ibadah yang tetinggi dalam kacamata mereka adalah manakala melakukan ritualitas (baca: ibadah mahdoh) secara sempurna dengan aturan-aturan baku yang telah ditetapkan. Dengan begitu, Islam tidak dijadikan sebagai kekuatan pendorong untuk melakukan kritik sosial, justru terkesan dijauhkan dari problem sosial (baca: pembajakan kesadaran, konsumerisme, hedonisme, selebrisme, kedangkalan, dst).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Perjuangan pemuda Islam harus menegaskan bahwa Islam yang berorientasi ritual, telah mengebiri ideologi emansipatorisnya. Sejarah menceritakan bahwa sejak awal, perjuangan Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw adalah melakukan emansipasi harkat manusia. Islam di awal pertumbuhannya, mendekonstruksi (baca: mengkritisi dan menolak) perbudakan yang saat itu dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Dengan kata lain, nabi Muhammad mengajak manusia untuk kritis terhadap tatanan masyarakat yang telah ada dalam masyarakat. Dan itu bukan pekerjaan mudah, sebab beliau berada dalam masyarakat yang telah terhegemoni, yang kesadarannya telah dibajak oleh agama para leluhur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Pemuda Islam sejatinya mulai membaca kondisi objektif sosial yang diakibatkan globalisasi. Sederhananya dapat dikatakan bahwa kesalehan (baca: mengerjakan ibadah mahdoh) harus disertai dengan pembacaan konteks sosial sekarang. Kemudian, bersikap terhadapnya. Dengan begitu, keberagamaan yang bermakna ditemukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;Penggunaan hermeneutika sosial dan hermeneutika teks (baca: hermeneutika ibadah mahdoh) adalah pilarnya. Pengagungan kesalehan individual, yang membanggakan praktek ritual individu semata, tidaklah cukup untuk disebut sebagai pengikut rosulullah saw. Pengabaian terhadap problem dan dampak globalisasi yang menerpa umat manusia, adalah sikap yang tidak islami dan mengkhianati perjuangan suci rosul saw.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;                                                                        &lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;font style="" lang="IN"&gt;&lt;font style=""&gt;                                                            &lt;/font&gt;Wallahu,alam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-4764396210262261073?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/4764396210262261073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/07/pemuda-islam-dan-globalisasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4764396210262261073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/4764396210262261073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/07/pemuda-islam-dan-globalisasi.html' title='Pemuda, Islam dan Globalisasi'/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/SlKVoRI8wAI/AAAAAAAAAB0/Xrgv95AfUO4/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-8787941775103262285</id><published>2009-07-04T13:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T13:12:04.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="post-icons"&gt;&lt;span class="item-action"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=4102245393274087318&amp;amp;postID=5167944901488263797" title="Email Post"&gt;&lt;span class="email-post-icon"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="item-control blog-admin pid-1311821108"&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=4102245393274087318&amp;amp;postID=5167944901488263797" title="Edit Post"&gt; &lt;img alt="" class="icon-action" src="http://www.blogger.com/img/icon18_edit_allbkg.gif" width="18" height="18" /&gt; &lt;/a&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;    &lt;div class="post"&gt; &lt;a name="8398222023715879567"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title"&gt; &lt;a href="http://kembangtidur.blogspot.com/2008/12/nilai-kasih-ibu.html"&gt;Nilai Kasih Ibu&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body"&gt; &lt;style&gt;.fullpost{display:none;}&lt;/style&gt; &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://mandacutie.files.wordpress.com/2008/08/ibu1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 355px; height: 317px;" src="http://mandacutie.files.wordpress.com/2008/08/ibu1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak yang mendapati Ibunya sedang sibuk di dapur, lalu menuliskan sesuatu diselembar kertas. Kemudian si Ibu menerima kertas tersebut dan membacanya..&lt;br /&gt;Ongkos Upah Membantu Ibu:&lt;br /&gt;- membantu pergi ke warung 20rb&lt;br /&gt;- menjaga adik 20rb&lt;br /&gt;- membuang sampah 5rb&lt;br /&gt;- membereskan tempat tidur 10rb&lt;br /&gt;- menyiram bunga 15rb&lt;br /&gt;- menyapu 15rb&lt;br /&gt;Total 85rb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai membaca, Ibu tersenyum dan mengambil pena kemudian menulis dibelakang kertas yang sama dengan isi:&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7861768779331977681-8787941775103262285?l=bujangsetia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bujangsetia.blogspot.com/feeds/8787941775103262285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/07/nilai-kasih-ibu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8787941775103262285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7861768779331977681/posts/default/8787941775103262285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bujangsetia.blogspot.com/2009/07/nilai-kasih-ibu.html' title=''/><author><name>Adi Mansah Lubis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07604667327402391829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk6m22v7bOI/AAAAAAAAABA/fBeavcdcQFg/S220/IMG_0134+-+Copy+-+Copy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7861768779331977681.post-2715913773826494404</id><published>2009-07-04T12:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T12:33:02.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTERA'/><title type='text'>Kasih Yang Tak Terbalas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk-tpagF7-I/AAAAAAAAABo/Jy92-v3fmQs/s1600-h/Kasih+bunda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_rl36edd2OYA/Sk-tpagF7-I/AAAAAAAAABo/Jy92-v3fmQs/s200/Kasih+bunda.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354689408966979554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh : Adimansah Alfaruq&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;div   style=" color: rgb(255, 255, 0); font-family:lucida console,sans-serif;font-size:14pt;" align="justify"&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Di Saat &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;musim dingin menyapa, kota Cairo di selimuti hawa dingin yang menembus pintu dan jendela flat yang kami sewa di sekitar daerah Nasr City, rasanya sangat menusuk tubuh sampai &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;ke tulang sumsum, di suasana malam datang menjelma di saat sang mentari telah pergi keperaduannya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Dinginnya bagaikan hawa kulkas yang suhunya mencapai puluhan derjat &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;"celcius"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; di bawah nol, itulah yang aku rasakan dikala&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;malam datang di musim dingin. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Apalagi aku  tiada memiliki selembar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;selimut yang tebal seperti layaknya teman-temanku di rumah, namun&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;aku masih bisa berusaha memejamkan mata, walaupun harus menyelip di sela-sela tepi selimut mereka, terkadang mereka rela, terkadang mencela, itulah nasib orang yang tak punya, tetapi hari-hariku di musim dingin &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;tetap aku lalui meskipun harus menempuh berbagai rintangan yang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;penuh dengan onak dan duri, serta kerikil tajam, kesemuaanya itu dapat aku lalui berkat sabar dan ketabahanku yang telah menjadi kebiasaanku, sewaktu di pondok dulu, karena aku menyadari bahwa hidup ini penuh perjuangan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Di balik dinginnya keadaan suasana di suatu malam, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;hanya satu hal yang menyulitkan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;untuk memejamkan dua kelopak &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;mataku, yaitu mengingat dan merenungi nasib bunda yang sedang sakit-sakitan di kampung di waktu itu, sampai di saat aku pamit demi menuntut ilmu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;ke negri kinanah ini, sepatah katapun tiada terucap dari bibirnya, hanya air matanya yang menetes mengantarkan dan melepas kepergianku. Malam ini bayangannya seakan datang menjelma membawakan aku selembar selimut tebal, seraya beliau &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;berkata :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;“Nak,,,kaulah harapan bunda, giatlah kau menuntut Ilmu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;supaya bisa membimbing adik-adikmu, selamat tinggal anakku, dan doakan bunda”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Mataku sulit untuk dipejamkan, aku &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;hanya tertegun dengan bayangan itu, tanpa terasa air matapun mengalir di pipiku, mungkin itulah jawaban dari pesan bundaku. Kring…kring, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;HP&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; yang dulu dihadiahkan oleh bunda sebelum keberangkatanku ke negeri ini berdering, spontan aku terkejut dan langsung ku "&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;sambar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; HP&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; itu, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;sebuah gambar amplop terlampir dilayar &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;HP&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; sebagai tanda sebuah pesan dikirim untukku, ternyata itu dari ayahku :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;“Asslmkm…Radit..!gimana kabarmu nak? Ayah alhmdllh sht, kau jgn sedih dan cemas…! Perbanyaklah doa, minta kepada Allah agar bundamu di beri kesehatan oleh-Nya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Bundamu sekarang sedang di rawat di RS M Jamil Pdg, kau harus sbr dan tawakkal kpd Allah, dan jangan putus asa ya.nak.”Wassalam.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;          &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Deraian air mataku tak tertahan dan terbendung lagi, terasa tubuh ini dicabik sembilu yang tajam, serta diiringi rasa cemas, seribu pertanyaan datang dalam benakku.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah bayangan tadi pertanda akhir pertemuan dengan bunda…? Apakah pesan tadi juga mengkhabarkan bahwa bunda akan pergi…? Apakah semua itu suatu khalayan semata atau perasaanku saja…? Ku tak sanggup menjawab itu semua , karna aku masih sayang bunda, aku cinta bunda, aku merindukan bunda. Hanya &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;SMS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; kedua yang datang dari ayahku yang bisa menjawab atas segala pertanyaan itu :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;     &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;"Nak…kau harus ingat, kita ini hanyalah Lumpur hitam yang mendebu, menempel di sandal dan sepatu, hinggap di atas aspal terguyur hujan lebat, terpelanting masuk comberan. Siapapun tak mampu menahan kehendak-Nya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Kau harus bersabar dengan taqdir Ilahi yang menimpa, mujur tak dapat diraih, malang tak dapat di tolak, bundamu telah pergi, mehembuskan nafas terahirnya di RS M jamil Padang pukul 10.00 WIB, atau pukul 05.00 WK".&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;         &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Saat itu di pagi hari &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;sewaktu aku ingin kemesjid &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;"limoesin"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; shalat shubuh berjamaah. “&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Innâ lillâhi wainnâ ilaihi rajiûn&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;.” &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Itulah kata yang &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;terucap dari bibirku yang pucat dan dingin ini, bagaikan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;
